Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Patra Mulai Jatuh Cinta


__ADS_3

Awan hitam pasti akan berlalu


Setelah hujan akan muncul pelangi dan matahari


Tidak ada awan hitam yang selama nya akan menghalangi sinar mentari


******************************************


Mereka berempat berbincang bincang hingga lumayan sore. Dan Pinkan pun langsung melihat jam di pergelangan tangan nya dan langsung mengakhiri pertemuan mereka


"Sudah sore, aku akan pulang dulu." ucap Pinkan pada Rifqan


"Ayo, aku akan mengantarkan mu." ajak Rifqan


"Tidak usah, aku akan pulang bersama Kiara saja Rifqan."


"Baiklah, hati hati ya." ucap Rifqan yang sebenarnya tidak ikhlas dengan perpisahan ini


Aku memang harus menikahi nya dengan cepat agar aku bisa mengurung nya selalu di sisiku tanpa takut berpisah, batin Rifqan


"Ayo Kiara kita pulang sekarang. Aku sudah sangat lelah." ucap Pinkan dan mereka langsung bangkit dari duduk nya


"Tuan…" Patra memanggil Rifqan dengan takut takut


"Ada apa?"


"Sebenar nya kita jam 3 tadi ada meeting dengan klien negara X." ucap Patra memberitahu


"Kenapa kau tidak memberitahuku?" tanya Rifqan sedikit membentak


Aku kan juga sama seperti mu tuan, jika sedang bersama wanita idaman mu pasti akan lupa waktu, batin Patra


"Apa yang kau bicarakan dalam hatimu ha?" tanya Rifqan penuh selidik


"Tidak ada, aku akan mengatur ulang waktu untuk menemui klien itu tuan." ucap Patra


"Terserah kau saja." ucap Rifqan dan berlalu pergi


Mereka keluar dari cafetaria tersebut dan menuju parkiran untuk mengambil mobil


"Kita kemana lagi tuan?" tanya Patra


"Langsung pulang saja, aku sudah lelah."


"Tuan, aku ingin mengusulkan sesuatu padamu."


"Apa? Jika bagus pasti akan aku laksanakan." ucap Rifqan sambil menyandarkan punggung nya


"Tuan, tolong tambahkan wakil sekretaris untuk membantuku, aku kewalahan bekerja sendiri. Jika ada yang membantuku pasti akan lebih mudah." ucap Patra


"Dulu kau tidak mau? Ada apa? Kenapa sekarang kau yang meminta sendiri ha?" seru Rifqan dengan sedikit mengejek

__ADS_1


"Tidak ada, aku hanya kewalahan saja jika bekerja sendiri." ucap Patra dengan sedikit gugup


"Apa kau sudah memikirkan untuk mengejar seseorang? Oh aku tahu, agar kau lebih memiliki waktu luang untuk mengejar wanita itu kan?" sarkas Rifqan dengan sengaja


Kenapa kau selalu saja tahu apa yang aku mau tuan, apakah kamu peramal yang tersembunyi, batin Patra


"Kau mau mengatakan aku peramal?" tanya Rifqan lagi dengan mengejek


"Tidak tuan." jawab Patra cepat


"Kau mau wanita atau pria yang membantumu bekerja?" tanya Rifqan lagi


"Pria saja tuan, wanita terlalu ribet. Aku tidak suka itu." ucap Patra membayangkan susah nya berkerja dengan seorang wanita


"Baik, besok sudah ada yang akan membantu mu bekerja."


"Terima kasih tuan."


Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, mereka sibuk berbincang dan saling mengejek. Mereka sampai dirumah Rifqan. Setelah mengantar Rifqan, Patra langsung pulang ke apartemen nya


Setelah masuk ke dalam apartemen nya, dia langsung mandi dan merebahkan tubuh ke ranjang empuk nya untuk meluruskan sendi sendi nya yang sedikit kaku


Patra menatap langit langit kamar nya sambil membayangkan wajah cantik Kiara saat tertawa dan saat wajah nya menampakkan ekspresi dingin. Dia memang sudah benar benar jatuh cinta pada gadis datar itu


"Aku tidak pernah merasakan jatuh cinta pada wanita mana pun kecuali ibuku, tapi saat aku sudah mulai mencintai seorang wanita, kenapa rasa nya sulit sekali untuk memiliki nya." Patra berbicara sendiri


Patra masih termenung memikirkan cara untuk mendapatkan hati Kiara. Dia bingung ia harus mulai dari mana. Dia tiba tiba teringat sesuatu yang membuat senyum nya merekah


"Tapi bagaimana cara aku menyampaikan permintaan ku yang sederhana ini?" Patra kembali bingung


"Sudahlah aku tidur saja, nanti pasti ada cara nya sendiri."


Patra langsung tidur karena badan nya merasa sangat lelah, hingga dia melewatkan waktu makan malam.


