Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Pengakuan Rifqan


__ADS_3

Rifqan yang mendengar pengakuan Pinkan pun dibuat menganga tak percaya, dia pikir selama ini hanya dia yang merasa seperti itu. Namun ternyata dia salah, wanita yang sedang berada di depan nya ini juga merasakan hal yang sama dengan nya


"Benar yang kamu katakan itu Pinkan?" tanya Rifqan dengan sedikit gusar


"Apakah aku pernah berbohong padamu?" tanya Pinkan balik


"Apakah kamu tahu mengapa kamu merasakan debaran seperti itu saat mengingat ku?"


"Entahlah Rifqan, aku belum mengerti alasan dibalik ini semua!" ucap Pinkan menunduk


"Kenapa?" tanya Rifqan yang lembut memegang tangan Pinkan


"Karena aku belum memikirkan untuk memulai mencintai seseorang, dan tugas ku sekarang adalah melindungi ayah ku dari penyihir yang ada dirumah ku."


"Kita bisa menjaga nya bersama kan?" tanya Rifqan seolah tidak mau kehilangan kesempatan emas seperti ini


Pinkan hanya diam tanpa menjawab apa yang dikatakan oleh Rifqan, dia bingung pada diri nya sendiri sekarang. Dia pernah bertekad untuk tidak percaya pada cinta


Namun hati nya mengkhianati nya, hati nya terlanjur masuk kedalam hati yang sedang menunggu untuk diikat bersama


"Jujur saja, selama ini aku memang mencintaimu Pinkan." Rifqan mengutarakan perasaan nya yang sudah ia pendam selama ini


"Bukan kah kita hanya kekasih palsu untuk mengelabui orang tua mu?" tanya Pinkan tak percaya


"Itu hanya alasan ku agar bisa memiliki mu, agar lebih leluasa untuk dekat dengan mu, dan agar aku mempunyai alasan saat ingin bersama mu." ucap Rifqan berterus terang


"Kamu mempermainkan ku?"


"Bukan, itu adalah cara." ucap Rifqan agar Pinkan tak salah paham


"Tapi... " ucap Pinkan ragu untuk melanjutkan kalimat nya


"Ada apa?" tanya Rifqan yang melihat keraguan di wajah Pinkan


"Maaf… Aku belum bisa untuk menerima pernyataan cinta mu." ucap Rifqan


"Tidak masalah, aku hanya mengutarakan agar kamu tau, bukan kah memendam sebuah perasaan itu menyakitkan?" ucap Rifqan sembari tersenyum tipis


"Sudahlah tak perlu di pikirkan lagi, ayo kita pulang."


Pinkan hanya mengangguk setuju, sebenarnya dia masih sangat bimbang dengan hati nya. Sepanjang perjalanan dia hanya diam tanpa kata. Rifqan yang melihat itu pun hanya diam karena berpikir Pinkan kelelahan


"Turun lah, selamat beristirahat my Queen." ucap Pinkan sambil mengusap pipi Pinkan


Pinkan yang mendapat perlakuan seperti itu pipi nya langsung bersemu merah. Baru kali ini dia merasa di perlakukan spesial oleh seorang pria yang jatuh hati padanya

__ADS_1


Aaaa! Apa itu tadi? My Queen? hatiku seperti terbang ke udara dan melompat ke lautan cinta, batin Pinkan yang menjerit


Saat Pinkan baru membuka handle pintu rumah nya dan hendak masuk, dia melihat Amrita yang duduk di sofa sambil membaca sebuah majalah fashion


"Dari mana saja kamu sudah larut malam baru pulang?" tanya Pinkan


Pinkan hanya diam dan berlalu pergi menuju lantai dua tempat kamar nya berada. Dia terlalu lelah untuk berdebat hal yang menurutnya tidak penting dengan nenek sihir dan tiada habis nya


Amrita yang merasa terabaikan pun berdiri dan mengejar Pinkan, Pinkan baru berdiri di depan pintu kamar nya namun sudah di cegat oleh Amrita dengan menghalang jalan Pinkan yang mau masuk ke kamar nya


"Aku sedang berbicara dengan mu!" bentak Amrita karena merasa terabaikan


"Tapi aku tidak ingin berbicara apapun dengan mu!" ucap Pinkan dingin


"Kau pasti sengaja kan membawa ayah mu pergi dengan alasan 'mengobati' agar ayah mu tidak tahu kelakuan busuk mu itu?" ucap Amrita sengit


"Terserah kau saja! Minggir sana, aku mau istirahat." ucap Pinkan dan mendorong tubuh Amrita menjauh


Kau lihat saja anak sialan! aku pasti akan secepat nya menyingkirkan kau dan ayah mu yang tidak berguna itu!, batin Amrita kesal


Pinkan langsung menutup pintu nya dengan membanting pintu nya kuat hingga membuat amrita terkejut dan mengelus dada nya


"Aku sudah tenang karena ayah sudah di rawat oleh dokter Xavier sekarang. Sekarang tugas ku hanya mencari bukti tentang kematian ibu yang berhubungan dengan Amrita." ucap nya sambil merebahkan diri


