Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Mulai Hilang Nya Rifqan


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit, Pinkan dan Verel sampai di kampus mereka. Ketika Verel dan Pinkan turun secara bersamaan, banyak pasang mata yang melihat mereka dengan tatapan tak percaya dan bahkan banyak yang merasa iri


Pinkan melihat mereka hanya dengan tatapan sulit di artikan, dia tidak ambil pusing dengan apa yang mereka pikirkan tentang dia dan adik nya. Saat mereka hendak melangkah untuk pergi ke ruangan masing masing, ada beberapa orang yang menghampiri mereka


"Wah, hebat sekali kau ini! Setelah merebut Dharma ku, sekarang malah mengencani **** boy kampus kita!" sindir Erika yang datang bersama teman teman nya


"Iya, kau bersama Dharma aku bisa diam saja. Tapi sekarang kau malah mengambil pria idaman ku!" sambung Silvi sahabat nya Erika dengan ketus


"Cih, dasar jalang!" ucap Erika dengan raut wajah yang sangat tidak senang


Sedangkan Pinkan hanya diam dan menunjukkan wajah datar nya. Dia tidak mau memusingkan hal yang tidak penting seperti ini. Yang hanya menambah beban pikiran nya saja. Namun berbeda dengan Verel, dia tidak terima saat kakak nya di sebut jalang oleh sekelompok wanita yang terlihat seperti pelac**


"Coba kau ulangi sekali lagi! Akan ku sobek mulut kotor mu itu," ucap Verel dengan tajam


"Dia memang jalang! Kau saja yang bodoh karena termakan rayuan nya." ucap Erika dengan takut


"Jangan bersama nya Verel, aku sudah menyukai mu sejak lama. Berkencan dengan ku saja." ucap Silvi yang menyatakan perasaan nya di depan orang banyak


"Cih, dasar murahan!" ucap Pinkan pelan dengan senyum sinis nya


"Apa yang kau katakan?" ucap Silvi dan berusaha menjangkau rambut Pinkan


"Jauhkan tangan kotor mu dari nya! Kau tidak pantas menyentuh nya." bentak Verel pada Silvi


Silvi langsung berlindung di belakang Erika karena takut dengan amukan Verel. Dia terlihat mulai menangis karena orang yang dia sukai malah membentak nya hanya untuk membela wanita yang selama ini pun sudah ia benci karena hasutan sahabat nya itu.


"Sudahlah Verel, jangan pedulikan segerombolan Anji** gila ini, membuang waktu saja." potong Pinkan dan langsung berlalu pergi


Saat Pinkan berjalan, dia berpapasan dengan Dharma. Dharma langsung menarik tangan Pinkan ke arah taman untuk mengajak nya berbicara


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan tangan ku, sakit." ucap Pinkan berusaha melepaskan tangan nya


Setelah mereka duduk di bangku taman, Dharma baru melepaskan pegangan nya pada Pinkan. "Maafkan aku, aku hanya ingin berbincang dengan mu saja." ucap Dharma seraya mengatupkan kedua tangan nya


Dasar plankton! Tangan ku sampai sakit karena dia menarik nya. Tapi aku harus bersikap baik pada nya, agar aku bisa mulai melancarkan aksi ku, batin Pinkan


Pinkan langsung tersenyum seramah mungkin di depan Dharma. "Tidak masalah, aku saja yang terlalu lemah makanya jadi sakit begini." jawab Pinkan sambil menunjukkan pergelangan tangan nya yang memerah


"Ada apa? Kenapa kau membawa ku kesini?" tanya Pinkan dengan pelan


"Aku ingin mengajak mu ke bioskop, film kesukaan ku sudah akan tayang. Kamu mau kan?"


