Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Apakah Tuan Muda Jatuh Cinta?


__ADS_3

Hangat sekali...


Saat Pinkan membuka mata dia terkejut karena melihat diri nya di gendong oleh Rifqan ala bridal style dan mereka sedang berada di lorong rumah sakit dan dilihat oleh banyak pasang mata


Tahulah ya dirumah sakit tu seramai apa teman-teman


Rifqan…kenapa dia menggendong ku? pinkan bergumam dalam hati


"Tuan, kenapa tidak membawaku ke rumah mu saja? Bukankah di rumah mu juga ada seorang dokter?" bisik Pinkan


"Itu dokter laki-laki. Kalau di rumah sakit, ada dokter wanita." bantah Rifqan


Kebetulan di lorong rumah sakit saat dimana mereka berada, ada beberapa orang perawat dan beberapa orang lain nya, mereka yang melihat Rifqan yang sedang menggendong Pinkan seperti itu pun mulai berbicara dengan terang terangan karena kaget akan kenyataan yang mereka lihat sekarang ini


"Wah, bukan kah itu adalah tuan muda Rifqan? Siapa yang di gendongnya itu?" kata perawat 1


"Iya,kelihatan nya hubungan mereka tidak sederhana." kata perawat 2


Pinkan yang melihat tatapan orang orang pun merasa tidak enak, dia langsung menyembunyikan wajah nya di dada Rifqan


"Tuan muda Rifqan turunkan aku, orang orang sedang melihat kita, itu akan mempengaruhi reputasi mu!" ucap nya dengan sedikit berbisik


Rifqan melihat Pinkan dengan tatapan tidak senang karena mendengar perkataan Pinkan


Aku baru pertama kali menggendong seorang wanita dan dia malah menolak? ucap Rifqan dalam hati


Pinkan pun melihat tatapan tidak senang dari raut wajah Rifqan. Dia juga merasa tidak enak. Jadi, dia memutuskan untuk diam dan menerima segala perlakuan baik pria itu


Setelah menidurkan Pinkan di atas brankar rumah sakit. Beberapa dokter wanita pun datang. Seperti yang di perintahkan oleh laki-laki berkuasa itu


Mereka mengecek kondisi Pinkan dengan teliti. Mereka juga mulai mengobati luka lebam yang ada pada tubuh Pinkan, mengoleskan salep, dan kemudian memasangkan infus


Setelah selesai. Mereka juga keluar, tak lupa mereka mengatakan pada Rifqan yang sedang berdiri di luar kalau mereka sudah selesai dengan pekerjaan mereka


Rifqan langsung masuk ke dalam dan mendapati Pinkan tengah duduk melamun. Melihat kehadiran Rifqan, wanita itu buru-buru bangun


"Terima kasih!" ucap Pinkan sambil tersenyum


Rifqan hanya berdehem tanpa niat untuk menjawab. Rifqan menatap Pinkan dengan tatapan datar sembari menunggu Pinkan melanjutkan perkataan nya


"Apa aku boleh bertanya sesuatu?" Pinkan kembali membuka mulutnya. Rasa penasaran tingkat dewa sedang melandanya saat ini


"Apa?" Rifqan hanya mengeluarkan satu kata itu dengan ketus


"Bagaimana kamu bisa tahu kalau mereka mencurangi kalian? Dan, bagaimana kamu bisa tahu hotel yang dijadikan markas oleh mereka?" tanya Pinkan dengan takut-takut karena melihat ekspresi yang datar diwajahnya


"Kenapa kamu bertanya hal ini?" Rifqan malah menjawab dengan pertanyaan


"Karena, itulah alasan mereka menculik ku tadi. Mereka mengira bahwa akulah yang sudah melaporkan mereka ke polisi dan memberitahukan kecurangan mereka pada keluargamu." jelas Pinkan


"Sebenarnya, kami sudah mengawasi mereka sejak lama. Mereka itu orang yang sangat berbahaya. Tanpa belas kasih membunuh orang dan mengambil organ dalamnya."


"Jadi, kenapa kalian masih mau bekerja sama dengan orang semacam mereka?"


