Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Orang Suruhan Amrita


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitaran 20 menit, Mereka sampai di kampus yang dituju. Universitas great Oxford adalah salah satu universitas terbesar di kota S.


Pinkan adalah salah satu mahasiswa yang pintar disana. Dia kuliah disana karena mendapatkan beasiswa. Dan untuk keperluan lain seperti membeli buku atau yang lain nya dia akan bekerja dengan Amrita agar bisa mendapatkan uang jajan. Amrita tidak pernah membiarkan Pinkan bekerja paruh waktu diluar karena takut ketahuan oleh suami nya.


Setiap bulan Pinkan selalu dikirimi uang saku oleh ayah nya sebanyak 400 juta perbulan, tapi ayah nya tidak mengirim nya ke rekening Pinkan sendiri, melainkan ke rekening Amrita.


Ayah Pinkan yang jarang berada dirumah tidak pernah tau apa yang terjadi pada anak perempuan nya itu. Dia juga selalu mempercayai hasutan Amrita yang mengatakan Pinkan sering memboroskan uang, makanya ayah nya selalu mengirimkan uang nya pada Amrita, yang ia percayai bisa menjaga Pinkan dengan baik.


Padahal Amrita tidak pernah memberikan sepeser pun uang kepada Pinkan. Pinkan harus bekerja dulu seperti pembantu baru akan diberi uang saku sebesar 400 ribu.


Dan di kampus pun Pinkan dikenal sebagai orang miskin, Karena ibu tiri nya selalu menasehati Pinkan untuk menyembunyikan status nya sebagai Pinkan cleotra yang kaya raya, tapi tidak sekaya Rifqan.


Pinkan yang percaya bahwa itu nasehat pun selalu mengikuti nasehat Amrita dan menyembunyikan kekayaan nya, dan jadilah ia Pinkan cleotra si miskin di mata orang orang.


"Ayo turun, kita sudah sampai." ajak Rifqan, tapi Pinkan masih duduk dengan tegak di kursi nya


"Kenapa kamu masih duduk disitu? Apakah kamu tidak mau kuliah?" tanya Rifqan lagi karena melihat Pinkan masih duduk dan memperhatikan nya dengan diam


"Kamu mau mengantar ku masuk ke dalam tuan?" tanya Pinkan dengan pelan


"Iya" Jawab Rifqan singkat.


Matilah aku jika dia mengantar ku, Aku akan dibunuh oleh tatapan gadis gadis di kampus ku. Ahhh membayangkan nya saja sudah sangat mengerikan , batin Pinkan yang meronta-rontaa


"Tuan, Jika kamu masih ingin melindungi tokoh kunci seperti diriku ini lebih baik kamu mengantar ku hanya sampai disini saja." ucap Pinkan agak sedikit pelan tapi masih bisa di dengar oleh Rifqan


"Kenapa? Apa karena ada pria yang kamu sukai jadi aku tidak boleh ikut kedalam?"


"Bukan begitu, Aku bisa dibunuh oleh wanita sekampus ku kalau mereka melihat kamu mengantar ku sampai ke dalam." jawab Pinkan yang sudah mulai berani


"Tapi kan aku... " jawab Rifqan yang terputus karena langsung di potong oleh Pinkan. Pinkan meletakkan jari telunjuk nya di bibir Rifqan


"Sudahlah tuan, aku bisa terlambat jika kita disini berdebat terus. Aku pergi dulu, bye!" Pinkan langsung lari meninggalkan mobil Rifqan

__ADS_1


Awas saja jika ada pria lain yang berani mendekatimu, Ancam nya dalam hati.


Saat sudah memasuki area kampus, Pinkan langsung masuk ke ruang dekan dan meyerahkan form magang nya. Saat dekan itu melihat stempel yang mengecap form magang Pinkan pun ia terkejut. Dan wakil dekan pun angkat bicara


"Pak ini pasti palsu, ada yang melapor pada saya bahwa selama ini dia tidak pernah bekerja magang."


"Maaf pak, tetapi anda kan juga sudah lihat sendiri itu sudah di stempel oleh Faruq Company, apakah bapak meragukan perusahaan Faruq company?" sela Pinkan dengan selidik


"Saya tidak meragukan Faruq company, tapi saya meragukan kamu! Ada yang melapor pada saya bahwa kamu selama ini tidak pernah bekerja magang, tidak mungkin salah kan. Orang yang melapor itu pun tidak punya masalah sama kamu jadi mana mungkin dia melapor yang tidak tidak."


"Memang nya siapa yang melapor kan pada bapak? Memang nya kalau saya tidak bekerja magang di grup Faruq company, saya bisa mendapatkan stempel nya begitu saja? Seperti nya bapak main nya kurang jauh dan pulang kurang malam ya." cela Pinkan lagi dengan tajam.


