
Setelah melakukan pembayaran untuk gaun yang dibeli oleh Rifqan, Mereka pun kembali menyusuri mall.
"Rifqan! udah siang nih. Kamu lapar gak?" Tanya Pinkan karena hari sudah mulai siang dan dia juga sudah mulai merasa lapar
"Kenapa? Kamu sudah lapar ya?" bukan nya malah menjawab. Rifqan malah balik bertanya
"Iya nih, Aku udah lapar banget!" Jawab Pinkan sambil mengelus perut nya yang rata seperti ibu hamil
"Yasudah, kamu mau makan apa? Kamu saja yang pilih. aku ikut aja." imbuh Rifqan memberitahu
"Hem, kira kira enak nya makan apa ya? Aku bingung." Jawab Pinkan sambil mengetuk ngetukkan jari nya berpikir
"Apa saja! Terserah kamu." Jawab nya tanpa memberi saran
" Ayo, Aku ingin makan makanan Jepang!" ucap Pinkan lagi
"Yasudah ayo, disebelah kiri sana ada restoran Jepang yang terkenal enak." ajak Rifqan. Pinkan pun mengekori dari belakang mengikuti arah Rifqan
Setelah sampai di restoran Jepang, Mereka pun duduk di ruang VVIP untuk member khusus. Pinkan memesan makanan yang ia mau dan Rifqan hanya mengikuti pesanan gadis di depan nya itu
"Nanti malam aku akan menjemput mu jam 7 malam," imbuh Rifqan memberitahu kan
"Baiklah, aku nanti akan segera bersiap siap."
"Aku akan mengirimkan penata rias untuk mu nanti, kamu akan dibantu bersiap siap oleh nya." ucap Rifqan
"Hem, baiklah!" sambung Pinkan
Saat mereka sedang berbincang bincang dan memakan makanan mereka, Datang lah orang yang tidak diharapkan oleh Pinkan. Yaitu Erika dan teman teman nya.
Erika langsung duduk di samping Rifqan dan menatap Pinkan dengan sinis.
"Setelah kamu merebut Dharma dariku, Sekarang kamu malah makan siang disini bersama pria lain!" Ucap Erika dengan sedikit meninggikan suara nya.
Rifqan hanya memperhatikan keadaan sekitar nya karena ia tidak memahami situasi nya.
Pinkan hanya menatap nya malas dan tersenyum masam.
__ADS_1
"Perkenalkan, Aku adalah Erika. Aku adalah wanita yang pacar nya direbut oleh jalang yang berada di depan mu ini!" Ucap Erika sambil mengulurkan tangan nya untuk menjabat tangan Rifqan
Rifqan hanya melihat tangan itu dan menatap nya tajam
Siapa pria ini. Seperti nya tidak asing. Matanya sangat tajam membuat ku sangat takut, tetapi dia sungguh berkharisma. Batin Erika sambil melihat Rifqan dari atas kebawah
Rifqan yang dilihat seperti itu oleh Erika dia tidak menggubrisnya. Malahan melanjutkan makan nya seakan tidak ada orang disebelah nya
"Dasar wanita jalang, Tidak cukup bersama Dharma sekarang bersama pria lain lagi! Sama seperti ibu mu yang jalang!" ucap Erika memancing kemarahan dari seorang Pinkan
BRAKK !!
Pinkan memukul meja dengan penuh emosi sampai tangan nya memerah. Hal itu pun membuat orang mengalihkan perhatian nya ke arah meja mereka
"Jaga ucapan mu ya nenek sihir! Kau boleh menghina ku tapi jangan pernah sebut nama ibuku!" ucap Pinkan dengan suara keras nya dan melayangkan tatapan tajam pada Erika.
"Memang nya kau pernah berkenalan dengan ibuku? Sampai sampai kau berani menyebut nya seperti itu ha?, Kau menyalahkan ku karena Dharma meninggalkanmu? Seharusnya kau berkaca dirumah. Kaca dirumah mu banyak kan? Salahkan saja Dharma yang selalu mengejar ku bukan aku yang mengejar nya!" Ucap Pinkan masih dengan emosi yang menggebu gebu ingin menghajar wanita di depan nya itu.
"Dan perkenalkan! Ini pacarku, Dia sangat lebih baik dari Dharma mu itu. Jadi jangan bilang aku merebut Dharma darimu. Karena tidak ada alasan aku untuk merebut nya karena pacarku lebih baik dari siapa pun. Camkan itu!" Ucap Pinkan lalu meraih tangan Rifqan dan keluar dari sana
Setelah mereka berada diluar, Pinkan langsung melepaskan genggaman tangan nya.
