Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Bertemu Kiara


__ADS_3

Keesokan harinya


Pinkan sudah selesai di check ulang oleh dokter yang menangani nya, dan dia bisa segera pulang dari rumah sakit


"Hem Rifqan, aku ada janji dengan teman ku. Aku akan pergi sendiri naik taxi, terima kasih karena sudah mau menolong ku" ucap Pinkan saat sedang mengemas barang nya yang akan dibawa pulang


"Tidak perlu, sudah seharusnya aku melindungi tokoh kunci seperti dirimu itu." ucapan Rifqan lalu terdiam sejenak


"Tidak usah naik taxi, pergilah bersama ku, aku akan mengantar mu" tawar Rifqan yang melanjutkan kalimat nya


"Hem baiklah." kemudian mereka pun keluar dari ruangan itu dan menuju ke parkiran untuk mengambil mobil milik Rifqan


Saat di dalam mobil tidak ada yang berbicara, mereka berdua sama sama diam seakan menikmati perjalanan yang mereka tempuh


Waktu tidak terasa ternyata mereka telah sampai di depan sebuah mall yang besar tempat Pinkan dan Kiara sahabat nya janjian


"Terima kasih telah memberi ku tumpangan." ucap Pinkan dengan tersenyum


"Hem." jawab Rifqan singkat dan Pinkan langsung membuka pintu dan segera keluar. Setelah menutup pintu mobil, Rifqan langsung melajukan mobil nya


Aku tidak mengerti dengan nya, kadang hangat dan lembut kadang juga sangat acuh, gerutu Pinkan karena melihat sikap pria tadi


"Ah sudahlah, untuk apa aku memikirkan nya! Kami hanya sepasang kekasih palsu lebih baik aku segera masuk dan menemui sahabat ku. Aahh Kiara aku sangat merindukanmu." ucap nya pada diri sendiri dan segera berlari kecil ke arah mall untuk mencari sahabat nya


"Pinkan!" panggil Kiara sambil melambai kan tangan nya ke arah seseorang yang sedang celingak celinguk di dalam sebuah cafe


"Ah...hei." Pinkan berjalan cepat untuk duduk di sebelah sahabat nya itu.


"Pinkan aku sangat merindukan mu, kenapa kamu tidak pernah menghubungi ku? Kemana saja? Apakah aku sudah tidak penting lagi?" tanya Kiara yang langsung memasang wajah sedihnya di depan Pinkan


"Bukan begitu... " jawab Pinkan. tapi belum selesai Pinkan melanjutkan kalimat nya, Kiara kembali bertanya dengan wajah khawatir nya


"Katamu kemarin kamu masuk rumah sakit, apa yang sakit? kenapa tidak mengizinkan ku mengunjungi mu?" tanya nya lagi


Begitulah Kiara, dia sangat perhatian dan juga peduli dengan apa yang terjadi dengan Pinkan karena dia tahu semua apa yang Pinkan alami selama ini, tapi dia gak tau loh ya kalau sahabat nya ini sudah terlahir kembali

__ADS_1


"Tak apa, hanya sedikit luka lecet saja." ucap Pinkan seraya tersenyum.


"Yasudah jika kamu tidak mau menceritakan nya padaku aku mengerti kok, tapi jika kamu butuh sesuatu langsung saja beritahukan padaku ya." ucap Kiara dengan tulus sambil meletakkan tangan nya di atas tangan Pinkan seolah untuk menguatkan Pinkan


"Sippp... " jawab Pinkan yang menunjukkan jempol nya lalu tertawa kecil.


"Habis makan kita mau kemana dulu ni?" tanya Pinkan mengalihkan suasana agar tidak terlalu sendu.


"Selesai makan kita langsung saja mencari beberapa perlengkapan untuk di asrama nanti." ucap Kiara memberi arah


"Permisi nona, ini makanan nya silahkan di nikmati." ucap salah satu pegawai cafe yang mengantar pesanan mereka


Setelah mereka mengisi perut, mereka pun mulai mengitari mall kesana kemari untuk mencari keperluan mereka.


Saat mereka sedang berjalan jalan sambil bercanda, mereka bertemu dengan orang yang paling dihindari oleh Pinkan di kehidupan lalu nya. Wanita centil yang merasa Pinkan sudah merebut kekasih nya


"Ah, malas sekali rasanya bertemu dengan nenek sihir ini." ucap Pinkan sambil memutar bola matanya malas


Kiara yang mendengar ucapan itu pun melihat ke arah pandangan mata Pinkan lalu tersenyum kecut, dia masih tidak tahu kalau Pinkan sudah tidak sama dengan yang dulu lagi. Yang mereka maksud adalah Erika, salah satu wanita yang di permainan oleh mantan tunangan nya di kehidupan sebelumnya


Mereka yang juga melihat ke arah Pinkan pun tersenyum sinis, terutama Erika, dia menghampiri Pinkan yang terlihat malas meladeni mereka


"Wah wah, di tempat seperti ini pun kita bisa bertemu wanita jal**g Pinkan cleotra!" dengan suara yang lantang Erika mengatakan itu dengan tersenyum sinis


"Apa maksud mu? Siiapa yang kau maksud jal**g?" tanya Kiara karena tidak terima dengan apa yang di ucapkan dengan Erika untuk pinkan.


