
KEESOKAN HARINYA !!
Matahari pagi yang cerah berhasil menembus gorden kamar Pinkan. Pinkan yang merasakan silau karena paparan sinar matahari yang menembus kamar nya pun bangun
Dia menggeliat dan melihat jam yang ada di atas rak yang berada disamping ranjang nya. Jam sudah menunjukkan pukul 7:10 menit
"Hah.." Pinkan masih menguap
"Jika mengingat hari ini aku akan bertemu ibu nya Rifqan, jantung ku pasti akan berdetak berirama." ucap Pinkan sambil memegang dada nya yang terasa seperti bergoyang
Pinkan pun langsung turun dari ranjang nya dan memulai ritual mandi nya.
Dia langsung memilih beberapa baju yang akan di coba nya untuk bertemu ibu Rifqan
"Untung ada gaun ini yang dibelikan Rifqan hari itu, jika tidak aku pasti akan bingung mau memakai apa." ucap nya sambil memegang baju ditangan nya sambil melihat yang mana yang lebih pantas dia gunakan
Pinkan memang tidak memiliki baju yang bagus. Harga baju nya pun tidak ada yang mahal. Jadi wajar saja jika penampilan Pinkan sangat sederhana. Bahkan di mata teman teman nya Pinkan adalah orang miskin yang tidak layak berkuliah di Universitas mereka.
"Seperti nya yang ini lebih cocok, lebih tertutup dan sederhana." Ucap nya sambil memutar-mutar kan badan nya di depan cermin
Setelah di rasa siap, Pinkan pun turun dan duduk di taman yang berada di belakang rumah.
Taman Pinkan ada berbagai macam bunga bunga yang indah. Ada Tulip, Mawar, Anggrek dan jenis jenis bunga lain nya. Dan semua itu Pinkan sendiri lah yang menanam nya. Pinkan sama seperti almarhum ibu nya yang sangat menyukai bunga yang berwarna warni
Amrita yang melihat Pinkan sudah memakai baju branded, Tas branded dan sepatu branded pun merasa heran. Dia menghampiri Pinkan yang sedang duduk santai sambil memandangi bunga bunga yang ada di taman nya
"Seperti nya selama kamu tidak pulang seminggu, kamu banyak mendapat kan pelanggan." Ucap Amrita sambil menatap rendah Pinkan
"Ya begitulah, Tapi masih tidak sebanding dengan anda yang menjebak seorang pria kaya yang sudah beristri. Lalu membunuh istri sah nya agar bisa menjadi nyonya satu satu nya. Cih!" Ledek Pinkan dengan nada sinis nya
Amrita yang mendengar itu pun sedikit terkejut. Lalu dia mendekati Pinkan
"Apa maksud mu? Jangan sembarangan bicara!" Ucap Amrita yang sedikit gugup
"Aku sembarangan bicara atau tidak hanya anda lah yang tahu lebih jelas! Ibuku?" Jawab Pinkan dan berlalu pergi dengan santai nya
"Hei tunggu! Kamu sudah merasa terbang karena ada tuan muda Rifqan yang melindungi mu? Dia mendekati mu hanya karena ada mau nya saja! Kamu pasti akan di campakkan oleh nya cepat atau lambat!" Ucap Amrita lantang karena emosi nya sudah di memuncak kala melihat sikap Pinkan terhadap nya
"Kamu tidak perlu berbicara apa pun tentang aku dan tuan muda Rifqan, karena kamu tidak pantas!" Ucap Pinkan yang memanas mendengar ucapan Amrita
__ADS_1
Tiba tiba masuk lah tuan muda Rifqan dengan langkah santai nya. Dia sudah mendengar semua yang dikatakan oleh Amrita
"Jadi maksud anda aku hanya mempermainkan wanita? dan aku mendekati Pinkan karena ada maksud tertentu? Hahahaha! Aku sudah memiliki segala nya jadi aku tidak akan punya maksud tersembunyi hanya dengan mendekati seorang gadis" Ucap Rifqan sambil tertawa
"Tuan muda? kapan anda datang?" Tanya amrita yang takut Rifqan akan mendengar semua yang dia katakan pada Pinkan
" Baru saja!" Ucap Rifqan tersenyum sinis
"Ayo kita pergi!" Ucap Rifqan menggenggam tangan Pinkan dan beranjak dari sana
Sial! Aku harus segera memisahkan mereka. Kalau tidak semua usaha ku hanya akan sia sia saja!. Ucap Amrita dalam hati
Pinkan dan Rifqan sudah berada dalam perjalanan
"Rifqan ayo kita singgah di mall dulu, Aku harus membeli hadiah pertemuan untuk ibumu." Ajak Pinkan
"Tidak perlu!" Jawab Rifqan sambil fokus mengemudi
"Aku tidak mau kesan pertama ku bertemu dengan ibu mu sudah tidak baik!" Ucap Pinkan lagi
Jika kesan pertama saja sudah buruk, bagaimana kedepan nya nanti? Sia sia saja aku memilih baju berjam jam tadi pagi hanya untuk terlihat lebih baik. Batin Pinkan dengan kesal menatap ke arah Rifqan yang dengan khidmat nya mengemudi
"Ibu ku tidak kekurangan apa pun! Dan dia bisa membeli apa pun yang ia mau." Jawab Rifqan dengan gampang nya
"Memang nya apa yang ingin kamu berikan pada ibuku? Ibuku hanya butuh kehadiran mu saja, Tidak butuh yang lain nya lagi." Ucap Rifqan sungguh sungguh
"Ya...baiklah." Ucap Pinkan yang akhir nya menuruti yang di katakan Rifqan
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, Mereka sampai di sebuah mansion yang sangat mewah bergaya Eropa. Halaman depan nya sangat luas. Butuh waktu 15 menit untuk masuk ke halaman utama
Mansion nya penuh dengan penjagaan yang sangat ketat. Pengawal berada dimana mana
Waw, Benar benar orang kaya yang sesungguh nya, batin Pinkan yang takjub melihat mansion milik Orang tua Rifqan. Saat mereka sampai di halaman utama sudah ada beberapa orang pengawal dan asisten rumah itu berbaris dengan rapi menunggu kedatangan mereka.