"Tidak papa, Aku kan memang pacar mu!" jawab Rifqan dengan percaya diri
"Hahaha, Kan hanya palsu saja!" Ucap Pinkan tertawa renyah sambil memeluk lengan Rifqan pelan
Seperti nya dia belum menyadari perasaan ku pada nya. Dia pintar kalau masalah lain, tapi kenapa bodoh sekali kalau tentang perasaan!
"Sudahlah, ayo kita pulang." Ucap Rifqan yang tampak kesal dan berjalan mendahului Pinkan
Kenapa dia? Memang aku ada salah bicara?, batin Pinkan yang merasa aneh dengan sikap Rifqan. Baru saja dia baik tapi tiba tiba saja berubah jadi dingin lagi
Setelah sampai di apartemen, Pinkan langsung turun. setelah turun dia bukan nya masuk tapi malah berdiri di depan mobil Rifqan.
Rifqan pun menurunkan kaca mobilnya
"Ada apa?" Tanya Rifqan dengan mengernyit ka kening nya
__ADS_1
"Kamu tidak mau mampir dulu?" Tanya Pinkan dengan menunduk dan mensejajarkan tubuh nya dengan orang yang ada di dalam mobil
"Tidak. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu di kantor" Jawab Rifqan sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya
"Baiklah, bye." Ucap Pinkan sambil melambaikan tangan nya ke arah mobil Rifqan yang mundur untuk pergi dari sana
MALAM HARI !!
Tepat jam 7 malam, Rifqan datang menjemput Pinkan sang pujaan hati yang di kagumi secara rahasia. Pinkan sudah siap dengan penampilan nya yang sangat cantik dan kelihatan anggun malam itu.
"Dimana Pinkan bi?" Tanya Rifqan pada bi Leta yang sedang membuat kue di dapur
"Ada di atas tuan, nona Pinkan bilang kalau tuan sudah datang langsung saja naik ke atas." Ucap bi Leta menyampaikan amanah Pinkan
Rifqan pun langsung naik ke atas untuk menemui Pinkan. Saat dia membuka pintu dia begitu takjub dan pesona dengan penampilan Pinkan
Pinkan memakai gaun berwarna broken white, tampak kulit putih nya terpancar. Rambut panjang nya yang hitam di Curly menjadi sedikit bergelombang. Dan dia di makeup dengan natural
Pinkan yang memandang ke arah Rifqan pun juga terpanah saat melihat Rifqan yang sangat tampan malam itu. Dengan balutan jas nya yang berwarna cream dan dasi berwarna broken white, Perpaduan warna yang sangat cocok dengan yang dikenakan oleh Pinkan malam itu. Dan jangan lupakan style hair nya FADED QUIFF , yang menambahkan sisi cool nya Rifqan
Mereka sejenak sama sama terpanah dengan penampilan orang yang berada di depan mereka itu. Mereka pun sama sama membuang pandangan nya saat menyadari mereka telah menatap terlalu lama.
"Kamu cantik malam ini." Puji Rifqan
"Terimakasih, Kamu juga sangat tampan" Jawab Pinkan dengan wajah memerah dan tersenyum malu
Selama perjalanan menuju tempat yang menyelenggarakan acara business colleague, mereka diam dan tampak sibuk dengan pikiran masing-masing
Acara business colleague party yang di adakan ini adalah acara yang berstandar internasional, banyak publik figur dan pebisnis yang datang kesana. Banyak juga aktris dan aktor yang di undang kesana untuk ikut memeriahkan acara tersebut
Saat Rifqan dan Pinkan masuk, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka dengan seksama. Banyak wanita yang iri dengan kecantikan Pinkan yang bisa menemani Rifqan hadir di acara party ini.
Banyak juga yang berbisik bisik tentang Pinkan telah menggunakan pelet untuk memikat pria tertampan dan terkaya sejagat raya itu. Mereka tidak tau saja bahwa Rifqan lah yang sedang memperjuangkan hati Pinkan
Saat mereka mulai memasuki aula tempat berlangsungnya acara, ada sepasang mata yang tak henti henti nya memperhatikan mereka dengan tatapan benci.
"Kenapa dia bisa hadir disini dengan tuan muda Rifqan?" Gumam nya pada diri sendiri sambil menggenggam gelas yang di pegang nya dengan kuat
__ADS_1
"Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi, Jika dia bersama tuan muda Rifqan semua rencana ku akan hancur berantakan!" Ucapnya lagi dengan memandang sinis ke arah Pinkan yang sedang tersenyum dan bergelayut manja di lengan kekar Rifqan