Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Tuduhan Ayah


__ADS_3

" Hem, tuan Rifqan, apakah kamu kenal dengan Amrita ya? Kalau tidak, dengan status mu yang sekarang tidak mungkin kamu bisa hadir di pesta ulang tahun verel kan?" tanya Pinkan


Rifqan yang mendengar pertanyaan Pinkan pun tersenyum menatap Pinkan


Pinkan kamu cukup pintar juga dapat mengamati segala hal, tapi mengapa tidak dapat mengetahui isi hatiku, batin Rifqan


"Apakah kamu tidak tahu, aku datang ke pesta ulang tahun itu karena kamu!"


Pinkan pun terkejut mendengar pernyataan Rifqan, karena aku?, batin Pinkan


"Juru kunci seperti dirimu harus di jaga setiap saat kan?" jawab nya


"Kalau begitu terima kasih atas perhatian nya tuan Rifqan, kalau begitu aku tidak perlu khawatir lagi."


Dengan tanpa sadar karena jarak yang terlalu dekat kedua tangan Pinkan tidak sengaja menyentuh dada Rifqan, dan melihat itu Rifqan pun tersenyum tipis


"Sama sama nona Pinkan." jawab nya


"Jika kamu merasa berhutang budi padaku, Minggu depan aku akan menghadiri business colleague party. Dan aku belum menemukan pasangan wanita yang cocok, apakah kamu mau menemaniku hadir di acara itu?"


Padahal nyata nya saat ada acara seperti itu, Rifqan hadir hanya seorang diri tanpa pendamping wanita.


Business colleague party adalah acara yang di selenggarakan oleh pebisnis pebisnis dunia untuk saling mengikat kerja sama di antara mereka, banyak juga yang hanya menjadikan untuk ajang pamer kekayaan dan kekuasaan.


Menurut Rifqan itu semua tidak penting, dia menghadiri itu hanya sekedar untuk formalitas saja.


"Baiklah." Jawab Pinkan dengan mantap


Kenapa seperti nya ada sesuatu yang dia rencanakan ya? Tapi apapun rencana nya pasti tidak akan merugikan ku, batin Pinkan


"Hem." jawab Rifqan dengan menatap Pinkan, seakan tatapan nya menunjukan bahwa dia sudah puas karena target nya sudah masuk dalam perangkap nya.


Bagus, kamu milik ku sekarang! Dengan kamu hadir bersama ku di acara itu, semua media akan menyorot kamu, dan aku akan memanfaat kan banyak media untuk mengumumkan bahwa kamu adalah milik ku, Rifqan tersenyum senang didalam hati


Pinkan yang menatap ekspresi Rifqan itu terheran heran. Pinkan bergidik ngeri melihat ekspresi licik tuan muda di depan nya itu


Mengapa wajah nya sangat mengerikan, seperti ingin menerkam mangsa nya saja, batin Pinkan


"Istirahat lah, aku pergi dulu. Nanti malam aku akan datang lagi menemani mu "


Rifqan langsung keluar lalu menutup pintu tanpa menunggu jawaban dari Pinkan terlebih dahulu


Seperti nya benar ada jebakan di dalam nya, habislah aku, batin Pinkan

__ADS_1


Saat Pinkan sedang termenung tiba tiba ponsel nya berbunyi tanda ada seseorang yang menelpon, ternyata panggilan itu dari ayah nya


"Ayah? Kenapa tiba tiba ayah menghubungiku." tanya nya sambil menggeser icon hijau untuk mengangkat panggilan nya


"Halo Pinkan, kata ibumu selama tinggal di asrama kamu sering tidak pulang ke asrama dan di jemput oleh beberapa orang pria, apakah benar?" tanya Raka ayah Pinkan


Ibuku sudah tiada yah, dia bukan ibuku dan bukan istri yang baik untuk ayah, batin Pinkan dalam hati dengan sendu


"Halo Pinkan, apakah kamu mendengar ayah?"


Tanpa mendengar jawaban dari Pinkan terlebih dahulu ayah nya langsung mengatakan. "Pinkan ayah tahu kamu sekarang sudah dewasa dan bisa menjaga diri mu sendiri, tapi kamu tetap lah seorang pelajar, kamu harus lebih mengutamakan pelajaran terlebih dahulu. Sekarang kamu sedang berada dimana? Kenapa belum pulang?"


Pinkan yang mendengar penuturan ayah nya pun langsung menggenggam selimut dengan geram, dia tidak habis pikir pada ayah nya yang percaya dengan perkataan nenek sihir itu


Amrita lagi! dia selalu saja memfitnah ku, di depan berperan sebagai ibu sekaligus istri yang baik, tetapi di belakang bisa menjadi monster yang sangat mengerikan,Amrita!! di kehidupan ku yang sekarang aku tidak akan berdiam diri lagi menerima semua fitnah mu yang kau lempar kan padaku!, batin Pinkan


Pinkan menjawab ayah nya dengan sedikit kecewa, karena ayah nya tidak mempercayai nya, padahal dia adalah putri kandungnya sendiri


"Aku sekarang sedang berada dirumah Kiara temanku, aku tidak di sambut dirumah jadi aku tidak berani untuk pulang, dan hal yang mengatakan aku sering tidak pulang ke asrama dan di jemput oleh beberapa orang pria ayah bisa mencari tahu sendiri."


"Tapi nak, pihak kampus sudah mengkonfirmasi tentang kamu yang sering tidak pulang ke asrama mu."


