
Tidak lama setelah Raka dijemput oleh utusan Rifqan, datang lah Rifqan yang menjemput Pinkan
"Bi Yem saya pergi dulu. Jika nanti ibu menanyakan tentang ayah, katakan saja pada nya bi Yem tidak tahu menahu ya." Pinkan memberi pesan pada asisten rumah tangga nya
"Baik nona."
"Ayo kita berangkat sekarang, aku sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan Kanaya yang menggemaskan." ucap Pinkan
"Harusnya kamu tidak sabar untuk berjumpa dengan ku bukan dengan orang lain." ucap Rifqan yang cemberut
"Sudah tua tapi masih saja cemburu pada anak kecil." ledek Pinkan
Rifqan melajukan mobil nya menunju ke villa milik Xavier, selama dalam perjalanan mereka hanya diam tanpa bersuara. Hanya musik K-Pop yang mereka dengar sepanjang jalan
"Pinkan." panggil Rifqan
"Ada apa?"
"Jika ada seorang pria yang menyatakan cinta nya pada mu, bagaimana reaksi mu?" tanya Rifqan
Seketika wajah Pinkan bersemu merah mendengar pertanyaan itu
Pertanyaan macam apa itu? dan pria mana yang dia maksud, batin Pinkan
"Aku… Aku tidak tau." ucap Pinkan gugup
"Kenapa kau tidak tau?"
"Karena… ya aku tidak tau saja!" ucap Pinkan tanpa melihat lawan bicaranya
"Lihat aku, aku tidak suka orang yang sedang berbicara dengan ku melihat ke arah lain. Itu sangat tidak sopan." pungkas Rifqan
Pinkan langsung mengalihkan pandangan nya dan menatap Rifqan, setiap dia menatap netra hitam mata Rifqan jantung nya pasti akan berdetak tidak karuan. Namun dia tidak tahu pasti mengapa itu semua bisa terjadi karena di kehidupan sebelumnya dia tidak pernah merasakan seperti itu
"Aku tidak tahu Rifqan, jangan memaksakan kehendak mu sendiri." ucap Pinkan
"Sudahlah, lupakan saja pertanyaan ku tadi."
Setelah percakapan yang sedikit memanas tadi, mereka kembali diam selama menempuh perjalanan. Tidak lama setelah itu mereka sampai di sebuah Villa yang lumayan besar
"Apakah ini villa milik tuan Xavier?" tanya Pinkan sambil melihat sekeliling
"Iya, jika bukan villa milik nya untuk apa aku berhenti disini." ledek Rifqan
"Kau! Sangat menyebalkan!" ucap Pinkan dan langsung berlalu pergi
"Kau pergi sendiri memang nya tidak takut tersesat di villa sebesar ini?" tanya Rifqan menakuti
Pinkan langsung menghentikan langkah kaki nya, dia menoleh ke belakang dan mundur beberapa langkah untuk mensejajarkan langkah Rifqan
"Hehe, mohon bantuan nya tuan muda." ucap nya dengan tersenyum canggung
"Sini gandeng tangan ku." ucap Rifqan
__ADS_1
"Tidak mau." potong Pinkan cepat
"Jika kamu tidak mau, pergi saja sendiri. Aku tidak akan menunjukkan jalan nya."
"Baiklah, dasar lelaki menyebalkan!" umpat Pinkan pelan
Meskipun Rifqan mendengar umpatan Pinkan, tapi dia hanya tersenyum menang saja, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan langka seperti ini
"Hai Pinkan selamat datang." ucap Alea menyambut Pinkan dan memeluk Pinkan
"Bibi... " panggil Kanaya sambil berlari dan merentangkan tangan nya agar dipeluk oleh Pinkan
"Kanaya... Bibi sangat merindukan kamu."
"Benarkah? Jika begitu ayo main bersama ku." ajak Kanaya dan di angguki oleh Pinkan
"Maafkan Kanaya ya Pinkan, dia memang seperti itu jika sudah menyukai seseorang. Nanti kami akan memanggil kalian saat akan makan malam bersama." ucap Alea sembari tersenyum
"Tidak apa kak, aku mengerti kok." ucap Pinkan lalu menggandeng tangan Kanaya untuk membawa nya bermain
"Bibi ayo kita main disana saja."
"Disini saja sayang, jangan jauh jauh ya. Nanti kita tidak bisa dengar kalau mami mu memanggil." ucap Pinkan lembut
"Baiklah,"
Mereka tertawa bersama, Pinkan menceritakan dongeng nenek sihir pada Kanaya, dan tak lama Alea memanggil mereka untuk masuk karena acara makan bersama akan segera dimulai
"Ayo masuk sayang." ajak Pinkan
"Sini biar aku yang gendong Kanaya." ucap Rifqan yang tiba tiba saja muncul
"Baiklah paman, ayo gendong aku. Aku juga sangat ingin di gendong lagi oleh paman."
