Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Mengerjai Dharma


__ADS_3

Setelah mereka membuat janji, hari yang ditunggu oleh Dharma dan Pinkan pun akhir nya tiba. Dharma menunggu untuk mengambil kesempatan agar bisa mendapatkan hati Pinkan. Sedangkan Pinkan menunggu untuk bisa melancarkan aksi balas dendam nya


Malam tadi Dharma sudah menelpon Pinkan bahwa film yang di maksud oleh nya sudah akan tayang hari ini. Dan dia menjadikan momen ini untuk mencari kesempatan agar dia bisa mendapatkan hati Pinkan sesegera mungkin


"Sebenarnya aku sangat malas untuk bertemu buaya Amazon itu, apa lagi berjalan berdua dengan nya seperti layak nya sepasang kekasih. Tapi aku harus memaksakan tubuh ku untuk bergerak agar aksi ku berjalan dengan sempurna." Pinkan bergumam sendiri sambil meregangkan otot nya


Saat dia sedang mengomel tak jelas, layar ponsel nya hidup menandakan ada notifikasi pesan yang masuk. Pinkan langsung melihat pesan itu berharap pesan yang baru saja masuk adalah pesan dari Rifqan yang dia tunggu selama ini


Dia melihat pesan itu ternyata dari Dharma, ada perasaan aneh yang muncul di hati nya. Entah kenapa dia sekarang merasa kecewa, patah hati dan ingin menangis karena tahu bahwa itu bukanlah dari orang yang dia harapkan


"Dimana kita akan bertemu nanti, sayang?" tulis Dharma dalam pesan singkat yang dikirim nya


Ingin sekali aku membanting handphone ku sekarang, sayang? Aku bahkan ingin muntah! batin Pinkan yang merasa jijik dengan pesan yang dia baca


Pesan dari Dharma itu memang membuat nya jijik. Tapi coba yang masuk tadi adalah pesan dari Rifqan, dia pasti sudah melompat kegirangan


"Jika aku meminta nya menjemput ku di rumah, pasti Amrita akan melihat dan mengira aku sudah masuk ke dalam perangkap mereka berdua." ucap nya sambil berpikir


"Jemput saja aku di rumah." balas Pinkan yang sudah merasa muak


TOK TOK TOK


Pintu kamar Pinkan di ketuk oleh seseorang dari luar. Pinkan langsung membuka pintu kamar nya seakan tahu siapa yang sedang menanti nya di balik pintu itu


"Sudah di bawakan bi?" tanya nya pada bi Yem


"Sudah nona, semua nya sudah lengkap seperti yang anda minta." jawab bi Yem sambil menyerahkan beberapa buah paper bag


"Hem, terima kasih." ucap Pinkan


"Hem, maaf nona jika saya lancang. Tapi itu semua untuk apa nona?" tanya bi Yem yang memang tingkat kepo nya sangat tinggi di atas rata rata


"Kamu akan melihat sendiri nanti dan akan tahu." jawab Pinkan langsung berbalik dan menutup pintu kamar nya


Pinkan langsung memulai merias diri nya seperti yang sudah dia rencanakan semalam. Dia ingin melihat bagaimana reaksi Dharma saat melihat diri nya yang sekarang ini


"Aku ingin melihat ekspresi mu Dharma, apakah kamu akan lari jika melihat diri ku yang secantik ini?" ucap nya di depan cermin sambil tersenyum tipis


Saat dia sedang tertawa jika mengingat ekspresi Dharma nanti, dia teringat akan perjanjian nya dan Rifqan. Saat mengingat tentang pria itu pasti dia akan merasa kecewa

__ADS_1


"Apa aku harus memakai masker ya? Aku juga harus memikirkan konsekuensi untuk Rifqan jika publik tahu kalau aku berkencan dengan pria lain." Pinkan berpikir sejenak


Pinkan kembali melihat diri nya di cermin. Tapi kan dengan penampilan ku yang seperti ini pun orang pasti tidak akan mengenali ku, bahkan aku pun tidak mengenali diriku sendiri, hahaha, batin nya lagi


"Lagi pula untuk apa aku memikirkan pria itu, sekarang batang hidung nya pun tidak pernah terlihat di hadapan ku. Dia sangat keterlaluan." ucap nya bersedih


Pinkan kembali mencoba menghubungi Rifqan, namun ponsel nya tetap saja tidak aktif. Menurut Pinkan, pria itu sudah menghilang seperti di telan bumi. Dia merasa sangat kecewa dan ingin meminta penjelasan pada pria itu


Tapi dia kembali mengesampingkan itu semua dan hanya akan bertekad untuk membalas Dharma dan Amrita terlebih dahulu. Dia mengira perasaan nya untuk tuan muda tersebut pasti akan menghilang seiring dengan berjalan nya waktu


"Apa aku harus menelfon mami Anya ya untuk bertanya keberadaan pria itu? Coba saja lah mana tahu beruntung."