"Aku mau, tapi habis ke bioskop aku ingin sekali makan Cheese Fondue, bagaimana?" tanya Pinkan sengaja


"Cheese Fondue?" tanya Dharma mengulangi perkataan Pinkan


"Iya, aku sangat ingin makan itu. Aku terakhir memakan nya saat masih kecil." ucap Pinkan dan memasang wajah imut nya

__ADS_1


"Baiklah, apa pun yang kau mau akan aku berikan nanti." ucap Dharma dan tersenyum kecut


"Tapi aku mau nya kita ke Swiss cafe, disana tersedia semua makanan Swiss. Aku juga sangat ingin makan Risotto Saffron dan Berner Platte. Jika kita makan di cafe yang khusus menyediakan makanan Swiss, pasti rasa dan suasana nya akan berbeda." ucap Pinkan seperti anak kecil


Apa-apaan dia ini? Semakin lama permintaan nya semakin banyak. Tapi aku harus bersabar demi harta nya, batin Dharma tersenyum licik


"Yasudah, aku masuk duluan ya. Nanti telfon saja aku untuk menentukan tempat nya." ucap Pinkan sambil berlalu, rasanya dia sudah sangat muak jika berlama lama disitu


Setelah dia masuk ke kelas nya, dia langsung duduk di samping sahabat nya. Kiara melihat nya dengan tatapan selidik, Pinkan hanya menanggapi dengan senyuman nya


"Katakan! Kenapa tadi kau duduk di taman bersama dia?" tanya Kiara penuh selidik


"Dia siapa?" tanya pinkan santai


"Jangan berpura pura tidak tahu ya Pinkan Cleotra! Aku sudah menangkap basah mu tadi." ucap nya sambil melipat tangan nya di dada


"Jika kau sudah melihat ku tadi, kenapa kau tidak menghampiri ku saja nona Kiara Admaja?" tanya balik pinkan


"Halah kau ini! Aku tahu dirimu lebih dari dirimu sendiri, jika aku menghampiri mu tadi pasti kau akan merajuk dan akan berkata bahwa aku sudah menganggu waktu mu dengan Dharma yang sangat berharga itu." balas Kiara memanyunkan bibir nya


"Hahaha, kau cemburu?" tanya Pinkan bercanda


"Aku cemburu? Enak saja kau ini. Yang menyukai ku banyak, untuk apa aku cemburu kau dekat dengan manusia tidak tahu malu itu." jawab Kiara berlagak sombong


"Termasuk tuan Patra Novusul?" tanya Pinkan ingin melihat reaksi Kiara


"Aku hanya bertanya padamu, kenapa kau malah berbicara ngawur ke seluruh dunia?"


"Baiklah baik, aku tadi hanya membuat janji dengan Dharma untuk pergi nonton bioskop bersama." jawab Pinkan dengan santai


"Apa katamu? Kenapa kau sudah kembali menjadi bodoh Pinkan? Bukankah kamu sudah tidak menyukai pria itu?" tanya Kiara yang merasa tidak percaya dengan jawaban Pinkan


Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya ya pada Kiara? Aku takut dia menganggap ku gila. Tapi dia lah orang yang selalu menemaniku selama ini, aku memang harus jujur pada nya dan berbagi semua rasa ku, batin Pinkan merasa bersalah pada sahabat nya


"Hem, aku ingin mengatakan sesuatu padamu." ucap Pinkan yang mau menceritakan semua nya


"Apa?" tanya Kiara yang penasaran


"Tidak disini, aku akan mengatakan nya saat kita hanya berdua saja." ucap Pinkan sambil mengedipkan mata nya


"Kenapa aku merasa geli ya?" jawab Kiara sambil tertawa


"Nanti sepulang dari sini, aku akan mentraktir mu di cafetaria dan akan menceritakan semua nya padamu."