Salah seorang pria paruh baya membuka pintu mobil Rifqan
"Selamat datang tuan dan nona." Ucap nya sambil membungkukkan badan
"Dimana ibuku?" Tanya Rifqan pada pria paruh baya itu
__ADS_1
"Nyonya sudah menunggu didalam tuan," ucap nya
"Silahkan tuan, nona." Ucap nya sambil berjalan di depan memandu mereka berjalan
Saat masuk kedalam rumah, Pinkan makin dibuat takjub dengan gaya interior di rumah itu. Gaya klasik bergaya Eropa, banyak ukiran ukiran indah di dalam nya. Terdapat juga vas bunga dan lukisan antik dan banyak juga barang barang antik lain nya. Yang paling menarik perhatian Pinkan adalah Lampu kristal yang sangat besar yang tergantung di atap rumah itu.
Pria paruh baya tersebut berjalan berhenti di depan sebuah ruangan. Pria itu mengetuk pintu ruangan dengan pelan
TOK TOK TOK !!
Begitulah kira kira suara ketukan pintu. Dan terdengar suara sahutan dari dalam
"Masuk!" Ucap seorang yang di dalam nya singkat
Pinkan yang mendengar suara seorang wanita, jantung nya pun semakin berdegup kencang dan dia merasa panas, badan nya mulai berkeringat
Pria itu membuka pintu dan mempersilahkan Rifqan dan Pinkan untuk masuk
Saat Pinkan melihat ke arah depan, terlihat seorang wanita yang masih sangat cantik dan modis sedang duduk menatap mereka. Pinkan berjalan ke arah wanita itu. wanita itu berdiri dan menghampiri Pinkan
"Kamu yang bernama Pinkan cleotra?" Tanya wanita itu dengan datar
"I..iya nyonya." Jawab Pinkan terbata karena gugup
"Wahh, cantik sekali!" Ucap wanita itu berubah ekspresi dengan cepat.
"Jangan panggil nyonya, panggil saja mami. Oke?" Ucap nya sambil mengedipkan mata sebelah
"Aku mami nya Rifqan, Nama ku Anya." Ucap Anya memperkenalkan diri nya
Kenapa ibu nya sangat ramah padaku? Sangat sangat jauh dari dugaan ku. Aku pikir ibu nya akan marah dan mencampakkan uang ke wajah mu agar meninggalkan anak nya. batin pinkan menangis terharu
Setelah berbicara dengan dengan Pinkan, Anya beralih pada anak nya.
"Kamu! Anak yang sangat berbakti ini kenapa baru pulang dan kenapa lama baru sekarang membawa menantu ku yang cantik ini?" Tanya nya dengan menjewer telinga Rifqan
Pinkan yang melihat itu hanya bisa meringis karena ikut merasakan sakit di telinga nya juga. Setelah menjewer anak nya, Anya kembali mendekat pada Pinkan dan menyandarkan kepala nya di dada Pinkan dan berpura pura menangis
"Lihatlah dia sangat kejam pada ibu nya. Ibu nya selalu kesepian tapi tidak pernah mengunjungi ibu nya. Huhuhu, bahkan baru sekarang dia membawakan menantu untuk ku. Aku sangat menyedihkan!" Ucap Anya di pelukan Pinkan dan berpura pura menangis
__ADS_1
Pinkan yang melihat itu hanya bisa tersenyum kaku karena tak tau harus berbuat apa
Hai teman teman. Dukung terus karya aku ya. Jangan lupa untuk tinggalkan like dan vote ya agar author lebih semangat untuk segera UP kembali. Terimakasih