
"Ah iya, form magang mu sudah aku stempel dan besok akan ada orang yang akan mengantar nya, kamu masih belum sehat besok aku pribadi yang akan mengantar mu." ucap Rifqan
karena belum fokus akibat masih sangat senang karena foto ibu nya masih ada di ponsel nya Pinkan asal menjawab
"Baiklah"
Rifqan yang melihat itu pun tersenyum nakal, karena dia tahu Pinkan masih sibuk dengan pikiran nya sendiri
"Dan aku akan hadir disana sebagai pacar mu."
"Oh pacar... " ucap Pinkan lagi dalam pikiran yang masih melayang
*Kenapa seperti ada yang mengganjal ya dengan pembicaraan ini*, batin Pinkan.
"Tunggu tunggu, tuan Rifqan apa yang anda bicarakan tadi? Mengapa anda hadir disana sebagai pacar saya?" ucap Pinkan yang mulai sadar dengan keadaan yang aneh
Bisa bisa seluruh gadis yang ada di kampus ku akan mengamuk dan mencabik cabik tubuhku. Membayangkan nya saja aku tidak sanggup, batin Pinkan
"Aku hanya sedang meminta bantuan padamu, jika kamu mau membantu ku aku akan mengabulkan semua permintaan mu." ucap Rifqan
Aku harus memikirkan sebuah alasan yang tepat, Jika aku tidak hadir disana dan mengumumkan dia sebagai pacarku, Aku masih tidak tenang, batin Rifqan
"Orang tua ku sedang mendesak ku untuk menikah, aku ingin kamu berpura pura menjadi calon istri ku. Agar orang tua ku tidak curiga pada kita, kita harus berakting mulai sekarang. Contoh nya aku akan mulai mengantar mu secara pribadi dan mengumumkan kamu adalah wanitaku " imbuh nya
Pinkan seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan, dan apa yang dikatakan tuan muda itu seperti nya sangat merugikan dia. Saat dia mulai membuka mulut untuk complain karena ketidakpercayaan nya pada apa yang di ucapkan oleh Rifqan, tiba tiba ponsel Rifqan berbunyi.
KRING.. KRING...!!
Saat Rifqan mengecek ponselnya dan melihat nama yang tertera di layar kaca benda pipih itu adalah 'MAMA' dia langsung mengangkat nya. Tanpa basa basi orang yang di seberang telpon langsung mengeluarkan jurus andalan nya
"Hey anak yang sangat berbakti! Kenapa kau tidak pernah pulang kerumah? Oh aku tahu, kamu pasti belum bisa menemukan calon menantu untuk ku kan?" ucap mami nya Rifqan dengan panjang lebar sampai suara nya terdengar oleh Pinkan
"Tapi sekarang aku sudah tahu, kau sering bersama dengan seorang wanita, bagaimana dia baik tidak? Benarkah dia calon menantuku?"
"Hanya teman biasa." jawab Rifqan
"Jangan membohongi ibumu ini! Kau mana pernah berteman dengan seorang wanita, pokok nya aku tidak mau tau kau harus membawa menantuku pulang kerumah secepat nya!" potong ibu Rifqan dan langsung mematikan telpon nya sepihak
Sungguh sebuah keberuntungan, Ibu menelpon di waktu yang sangat pas, batin Rifqan tertawa puas
__ADS_1
Pinkan yang mendengar itu semua pun berusaha menahan tawa nya, tapi itu sia sia karena akhirnya tawa nya pecah. Rifqan yang melihat Pinkan menertawakan nya pun hanya melihat datar ke arah Pinkan
"Hahaha tadi nya aku sempat tidak percaya, bagaiman bisa orang hebat seperti mu di desak untuk segera menikah seperti itu."
"Tapi sekarang aku sudah percaya, baiklah aku akan berpura pura menjadi pacar mu" imbuh nya
Mendengar perkataan Pinkan, senyum Rifqan pun terbit. Dia merasa rencana nya sudah mulai berjalan dengan sempurna sesuai dengan keinginan nya
Baguslah, kau sudah masuk dalam permainan ku, aku harus segera membawa mu pulang dan segera menikahi mu agar tidak ada yang bisa merebut mu, batin Rifqan dengan licik
Entah mengapa dia bisa sangat menyukai Pinkan, seolah olah Pinkan hanya lah milik nya seorang. Padahal mereka belum lama bertemu tapi perasaan cinta nya sudah sangat mendalam dan sangat seagresif itu untuk mendapatkan Pinkan seutuhnya
Yang pasti dengan cara baik baik ya...
Rifqan pun menyerah kan sebuah paper bag berukuran besar berwarna gold pada Pinkan. "Apa ini tuan?"