Saat dia terbangun, matahari sudah menunjukkan sinar indah nya kepada penduduk bumi


"Ah, ternyata sudah pagi. Aku melewatkan makan malam ku lagi." ucap nya sambil mengucek mata nya yang masih enggan terbuka


Sementara dilain tempat, ada seorang wanita yang juga baru bangun dari mimpi indah nya


"Hah...." Kiara menguap sambil menggeliatkan tubuh nya


"Tidurku nyenyak sekali tadi malam, tapi aku seperti bermimpi bertemu dengan pria peganggu itu semalam. Kenapa aku bisa memimpikan nya ya." Kiara seolah tak paham kenapa pria itu bisa hadir di mimpi nya


Kiara pun tidak ambil pusing dengan mimpi nya itu, dia menganggap kalau mimpi itu hanya sebatas bunga tidur saja dan akan membuat tidur tambah nyenyak. Kiara langsung turun dari ranjang nya untuk mandi


Setelah selesai merapikan penampilan nya dia langsung turun untuk memulai sarapan bersama kedua orang tuanya


"Pagi pa, pagi ma." ucap Kiara sambil mencium pipi ibu nya


"Pagi juga sayang." jawab orang tua Kiara

__ADS_1


"Kamu akan berangkat kuliah sayang?" tanya ibu Kiara perhatian


"Iya ma, aku juga sudah janjian sama Pinkan ma." ucap Kiara sambil memakan nasi goreng telur nya


"Janjian nya sama Pinkan terus, kapan dong janjian sama pacar kamu hem?" ucap ibu Kiara dengan mengerucutkan bibirnya


"Sudahlah ma, anak kita masih belum cukup dewasa untuk mengenalkan pacar nya pada kita." ucap papa Kiara memancing reaksi anak nya


"Aku sudah dewasa pa, tapi aku masih belum memikirkan tentang pacar pa." ucap Kiara santai


"Kalau kamu masih tidak segera mengenalkan pacar mu pada kami, mama akan membawa kamu pergi kencan buta." ucap mama Kiara


"Terserah mama saja, aku mau segera menghabiskan makanan ku." ucap Kiara dengan datar


"Kia, apa benar Pinkan dekat dengan tuan Rifqan Athala Faruq?" tanya papa Kiara karena penasaran


Aku harus menjelaskan apa pada orang tua ku? Aku saja belum tahu kejelasan hubungan mereka, gumam Kiara dalam hati bingung


"I... Iya pa." ucap nya gugup


"Kau lihat? Pinkan saja sudah menggandeng tuan Rifqan. Kau kapan lagi?" tanya mama Kiara


"Aku pamit dulu mama." pamit Kiara sambil mencium tangan orang tua nya


Kiara langsung melajukan mobil nya dengan santai ke arah kampus nya berada. Dia menghela nafas nya dalam karena bingung dengan orang tua nya


"Aku bisa frustasi kalau mereka selalu mengatakan tentang pacar. Apalagi mama, selalu saja merengek ingin ku kenalkan pacarku." ucap nya menghela nafas


Saat sampai di kampus, Kiara melihat Pinkan yang sedang berdiri dekat dengan Dharma


Namun Pinkan tampak acuh dan hanya memainkan ponsel nya


Pinkan yang melihat Kiara pun merasa keberuntungan sedang berpihak pada nya, dia bisa melarikan diri dari pria plankton yang ada di hadapannya itu


"Kebetulan sekali Kiara, ayo kita masuk sekarang." ucap Pinkan dan berlalu dengan menggandeng lengan Kiara


Kiara merasa heran melihat perilaku Pinkan yang sekarang, menurutnya ini sangat berbeda dari biasa nya dan dia sempat mengira kalau Pinkan yang sekarang berdiri disampingnya, bukan lah Pinkan sahabat nya


"Kau kenapa? Bukan kah biasa nya kamu sangat senang kalau dia menghampiri mu?" tanya Kiara dengan menautkan alis nya


"Tidak. Aku hanya merasa sudah pernah sangat bodoh karena mencintai orang semacam dia." ucap Pinkan sambil menerawang ke arah lain


"Bagus jika kamu sudah sadar akan kebodohan mu itu, sekarang kan sudah ada than Rifqan yang sangat menyayangi mu. Jadi kamu tidak perlu memikirkan laki laki plankton itu lagi." ucap Kiara penuh senyum


"Kau ini! Bisa saja menggodaku." ucap Pinkan lalu tertawa


"Memang ada yang salah dengan yang aku katakan barusan?"


"Tidak. Tapi aku dan Rifqan tidak ada hubungan apa pun seperti yang kau pikirkan itu."


"Memang nya apa yang aku pikirkan tentang kalian?" tanya Kiara dengan sedikit tersenyum karena merasa sudah tahu dengan perasaan Pinkan

__ADS_1


"Tidak tahu! Sudah lah ayo kita ke kantin saja." ajak Pinkan dan langsung menyeret Kiara pergi bersama dengan nya


__ADS_2