Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Galau


__ADS_3

"Jawab aku, Rifqan! Jawab aku." teriak Pinkan yang menggema di seluruh ruangan. Semua orang hanya diam tidak berani menyela sedikit pun


Rifqan berusaha menenangkan wanitanya dengan menarik Pinkan ke dalam dekapannya. Dia mengelus-elus rambut Pinkan pelan


"Aku, aku tidak tahu apapun tentang pertunangan itu, Pinkan." bisik Rifqan


Mendengar kata ambigu seperti itu, Pinkan kembali merasa tidak tenang. Dia menolak pelukan Pinkan dan menepis tangan Rifqan yang masih memeganginya


"Apa yang kamu tidak mengerti? Vini bilang, mami Anya akan melakukan acara pertunangan kalian. Apa lagi yang kamu tidak tahu? Enak ya, Vini. Aku yang berpacaran denganmu, tapi dia yang akan menjadi istrimu kelak." ujar Pinkan


"Maaf!" hanya kata itu yang lolos dari mulut pria yang tertunduk itu


"Maaf? Tidakkah kamu akan memperjuangkan cinta kita? Ternyata, apa yang ditakutkan oleh ayahku, semuanya benar. Harusnya, aku memang tidak perlu mencintaimu!" pekik Pinkan


"Tapi aku...."


"Sudah, aku tidak ingin mendengar kata-kata pembelaan darimu lagi." Pinkan langsung pergi meninggalkan tempat itu


Rifqan ingin berusaha mengejarnya. Tapi, tangannya langsung di cegah oleh Verel


"Biarkan dia menenangkan dirinya sendiri. Kau juga harus bertanya pada mami, apa maksud dari ini semua. Kalau tidak, bagaimana caramu menjelaskan padanya?" ucap Patra


Rifqan merasa ucapan sahabatnya itu memang benar. Dia juga memutuskan untuk meninggalkan cafe itu dan akan kembali ke mansion utamanya untuk bertanya agar semuanya bisa jelas


Saat Vini melihat kehadiran Pinkan tadi, matanya juga terbelalak kaget kenapa ada wanita itu disana. Tapi, sedetik kemudian, keterkejutannya berubah menjadi senyuman yang tersimpan aura licik di dalamnya


"Akhirnya, kau yang kalah Pinkan. Aku sudah maju beribu langkah darimu. Saksikan lah hari bahagia kami nanti," gumamnya sambil menyeringai


"Wanita sombong seperti mu memang pantas mendapatkan ini semua. Agar kamu juga tahu diri sedikit." lanjutnya yang masih tersenyum penuh kemenangan


Vini menelpon seseorang untuk melakukan sesuatu untuknya. Entah rencana apa yang sedang ia rancang di dalam benaknya hingga dari tadi, senyum menyeramkan yang ia pancarkan dari wajahnya tidak menyurut


"Nona Vini? Ada yang bisa saya bantu?" tanya seseorang dari balik teleponnya


"Aku ingin, kau menyewa wartawan bayaran dan membuat berita tentang kabar pertunanganku dengan tuan muda Rifqan CEO dari Faruq Company. Kami adalah tunangan sedari kecil. Aku ingin berita ini gempar ke seluruh dunia dan menjadi trending topik. Dan, buatlah kata-kata seromantis mungkin dan harus menyentuh hati. Paham?" ucapnya penuh penekanan

__ADS_1


"Saya paham. Saya akan melakukan yang terbaik untuk anda." jawab orang itu seperti sangat mematuhi perintah dari Vini


"Bagus, aku akan mentransfer uang yang berjumlah besar untuk biaya ini semua. Kamu akan selalu mendapat keuntungan jika bekerja sama denganku." Vini berucap dengan senyuman yang masih menumpuk di bibirnya


Setelah mematikan sambungan telepon itu. Dia merebahkan tubuhnya ke atas ranjang dan bersorak kegirangan seakan dia baru saja memenangkan penghargaan bergengsi


"Kau sudah lihat kehebatan ku, Pinkan? Aku akan membuatmu melihat, kesombongan mu selama ini, akan menjadi senjata untuk membunuhmu kembali." tawa Vini pecah karena dia seakan sedang membayangkan Pinkan yang sedang berdiri di sudah ruangan dengan air mata yang mengalir deras


******


Di kediaman Cleotra


Pinkan pulang dalam keadaan wajah yang kusut seperti pakaian tidak di setrika. Semua yang dia lewati berusaha bersikap ramah degan menyapanya. Tapi dia melewati orang-orang itu dan menganggap nya angin berlalu


Dia membanting pintu kamarnya, semua orang memperhatikan tingkah lakunya saat ini. Dia duduk di depan cermin, kemudian dia menangis, berusaha untuk meluapkan segala kesedihan yang sudah menggantung di hatinya