"Kami hanya mencari keuntungan. Kamu tentunya tahu, di dalam dunia bisnis. Semua pelaku dunia bisnis hanya menginginkan keuntungan. Tidak boleh ada kata rugi dalam kamus kami." jelas Rifqan


Pinkan mengangguk mengerti, dia memang tahu. Dunia bisnis ini memanglah sangat kejam dan keji. Jika cara bersih tak dapat menghasilkan apapun. Maka, jalan kotor pun tak segan untuk ditempuh


"Lalu?" tanya Pinkan yang ingin tahu lebih jelas

__ADS_1


"Kami memang menerima tawaran kerja sama mereka. Tapi, tentu kami bukanlah orang bodoh. Kami menyuap tangan kanan mereka untuk mengumpulkan bukti tentang kecurangan mereka. Dan, masalah polisi, kami hanya membantu polisi untuk menangkap buronan saja." jawabnya santai


"Lalu, ada dimana kaki tangan mereka yang kalian suap itu? Apakah sudah bekerja bersama dengan kalian?" tanya Pinkan lagi


"Sudah mati!" jawab Rifqan singkat, padat dan jelas


"Mati?" Pinkan mengulangi perkataan Rifqan seperti anak balita


"Ya. Kami tidak menerima pengkhianat!" ucapnya santai. Pinkan hanya terdiam dan termangu


Aku terlalu takut jika di tangkap sangat tiba tiba seperti tadi, aku belum mengalahkan Amrita dan juga Dharma. Aku belum siap mati, batin Pinkan


Rifqan yang melihat raut wajah Pinkan pun seolah mengerti dengan raut kekhawatiran Pinkan


"Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan membiarkan mereka menangkap mu seperti tadi lagi." ucap nya sambil mencoba menenangkan Pinkan


Pinkan yang mendengar itu pun sedikit merasa aman dan nyaman.


Lelaki ini selalu membuat orang merasa sangat aman, seolah olah semua yang di katakan adalah benar, ucap nya dalam hati merasa terharu


Ponsel Rifqan berdering. Dia langsung menerima telepon dari bawahannya itu di luar


"Apa kalian sudah memeriksanya, apa saja yang terjadi tadi?"


"Sudah tuan muda Rifqan, tidak hanya menendang nona Cleotra tapi juga berencana untuk memperk**a dia, untung saja nona Cleotra pintar, jadi bisa langsung kabur," jawab orang dibalik telpon menjelaskan


"Di tambah, untung saja tuan muda datang dengan cepat, kalau tidak takutnya akan terjadi hal yang tidak diinginkan."ucap Patra menyampaikan


Hal yang baru saja dikatakan oleh bawahan nya yang bernama Patra itu sukses membuat seakan darah di tubuh Rifqan mendidih


"Lepas kan mereka dan bawa ke tempat tersembunyi, mutil*** mereka dan campakkan potongan tubuhnya pada buaya di kandang." perintah nya pada bawahan nya


Setelah itu, telepon pun di matikan sepihak oleh Rifqan, Sedangkan orang diseberang telpon tadi masih bergidik ngeri karena mendengar perintah atasan nya itu


"Wah, sepertinya tuan muda kita sudah jatuh cinta pada seorang nona dari keluarga Cleotra itu." ujarnya yang berspekulasi


Patra Novusul adalah teman baik Rifqan Athala Faruq, dia dan Rifqan sudah berteman sejak masih kecil, Rifqan yang terkenal kaku dan Patra yang humoris mampu mencairkan suasana, sangat cocok dipasangkan dengan Rifqan, tetapi jika sedang serius bekerja mereka tetap akan berada dalam mode atasan dan bawahan


Setelah selesai menerima telepon, Rifqan kembali ke dalam ruangan Pinkan. Terlihat Pinkan yang sedang mengupas buah apel untuk dimakannya sendiri


"Kenapa kamu masih disini? Bukan nya banyak yang harus kamu kerjakan?" tanya pinkan


Rifqan yang mendengar pertanyaan dari Pinkan pun langsung mengernyit heran


Apa sebegitu tidak suka nya dia saat aku berada disini?


"Pekerjaanku adalah menjagamu. Jadi, lebih baik kamu diam dan makan apel mu!" Rifqan menjawab dengan sengit


Dia masih disini apa kah mungkin karena dia… lirih Pinkan dalam hati tetapi tidak melanjutkan ucapannya karena suara perut nya


kruyuk-kruyuk


Mereka terdiam dan mendengar suara perut yang berasal dari suara perut Pinkan, dan hal itu membuat Pinkan sangat malu karena bisa bisa nya perut nya berbunyi di depan pria tampan seperti Rifqan


"Sudah tersiksa semalaman sampai hari sudah terang, aku jadi lapar sekali. Hanya makan apel saja, mana mungkin bisa kenyang." sambil dengan tawa aneh nya dia mengatakan itu karena masih sangat malu


"Kamu tunggu disini biar aku belikan makanan. Jangan banyak bergerak!" ucap Rifqan penuh ancaman


dengan langkah cepat Rifqan langsung pergi untuk membelikan Pinkan makanan, tapi dia juga tidak menanyakan makanan apa yang diinginkan wanita itu

__ADS_1


Tuan Rifqan ternyata berada disini benar karena dia pasti merasa bosan, batin Pinkan melihat ke arah Rifqan yang mulai menjauh


Saat Rifqan sudah di depan sebuah cafe di dekat rumah sakit, dia langsung masuk dan melihat menu dan dia lupa menanyakan makanan kesukaan Pinkan, pegawai cafe itu mengamati Rifqan yang sedang berpikir dengan sedikit bingung.


