Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Curahan Hati Kiara


__ADS_3

Setelah turun dari mobil milik Vini, Pinkan menyetop sebuah taxi yang kebetulan melintas di sana. Dia langsung menyebutkan alamat tujuan nya pada sang supir


Setelah sampai cafetaria yang di maksud, Pinkan langsung masuk dan mencari keberadaan Kiara.


"Ada apa dengan wajah mu, kenapa memakai masker dan kacamata?" tanya Pinkan


Kiara langsung membuka masker dan kacamata yang dia kenakan. Tampak lah wajah nya yang tidak seperti biasanya, wajah nya memerah, mata nya bengkak dan di lingkaran mata nya sudah gelap seperti panda


Saat Kiara ingin menjawab pertanyaan Pinkan, ada suara panggilan anak kecil yang sudah tidak asing di telinga mereka berdua


"Bibi Pinkan..." teriak Kanaya dari kejauhan


Mereka langsung menoleh ke arah sumber suara, memang benar ada Kanaya yang berjalan bersama Alea yang megengam tangan anak nya itu


"Wah, kebetulan sekali kita bertemu disini." Pinkan langsung memeluk Kanaya


"Duduk disini Alea, kebetulan sekali kita bisa bertemu disini." seru Pinkan ramah


"Ya. Kebetulan Kanaya minta makan ice cream disini, ice cream favorit nya." jelas Alea


"Ya bibi, aku sangat suka ice cream varian red Velvet disini." jawab Kanaya yang berada di pangkuan Pinkan


"Benarkah..?" tanya Pinkan pada Kanaya


"Benar bibi, rasanya sangat enak."


"Kamu, sedang apa disini?" tanya balik Alea


"Sahabat ku ingin bertemu, maka nya kami bertemu disini." jawab Pinkan dan menunjuk ke arah Kiara


Sontak saja, Alea langsung melihat ke arah Kiara. Mereka saling beradu pandang dan tersenyum ramah satu sama lain


"Ya! Aku tahu kamu, kamu yang juga ikut ke acara makan malam di rumah Tante Anya kan?" tanya Alea yang berpura-pura tidak tahu


"I … iya." jawab Kiara kikuk


Aku tahu penyebab mata mu sembab seperti itu, sebegitu nya kah kamu tidak ingin menikah dengan adik ipar ku, batin Alea


Aku tahu, dia kakak ipar nya tuan Patra. Tapi kenapa dia seolah-olah tidak tahu apa-apa ya, batin Kiara lagi


"Hei, jangan banyak melamun. Cepat ceritakan saja apa yang sudah terjadi padamu, kenapa penampilan mu menjadi kacau begini."


"Bagaimana, kalau lain kali saja?" ucap Kiara yang juga mencuri pandang ke Alea


"Kenapa? Aku sudah menyempatkan waktu untuk bertemu dengan mu."


"Mungkin karena ada aku dan Kanaya, sayang! Ayo, kita pindah saja." ucap Alea sengaja


"Tidak, buka begitu Alea. Aku hanya belum ingin untuk menceritakan nya saja." jawab Kiara yang menggaruk tengkuk nya yang tak gatal


"Jadi, mulai lah bercerita." ucap Pinkan


"Aku akan segera menikah!" ucap Kiara


"Apa? Dengan siapa?" teriak Pinkan yang spontan karena terkejut


"Dengan Patra!" jawab Alea


"Apa? Kau juga sudah tahu?" tanya Pinkan


"Ya. Patra sudah menceritakan semua nya pada aku dan kakak nya."


"Bagaimana bisa?" tanya Pinkan

__ADS_1


Kiara mulai menceritakan apa yang sedang ia alami. Dan Pinkan yang menyimak itu dengan tidak sadar nya mengangguk-anggukan kepala nya seperti orang yang paling mengerti


"Jadi, karena hal itulah kamu bisa jadi seperti ini sekarang?"


Kiara mengangguk untuk membenarkan pertanyaan sahabat nya yang sudah seperti saudara kandung nya itu


"Aku tidak mencintai nya." jawab Kiara pelan


"Kamu bisa mulai mencintai nya dengan perlahan." ucap Pinkan


"Bagaimana bisa, cinta tidak bisa di paksakan kan."


