
Lalu, Amrita pun pergi tanpa mencabut flashdisk yang masih tertancap dengan setia di laptop milik Raka
Hari ini, Cafe milik Pinkan resmi di buka. Nama untuk cafe barunya adalah Sunshine Cafe. Semoga, cafe ini bisa membawakan kebahagiaan dan keberkahan untuk semua orang yang singgah di sini
Mulai hari ini, Pinkan mengadakan Grand Opening untuk cafenya yang baru saja di buka. Dia memberikan makanan gratis selama seminggu untuk siapapun yang datang berkunjung, selama masa Grand Opening itu sendiri
Walaupun cafe itu bukalah cafe mewah bintang lima seperti yang diinginkan oleh Rifqan. Tapi, dia tetap saja mencarikan koki-koki dan pegawai yang handal untuk bekerja di cafe itu. Dia tidak ingin yang bekerja di cafe calon istrinya adalah orang-orang yang tidak becus
Saat pertama kali di buka. Dari banyaknya orang yang berdesakan untuk masuk ke cafe, ada wajah seorang pria yang dikenal oleh Pinkan. Dia tersenyum jahil saat melihat wajah laki-laki itu
"Rifqan, tunggu aku sebentar di sini, ya?" pintanya. Sedari tadi, Rifqan selalu saja menggenggam tangan Pinkan
"Kamu mau kemana?" Rifqan masih saja menggenggam tangan wanitanya, dia seolah tak ingin berjauhan dengan Pinkan
"Aku mendapatkan mangsa. Lepaskan sebentar!" pintanya
Mau tidak mau, Rifqan menuruti kemauan Pinkan. Dia melepaskan genggaman tangannya dengan berat hati. Dia melihat arah perginya Pinkan. Saat dilihatnya Pinkan menemui seseorang yang dianggapnya musuh bebuyutan, dia mengutuk dirinya sendiri karena sudah membiarkan Pinkan pergi
"Sial! Kenapa buaya Amazon itu masih saja berkeliaran. Sepertinya aku harus membeli mobil derek untuk mengembalikannya langsung ke habitatnya." umpatnya kesal
"Dharma?" Pinkan menyentuh bahu laki-laki itu pelan
Dharma kaget bukan kepalang melihat kehadiran Pinkan. Dia sangat malu karena berada di cafe yang sedang mengadakan makan gratis untuk setiap tamunya
"Pinkan, kenapa kamu bisa berada di sini?" tanyanya gelagapan
"Hem, aku sedang mencari makan gratis. Kamu sendiri, kenapa di sini? Satu tujuan denganku, ya?" ucapnya menerka
"Tidak. Tentu saja tidak. Meskipun cafe ini sedang mengadakan Grand Opening. Tapi, aku tetap akan bayar. Aku hanya penasaran saja dengan cafe baru ini." jawabnya sambil tertawa tak jelas
Sudah tertangkap basah, masih saja meninggikan harga dirimu yang murah itu, batin Pinkan
"Kalau begitu, kebetulan sekali. Aku juga ingin makan di sini, apakah kamu mau sekalian mentraktirku?" pintanya dengan senyum manis tak berdosa
"Ah, itu ya? Boleh saja. Lagi pula kita juga akan menjadi suami istri." jawab Dharma
Pinkan ingin muntah mendengar pengakuan Dharma. Dia menarik nafas dalam-dalam karena merasa jengah
__ADS_1
"Kalau begitu, langsung aku pesankan, ya? Ini aku tidak sungkan lagi, ya!" ucapnya sambil membolak-balik buku menu. Pinkan pun sengaja memesan banyak menu untuk mereka berdua
Setelah menunggu beberapa saat, makanan yang dipesan oleh Pinkan semuanya telah tertata di meja makan. Pinkan bertepuk tangan ria melihat banyaknya makanan yang terhidang di meja. Padahal sebenarnya, dia bertepuk tangan karena senang melihat raut wajah Dharma yang gelisah
"Ayo, segera di makan!" ucap Pinkan dengan bersemangat
Dharma mulai mengambil sendok makannya dan mulai menyendok kan makanan ke mulutnya dengan lesu. Niatnya kemari adalah untuk makan gratis dan menghemat uangnya. Kenapa tuhan malah mempertemukannya dengan wanita pembuat masalah ini dan sepertinya akan menghabiskan semua uang di rekeningnya
Pinkan menyendok kan kuah sup yang asapnya masih sangat mengepul. Dia langsung mengarahkan sendok yang berisi kuah panas itu ke depan mulut Dharma
"Ak, ayo cepat buka mulutmu!" titah Pinkan
Dharma tidak memperhatikan asap yang masih mengepul dan menari-nari di atas sendok itu. Dia langsung membuka mulutnya dan menelan sup itu dengan mata terbelalak dan tenggorokannya terasa tercekat
"Ah, panas sekali! Kenapa kamu tidak meniup supnya terlebih dahulu?" tanya Dharma sehabis meminum air dingin hingga tandas. Lidahnya terasa terbakar
"Makanan panas tidak boleh ditiup! Kamu tidak tahu?" ujar Pinkan dengan santai
