Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Sandiwara Nenek Sihir


__ADS_3

Sementara dirumah Cleotra ada banyak sekali hadiah yang berdatangan. Amrita pun terkejut melihat banyak nya barang yang baru saja tiba di rumah nya itu.


Karena dia merasa sudah satu Minggu tidak berbelanja, apa lagi sebanyak itu. Dan jika dilihat dari merk yang tertera pada paper bag, bisa dipastikan bahwa barang barang itu semua nya dari brand ternama


"Dari mana semua barang ini? Kenapa kalian mengirimkan nya kesini?" tanya Amrita pada salah seorang bodyguard yang badan nya paling besar


"Ini semua dari nyonya Anya, ibu tuan Rifqan. Beliau mengirimkan ini semua untuk nona Pinkan cleotra." Jawab bodyguard itu dengan lugas


Amrita yang mendengar penjelasan dari bodyguard itu pun seketika termenung. Dia tidak menyangka bahwa ibu Rifqan sudah menyukai Pinkan sampai mengirimkan hadiah untuk Pinkan sebanyak ini


"Aku harus memikirkan sebuah cara untuk memisahkan mereka berdua, aku tidak mau rencana yang sudah ku susun matang matang jadi hancur berantakan!" ucap nya sambil menggigit ujung kuku nya


"Tapi bagaimana cara nya, sedangkan nyonya Anya saja sudah sangat menyukai Pinkan. Jika aku salah bertindak, bisa bisa aku yang akan hancur nanti nya." ucap nya sambil berpikir keras


Amrita langsung meninggalkan barang barang mewah itu, dia juga merasa iri terhadap Pinkan yang bisa mendapatkan barang barang mewah yang limited edition itu


Sementara di lain tempat, Pinkan meminta izin pada Anya untuk kembali pulang karena hari sudah petang


Saat dalam perjalanan pulang, Rifqan selalu menggenggam tangan Pinkan. Pinkan sedikit risih dengan itu tetapi dia hanya membiarkan nya saja


"Pinkan, aku ada kabar baik untukmu." ucap Rifqan sambil menatap mata Pinkan


"Kabar baik apa? Aku tidak sabar ingin mengetahui nya," ucap nya yang juga menatap mata Rifqan dalam


"Besok ahli racun yang akan meneliti racun ayah mu sudah akan kembali ke kota ini." ucap nya sambil mengelus lembut tangan Pinkan


Pinkan yang mendengar itu seketika langsung menatap Rifqan dengan tatapan mata nya yang berbinar karena sangat senang


"Benarkah? Kamu tidak bohong kan?" tanya nya pada Rifqan dengan menggebu


"Benar, besok sore kita akan menjemput nya di bandara!" ucap Rifqan memberitahu


"Baiklah, aku sangat senang sekali. Terima kasih Rifqan, kamu sangat baik padaku." ucap nya tak enak karena sudah banyak berhutang budi


"Tak apa, inilah yang di namakan perjuangan." ucap nya membuat Pinkan bingung


"Perjuangan apa yang kamu maksud?" tanya Pinkan tak mengerti


"Tidak ada, suatu saat nanti kamu pasti akan tau dengan sendirinya!" ucap nya tak mau menjelaskan


"Dasar aneh!" ucap Pinkan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Rifqan


"Hey, apa katamu? aku masih bisa mendengar nya!" ucap nya berpura pura marah


"Aku hanya bercanda." ucap Pinkan dengan tersenyum menampakkan deretan gigi nya

__ADS_1


Setelah hari sudah gelap, barulah mereka sampai di rumah Pinkan. Saat Pinkan masuk dia sudah ditunggu oleh ibu tiri nya


"Pinkan! ibu ingin bicara padamu." ucap nya dengan berpura pura baik


Hah! Peran apa lagi yang kau mainkan nenek sihir. aku sudah muak melihat nya, batin Pinkan dan berbalik menghadap Amrita


"Ada apa bu?" ucap Pinkan yang juga memainkan peran sebagai anak yang baik


"Ibu ingin bicara sesuatu padamu."


"Ya, aku tau. Jadi segera lah bicara karena aku ingin istirahat." ucap Pinkan yang sebenarnya malas berhadapan dengan nenek sihir di depan nya ini


"Ibu ingin minta maaf padamu, ibu sadar ibu bukan lah ibu sambung yang baik untuk mu. Maafkan lah kesalahan ibu yang lalu." ucap Amrita mengeluarkan air mata


"Maafkan lah ibu mu nak," Jawab Raka yang baru saja masuk dan melihat itu semua


Bagus sekali Amrita, kau sudah memperhitungkan semua nya! sangat bagus, ucap nya dalam hati dengan senyum sinis