Seperti nya dia yang di suap oleh Amrita, dia mati matian menuduh ku di depan dekan agar nama ku jelek, batin Pinkan dengan yakin


"Jaga bicara kamu pin.... " saat bapak itu mau melanjutkan perkataan nya dekan nya pun langsung menengahi


"Sudah sudah, untuk apa kalian saling ribut seperti itu?" ucap dekan nya sambil memijit pelipisnya yang terasa agak pusing karena mendengar perdebatan itu


"Iya pak, saya permisi." ucap Pinkan dan langsung keluar dari ruangan dekan


Hari itu, cuaca tidak mendukung Pinkan, cuaca nya sangat terik pedih membakar kulit.


Cuaca nya sangat panas, jika lari keliling lapangan aku takut luka ku akan terbuka lagi jika tidak lari aku akan di anggap lemah oleh Amrita.


Pinkan pun mulai berlari mengelilingi lapangan,


Saat baru selesai mengelilingi lapangan satu putaran datang lah tiga serangkai yang sangat dibenci Pinkan


" CK CK, kesalahan apa lagi yang dilakukan jalang ini hingga harus mengelilingi lapangan dengan cuaca yang sangat panas." ucap Erika sambil menghalau kan sinar matahari dengan tangan nya


"Kasihan sekali, hahaha!" Tawa Dinda teman Erika yang satu nya. Sedangkan Silvi hanya mengipas kan Erika.


Tanpa mempedulikan tiga sekawan itu Pinkan melanjutkan lari nya. Panas sekali dan kaki ku sudah sangat sakit. Jika aku terus berlari mungkin bisa sampai tiga putaran, batin Pinkan sambil memegang kaki nya yang mulai terasa sangat sakit dan perih

__ADS_1


Saat dia sudah selesai mengelilingi lapangan tiga putaran. Tiba tiba tubuh nya jatuh terhuyung ke belakang


"Pinkan!" Teriak Kiara yang melihat Pinkan pingsan dan langsung meminta bantuan pada beberapa orang yang lewat untuk membopong Pinkan ke UKS


Sampai nya di UKS Pinkan langsung ditangani oleh salah satu dokter wanita yang kebetulan saat itu sedang berada di UKS. Di UKS itu terdapat dokter yang melayani langsung mahasiswa yang mengalami cidera seperti Pinkan


Setelah luka Pinkan selesai dijahit, tak lama setelah itu Pinkan pun siuman


"Kamu kenapa Pin kok bisa disuruh lari keliling lapangan sih sama dekan?" tanya Kiara yang belum tahu permasalahan nya. Karena sebenarnya dia tadi hanya mencari Pinkan, karena merasa aneh dari pagi belum bertemu dengan Pinkan


Saat bertanya tanya pada teman teman nya yang lain, teman nya mengatakan kalau Pinkan sedang disuruh mengelilingi lapangan oleh dekan. Saat dia mau nyamperin Pinkan, ehh Pinkan nya malah pingsan. Dia panik dong...


"Nanti aja aku cerita nya ya, sekarang kamu bisa tolongin aku pesanin taxi online buat aku gak? Aku capek ni mau istirahat."


"Yasudah gakpapa, lain kali aja cerita nya." ucap Kiara sambil memesan taxi online untuk Pinkan


"Nih, Lima menit lagi nyampek sini. Kebetulan ada di dekat sini habis nurunin penumpang. Ayo aku bantuin kamu jalan"


Mereka pun berjalan menuju gerbang kampus untuk menunggu taxi online. Setelah taxi nya sampai, Pinkan langsung masuk kedalam taxi dan melaju pulang


DI APARTEMEN ..


"Loh kok non Pinkan sudah pulang? Dan kenapa kaki nya di perban?" Tanya bi Leta yang khawatir akan keadaan Pinkan


"Tidak apa kok bi, Bi bisakah tolong bantu saya menaiki tangga, soalnya saya gak kuat." ucap Pinkan mengeluh sambil sedikit tertawa kecil


"Bisa kok non, Apakah tuan muda sudah tau nona terluka?"


"Mungkin belum tahu, biarkan saja bi jangan diberitahu ya. Nanti dia pasti khawatir, dia kan sedang sibuk jadi aku tidak mau menganggu pekerjaan nya." Ucap Pinkan yang sudah berbaring di atas ranjang


"Baiklah non saya permisi." pamit bi Leta


Lalu Pinkan pun terlelap karena kelelahan. Mungkin dia kelelahan karena berlari atau mungkin kelelahan karena terlalu banyak memikirkan ayah nya

__ADS_1


__ADS_2