Ah tampan nya, di tempat kecil seperti ini juga bisa bertemu dengan orang yang tampan seperti ini, pikir pegawai itu.


Rifqan pun juga masih sibuk dengan pemikiran nya yang tidak tahu akan membeli sarapan apa untuk Pinkan


Lebih baik aku beli satu macam satu bungkus untuk nya, dia juga terlalu kurus jadi harus makan lebih banyak, pikir nya


"Tolong bungkus kan satu macam satu bungkus setiap menunya!" ucap Rifqan dengan santai nya


Pegawai itu pun terkejut mendengar nya, Orang tampan memang suka aneh aneh ya, batin nya


Saat sudah mendapatkan makanan yang dia pesankan, dia pun kembali kerumah sakit dan masuk ke ruang VIP tempat dimana Pinkan di rawat sekarang


Saat dirasa Pinkan ada seseorang yang masuk Pinkan pun melihat ke arah pintu untuk mengetahui siapa yang datang, saat dia melihat ternyata Rifqan yang datang dia pun terkejut, karena di tangan kanan Rifqan terdapat beberapa buah kantong yang berisi makanan dan di tangan sebelah kiri nya juga memegang beberapa buah kantong yang berisi makanan, dia seakan sangat syok dengan apa yang dia lihat.


Aku memang lapar, tapi juga tidak perlu beli sebanyak ini, ini berlebihan sekali bukan.. Meskipun aku sangat lapar tapi juga tidak bisa menghabiskan makanan sebanyak itu, batin nya.


Rifqan pun langsung meletakkan makanan nya di atas nakas yang berada di dalam kamar rumah sakit itu dan mengambil beberapa makanan dan meletakkan nya di atas nampan lalu memberikan nya pada Pinkan


"Ini! makanlah, jika masih kurang itu masih ada beberapa lagi," ucap nya dengan enteng


Pinkan seakan syok melihat makanan di atas nampan yang sangat banyak


"Terima kasih tuan Rifqan sudah membelikan ku makanan." dia mengatakan itu dengan tersenyum canggung


Apakah Rifqan membeli semua makanan ini sesuai dengan porsi nya sendiri? kalau benar seperti itu juga sangat mengerikan, batin Pinkan


Namun dia terdiam karena bingung bagaimana cara memakan nya karena makanan di hadapan nya saat ini sangat banyak


Ini bagaimana cara memakan nya, tanyanya dalam hati sambil memperhatikan makanan nya


"Mengapa kamu tidak makan? Apakah tidak suka dengan makanannya, kalau tidak suka biar aku belikan lagi yang lain." ucap nya karena melihat Pinkan yang tidak memakan makanan nya


"Suka suka, aku suka semua nya, hanya saja takut nanti tidak akan bisa habis."


"Ternyata begitu, tidak papa jika kamu tidak habis, sisa nya buat aku " Pinkan tersedak saat mendengar perkataan terakhir Rifqan yang menurut nya sedikit aneh


Tuan muda ini barusan mengatakan apa? sisa nya buat dia? lirih Pinkan dan menatap Rifqan dengan tatapan yang sulit diartikan


"Tuan Rifqan anda pernah mendengar tidak, kalau memakan makanan bekas seseorang, berarti seperti bercium** secara tidak langsung?" Rifqan yang mendengar itu pun menyela kata kata Pinkan


"Benarkah? Kalau begitu, jangan habiskan makanan mu. Sisakan sedikit untukku." pintanya dengan antusias


Pinkan pun terperangah mendengar ucapan dari pria yang ada di depan nya ini, seperti tidak habis pikir dan sedang mencoba menebak apa yang sebenarnya apa yang ada dipikirannya


Saat ingin membalas ucapan Rifqan tiba tiba handphone Pinkan bergetar menandakan ada pesan yang masuk ,ternyata pesan itu dari sahabat nya yang bernama Kiara


"Pinkan lusa kita sudah masuk kuliah, besok aku akan mencari mu kita pergi ke mall bersama dan membeli beberapa keperluan." Pinkan membatu saat membaca pesan dari sahabat nya tersebut


Kuliah? aku lupa tentang kuliah ku, dan aku belum mendapatkan stempel magang, jika tidak mendapatkan stempel magang aku pasti tidak akan lulus, jika tidak lulus aku tidak punya penghasilan dan jika tidak punya penghasilan aku tidak bisa melindungi keluarga Cleotra, batin nya memikirkan nasib masa depan nya


...Hai teman teman, dukung terus karya ku ya...


...Jangan lupa tinggalkan like, vote,dan komentar nya agar author lebih semangat untuk UP nya...


...Terima kasih !!...

__ADS_1


__ADS_2