Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Kejujuran Pinkan


__ADS_3

Setelah kuliah nya selesai, sesuai janji nya dengan Kiara untuk pergi ke cafetaria, dia pun langsung menuju cafetaria bersama dengan supir nya. Pinkan langsung masuk dan langsung mencari tempat duduk yang sedikit jauh dengan penduduk pengunjung yang lain


Dia tidak bersama Kiara karena ia harus pergi ke perpustakaan terlebih dahulu, tidak lama Pinkan duduk datang lah Kiara


Saat Kiara membuka pintu, Pinkan sudah merasa jantung nya akan melompat dari tempat nya


"Baru melihat nya saja aku sudah bergetar seperti ini, apa lagi nanti saat aku mengatakan semua nya? Tapi aku tidak boleh merubah keputusan ku untuk itu." dialog Pinkan dengan diri nya sendiri


Kiara yang sudah melihat Pinkan pun langsung menghampiri sahabat nya itu, dia langsung duduk dan memesan makanan mereka. Dia menatap Pinkan dengan heran karena seperti nya Pinkan sedang menahan sesuatu


"Ada apa? Kau seperti sedang memikirkan sesuatu?" tanya Kiara


"Tidak apa, apakah aku sudah boleh bicara sekarang?" jawab Pinkan


"Boleh, seperti nya serius sekali?" jawab Kiara sambil sedikit tertawa


"Apakah kamu pernah tau tentang terlahir kembali?" tanya Pinkan dengan serius


"Terlahir kembali? Aku pernah membaca nya dalam sebuah buku, tapi aku menganggap itu hanya lah sebuah ilusi saja." jawab nya santai


"Tapi aku mengalami itu!" ucap Pinkan serius tapi hanya di respon dengan tertawa oleh Kiara


"Lelucon macam apa itu?" tanya nya


"Aku sama sekali tidak membuat lelucon kia, aku sedang berbicara serius dengan mu saat ini." ucap Pinkan dengan sungguh sungguh


Kiara hanya diam saja melihat Pinkan berkata dengan serius nya. Dia tidak tahu mau berkata apa untuk menanggapi ini semua. Dia ingin menganggap ini hanya candaan namun wajah Pinkan sangat serius


"Aku benar benar serius kia, aku tidak pernah bercanda dengan hal yang seperti ini! Apa kamu tidak pernah menyadari dengan perubahan sikap ku? Semua yang ada padaku sudah berubah sekarang." ucap Pinkan panjang lebar


"Pinkan Cleotra yang saat ini sedang berada di hadapan mu bukan lah Pinkan yang dulu yang selalu meminta perlindungan pada mu. Pinkan yang bodoh dan lugu itu sudah mati! Sekarang Pinkan yang sedang duduk di hadapan mu adalah aku! Pinkan yang baru..." ucap nya sambil menangis karena kembali mengingat tentang dirinya sendiri yang begitu naif hingga di tipu sampai mati


"Iya... iya, maafkan aku Pinkan. Aku tidak bermaksud menyinggung mu, aku hanya masih syok dengan keadaan yang ada." ucap Kiara dan menarik Pinkan dalam pelukan nya


"Maafkan aku juga karena terlalu emosional." Jawab Pinkan yang masih dalam pelukan Kiara


"Sekarang cerita kan, bagaimana kamu bisa terlahir kembali, apa yang menyebab kan kematian mu? Dan bagaimana kamu bisa bertemu dengan tuan muda Rifqan? Karena seingat ku kamu tidak pernah bertemu dengan nya." tanya Kiara beruntun karena jiwa ingin tahu nya sedang meronta-ronta sekarang


"Aku di tipu oleh Dharma si bajingan itu. Dia yang membawa ku ke sebuah apartemen dan membakar ku hidup hidup disana. Ibu tiri ku juga yang meracuni pikiran dan meracuni tubuh ayah ku, kami di tipu sampai mati oleh bajingan itu."