Saat dia sedang ingin menghubungi Anya, ada orang yang mengetuk pintu kamar nya


"Nona, ada seorang pria yang mencari anda di bawah." ucap bi Yem


"Iya. Katakan padanya tunggu lah sebentar bi." seru Pinkan


"Belum beruntung, nanti aku akan coba lagi." ucap nya


Pinkan langsung keluar dan turun ke bawah untuk menemui Dharma. Sewaktu dia masih menuruni anak tangga, dia sudah melihat Dharma yang memegang tangan ibu tiri nya.


Kau baru akan berkencan dengan ku, tapi sudah tidak sabar untuk mengencani ibu tiri ku, batin nya sembari tersenyum smirk


"Pinkan!" panggil Dharma sambil membenarkan kemeja yang dia pakai


"Ayo. Nanti kita telat."


"Apa kamu tidak salah? Kamu ingin berpakaian begini saat pergi bersama ku?" tanya Dharma seakan tak percaya melihat pemandangan di depan nya saat ini


"Tidak. Memang apa yang salah dengan penampilan ku ini? Menurut ku aku terlihat sangat manis dengan tampilan seperti ini." jawab Pinkan sambil memutarkan tubuh nya memperlihatkan penampilan nya


Apa apaan gadis bodoh ini? Apakah otak nya sudah bermasalah? Berani nya dia memakai tampilan seperti itu saat akan berkencan dengan orang super tampan seperti ku, batin Dharma


Lihatlah wajah nya itu? Dia merasa aku tidak pantas untuk pergi dengan nya. Rasakan saja, aku akan membuat mu malu tuan Dharma yang terhormat! batin Pinkan tersenyum tipis


Dharma kembali melihat Pinkan dari atas hingga ke bawah, tidak ada satu pun yang menarik menurut nya. Rambut yang di kepang, memakai kaca mata bulat, baju berwarna pink dan memakai rok panjang dengan berwarna tosca. Dan Pinkan juga menambahkan tompel besar di pipi nya dan menghitam kan gigi nya


"Tapi Pinkan, bukan kah kamu tidak mempunyai benda hitam ini?" tanya Dharma yang memegang tompel hitam nya

__ADS_1


"Memang tidak! Tapi aku hanya ingin memakai nya saja agar terlihat lebih menarik." seru Pinkan sambil tersenyum semanis mungkin


Ya. Menarik! Menarik perhatian orang untuk membuat mu malu! Jika dulu aku akan berdandan sebaik mungkin untuk menemui mu, tetapi sekarang sudah tidak lagi, batin Pinkan


Bi Yem masih berdiri di samping Pinkan, dia turut mendengar dan menyaksikan semua yang di lakukan oleh majikan nya. Sedangkan Amrita masih termenung melihat Pinkan yang seperti itu, dia tercengang seperti orang yang kerasukan


"Ternyata ini tujuan nona, tapi apa yang salah dengan tuan muda ini sehingga nona harus melakukan seperti itu?" Bi Yem bergumam sendiri dan pikiran nya bertanya tanya


"Sudahlah Dharma. Mungkin dia hanya sedang menguji mu saja." bisik Amrita


Kau pikir aku tidak dengar wahai ibu ku? Aku mendengar nya, aku memang sedang menguji nya dan membuat nya malu, batin Pinkan


"Ayo kita berangkat, jika kau tidak bersedia maka aku akan masuk ke dalam kamar ku. Aku lelah berdiri terus." Pinkan kembali mengeluarkan suara nya


"Yasudah ayo." jawab Dharma. Pinkan langsung jalan mendahului Dharma


Sepanjang perjalanan Pinkan hanya diam saja, dia terus melihat ke luar jendela dan kembali pikiran nya melayang ke tuan muda Rifqan yang mulai mengusik hati dan pikiran nya


Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, mereka sampai. Namun pinkan enggan untuk turun, dia menunggu Dharma membuka kan pintu mobil nya


Mereka masuk ke dalam bioskop, semua mata langsung tertuju ke arah mereka. Dharma merasa sangat malu dan dia berusaha menyembunyikan wajah nya dengan memakai masker dan kacamata


"Jangan gunakan itu atau aku akan pulang!" Ancam Pinkan


"Baiklah." Dharma sudah sangat pasrah dengan tingkah wanita di samping nya itu


Sedangkan di sebuah desa ada seorang pria yang sudah kehilangan akal akibat menahan rindu nya yang sudah sangat luar biasa ia tahan. Pria itu memanggil bawahan nya untuk bertanya tentang tempat yang bisa memberikan nya sinyal


"Pak...!"


"Saya tuan?" bawahan nya langsung berjalan mendekat untuk memastikan apa yang di mau oleh atasan nya


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya nya


"Ada. Dimana aku bisa mendapatkan sinyal agar bisa menelpon seseorang?"


"Di sana tuan." bawahan nya itu menunjukkan ke suatu tempat yang lumayan tinggi


"Di sana? Di atas pohon?" Rifqan balik bertanya dan membulatkan mata nya

__ADS_1


"Iya tuan, biasa nya di sana kita bisa mendapatkan sinyal."


"Tolong carikan tangga agar aku bisa naik ke atas pohon itu." perintah Rifqan sambil mengibaskan tangan nya


__ADS_2