
Setelah Pinkan bergelut dengan pemikiran nya sendiri dia pun membalas pesan dari sahabat nya Kiara
"Aku masuk rumah sakit!"
" Apa rumah sakit? Bagaimana hal sebesar ini pun tidak kamu beritahukan padaku? Kamu dirumah sakit mana sekarang? Aku akan datang menjenguk mu sekarang juga." oceh Kiara panjang lebar yang membuat Pinkan tersenyum membaca nya
"Tidak papa aku hanya luka kecil kok, besok juga aku sudah bisa keluar rumah sakit dan menemanimu ke mall." balas Pinkan
"Baik lah sampai ketemu besok." balas Kiara dan mengakhiri percakapan mereka
Pinkan tidak ingin sahabat nya mengkhawatirkan nya. Jadi ia hanya bisa memberitahu nya bahwa dia baik baik saja
Terima kasih Kiara karna sudah mau menerima ku menjadi teman mu, dalam kehidupan ku yang suram ini tapi kau mau menjadi teman ku dengan tulus, batin Pinkan dengan memeluk ponsel nya seraya tersenyum dengan tulus.
Tanpa disadari Pinkan, Rifqan selalu memperhatikan nya saat dia berbalas pesan dengan sahabat nya tadi.
Meskipun aku tidak tahu dia tersenyum karena apa, tapi baru pertama kali nya aku melihat dia tersenyum dengan sangat tulus. Lucu sekali, kapan dia akan tersenyum tulus seperti itu padaku, Batin Rifqan yang terus memandang Pinkan dengan senyum di bibirnya juga
Setelah meletakkan ponsel nya di atas nakas, Pinkan tidak sengaja menoleh ke arah Rifqan yang sedang menatap nya dengan senyuman
Tuan Rifqan!? saat dia tersenyum ternyata dia tampan juga, sesaat Pinkan terpanah dengan senyum manis Rifqan yang ia lihat
Pinkan pun memalingkan wajah nya saat tidak sengaja mengingat tentang form magang nya yang belum mendapatkan stempel perusahaan mana pun
"Oh iya!"
Tuan Rifqan kan orang yang berkuasa di perusahaan Faruq company dan mempunyai cabang dimana mana, pasti dia tidak akan keberatan kan jika aku meminta cap perusahaan nya kan,batin Pinkan
"Hem…begini, ada sesuatu hal yang ingin aku minta tolong pada tuan Rifqan, apakah tuan mau membantuku?"
"Membantu apa?" tanya Rifqan dengan cepat karena penasaran dengan permintaan Pinkan
"Tapi diriku sekarang tidak memiliki apa apa untuk membalas kebaikan mu, bolehkah aku berhutang dulu?"
Dengan memainkan tangan membentuk segitiga karena gugup, wajah yang dibuat dengan ekspresi seimut mungkin Pinkan mengatakan hal itu pada Rifqan. Sontak hal itu membuat Rifqan seperti dihantam oleh palu besar di atas kepala nya karena melihat tingkah imut yang di lakukan oleh Pinkan.
Imut sekali !! batin Rifqan yang mengakui apa yang dilihat oleh mata nya, pipinya pun ikut memerah
Apa isi kepala wanita ini sebenarnya, kenapa dia bisa mengatakan itu semua dan juga ingin berhutang, memang jika dia memiliki barang berharga yang lain apa hubungannya dengan ku, aku juga tidak kekurangan apa pun, batin Rifqan mengatakan itu seolah masih mencerna apa yang di inginkan gadis di depannya ini.
Pinkan yang tidak mendengar jawaban apa pun dari Rifqan pun langsung melihat ke arah nya, masih dengan mode imut nya, *Tapi ekspresi nya seperti tertekan begitu
Apa aku keterlaluan ya*?, batin pinkan
"Itu...jika tidak bisa"
"Katakanlah, hal apa?" ucap Rifqan yang langsung memotong perkataan gadis di depan nya itu
__ADS_1
"Wah, benarkah? Kamu pasti orang baik." dengan gembira nya Pinkan mengatakan itu yang membuat pria di depan nya ini sedikit merona.
Jika bisa ditukarkan dengan orang nya pasti akan lebih bagus, batin Rifqan yang masih melihat Pinkan dengan ekspresi imut nya
"Hem." jawab nya singkat
"Katakanlah, apa yang bisa ku bantu?" tanya nya lagi
"Begini, kami ada kegiatan kerja magang selama liburan, tapi karena ada alasan tertentu aku tidak melakukan magang ku."
Dulu ibu tiri ku sangat kejam padaku, aku sama sekali tidak bisa keluar rumah, batin Pinkan Anik mengingat masa lalu
"Jadi sekarang form magang ku masih kosong."
dengan ekspresi sangat sedih seperti mau menangis dia mengatakan itu membuat Rifqan tersentuh melihat nya.