"Aku bertemu dengan tuan muda Rifqan setelah terlahir kembali kia. Kita yang sekarang ini sedang berada di 4 tahun ku yang lalu." ucap nya


"Lalu bagaimana kau bisa bertemu dengan tuan muda Rifqan setelah terlahir kembali?" tanya nya lagi

__ADS_1


Pinkan mulai menceritakan semua nya. Dia menceritakan dari awal hingga akhir alasan dia dan ayah nya bisa hidup kembali


"Tenang Pinkan, aku akan membantu mu untuk membalas dendam mu itu." ucap Kiara berusaha menenangkan teman nya


Setelah dia mengatakan semua rahasia yang mengganjal di dalam hati nya, mereka memutuskan untuk pulang dan di jemput supir masing masing. Sejak terlahir kembali Pinkan sudah mengambil semua yang harus nya menjadi milik nya termasuk aset mobil yang dia naikin sekarang ini


Kalau dulu dia akan percaya pada ucapan ibu tiri nya untuk tidak memakai satu pun harta ayah nya, padahal itu hanya lah alibi ibu tiri nya agar Amrita bisa dengan mudah menguasai semua harta keluarga cleotra untuk di nikmati bersama kekasih muda nya itu. Mereka memang sama sama bajingan


Pinkan langsung pulang dan masuk ke kamar nya, dia merebahkan tubuh nya dan menatap langit langit kamar. Dia merasa masih ada yang mengganjal di hati nya dan perasaan nya seakan kecewa terhadap sesuatu


"Kenapa masih ada yang mengganjal di hatiku? Dan perasaan kecewa apa ini? Aku kecewa pada siapa?" tanya nya sambil memegangi dada nya


Dia kembali melihat ponsel nya namun masih belum ada notifikasi apa pun yang menandakan Rifqan ada menghubungi nya


"Mau seribu kali aku melihat ponsel ku pun jawaban nya pasti akan tetap sama, dia tidak akan menghubungi ku lagi." Pinkan membuang ponsel nya karena kesal


Dia pergi ke halaman belakang untuk bercocok tanam. Dia mulai menanam bunga lili berwarna putih dan bunga mawar berwarna merah


"Biar saya saja nona, anda tidak perlu mengotori tangan anda." ucap sala seorang penjaga kebun


"Tidak usah pak, ini adalah cara saya untuk menghabiskan waktu agar tidak bosan." jawab Pinkan dan tersenyum lembut


"Baiklah, tetapi jika ada yang bisa saya bantu katakan saja nona." ucap nya pada anak tuan nya


"Iya nona, saya akan segera membawakan pesanan anda." ucap bapak itu lalu melenggang pergi dari sana


"Kak!" panggil Verel yang tiba tiba datang entah dari mana


"Kenapa?" tanya Pinkan singkat


"Apa yang kamu lakukan? Itukan biasa dikerjakan oleh penjaga kebun."


"Aku sedang mengadakan konser. Jadi jangan menganggu ku!"


"Konser apa? konser gaib?" tanya Verel dengan bodoh nya


"Sudah lah masuk sana, jika ibu mu melihat kau berbicara dengan ku dia pasti akan marah." pancing Pinkan


"Kenapa harus marah? Aku ini kan adik mu." jawab Verel dan menyeruput cappucino milik nya


"Gadis tadi siapa?" tanya pinkan dan berjalan mendekat untuk duduk di sebelah Verel


"Gadis mana yang kakak maksud?" tanya nya dengan wajah bingung

__ADS_1


"Gadis yang mengajak mu berkencan tadi, hahaha." ucap Pinkan mengejek dan tertawa puas


"Aku tidak mengenal nya, tapi terlihat jelas sekali kalau dia dan teman nya itu sangat membenci mu." ucap Verel sambil memperhatikan kakak nya


"Entahlah." jawab Pinkan pasrah


"Kenapa dia membenci mu?" tanya Verel yang penasaran nya sudah mencapai tingkat tinggi


