
KEESOKAN HARINYA
Saat Pinkan turun dari tangga dan bersiap siap untuk pergi ke kampus nya, dia bertemu lagi dengan Amrita dan Verel yang sedang berbincang di ruang tv, tanpa melihat mereka Pinkan langsung berlalu melewati mereka begitu saja
"Mau kemana kamu?" tanya Amrita
"Belajar. Biar gak bisa di bodohin terus." jawab Pinkan ketus sambil berlalu dan naik ke mobil untuk berangkat ke kampus
Sampai ke kampus Pinkan langsung menuju ke arah taman untuk mencari sahabat nya. Banyak pasang mata yang melihat perubahan Pinkan yang sangat berbeda dari biasa nya, namun Pinkan tidak memperdulikan itu semua. Dia cuek dan terus berjalan melihat ke depan
"Kia!" ucap Pinkan sembari duduk di samping Kiara
Kiara yang sedang membaca buku langsung menoleh karena merasa nama nya disebut. "Ah Pinkan ku." ucap nya dan memeluk Pinkan
"Rasanya kamu sudah mulai chubby ya?" ucap Kiara sambil mencubit pipi Pinkan
"Ah tidak kok, ini masih seperti biasa nya." ucap Pinkan sambil memegang pipi nya
"Siapa yang bisa buat kamu bahagia? Hingga kamu jadi gendut seperti ini? Hehehe." ucap Pinkan sambil menyenggol siku Pinkan
"Haha apa sih kamu Kiara Admaja!" ucap Pinkan tertawa karena malu
"Hey, boleh aku duduk disini?" ucap seorang pria yang tiba tiba datang dan membuat tawa Pinkan menghilang seketika
"Terserah mau duduk dimana, lagian belum kamu minta kamu juga sudah duduk disitu kan?" ucap Pinkan tanpa melihat ke arah lawan bicara nya
Dharma yang mendengar ucapan Pinkan pun hanya tertawa malu dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
"Ayo Kiara kita masuk, sudah mulai panas karena ada plankton." ucap Pinkan menggandeng Kiara pergi
"Kamu bukan nya sama Dharma...?" ucap Kiara tak melanjutkan perkataan nya
"Sudah jangan pedulikan dia. Anggap saja aku dulu yang terlalu bodoh karena bisa suka sama plankton seperti dia." ucap Pinkan memotong perkataan Pinkan
Kenapa dia pergi? Bukan nya dia sangat menyukaiku? Jika aku tidak mempedulikan nya pasti dia akan menangis. Kenapa sekarang berbeda, batin Dharma menatap punggung Pinkan yang mulai menjauh
Pinkan pun masuk ke dalam kelas nya dan mulai memulai kelas nya. Hingga tak terasa waktu cepat berlalu
"Pinkan, ayo kita ke cafetaria. Ini kan waktu nya makan siang." ajak Kiara
"Ayo. Kita juga sudah lama tidak kesana." ucap Pinkan mengiyakan ajakan Kiara
Mereka pun langsung melaju ke cafetaria yang mereka maksud dengan menggunakan mobil Kiara, mereka masuk sambil tertawa dan tidak memperhatikan sekitar
"Kia seperti nya tidak ada tempat untuk kita." ucap Pinkan melihat tidak ada meja yang kosong
"Ada. itu," tunjuk Kiara ke arah meja kosong yang berada di pojokan kanan
__ADS_1
"Mau pesan apa nona?" ucap pegawai dan menyerahkan buku menu pada mereka
"Aku mau hotpot!" ucap Kiara dengan sedikit berteriak
"Ssstt, jangan teriak Kiara, waiters nya tidak tuli." ucap pinkan sambil mencubit pinggang Kiara
"Hehe iya, maafkan aku Pinkan." jawab Kiara dengan menutup mulut nya
"Sudah itu saja, minum nya jus strawberry dua ya." ucap Pinkan sambil tersenyum ramah
"Baiklah, tunggu sebentar lagi pesanan nona akan siap." ucap waiters itu dan berlalu pergi
"Pinkan, kamu kemana saja selama ini tidak pernah menghubungi ku?" tanya Kiara yang masih penasaran
Apa aku harus cerita sama Kiara. Tapi nanti bagaimana tanggapan dia, batin Pinkan bimbang
"Aku… Selama ini aku…" ucapan Pinkan terpotong karena ada waiters yang mengantarkan pesanan mereka
"Silahkan di nikmati nona." ucap waiters itu sambil mengamati wajah Kiara sambil mengingat sesuatu
"Hem... Nona kia kan?" tanya waiters itu dan Kiara langsung menoleh dengan wajah datar nya
"Iya, ada apa?" tanya Kiara dingin
"Hem, akhirnya nona kemari juga! Ada seorang pria yang selalu mencari anda, dan dia juga selalu menunggu anda di cafe ini." ucap waiters itu memberitahu