Mereka sekarang sudah berada di meja makan keluarga yang lumayan besar, Banyak sekali makanan mewah dan ada juga beberapa minuman beralkohol
Mereka makan dengan khidmat tanpa ada suara apa pun kecuali dentingan sendok yang beradu dengan piring. Setelah mereka selesai makan, mereka berkumpul di meja keluarga untuk menghabiskan waktu dan bercerita tentang banyak hal
"Hem tua Xavier, kapan pemulihan ayah ku akan di lakukan?" tanya Pinkan
"Secepat nya nona, jika kulihat seperti nya ayah mu sudah sangat lemah sekarang. Mungkin besok aku akan memberikan nya obat yang baru saja aku kembangkan agar pemulihan nya cepat." jawab Xavier dan membuat hati Pinkan tenang
"Terima kasih tuan, apakah aku boleh menanyakan beberapa pertanyaan pada anda?" tanya Pinkan dengan sedikit gugup
"Tentu saja, tanyakan lah." ucap Xavier yang menunggu pertanyaan Pinkan
"Tapi aku sedikit gugup." ucap nya menunduk
"Hahaha, tidak papa anggap saja aku ini kakak laki laki mu." Xavier tertawa mendengar penuturan Pinkan yang malu
"Akhir akhir ini saat aku memikirkan seseorang, jantungku
sering berdetak tak karuan dan rasanya wajah ku panas. Apakah aku mengalami penyakit langka tuan?" tanya Pinkan dengan polos
__ADS_1
Mereka semua yang mendengar berusaha menahan tawa nya kecuali Rifqan. Xavier tidak menduga jika yang ingin ditanyakan Pinkan adalah hal semacam itu. Bahkan bisa dikatakan bahwa hal itu sudah menjadi rahasia umum tapi kenapa Pinkan masih belum mengerti
"Aku rasa kamu sendiri pasti tau alasan nya mengapa kamu bisa jadi seperti itu, tapi itu bukan suatu gejala penyakit ya nona Pinkan." ucap Xavier yang masih menahan tawa nya
Apakah aku menanyakan sesuatu yang salah? Kenapa mereka semua ingin tertawa mendengar pertanyaan ku, batin Pinkan
Siapa yang dia maksud? Lelaki mana yang sudah membuat jantung nya tak karuan begitu? berani sekali laki laki itu bersaing dengan ku, batin Rifqan
Mereka pun kembali bercerita banyak hal. Tanpa terasa sekarang sudah larut malam
"Nona Alea aku permisi dulu ya, Sudah sangat larut." ucap Pinkan sambil memegang tangan Alea
"Baiklah, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk berkunjung ke villa kecil kami nona Pinkan." ucap Alea tersenyum ramah
"Harusnya aku yang berterima kasih kepada anda dan tuan Xavier karena sudah merepotkan kalian." ucap Pinkan tak enak
"Jangan begitu, anggap lah kami keluarga. Jika kamu ada waktu senggang kabari aku ya agar kita bisa lebih akrab." ucap Alea lagi
Pinkan hanya tersenyum dan mengangguk. Pinkan pulang dengan diantar oleh Rifqan
Wajah Rifqan dari tadi tidak bersahabat tapi Pinkan hanya cuek saja karena dia tidak tau penyebab nya
Saat mereka sedang dalam perjalanan, tiba di jalan yang cukup sepi, Rifqan menghentikan laju mobil nya. Rifqan mulai mendekat pada Pinkan dengan tatapan mata nya yang tajam
"Kau... Kenapa kau mendekat padaku?" Pinkan gugup dan memundurkan badan nya ke belakang
"Siapa yang kamu maksud seseorang tadi?" tanya Rifqan dengan wajah nya yang sangat dekat dengan Pinkan
"Apa maksud mu?" tanya Pinkan gugup
"Jawab aku!" bentak Rifqan
Pinkan hanya diam menatap mata Rifqan yang menatap nya sangat tajam. Jika di tatap seperti itu oleh Amrita, dia tidak akan takut
Tapi mengapa Rifqan yang menatap nya seperti itu seketika nyali nya menciut
Karena merasa tidak ada jawaban dari Pinkan, Rifqan langsung melancarkan aksi nya. Dia menahan tengku Pinkan dengan kuat dan melum** bibir Pinkan
Kenapa dia marah seperti ini? Apa dia pikir seseorang yang aku maksud tadi adalah pria lain? , batin Pinkan
Pinkan langsung menolak tubuh Rifqan dengan kuat, namun tubuh nya tidak bergeser sedikit pun. Pinkan mengambil langkah lain dengan menggigit bibir Rifqan dengan kuat. Seketika Rifqan langsung melepaskan Pinkan
"Maafkan aku, aku khilaf." ucap Rifqan
"Kenapa kamu seperti itu? Dengarkan lah penjelasan ku." ucap Pinkan sedikit meninggikan suara nya
Rifqan hanya diam, dia sadar dia telah salah. Dia mencoba meredakan emosi nya dengan diam dan mendengarkan penjelasan Pinkan
"Seseorang yang ku sebutkan tadi adalah dirimu! Ya, setiap aku menatap mata mu, setiap aku mengingat mu jantungku selalu saja berdetak kencang tidak karuan seperti akan meledak. Wajah ku memanas bahkan memerah saat aku sedang memikirkan dirimu Rifqan!" ucap Pinkan lantang dan mengungkapkan pendapat nya
...Hai reader terus dukung karya aku ya...
...Jangan lupa like, vote, dan berikan komentar nya agar author semangat untuk segera UP kembali...
__ADS_1
...Terima kasih...