"Aku tidak memintamu memaksakan diri agar bisa mencintai Patra. Aku memberitahumu agar kamu mencintai nya dengan perlahan."


"Tapi..." Kiara berusaha memotong pembicaraan mereka


"Itu juga salah mu, kamu juga mengakui Patra sebagai calon suami mu di depan umum. Terlebih di hadapan ibu mu! Apa kamu tidak sadar, tuan Patra melakukan ini semua karena dia benar-benar mencintai kamu Kia." jelas Pinkan


"Patra bukan lah orang yang buruk. Aku rasa, dia memang benar-benar sangat menyukaimu. Dia tidak pernah mempedulikan wanita mana pun, tapi untuk mu, dia rela mengorbankan harga diri nya di depan umum dan mengakui mu sebagai calon istri nya." jawab Alea


"Itu hanya pengakuan mu untuk adik mu kan, Alea?" jawab Kiara lagi


"Tidak, untuk apa aku membela nya di hadapan mu. Aku hanya berkata dengan naluri ku sebagai wanita bukan sebagai kakak nya. Apa kamu tidak merasakan perasaan orang yang memang benar-benar mencintaimu?" bantah Alea


DEG!!


Ternyata yang di katakan oleh Alea, juga menggetarkan hati Pinkan. Dia langsung teringat dengan perilaku nya selama ini terhadap orang yang mungkin memang benar-benar mencintai nya dengan tulus


"Alea benar, kamu harus bisa menghargai tuan Patra. Orang tua mu juga setuju, jadi tidak akan ada kekurangan dalam hubungan kalian." jawab Pinkan sambil menatap ke depan


"Baik, terima kasih atas saran kalian. Aku akan mempertimbangkan nya." jawab Kiara pasrah


"Aku permisi dulu, sebentar lagi suami ku sudah pulang. Jika ada waktu luang, aku akan mentraktir kalian." ucap Alea sambil melirik ke arah jam tangan nya


"Kau belum pesan minum kan, pesan dulu saja." ucap Kiara membuyarkan lamunan Pinkan


"Iya, tenggorokan ku sudah sangat kering. Karena keadaan nya yang terlalu tegang tadi." balas Pinkan dan tertawa


"Kau juga sering melamun, apa ada masalah?" tanya Kiara


"Tidak ada yang serius! Hanya saja, tempo hari saat aku mencari sesuatu di gudang, aku menemukan sebuah buku diary dan selembar foto."


"Foto milik siapa?"


"Entahlah, ada dua orang gadis muda di foto itu. Yang satu nya adalah Amrita, tapi yang satu nya aku tidak dapat mengenali nya."


"Amrita? Ibu tiri mu kah? Dan apa isi buku diary itu?" tanya Kiara lagi yang mulai tertarik


"Itu masalah nya! Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk membuka nya, tapi tetap saja tidak bisa." jelas Pinkan


"Itu gampang saja, kita bisa membawa nya ke tukang kunci dan membuatkan kunci yang baru untuk gembok di buku itu kan." ucap Kiara menyuarakan ide nya


"Benar juga, kenapa aku bisa tidak kepikiran dengan hal yang semudah itu." ucap Pinkan menepuk dahi nya


"Karena kau tidak sepintar diri ku." ejek Kiara


Pesanan minum dan makanan mereka pun sampai, dan yang mengantar pesanan mereka bukan lah waiters yang seperti biasa nya


"Terima kasih." ucap Pinkan


Mereka menyeruput minuman mereka dan memakan makanan mereka sampai habis kandas tidak bersisa


"Aku merasakan sangat pusing kia."

__ADS_1


"Sama, aku juga merasakan sangat pusing."