"Kenapa, kenapa kau harus bersusah payah untuk mendapatkan hatiku, kalau akhirnya kau mengkhianati ku seperti ini." ucapnya sambil menyugar rambutnya


DRRT DRRT DRRT


Dari judulnya saja, Pinkan sudah membulatkan matanya saat membacanya. Dia membuka link itu dan melihat dengan perasaan yang kacau dan sulit di artikan


Di sumber berita itu, tertulis hal-hal yang menyakitkan Pinkan. Tapi meski begitu, dia tetap ingin membacanya sampai habis


'Ada berita hangat, sehangat cahaya pagi. CEO muda dari Faruq Company, yaitu Rifqan Athalla Faruq dikabarkan akan bertunangan dengan artis top negara kita Viniandra Putri. Ternyata mereka adalah tunangan sejak kecil. Kabar yang beredar tentang CEO muda itu dekat dengan wanita lain, itu adalah rumor biasa dan Vini sepertinya dapat memaklumi itu dan melanjutkan pertunangan mereka. Acara tukar cincin mereka akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini'


Kira-kira, begitulah isi berita yang dibaca oleh Pinkan yang membuat hatinya semakin sedih dan tidak karuan. Setelah membaca berita itu, dia melihat komentar-komentar para deterjen yang merasa paling benar


"Bukankah tuan muda Rifqan sedang dekat dengan nona Cleotra? Yang tempo hari juga ada media yang memberitakan tentang klarifikasi anak haram?" ucap salah satu netizen


"Aku rasa, itu hanya teman biasa saja. Atau, hanya untuk main-main sebentar. Biasalah, CEO sekarang kan akan bosan dengan satu wanita." tulis deterjen lain


Masih banyak lagi komentar-komentar yang menyakitkan mata Pinkan. Dia sudah muak dengan komentar-komentar yang seakan menyudutkannya. Dia membanting ponselnya di atas kasurnya dan keluar dari kamar dengan wajah yang semakin kusut


Dia berjalan menuju arah taman belakang untuk bercocok tanam. Dia ingin menanam bunga kesukaan nya, yaitu bunga mawar dan lili. Menurutnya, mungkinkah dengan melakukan hobi kesukaannya, dia bisa melupakan sejenak masalah yang sedang ia alami saat ini

__ADS_1


Pinkan mulai mengambil sekop dan cangkul mini yang biasa digunakan untuk menanam, dan beberapa bibit bunga


"Dimana kakakku?" tanya Verel yang terengah-engah karena berusaha buru-buru mengejar Pinkan. Dia takut wanita itu akan melakukan hal-hal konyol yang tak terbayangkan


"Di taman belakang, tuan! Sedang menanam bunga." jawab bi Yem


"Ah sial! Aku berlari seperti dikejar orang gila, ternyata dia malah asik menanam bunga." Verel merasa sangat kesal


Dia pun pergi ke taman belakang untuk melihat kondisi kakaknya. Terlihat Pinkan yang sedang memegang sekop kecil di tangannya dan menyeka keringat di dahinya dengan lengan tangannya


Setelah menyeka keringatnya, dia terlihat kesana kesini seperti orang yang tengah mencari sesuatu. Verel heran melihat tingkah kakaknya dan bertanya


"Apa yang sedang kamu cari, kak?" tanyanya sambil mendudukkan tubuhnya di bangku taman


"Aku sedang mencari sekop kecilku. Aku tidak bisa menanam bunga tanpa benda mini itu. Apakah kamu melihatnya?" ucap Pinkan sambil menghentikan aktivitasnya sejenak


"Sekop kecil? Maksudmu, yang sedang kamu pegang itu?" Verel berusaha menahan tawanya dengan membekap mulutnya sendiri


Pinkan mendelik melihat sekop yang sedang ia pegang. Dia semakin kesal dengan dirinya sendiri


"Ah sial! Ternyata walaupun aku berusaha menyibukkan diri, tetap saja tidak bisa melupakannya." gumamnya


Sedangkan Rifqan, dia telah sampai di kediamannya. Dia buru-buru masuk dan mendapati maminya sedang menonton TV bersama papinya tercinta


Dia masih berdiri di ambang pintu, sesaat dia baru ingin melangkah, ponselnya sudah berbunyi tanda masuknya sebuah notifikasi


Dia melihat berita itu karena dari judulnya saja sudah melibatkan dirinya. Rifqan mengeraskan rahangnya dan meremas ponselnya setelah membaca berita sialan itu


"Mami?!" Rifqan berteriak-teriak di dalam


"Ada apa, Rifqan? kenapa seperti orang gila?" tanya maminya


Rifqan menunjukkan berita yang sedang memanas di internet. Dia meminta maminya membaca berita itu agar dia tidak perlu menjelaskan lagi


"Apa maksud semua ini, Mami? Kenapa mami mau aku dan Vini bertunangan?" tanya Rifqan langsung pada intinya

__ADS_1


__ADS_2