
Cahaya mentari pagi yang menembus masuk ke dalam kamar Pinkan membuat ia membuka mata nya karena silau
Pinkan membuka tirai jendela nya dan menatap matahari yang cerah
"Semangat! Aku pasti bisa menjalani semua nya dengan baik." ucap Pinkan yang memberikan semangat pada diri nya sendiri
Tiba tiba dia teringat pada Rifqan, entah kenapa dari semalam saat dia tak sengaja teringat tentang nama Rifqan, jantung nya pasti berdetak kencang dan wajah nya akan bersemu malu
"Rifqan sudah bangun belum ya? Tapi untuk apa aku memikirkan dia." Pinkan bergumam sendiri
Pinkan langsung bersiap siap turun untuk sarapan, tapi saat dia baru saja keluar dari kamar ada seseorang yang mencekal tangan nya. Pinkan menatap orang itu tak suka
"Awas saja kamu kalau membuat ibuku tidak senang, akan ku habisi kamu!" ucap verel yang memelintir tangan Pinkan
"Kamu pikir siapa kamu di rumah ini? Lepaskan atau kamu yang akan menyesal!" Ancam Pinkan dengan sinis nya
"Aku tidak akan melepaskan nya, aku akan mematahkan tangan kecil mu ini!" ucap Verel yang juga mengancam Pinkan
Lalu Pinkan tersenyum sinis mendengar perkataan Verel. Dia punya rencana yang bagus, pikir nya
"Adu, ayah tolong Pinkan yah, sakit sekali…Huhuhu ayah…tolonglah," teriak Pinkan dengan kuat sambil berpura pura menangis membuat gaduh seisi rumah
Verel yang belum mengerti maksud Pinkan hanya menatap nya dengan aneh tanpa niat melepas
Kenapa dia menangis dan berteriak begitu? Aku kan hanya memegang nya pelan, batin verel yang bingung akan maksud Pinkan
Tidak berselang lama, datang lah Raka, Amrita, dan beberapa asisten rumah tangga disana. Mereka yang melihat itu syok karena Verel sedang memelintir tangan Pinkan ke belakang
"Hei apa apaan kamu ini Verel! lepaskan tangan kakak mu!" Bentak Raka pada anak nya
"Ayah?" teriak Verel yang terkejut karena kehadiran ayah nya yang tiba tiba
Dasar anak bodoh! Aku susah payah mencari muka agar rencana ku berjalan mudah. Malah kamu yang terlalu ceroboh seperti ini, batin Amrita kesal melihat tingkah anak nya
Verel segera melepaskan tangan Pinkan. Pinkan langsung menghamburkan diri nya dalam pelukan ayah nya
"Ayah tangan Pinkan sakit sekali!" ucap nya yang menangis sambil menunjukkan lebam merah di pergelangan tangan nya
Padahal lebam itu di akibatkan tangan nya yang terbentur pinggiran tempat tidur karena Pinkan yang tidur terlalu lasak. Raka yang melihat merah di pergelangan tangan Pinkan pun naik pitam
"Apa yang kamu lakukan pada kakak mu? Apa dia selama ini belum cukup baik pada mu ha?" ucap Raka dengan murka
"Uhuk Uhuk."Raka terbatuk darah saat meneriaki Verel
"Ayah! Ayah kenapa?" teriak pinkan yang melihat noda darah di pergelangan tangan ayah nya
"Tidak papa sayang,ayah baik baik saja kok." ucap Raka tersenyum sambil mengelus kepala Pinkan
Aku tahu, ini pasti efek dari racun yang di berikan Amrita. Racun itu sudah mulai memberikan efek, dan aku harus bergerak lebih cepat agar tidak terlambat, gumam Pinkan dalam hati nya
__ADS_1
"Ayah kenapa yah?" tanya Verel yang khawatir dengan kondisi ayah nya
"Cepat panggil dokter kemari! Cepat!" Teriakan nya memenuhi seisi rumah
Untuk apa kamu capek capek untuk mengkhawatir kan dia nak, Dia tidak akan hidup lama lagi. Lagi pula tidak akan ada orang yang bisa menyembuhkan nya, ucap Amrita dalam hati dengan menyeringai
Pinkan melihat Amrita berdiri dengan melipat tangan nya di dada, hanya melihat dan menyeringai saja, membuat Pinkan tambah yakin kalau ini adalah ulah nya
Saat dokter datang, dokter itu langsung memeriksa keadaan Raka. Dokter tersebut pun heran dengan keadaan Raka karena tidak terdeteksi penyakit apa pun
"Maaf tuan Verel, tapi tidak ada penyakit apa pun yang terdeteksi!" ucap dokter itu sedikit gugup karena takut, karena dia tahu bahwa Verel adalah orang yang tempramen nya kurang baik
"Apa maksud mu ha? Apa kau tidak nampak ayah ku sudah batuk berdarah?" ucap verel tak sabaran sambil memegang kerah baju dokter tersebut
"Maafkan saya tuan, tapi saya memang tidak tau." ucap nya dengan menunduk
"Untuk apa kau menjadi dokter jika seperti ini saja kau tidak tahu? Pergilah kau ke neraka sana,dasar bodoh!"ucap Verel dengan meledak ledak