"Ayo, kita pulang naik taxi. Mungkin kita terlalu kelelahan." jawab Pinkan


Mereka mengambil tas mereka dan berjalan keluar dari sana, Ternyata sudah ada sebuah taxi yang berdiri di depan cafetaria tersebut


Tanpa pikir panjang, mereka langsung menaiki taxi tersebut dan langsung pingsan di dalam taxi itu. Supir taxi itu tersenyum melihat keadaan mereka yang sudah tidak sadarkan diri


"Bos, target sudah masuk dalam perangkap. Tapi ada dua orang wanita yang pingsan." ucap supir taxi itu pada seseorang dibalik telpon


"Bawa saja kedua nya. Kita bisa bermain dengan yang satu nya nanti, anggap saja itu bonus." ucap orang itu dan tertawa


Telpon pun langsung di matikan, supir taxi itu langsung melaju ke jalanan yang mulai sepi dan menjauh dari pusat kota


Ada dua buah mobil yang mengikuti mereka. Di tengah-tengah perjalanan, ada salah satu mobil Jeep hitam yang menghadang taxi itu dan keluar lah tiga pria berbaju hitam dengan perawakan tinggi besar dengan membawa senjata tajam


"Turunkan nona kami!" ucap salah satu pria


"Nona mu, yang mana?" tanya supir taxi itu


"Kedua nya! Berani nya kau berniat jahat pada mereka!" teriak nya


Lalu, turun juga enam orang pria dari mobil Jeep yang berwarna biru metalik, masing-masing dari mereka juga membawa senjata tajam. Tubuh mereka juga tidak kalah besar dan perawakan mereka sangat seram


"Jika kamu ingin membawa nona mu kembali, lawan kami!" dan mereka langsung mulai menyerang


Saat mereka sedang bertarung, Pinkan terbangun dan melihat ke arah yang sedang ada keributan. Dia terkejut dengan keadaan yang dia lihat


Pinkan memegangi kepala nya yang masih sakit, dan melihat ke samping nya. Dia mengintip dari kaca nya


"Aku tidak bisa melarikan diri sekarang, aku tidak mungkin meninggalkan Kiara."


Pinkan langsung mengambil ponsel nya dan mengaktifkan lokasi nya saat ini, agar dia dengan mudah dapat ditemukan. Karena kalah jumlah, anak buah Rifqan kalah telak dan babak belur dengan luka yang serius


Saat supir taxi tadi masuk kembali ke dalam mobil nya, Pinkan kembali pura-pura pingsan dan mencoba mengintip kemana arah mobil yang membawa nya ini melaju


Hutan belantara dan tidak ada pemukiman, seperti nya aku dan Kiara telah di culik dan sudah di rencanakan sebelumnya, batin Pinkan


Sedangkan anak buah Rifqan, bersusah payah untuk menyadarkan diri nya dan menghubungi tuan nya dengan segera. Tidak lama panggilan langsung terhubung


"Tuan, nona Pinkan dan sahabat nya di culik." ucap bawahan nya dengan terengah-engah


"Apa? Dimana kau sekarang?"


"Di jalan xx tuan. Maafkan aku tidak bisa menghadang mereka karena kami kalah banyak dari mereka."


Rifqan langsung mematikan ponsel nya. Dengan panik dia langsung mencoba memeriksa keberadaan Pinkan melalui ponsel nya


"Baru saja aku ingin menjaga mu, aku malah kecolongan lagi. Maafkan aku Pinkan." gumam Rifqan


Rifqan langsung menghubungi Patra


"Patra! Pinkan dan kekasih mu di culik. Cepat temukan mereka, barusan aku sudah melacak ponsel milik Pinkan dan menemukan lokasi nya. Aku akan mengirim kan nya padamu dan nanti aku akan menyusul."


"Baik tuan muda, aku akan melakukan yang terbaik."


"Jangan beritahukan kabar ini pada tuan Raka. Dia pasti sangat khawatir dan jantung nya akan kembali kambuh." ucap Rifqan dan langsung mematikan sambungan telepon nya


"Kiara... Jangan sampai kamu kenapa-kenapa, atau aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri." Patra mengepalkan tangan nya hingga kuku nya memutih


Tadi nya, Patra sedang berada dirumah sakit. Dia sedang menunggu kakak nya untuk kembali memastikan tentang kapan mereka akan datang kerumah Kiara


Mendengar hal yang membuat nya khawatir, Patra langsung bergegas dengan membawa banyak anak buah nya dan pergi ke lokasi yang sudah di kirimkan oleh tuan muda Rifqan

__ADS_1


__ADS_2