Hanya hal kecil seperti ini saja sampai harus berhutang Budi padaku, jika bukan dia yang menggantikan aku mendapat kan warisan keluarga Faruq kembali pun aku akan membantu nya. Karena dia sesuai dengan selera ku, batin Rifqan sambil mengamati tingkah Pinkan yang menurutnya sangat imut dan lucu itu
Pinkan menggigit selimut seperti anak kecil dan di sudut matanya sudah ada air mata yang akan mengalir karna takut yang dia minta tidak di izinkan oleh Rifqan
"Kamu meminta ku mengisi form magang milik mu dan menstempel nya?" tanya nya pada Pinkan yang sudah sangat berharap itu
"Tidak perlu, cukup di stempel saja " jawab Pinkan
"Mana?" tanya tuan Rifqan sambil menadahkan tangan nya untuk meminta form magang yang di maksud Pinkan
Rifqan tiba tiba menjatuhkan bahu Pinkan ke atas brankar tempat tidur nya, dan mengunci tubuh Pinkan, menatap mata Pinkan dengan tajam
"Dengan kondisi seperti ini kamu masih ingin pulang? istirahat saja disini! form nya aku akan memerintah kan orang untuk mengambil nya."
Dia sedang mengakhawatirkan ku? Jangan jangan dia menyukaiku, Tidak mungkin! jangan naif, dari kehidupan sebelumnya aku belajar bahwa hal yang paling tidak boleh di percayai adalah cinta, batin Pinkan
Dia menarik selimut hingga hanya menampakkan sebagian wajah nya saja
"Baiklah, tapi yang mengambil harus seorang wanita ya, berpura pura menjadi teman ku saja." Kata Pinkan memberi ide sambil mengedipkan mata nya
Aku tidak ingin nanti nya diancam apa apa oleh Amrita, batin Pinkan
Rifqan yang melihat Pinkan mengedipkan mata nya tadi pipi nya jadi merona, rasanya dia ingin sekali langsung menerkam gadis di depannya ini.
Gadis ini apa tidak tahu, sekarang dia sangat imut, batin Rifqan
"Tuan Rifqan apakah ada hal lainnya?" tanya Pinkan
Membuat Rifqan langsung sadar dan bangun dari atas tubuh Pinkan dan langsung menelpon Patra, bawahan nya yang paling dia percayai
"Halo Patra, segera utus orang kerumah cleotra untuk mengambil form magang nya Pinkan cleotra dirumah nya, seorang wanita lebih bagus."
__ADS_1
"Baik bos." Jawab Patra
"Oh iya bos, ponsel kakak ipar sudah selesai di perbaiki, mau langsung aku antar kan kesitu atau mau lihat isi ponsel nya terlebih dahulu?"
"Isi dalam ponsel nya?" ucap Rifqan yang mengulang perkataan bawahan nya
Lalu dia berpikir sejenak dan melihat kebelakang ke arah Pinkan berada
Kenapa dia melihat ku, ponsel mu sangat bagus kan sampai aku tidak bisa mendengar kalian berbicara apa, jadi untuk apa kamu khawatir, batin Pinkan
Ketika dia sedang terluka pun dia sangat mengkhawatir kan ponsel nya, dan ada sesuatu yang penting di dalam nya, apakah benar itu kekasih nya, Rifqan membatin sambil meremas pakaian di bagian dada nya seakan merasakan sakit saat tahu wanita yang ia sukai memiliki kekasih
Dengan aku melihat isi ponsel nya aku bisa mengendalikannya! dan memilikinya!, batin nya lagi
"Tidak perlu, antar kan saja ponsel nya sekarang kerumah sakit "
Dan orang yang berada dibalik ponsel yang menelepon pun mengoceh seakan tidak terima dengan keputusan bos nya itu sampai sampai Rifqan harus menjauh kan ponsel nya karena malas mendengar ocehan orang yang ada di seberang telepon
"Diam! antar kan saja ponsel nya kerumah sakit sekarang juga!" Patra yang mendengar bentakan dari bos nya itu langsung terdiam
"Baik bos." belum selesai Patra berbicara, Rifqan langsung mematikan sambungan telepon nya dan berbalik ke arah Pinkan
"Ponsel sudah selesai di perbaiki, nanti akan ada orang yang mengantar kesini, aku sedang ada urusan jadi aku pergi dulu"
Akhirnya kamu pergi juga, pipi ku sudah sangat kram karena dari tadi tersenyum terus, ucap nya senang
"Kamu sangat berharap aku segera pergi ya?" tanya nya pada Pinkan
"Bagaimana mungkin? Tuan muda Rifqan sudah sangat baik mau menolong ku , tentu saja aku sangat berterima kasih." ucap Pinkan pada Rifqan
"Benarkah?"
"Tentu saja benar." Pinkan menjawab
"Kalau kamu sudah berkata begitu, aku duduk sebentar lagi saja deh," sambil duduk kembali di atas ranjang Pinkan
Orang ini sengaja mempermainkan ku ya, batin Pinkan
...Hai reader terima kasih atas dukungan nya...
...Terus dukung novel CINTA AGRESIF TUAN MUDA...
...Jangan lupa tinggalkan like, vote, dan komentar nya ya...
...Berikan rate 5 dan langsung tambahkan ke daftar favorit kamu ya agar author lebih semangat untuk segera UP kembali...
...Terimakasih...
__ADS_1