"Tentu saja orang yang sedang berada disamping mu itu." Pinkan yang menyadari dialah orang yang dituju oleh Erika pun hanya tertawa sinis


Cih, dasar jal**ng " Kenapa dia tertawa mengerikan seperti itu, dulu dia pasti sudah ketakutan dan hanya pasrah jika sudah ku kerjain habis habisan, batin Erika


"Kau! Jaga ucapan mu." balas Kiara yang sudah sewot dengan perkataan lawan nya itu.


"Sudahlah kia, tidak perlu meladeni orang gila seperti itu. Kita kan kesini punya tujuan, bukan seperti mereka, kesini hanya untuk mencari gara gara seperti anjing gila." ucap Pinkan pedas yang membuat Erika naik pitam. lalu dengan santai Pinkan melanjut kan perjalanan nya


"Hei kau! Siapa yang kau maksud dengan anjing gila ha?" Berusaha mengejar Pinkan dan menarik rambut Pinkan dengan kuat hingga Pinkan sedikit meringis.

__ADS_1


Tidak tinggal diam, Pinkan langsung memegang tangan yang menjambak rambut panjang nya lalu memelintir tangan Erika kebelakang


"Yang ku sebut sebagai anjing gila adalah kau dan teman teman mu itu, kalian adalah sekumpulan anjing gila!" bentak Pinkan di telinga Erika dengan kuat


Lalu Pinkan menghempaskan tubuh Erika kuat. Untung ada teman teman nya yang sigap menangkap Erika. Erika yang sudah merasa sakit ditangan nya tidak lagi mengejar Pinkan


"Awas kau Pinkan, akan ku balas di lain kali, dasar jalang gara gara kau Dharma meninggalkan ku." ucap Erika dengan geram


Kejadian tersebut pun menyita perhatian beberapa pengunjung mall yang sedang lewat di sekitar mereka tapi mereka hanya melihat.


Setelah mereka rasa barang yang mereka butuhkan sudah lengkap semua, mereka pun memutuskan untuk pulang. Pinkan mendapat pesan dari Rifqan bahwa ia sudah menunggu di parkiran


"Ayo kita pulang bersama, aku sudah memesan taxi online." ajak Kiara


"Tidak apa, aku pulang sendiri saja, lagi pula kan rumah kita berlawanan arah" tolak Pinkan halus. Sebenarnya ia menolak karena sudah ada yang menunggu nya di parkiran


"Hem baiklah, aku akan menunggu bersama mu sampai kamu mendapat kan taxi."


"Tidak usah kia, kamu pulang saja lebih dulu hari pun sudah mulai senja dan awan sudah mulai mendung, taxi pun akan segera lewat aku tidak akan menunggu dengan lama. Jangan khawatir." ucap Pinkan dengan tersenyum


"Baiklah jika kamu sudah berkata begitu, aku pulang duluan ya, bye!" Kiara pun pergi dengan melambaikan tangan nya


Melihat Kiara yang sudah jauh dari pandangan nya, Pinkan pun berjalan menuju area parkir dan berusaha mencari mobil milik Rifqan, setelah ketemu dia pun langsung masuk kedalam nya


"Kenapa anda menjemput saya lagi? Apakah anda sangat luang?" Rifqan menautkan alis nya mendengar pertanyaan Pinkan yang membuat sakit telinga nya


"Apakah aku tidak boleh menjemput pacar ku yang sedang berjalan jalan dengan teman pria nya? Apakah aku menganggu waktu kalian? apakah aku harusnya tidak datang menjemput mu?" oceh Rifqan dengan raut wajah kesal dan tidak berhenti bertanya


"Siapa yang anda maksud jalan dengan teman pria?" tanya Pinkan yang belum mengerti


"Kau!" Jawab Rifqann sambil menoleh ke arah Pinkan dengan sebal dan mengerucut kan bibir nya


"Aku bukan jalan jalan bersama teman pria, tapi aku pergi ke bersama Kiara, sahabat ku." mendengar penjelasan dari Pinkan, Rifqan terkejut sekaligus malu


"Kenapa kau tak bilang?" tanya Rifqan yang masih dengan kesal nya

__ADS_1


"Karena anda tidak bertanya" jawab Pinkan enteng, Pinkan pun berusaha menahan tawa nya melihat tingkah Rifqan yang kekanakan menurut nya.


__ADS_2