"Buka saja." ucap Rifqan santai
Saat Pinkan membuka nya ternyata ada beberapa set baju yang indah dari merek ternama dan sebuah casing ponsel couple untuk mereka berdua
"Ini untuk apa tuan?" tanya Pinkan sambil menunjukkan casing ponsel couple yang bergambar kan love berwarna merah
"Aku kan sudah bilang panggil nama ku saja, Rifqan! Jangan tuan, kita kan sudah berstatus berpacaran sekarang." ucap nya sambil mengedipkan mata nya sebelah
Dia merasa bangga karena sudah memberikan sebuah barang yang menurut nya memperlihatkan pada orang tentang kepemilikan nya. Tapi tidak menurut orang lain, menurut sebagian orang barang couple itu lebay
Memang pantas dia sebagai seorang pemimpin perusahaan besar, sangat teliti dalam melakukan suatu hal, batin pinkan
"Ingatlah! Sekarang kamu adalah pacar ku, jangan sampai ketahuan oleh orang lain, dan aku tidak ingin kamu dekat dengan pria lain."
"Baiklah." dia mengiyakan perkataan Rifqan
Karena setelah terlahir kembali dia berjanji pada diri nya sendiri tidak akan mencintai pria mana pun lagi, karena menurutnya cinta itu tidak bisa di percaya
Saat mereka sedang berbincang bincang, masuk lah seorang dokter muda untuk memeriksa keadaan Pinkan lebih lanjut
"Nona Pinkan Cleotra saya akan mengecek ulang kondisi anda." dokter pun mulai mengecek, dan dokter itu pun memegang tangan Pinkan karena ingin melihat luka yang berada ditangan Pinkan
"Hem, bisakah perawat anda saja yang melihat luka nya?" Kata Rifqan tiba tiba yang tak suka tangan pacar palsu nya itu di pegang oleh pria lain.
__ADS_1
"Hem baik tuan, maaf kan saya, saya tidak sengaja." ucap dokter itu takut
"Hem." jawab nya singkat
Dokter itu pun menyuruh perawat wanita yang mendampingi nya memeriksa luka Pinkan karena takut dengan sosok yang berdiri di dekat Pinkan
Ada apa dengan nya? Dokter kan hanya memeriksa luka ku saja. Tidak lebih, batin Pinkan
Pinkan masih memperhatikan Rifqan yang masih memperhatikan dokter laki laki muda itu yang sedang memeriksa Pinkan, seolah olah jika dokter itu salah memegang sedikit saja nyawa nya akan melayang saat itu juga
"Sudah selesai nona, anda sudah bisa beristirahat kembali." ucap sang dokter yang sedikit terburu buru karena terasa panas yang mencekam di ruangan itu, padahal AC nya full tapi dokter itu mengeluarkan keringat.
padahal ruangan itu mencekam karena tatapan tajam dari Rifqan
"Hem dok, kapan saya bisa keluar dari sini?" tanya Pinkan yang rasa nya sudah sangat bosan berada disana, karena menurut nya dia sedang sangat baik baik saja
" Sebenarnya besok anda sudah bisa pulang nona, Tapi besok kita akan mengecek kembali keadaan anda " ucap dokter itu seraya tersenyum ramah
"Hem" Rifqan berdehem melihat dokter itu tersenyum pada Pinkan, Mendengar deheman dari Rifqan, dokter itu pun segera pamit dari ruangan itu
Tersenyum saja juga tidak boleh? Aneh sekali tuan muda yang satu ini! Seperti baru merasakan jatuh cinta saja, batin dokter itu
"Kalau sudah tidak ada keluhan lagi, saya permisi dulu nona untuk mengecek pasien saya yang lain."
"Silahkan…" bukan Pinkan yang menjawab, melainkan Rifqan yang menjawab dengan tatapan elang nya itu
"Kamu dengar besok aku sudah boleh pulang, itu arti nya aku sudah sehat, jadi kamu tidak perlu mengantarku ke kampus secara pribadi, oke?" Rifqan yang mendengar ucapan Pinkan pun langsung memotong
"Aku mengantar mu ke kampus besok karena sebagai pacar mu, bukan sebagai orang sakit." jawab nya
Ah sudahlah, aku tidak akan menang berdebat dengan tuan muda ini, batin Pinkan mulai kesal
"Kamu tidak pulang?" tanya Pinkan
"Kamu mengusir ku?" tanya balik Rifqan
"Bukan bukan, aku cuma tanya saja, karena ini kan sudah larut malam." jawab Pinkan karena malas berdebat
"Tidak, aku akan menemani mu disini" jawab Rifqan sambil memainkan ponsel nya mengecek email yang masuk
__ADS_1
"Yasudah, aku akan beristirahat." tanpa menunggu persetujuan dari Rifqan, Pinkan langsung merebahkan diri nya dan menarik selimut nya
Tak butuh waktu lama dia pun terlelap dengan damai dan sudah masuk ke alam mimpi