Dharma hanya mengabaikan ucapan Pinkan, dia sibuk dengan tenggorokannya yang terasa terbakar. Pinkan tersenyum melihat tingkah pria di depannya itu
Rasakan itu, itu hanya tenggorokan mu yang terbakar. Kau masih belum merasakan seluruh tubuhmu yang terbakar, batin Pinkan
Pinkan mengerti dengan maksud laki-laki itu. Dia harus segera mengakhiri pertemuannya dengan Dharma. Kalau tidak, dia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, kecemburuan seseorang dapat membahayakan jiwa orang lain yang dicemburui
"Dharma. Aku sudah selesai, terima kasih atas traktiran mu." Pinkan sudah berdiri dan ingin pergi. Namun, Dharma menahan tangannya
"Kamu mau pulang, kan? Biar aku yang antar saja." ucapnya
"Tidak perlu. Aku sudah memesan taxi online. Aku pergi!" ucapnya lalu pergi dari hadapan laki-laki itu
Karena banyaknya orang, Pinkan dengan mudah dapat menghilang. Setelah kepergian Pinkan, dia pun terpaksa membayar semua makannya
Sudahlah, bayar saja hari ini. Besok datang lagi dan makan gratis disini, hitung-hitung membayar makanan tidak seberapa ini tapi bisa mendapatkan hati harta karun, batinnya tersenyum licik
Pinkan kembali ke dapur, dia melihat Kiara yang sedang membuatkan makanan untuk Patra. Sedangkan Patra sedang mengecek beberapa berkas melalui laptopnya
"Sayang, kenapa wajahmu cemberut?" Pinkan berusaha menakhlukan seorang pria yang sedang dibakar api cemburu
__ADS_1
"Kenapa kamu menyuapinya tadi?" tanya Rifqan dengan wajah yang ditekuk
"Sebentar, Kiara sedang memasak. Setelah matang, aku juga akan menyuapimu." bujuk Pinkan
Rifqan langsung tersenyum, dia memeluk pinggang wanitanya dan menarik wanitanya untuk duduk di atas pangkuannya
"Patra, ini masakanku sudah selesai." ucap Kiara sambil membawa sebuah piring
Pinkan melihat ke arah piring yang di bawakan oleh Kiara sahabatnya itu. Seketika dia menahan tawanya. Sedari tadi dia sudah penasaran dengan apa yang sedang di masak oleh wanita itu, karena setahunya wanita itu tidak bisa memasak
Kiara meletakkan piring yang berisikan beberapa potong ayam bakar yang sudah tampak berubah warna menjadi hitam. Patra hanya melihat ke arah piring itu dengan wajah datar, dia tidak berniat untuk menyentuhnya sama sekali
"Mungkin, terlihat gosong di luar. Tapi, sebenarnya rasanya enak kok." ucap Kiara sambil menggosok-gosok tangannya
Patra mencoba masakan calon istrinya itu. Dia tidak ingin mengecewakan calon istrinya yang sudah berusaha untuk membuatkan sesuatu yang baik untuknya. Begitu dia menggigit ayam itu, matanya langsung terbelalak
"Wah, rasanya ekstrim sekali!" ucap Patra
Pinkan dan Rifqan serempak menahan tawa. Mereka melihat wajah Patra yang menahan untuk segera memuntahkan apa yang berada di dalam mulutnya itu
Pahit sekali, batin Patra
******
Di kediaman Cleotra, Raka sudah pulang dari kantornya. Walaupun dia pemimpin perusahaan, tapi apa yang menjadi pekerjaannya, tetap dikerjakan oleh nya sendiri
"Gara-gara mereka aku harus melanjutkan pekerjaan ku di rumah. Seharusnya aku bisa santai, hah!" ucapnya lalu menghela nafas
Dia meraih laptopnya yang tergeletak di atas meja dengan kondisi yang berbeda. Dia heran, sepertinya saat terakhir kali digunakan, dia meletakkan nya di dalam laci. Tapi, kenapa sekarang terletak di atas meja
Tapi Raka tidak ambil pusing, mungkin dia melupakan sesuatu. Tapi, dia melihat flashdisk yang masih tertancap di laptopnya. Ternyata laptopnya tidak benar-benar mati, saat dia mulai membuka laptopnya, ada sebuah Vidio yang masih terpampang
Raka yang penasaran langsung menekan play untuk melihat Vidio apa yang membuatnya penasaran itu. Seiring terdengarnya rekaman suara, tangannya semakin mengepal dengan erat dan setetes air mata lolos begitu saja. Setelah rekaman suara itu usai diputar, terlihat lah beberapa foto intim seorang wanita yang diketahui itu adalah istrinya dengan seorang pria muda yang sempat ingin dijodohkan dengan anaknya
Hai readers....
Terima kasih karena sudah membaca Novel dari author remahan kerupuk seperti ku ini.
__ADS_1
Jangan lupa untuk meninggalkan like, berikan komentar, gift, dan vote nya, ya! Karena, dukungan kalian sangat berarti untuk author.
Tambahkan ke daftar favorit kalian juga ya❤️❤️❤️