Alis Pinkan dan Kiara sama sama berkerut mendengar perkataan waiters itu. "Siapa?" tanya Kiara datar
Kiara hanya diam mendengar jawaban waiters itu, Pinkan pun menoleh ke arah Kiara dan wajah Kiara hanya datar tidak bisa dibaca
"Saya permisi dulu." ucap waiters itu dan hanya diangguki oleh Pinkan
"Ayo kita makan kia," ucap Pinkan yang memecahkan kebisuan Kiara
"Ayo!" jawab Kiara dengan semangat dan tersenyum
Kebetulan di cafetaria tempat Kiara dan Pinkan singgahi sekarang, ada Rifqan dan Patra yang sedang bertemu dengan clien tetapi di ruangan VIP, mereka tidak tahu bahwa jantung hati mereka juga sedang berada di cafetaria yang sama dengan mereka
Waiters yang tadi mengantar pesanan Pinkan pun sekarang sedang mengantar pesanan Rifqan. Dia melihat ada Patra disitu dan berencana memberitahu bahwa wanita yang selalu ditunggu sekarang ada di tempat yang sama
"Selamat menikmati tuan." ucap waiters itu
Mereka hanya berdehem dan mengangguk mengiyakan saja. Waiters itu menunduk sedikit mensejajarkan tinggi nya dengan Patra
"Tuan, nona kia yang selalu anda tunggu itu sekarang sedang berada disini." ucap waiters itu berbisik
"Benarkah? Dimana?" tanya Patra antusias
__ADS_1
"Di sana tuan, di meja yang biasa dia duduki." ucap waiters itu
"Baiklah terima kasih." ucap Patra
"Hem, aku permisi ke toilet sebentar." ucap Patra pada Rifqan dan rekan bisnis nya
Aku ingin melihat wanita pujaan ku. Kali ini aku harus bisa mendapatkan kontak nya bagaimana pun cara nya, batin Patra
Sebenarnya Patra tidak benar benar ingin ke toilet, dia hanya keluar sebentar untuk melihat Kiara dan mendapatkan kontak Kiara. Namun saat Patra melihat Kiara dia terkejut karena Kiara sedang bersama Pinkan
Aku ada ide. Ide ini pasti akan sangat berhasil, batin Patra dan tertawa puas dalam hati
Patra langsung memutar tubuh nya untuk masuk ke ruangan VIP untuk menemui Rifqan. Dia membisikkan sesuatu di telinga Rifqan yang membuat Rifqan tersenyum senang
"Tuan, ada nona Pinkan di cafe ini juga, apakah anda mau menemui nona?" tanya Patra menghasut
"Tentu saja, dimana dia?" tanya Rifqan antusias
"Diluar tuan, sedang makan bersama teman nya."
Rifqan yang mendengar perkataan Patra langsung mengakhiri pertemuan nya dengan rekan bisnis nya dan langsung keluar ruangan dengan cepat untuk menemui Pinkan. Patra menunjukkan keberadaan Pinkan dan Rifqan langsung duduk di kursi sebelah Pinkan
"Pinkan." ucap Rifqan sambil memeluk pinggang Pinkan
"Rif... Rifqan?" ucap Pinkan terkejut
"Kenapa kamu tidak memberitahu aku kalau kamu sedang berada disini juga?" tanya Rifqan
"Aku tidak tau kamu juga ada disini." jawab Pinkan jujur
Kenapa Pinkan dan tuan muda Rifqan bisa terlihat sangat mesra begitu, batin Kiara
Dan Kiara mengalihkan pandangannya ke pria yang sudah duduk di kursi sebelahnya sekarang
Dan tuan ini, kenapa bisa bersama dengan tuan muda Rifqan. Duduk disebelah ku lagi dan senyum senyum tidak jelas, batin Kiara merasa illfeel
"Kita bertemu lagi nona." ucap Patra sambil tersenyum manis
"Aku berharap ini hanya mimpi tuan." jawab Kiara singkat
"Tapi sayang nya ini adalah kenyataan." ucap Patra sambil tersenyum puas
"Apa yang sedang kamu makan? Kenapa tidak menawari ku makan?" tanya Rifqan mengerucutkan bibir nya
"Kamu kan bisa lihat aku makan apa, kamu juga bisa pesan sendiri. Aku tidak punya cukup uang jika harus mentraktir mu." ucap Pinkan
Kenapa dia begitu ketus padaku, katanya menyukai ku tapi sikap nya jadi berbeda sekarang, batin Rifqan heran
__ADS_1
Aduh! Rencana nya aku ingin menghindari nya, malah tidak sengaja bertemu disini. Aku sangat malu kalau mengingat pernyataan cintaku, batin Pinkan yang masih tidak terima dengan kehadiran Rifqan disitu
Sama dengan Kiara, dia juga tidak menerima kehadiran Patra. Namun dia tidak bisa berbuat apa pun untuk mengusir pria yang sedari tadi menatap nya dengan tersenyum