"Ada beberapa hal yang tidak perlu kita ketahui di dunia ini. Dan ada beberapa hal yang membuat kita iri pada orang lain hingga kita membenci orang itu, padahal orang itu hanya memperlihatkan apa yang ia punya tetapi untuk orang lain yang hati nya kotor, pasti itu di anggap sebagai bentuk pamer. Mungkin saja orang yang di benci itu juga tidak seberuntung orang yang membenci." ucap Pinkan sambil menatap lurus ke depan


"Kau ternyata bijak sekali, aku semakin merasa bersalah telah bersikap kurang ajar padamu." ucap Verel sambil memandangi kakak nya


"Simpan saja rasa bersalah mu itu, aku sudah memaafkan mu seutuh nya." ucap nya tersenyum


Aku memaafkan mu di depan mu, tapi dalam hatiku tentu saja masih menyimpan dendam kesumat untuk mu dan ibu mu, apa lagi jika nanti aku tahu kau hanya pura pura baik padaku, akan ku pastikan kau akan hancur bersama ibu mu! batin Pinkan sambil menatap tajam Verel


"Ada apa di wajah ku? Apakah adik mu ini terlalu tampan?" tanya nya penuh percaya diri


"Wajah mu terlalu jelek, makanya aku memperhatikan apakah bisa di operasi agar sedikit lebih tampan? Hahaha." ucap Pinkan dan tertawa


"Awas saja kau, akan ku adukan pada ayah." ucap Verel yang berlagak seperti anak kecil


"Adukan saja, memang kenyataan wajah mu jelek! Kau pantas nya di panggil Verel si buruk rupa. "Ejek Pinkan dan langsung berlari ke arah kebun


Ternyata dia baik sekali, rasa bersalahku semakin besar saat melihat tawanya yang sangat ceria. Aku berjanji mulai sekarang aku akan menjadi orang yang melindungimu kak, batin verel


Verel pun memilih masuk, saat dia sudah berada di dalam kamar nya, Amrita langsung masuk ke dalam kamar anak lelaki nya itu tanpa permisi


"Aku lihat kau sudah sangat dekat dengan dia." ucap nya yang sudah duduk di tepi tempat tidur


"Memang nya kenapa aku dekat dengan kakak ku sendiri Bu?" tanya Verel


"Tidak masalah, tapi kau harus ingat, dia lah yang membuat jantung ayah mu kumat. Karena kenakalan nya!" hasut Amrita lagi


"Sudahlah Bu, aku tidak merasa kakak seperti itu. Dia sangat baik padaku padahal dulu aku selalu menjahati dan bersikap kurang ajar pada nya."


"Bahkan kau sudah memanggil nya kakak? Kau tidak tahu apa pun tentang nya!" ucap Amrita yang mulai marah karena anak nya malah membela Pinkan


"Karena aku tidak tahu apa pun tentang nya, makanya aku mencoba mendekati kakak ku agar aku tahu bagaimana sebenarnya diri nya itu Bu." ucap Verel sambil menggenggam tangan Amrita


"Sudahlah, tidak ada guna nya aku berbicara dengan anak pembangkang seperti mu." Amrita langsung menarik tangan nya dan keluar dari kamar Verel


Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan dari ku? Apa yang membuat ibu sangat membenci Pinkan? Aku tidak melihat ada yang salah pada diri Pinkan, dan kenapa aku tidak boleh dekat dengan kakak ku sendiri, batin verel yang merasa bingung dengan keadaan sekarang ini

__ADS_1


"Aku harus segera mencari tahu alasan semua ini, aku tidak bisa membiarkan aku masuk ke dalam permusuhan orang lain dengan bersikap bodoh dan hanya akan menjadi boneka, aku juga tidak tahu yang mana yang benar benar harus aku percayai antara Pinkan dan ibuku sendiri." ucap nya pasrah sambil melihat pemandangan kota dari balkon kamar nya


__ADS_2