Pinkan mulai menghidupkan earphone dan mendengarkan musik kesukaan nya agar dia dapat melupakan masalah hidup nya sejenak


"Pinkan, besok kamu ke kampus kan? Aku sungguh sangat merindukanmu." isi pesan yang dikirim oleh Kiara


Hampir saja aku lupa dengan Kiara teman ku yang paling baik, selama bersama Rifqan aku melupakan semua orang, batin Pinkan


"Iya tentu dong, aku kan juga sangat merindukanmu." balas Pinkan


"Kalau merindukan ku kenapa tidak pernah menghubungi aku?" balas Kiara lagi karena merajuk


"Hehe, aku lupa... kau kan tahu aku ini bagaimana, mohon pengertiannya." balas Pinkan dengan emoticon smile


"Yasudah besok aku menunggu mu di taman biasa ya, sampai ketemu Pinkan."


"Sampai ketemu besok kia." balas Pinkan mengakhiri pesan singkat mereka


Setelah bertukar pesan dengan sahabat nya itu, Pinkan langsung menenggelamkan dirinya ke dalam mimpi yang indah, dia sangat kelelahan karena harus berpikir melawan nenek sihir yang selalu saja membawa dia dan ayah nya kedalam jurang bahaya


Sementara di dalam kamar utama, ada seorang wanita yang risau karena merasakan perubahan tak biasa dari putri tiri nya. Dia mondar mandir untuk memikirkan cara agar bisa menyingkirkan Pinkan dan ayah nya sesegera mungkin


"Aku harus cepat bertindak, kalau tidak posisi ku pasti akan terancam dan semua yang sudah kulakukan hanya sia sia saja." ucap nya sambil menggigit ujung kuku karena panik

__ADS_1


"Aku harus menelpon Dharma!" ucap nya pada diri sendiri


Dia segera mengambil ponsel nya di atas tempat tidur dan mencari kontak Dharma, dia langsung menghubungi Dharma tapi lama sekali panggilan itu juga belum terjawab


"Siapa sih sayang? Kenapa nelfon kamu terus? sangat mengganggu!" ucap wanita yang sedang makan malam bersama Dharma


"Ibuku sayang, tunggulah sebentar ya aku akan mengangkat nya." ucap Dharma yang akan berdiri untuk menjauh


"Kenapa menjauh? Disini saja lah kan ibumu juga akan menjadi ibuku." ucap wanita itu memasamkan wajah nya


"Maaf sayang, aku harus menjauh sebentar. Ibuku tidak suka aku dekat dengan wanita karena takut menganggu aku untuk menjadi pewaris." ucap Dharma sembari mencium tangan wanita di depan nya itu


"Baiklah, jangan lama." ucap sang wanita dengan wajah bersemu malu. Dharma langsung berjalan menjauh karena ia akan mengangkat telpon dari Amrita, kekasih tua nya


"Kenapa kamu lama sekali mengangkat nya? Kamu lagi dimana?" tanya Amrita yang curiga


"Maaf tadi aku habis dari toilet, aku sekarang dirumah. Kenapa sayang?" ucap Dharma dengan palsu nya


"Aku merindukan mu beb!" ucap Amrita dengan tak tau malu


"Aku juga sama, kalau begitu kita besok ketemuan saja di hotel biasa, bagaimana?" ucap Dharma


"Sebenarnya aku juga sangat ingin bertemu dengan mu, tapi besok seperti nya tidak bisa. Kamu harus secepatnya mendekati Pinkan dan membuat dia jatuh hati dengan mu." ucap Amrita


"Apakah harus bergerak secepat ini?"


"Ya. Aku sudah tidak tahan dengan sikap sombong nya itu, jika kita menunggu lagi takut nya dia akan bergerak lebih awal dan usaha kita selama ini hanya akan sia sia sayang." ucap Amrita


"Baiklah, aku akan mulai mendekati nya besok. Kamu tenang saja aku akan membuat nya bertekuk lutut di hadapan kita nanti nya." ucap Dharma tersenyum sinis


"Tapi kamu jangan sampai jatuh cinta padanya ya. Aku tidak mengizinkan mu menduakan aku." ucap Amrita


"Tenang saja, aku hanya mencintaimu sayang. Yasudah aku sudahi dulu ya." ucap Dharma


Dharma langsung mematikan telpon nya sepihak, dia menyeringai dengan sinis karena besok dia akan mulai mendekati harta Karun


Aku akan membuat mu bertekuk lutut padaku Pinkan Cleotra, kamu akan menyerahkan semua harta mu itu. Dan kau Amrita aku tidak akan membutuhkan wanita tua seperti mu lagi, batin Dharma sambil bercermin di toilet


Dharma langsung menghampiri wanita selingkuhan nya yang lebih muda dan seksi dari Amrita, tentu nya dia tidak menjalani itu dengan cinta tapi hanya untuk materi semata.


...Hai readers, terus dukung karya aku ya...


...Jangan lupa like, vote, dan berikan komentar agar author lebih semangat untuk segera UP kembali...


...Jika ada bunga yang lebih bisa disumbangkan untuk author ya...

__ADS_1


...Salam cinta dari Pinkan dan Rifqan untuk pembaca setia...


...Terima kasih !!...


__ADS_2