"Sudah sudah! Kasihan ayah jika kau ribut seperti itu ayah tidak akan bisa istirahat!" ucap Pinkan yang menengahi karena dia tahu itu semua bukan salah dokter nya tapi salah Amrita yang telah memberikan ayah nya racun mematikan
Verel langsung diam saat Pinkan menegur nya, dia langsung keluar dari ruangan itu masih dengan amarah nya
"Saya permisi dulu nona, nyonya." ucap dokter itu permisi
Pinkan hanya mengangguk saja, Pinkan menatap amrita dalam dengan tatapan yang sulit diartikan. Amrita yang sadar ditatap seperti itu oleh Pinkan pun langsung keluar dari ruangan itu
"Aku harus bergerak lebih cepat, aku tidak mau kehilangan ayah ku." ucap nya pelan dan melihat ayah nya yang terbaring lemah
"Mau kemana kamu?" tanya Amrita yang melihat Pinkan sudah siap dan menunggu Rifqan
"Bukan urusan mu!" ucap Pinkan yang rasanya sangat benci pada Amrita
"Apa maksud mu Pinkan? Aku ini ibu mu, jadi wajar jika aku menanyakan apa pun tentang mu!" bentak Amrita yang tak kalah sengit
"Terserah kau saja!" ucap Pinkan yang tak ingin berdebat
Saat Amrita ingin menyahuti perkataan Pinkan lagi, terdengar lah suara deru mobil Rifqan yang telah memasuki gerbang rumah Pinkan. Pinkan yang sudah malas berlama lama berada di dekat Amrita langsung beranjak mendekati Rifqan
"Ayo kita pergi sekarang!" ucap Pinkan yang langsung masuk ke dalam mobil Pinkan
Padahal Rifqan baru saja turun tapi Pinkan sudah langsung menemui nya. Amrita yang melihat Rifqan pun berusaha tersenyum semanis mungkin, tapi Rifqan tidak memperdulikan itu dan langsung masuk ke dalam mobil nya
"Sudah merindukan ku ya?" tanya Rifqan sengaja untuk menggoda Pinkan yang terlihat cemberut
"Narsis sekali kamu tuan muda." celetuk Pinkan dengan sinis nya
"Memang nya kamu tidak merindukan aku?" tanya Rifqan memastikan
"Sudahlah, kamu fokus menyetir saja aku takut kita terlambat." ucap Pinkan masih dengan pandangan nya ke depan
__ADS_1
"Ya, ku rasa sekarang pun mereka sudah turun dari pesawat," ucap Rifqan sambil melihat jam di pergelangan tangan nya
"Apa hanya kita saja yang menjemput dokter Xavier?" tanya Pinkan penasaran
"Tidak, Patra juga akan menjemput nya." ucap nya dengan pandangan fokus ke depan
"Patra? Siapa itu Patra?" tanya Pinkan yang penasaran nya semakin menjadi jadi
"Aku tidak suka kamu menyebut nama pria lain di depan ku Pinkan Cleotra!" ucap Rifqan tegas
"Kenapa? Kan aku hanya bertanya saja." ucap Pinkan menaikkan alis nya
Rifqan hanya diam tidak menanggapi pertanyaan dari Pinkan yang menurut nya aneh
Jika aku tidak mengizinkan nya menyebut nama pria lain di depan ku, harusnya tanpa ku beritahu alasan nya dia akan tahu dengan sendiri nya, batin nya sedikit kesal pada Pinkan
"Ayo turun, kita sudah sampai." ajak Rifqan yang di angguki oleh Pinkan
"Paman!" teriak gadis kecil yang berlari ke arah Rifqan dan memeluk kaki nya
"Ahh sayang, aku sangat merindukanmu." ucap Rifqan pada gadis kecil itu dan mengelus pucuk kepala nya
"Benarkah? Aku juga sangat merindukanmu paman." ucap gadis itu dan melirik ke arah Pinkan
"Paman bibi ini siapa?" tanya nya dengan menggoyangkan tangan Rifqan
"Ini adalah calon istri paman, calon bibi nya Kanaya juga. Ayo sapa bibi." ucap Rifqan yang berjongkok berusaha mensejajarkan tinggi nya gadis kecil itu
"Halo bibi! aku Kanaya, usia ku 5 tahun dan itu ayah ku dan yang itu ibu ku." ucap nya memperkenalkan diri sambil menunjuk dokter Xavier dan istri nya
"Hai sayang, kamu cantik sekali. Perkenalkan nama bibi Pinkan." ucap nya pada gadis itu dengan tersenyum lembut
"Bibi ayo gendong lah aku!" ucap Kanaya manja
"Iya sini bibi akan menggendong mu dan membawa mu berjalan jalan." ucap Pinkan yang merasa hati nya sangat tenang saat dekat dengan Kanaya
"Benarkah bibi? Berjanji lah agar Naya percaya." ucap nya sambil menautkan jari kelingking nya
"Janji!" ucap Pinkan yang juga menyatukan jari kelingking nya
"Kamu sangat imut sekali" ucap Pinkan lalu mencium wajah Kanaya berkali kali
"Ah bibi…Aku geli, hahahah!" Kanaya tertawa karena Pinkan menciumi seluruh wajah nya
...Hai reader, dukung terus karya ku ya...
...Jangan lupa tinggalkan like, vote, dan berikan komentar nya ya...
...Berikan juga bintang 5 nya agar author semangat buat terus UP kembali...
__ADS_1
...Terima kasih !!...