"Kapan ayah pulang?" tanya Pinkan pada ayah nya dengan datar


"Baru saja, maafkan lah ibu mu jika dia mempunyai salah padamu nak," jawab ayah nya kembali mengingatkan akan permintaan maaf istri nya


Dia memang sangat bersalah, bahkan sangat banyak salah nya. Bukan hanya padaku tapi juga padamu ayah, juga pada ibuku! Jadi aku tidak akan menerima permintaan maaf palsu nya ini, batin Pinkan dengan wajah yang datar


"Terima kasih nak!" ucap nya dan memeluk Pinkan


Dasar gadis bodoh, aku kira kau sudah berubah. Ternyata sama saja masih bodoh seperti dulu, batin Amrita


Dasar penyihir tua! Kau pikir aku tidak tau wajah palsu mu ini, ucap Pinkan dalam hati yang juga memeluk Amrita


"Yasudah ayo kita makan malam." Ajak ayah nya yang membuat Amrita dan Pinkan melepaskan pelukan nya


"Kalian saja, Aku sangat lelah jadi aku ingin istirahat sekarang." ucap Pinkan


"Yasudah nak tidak apa, jika kamu butuh sesuatu panggil saja bi Yen." ucap Amrita pura pura baik dan tersenyum palsu


Pinkan tidak menjawab perkataan Amrita yang memberikan perhatian palsu pada nya. Dia langsung menaiki tangga untuk masuk kedalam kamar nya. Pinkan langsung membaringkan tubuh nya


"Ah lelah nya, untung saja nyonya Anya baik pada ku," ucap nya sambil memeluk guling


"Jika dia mengibarkan bendera perang padaku, aku tidak tau harus berbuat apa." ucap nya dengan menghela nafas berat


"Tapi sekarang aku harus mencari cara agar bisa memeriksa kan tubuh ayah agar bisa langsung mengobati nya, jangan sampai membuat Amrita curiga sedikit pun."


Tidak berselang lama, Pinkan yang sudah kelelahan langsung terlelap

__ADS_1


KEESOKAN HARINYA


Pinkan yang sudah mandi langsung turun untuk sarapan bersama


"Sini nak, duduk di dekat ibu." ucap amrita yang memainkan peran nya sebagai ibu


Verel yang melihat itu pun heran, baru ini dia melihat ibu nya baik dan sangat perhatian pada gadis itu


"Tak apa bu, aku disini saja. Kan sama saja disini dan disitu." Ucap Pinkan malas sambil menunjukkan arah bangku yang di dekat Amrita


"Ini makan lah yang banyak biar kamu selalu sehat." ucap Amrita sambil memberikan sepiring nasi untuk Pinkan


"Terima kasih." ucap Pinkan dan mulai menyendok kan nasi ke dalam mulut nya


"Kapan kamu akan tinggal di asrama sayang?" tanya Raka


"Secepat nya yah, setelah aku menyelesaikan sesuatu aku akan langsung pindah ke asrama." ucap nya sambil melirik ke arah Amrita


"Urusan apa yang ingin kamu selesaikan? biar ibu bantu, agar kamu bisa cepat pindah ke asrama nak." ucap Amrita yang memancing Pinkan


"Tidak Bu, hanya urusan yang tidak terlalu penting." Jawab Pinkan sambil tersenyum sinis


Amrita hanya melihat ke arah Pinkan dengan datar karena gagal mengorek informasi dari Pinkan. Dia ingin melihat apa yang di jawab Pinkan karena dia penasaran apakah Pinkan sudah tau rencana nya apa belum


"Hem yasudah aku akan berangkat sekarang." ucap Raka di sela sela diam mereka


"Aku juga akan kembali ke kamar ku sekarang!" ucap Pinkan lalu berdiri dan meninggalkan mereka di meja makan


Setelah Pinkan dan Raka beranjak dari situ, Verel langsung mendekati ibu nya


"Bu, kenapa ibu baik sekali pada anak sialan itu?" tanya Verel yang tidak terima Amrita memperlakukan Pinkan dengan baik


"Itu hanya bagian dari rencana ibu sayang. Kamu tenang saja, ibu akan segera menyingkirkan dia dan ayah nya secepat mungkin!" ucap nya dan tersenyum licik


"Tapi kenapa harus menyingkirkan ayah juga Bu? Ayah kan tidak bersalah." Jawab Verel tak terima


"Saudah lah diam saja, nanti kamu akan tahu sendiri. Yang perlu kamu lakukan sekarang hanya mengikuti semua perkataan ibu." Ucap nya dan verel hanya mengangguk


Mereka tidak tahu, dari tadi ada yang merekam pembicaraan mereka diam diam untuk di jadikan bukti yang kuat


...Terus dukung karya author ya...


...Jangan lupa tinggalkan like, vote, dan berikan komentar nya agar author lebih semangat untuk segera UP kembali...


...Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2