Mendengar perkataan ayah nya Pinkan terkejut, Sungguh rencana yang sangat sempurna amrita, kau bahkan sampai menyuap pihak kampus demi rencana busuk mu untuk menjatuhkan ku, batin Pinkan


"Ayah tahu kamu tidak suka kepada ibu tiri mu, tapi kamu juga jangan sampai berbohong, nanti saat kamu kembali ke kampus belajar lah dengan rajin dan giat."


"Baik ayah." jawab Pinkan pasrah karna ayah nya lebih mempercayai ibu tiri nya.


"Ah iya ayah, nanti temanku akan datang untuk membantu mengambil barang, suruh saja dia untuk langsung masuk kedalam kamar ku." Pinkan memberitahukan ayah nya agar nanti amrita tidak melarang teman nya itu mengambil form magang nya


"Jadi kapan kamu pulang?" Tanya ayah nya pada Pinkan, berharap putri semata wayang nya bisa cepat kembali kerumah


"Aku belum tahu ayah, tunggu ibu mau meminta maaf padaku baru aku akan memikirkan mau pulang kerumah atau tidak." setelah mengatakan itu Pinkan langsung mematikan sambungan telepon dengan ayah nya


"Jika aku kembali kerumah sekarang, Amrita akan menggunakan berbagai alasan untuk kembali mengurungku dan mengawasi gerak gerik ku, aku tidak akan bisa mencari bukti bahwa dia meracuni ayah." ucap nya pada diri nya sendiri


Aku tidak akan masuk dalam perangkap mu lagi, tawa Pinkan dengan sinis


Setelah menerima telepon dari ayah nya, Pinkan pun beristirahat dengan tenang


MALAM HARI ..


Saat malam hari, seperti janji tuan Rifqan dia akan kembali untuk menemani Pinkan setelah semua pekerjaan nya selesai.

__ADS_1


Saat dia baru masuk pintu rumah sakit sudah ada banyak pasang mata yang menatap nya dengan kagum dan penuh cinta


Mereka semua mulai berbisik bisik mengagumi ketampanan Rifqan yang menurut mereka sangat sempurna. Ada juga yang penasaran kenapa tuan muda Rifqan seorang yang legendaris bisa ada di rumah sakit


"Bos ponsel nya sudah selesai di perbaiki, dimana ruangan kakak ipar? aku akan mengantarkan nya langsung" ucap Patra


Dia tersenyum jahil karena dia sangat penasaran dengan wajah Pinkan yang menurutnya hebat bisa buat si manusia batu jatuh cinta


"Tidak boleh!" Rifqan merampas ponsel milik Pinkan dengan tatapan mematikan.


"Sebentar saja bos, aku ingin melihat kakak ipar." yang keren itu, lanjut nya dalam hati sambil tersenyum jahil


"Tidak boleh, dokter menyuruh nya istirahat, kamu tidak bisa masuk , kamu sangat berisik, sudah sana pulang!" sambil mendorong tubuh Patra,


Patra mendengus tidak suka mendengar perkataan bos nya itu. "Sembunyikan saja di kamar mu agar tidak ada yang bisa melihat kakak ipar." kata nya pelan sambil jalan berlalu pergi


Setelah mengusir Patra dari hadapan nya , dia membawa ponsel Pinkan masuk kedalam ruangan pinkan. Saat masuk ke dalam ruangan Pinkan ia mendapati Pinkan yang sedang tertidur pulas dengan tenang nya.


Cantik sekali!, sebenarnya berapa banyak rahasia yang kamu sembunyikan dariku mengapa aku susah sekali untuk mengetahui nya?, batin Rifqan


Lalu Rifqan mendekatkan wajah nya pada Pinkan dan dia mengelus pipi Pinkan dengan lembut


Seakan terasa geli karena ada yang mengelus pipi nya dan nafas Rifqan yang langsung kena diwajahnya karena sangat dekat, Pinkan pun membuka mata nya untuk melihat apa yang menganggu tidur nya itu.


Ternyata sudah berdiri tuan Rifqan di hadapan nya dengan gelagapan seakan tertangkap basah sedang mencuri. Rifqan langsung menarik tangan nya dan memalingkan wajah nya yang terasa tegang


"Apa yang kamu pikirkan? Tadi.. tadi ada lalat di wajah mu,aku hanya membantu mu untuk mengusir nya!"


Untung tadi aku cepat cepat berdiri, kalau tidak bisa ketahuan aku sedang ingin mencium nya, batin Rifqan


Pernyataan itu pun membuat Pinkan mengernyit kan alis nya karena heran, padahal dia tidak memikirkan apa pun, dia hanya terbangun karena geli.


"Apa yang anda bicarakan, memang nya apa yang sedang aku pikirkan?"


"Mana ku tahu isi pikiran mu, kenapa kau malah menanyakan nya padaku?" tanya balik Rifqan


"Nah, ponsel mu sudah selesai di perbaiki, kamu bisa mengecek nya, apakah ada data yang hilang dari ponsel mu?" Sambil menyodorkan ponsel Pinkan


Pinkan langsung menerima ponsel nya dengan senang sekali dan mulai membuka ponsel nya dan mencari cari foto ibu nya.


Ternyata masih ada, Pinkan mengelus foto itu dengan tersenyum sedih


Foto yang memperlihatkan seorang wanita dewasa yang sangat cantik sedang memeluk anak nya yang sedang memegang boneka beruang dengan tersenyum sangat manis

__ADS_1


"Ibu.." kata itu lolos dari bibir Pinkan sambil memeluk hp nya.


Ibu! baguslah orang terpenting yang di maksud bukan lah seorang pria, rencana ku akan berjalan dengan lancar nanti nya, batin Rifqan dan Rifqan tersenyum tipis


__ADS_2