"Baik, aku akan menunggumu dan akan setia mendengar semua keluh kesah mu sahabat ku." ucap Kiara sambil memeluk pinkan


Pinkan melihat ponsel nya untuk mengecek pesan atau panggilan dari seseorang, namun ponsel nya tidak terdapat notifikasi apa pun yang menandakan seseorang pernah menghubungi nya dalam waktu dekat ini

__ADS_1


Kenapa dia tidak menghubungi ku? Apa dia sudah mulai menampakkan wujud asli nya? Dan dia sudah mulai bosan untuk mempermainkan aku, batin Pinkan


"Ahh bagaimana ini?" ucap nya keras sampai satu kelas mendengar


Sementara itu di lain tempat dan waktu, ada seorang pria yang kesal dan membanting ponsel nya sampai pecah menjadi dua. Dia sangat kesal karena tidak dapat menghubungi seseorang yang di rindukan


"Aku sangat kesal, kenapa disini tidak ada jaringan? Aku ingin mendengar suara nya sebentar saja." ucap Rifqan frustasi


"Bagaimana kabar nya? Apa dia telah menemukan seseorang? Ahhh, awas saja jika dia berani berhubungan dengan pria lain." teriak Rifqan yang sudah seperti orang gila


Rifqan sedang berada di sebuah desa yang jauh dari kota. Desa yang sangat asri dan udara nya sangat sejuk. Dia sedang membangun sebuah rumah disana, dia membangun rumah itu untuk diri nya dan Pinkan juga anak anak mereka nantinya


Entah mendapat kepercayaan diri dari mana dia sampai begitu yakin bahwa Pinkan mau dengan nya, hingga dia membangun rumah itu untuk keluarga kecil mereka nanti saat ingin liburan ke sebuah pedesaan


Selama pembangunan ini berjalan, dia lah yang langsung mengawasi nya. Dia tidak bisa percaya pada orang lain untuk memantau pekerjaan ini karena dia ingin yang terbaik untuk orang yang di cintai nya


Selama dia pergi, dia menyuruh Patra untuk melindungi Pinkan dalam keadaan apa pun. Dia juga mengatakan untuk merahasiakan ini dari Pinkan agar nanti nya akan menjadi kejutan untuk Pinkan


Namun sial nya, di desa ini tidak ada jaringan yang membuat Rifqan tidak bisa menghubungi wanita yang dia rindukan itu. Baru dua hari dia pergi tapi dia sudah sangat merindukan nya. Dan Rifqan akan berada disini selama sebulan


"Seperti nya aku harus menambahkan pekerja ku agar semua nya cepat selesai dan aku bisa pulang dan bertemu dengan Pinkan." ucap nya pada diri sendiri


Rifqan meraih sebuah telepon dan memencet tombol angka untuk memasukkan nomor. Dia mulai menelpon seorang bawahan nya


"Datang ke ruangan ku sekarang juga." ucap Rifqan dan langsung mematikan panggilan nya secara sepihak


Tidak lama datang lah seorang laki laki dan masuk ke ruangan atasan nya itu


"Boleh saya masuk sekarang tuan?" tanya orang di luar


"Masuk." jawab Rifqan singkat


Laki laki itu langsung masuk dan berdiri di depan meja Rifqan. "Ya tuan? Apakah ada yang anda perlukan?" tanya laki laki itu


"Berapa lama pembangunan rumah itu akan selesai?" tanya Rifqan


"Kira kira sebulan lagi tuan."


"Aku mau kau menambah kan para pekerja. Semakin banyak maka akan semakin bagus, aku mau kalian menyelesaikan itu dengan sesegera mungkin."


"Baik tuan, apakah ada hal yang lain?" tanya laki laki itu lagi


"Tidak ada, sekarang kau sudah boleh keluar." ucap nya datar


Setelah bawahan nya tadi pergi, Rifqan kembali mengingat Pinkan, dia terasa sangat kering wanita itu. Entah jurus apa yang di pakai Pinkan hingga seorang tuan muda Rifqan bisa benar benar gila dibuat nya


"Sabarlah Pinkan, aku akan segera menyelesaikan ini untuk kita dan akan kembali kesana untuk menemui mu dan melepaskan rindu kita." ucap nya yang berdialog sendiri

__ADS_1


__ADS_2