Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Foto Siapa


__ADS_3

Kiara menginjakkan kaki nya dengan lunglai ke dalam sebuah restoran yang lumayan mewah, dia melihat ke sekeliling restoran itu dan menurut nya tempat itu cukup bisa untuk membuat orang nyaman


Ibu Kiara sudah lebih dulu masuk dan duduk di meja yang lain, dia datang untuk mengawasi anak nya agar tidak melarikan diri seperti sebelum nya


Kiara melihat sekeliling berusaha mencari seorang pria yang akan dia temui. Kiara sudah melihat foto pria itu tadi pagi, ibu nya menunjukan nya di dalam mobil saat perjalanan menuju kesini


"Ah, itu dia." Kiara menemukan orang yang di cari nya dan langsung mendudukkan tubuh nya di kursi tepat di depan pria yang akan menjadi teman kencan buta nya


"Perkenalkan, saya David." pria itu mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Kiara sebagai tanda awal pertemuan


"Kia." Kiara tidak menjabat tangan pria di depan nya itu, dia hanya menyebutkan nama singkat nya dengan cuek


Kiara menilai pria yang berada di depan nya itu, tinggi, gendut dan lumayan tampan. Lalu Kiara hanya melihat ke sekeliling dengan malas


Sedangkan pria itu melihat ke arah Kiara dengan tatapan memburu, David merasa sangat tertarik dengan wanita yang kini berada di hadapan nya


Tanpa mereka sadari, ada seorang pria yang dari tadi mengawasi pergerakan mereka. Pria itu baru saja selesai meeting dengan clien nya, namun dia tidak langsung pulang dan memutuskan untuk duduk bersantai terlebih dahulu


Ternyata, setelah dia duduk disitu selama sepuluh menit, dia mendapat sebuah kejutan yang tidak terkira. Dia sudah mengawasi Kiara sedari Kiara masuk tadi, namun Patra tidak mengenali nyonya Admaja


"Boleh kah aku meminta nomor ponsel mu?" tanya David yang ingin lebih dekat dengan Kiara


"Maaf tuan David, tapi aku tidak memberikan nomor ponsel ku ke sembarang orang." jawab Kia dingin


"Oh ayolah nona kia, aku kan bukan sembarang orang, aku akan menjadi suami mu di masa depan nanti." ucap David dengan kepercayaan diri penuh


Kiara hanya diam, dia tidak berniat menjawab perkataan yang menurut nya sangat menjijikan itu. Dia hanya ingin muntah dalam hati nya saat mendengar kata suami masa depan


Meminta nomor ponsel nya? Bahkan aku saja mendapatkan nomor ponsel nya dari nona Pinkan. Dan apa tadi, suami masa depan? Dia ingin mati? batin Patra. Kaki nya sudah sangat gatal, rasanya dia ingin sekali menggerebek pasangan yang sedang kencan buta itu


Suami masa depan? Siapa yang ingin menikah dengan orang seperti mu, batin Kiara yang sudah merasa sangat mual


"Apa lagi yang kurang dari ku? Aku merasa kita sangat cocok." ucap David sambil merentangkan tangan nya seolah menunjukkan bahwa diri nya sangat sempurna


"Tapi..." ucapan Kiara terpotong karena ada seseorang yang membantu nya bicara


"Tapi aku tidak merasa kalau kalian terlihat cocok." sanggah Patra yang tiba tiba muncul


"Tuan Patra?" Kiara memanggil Patra dengan suara pelan. Bibir nya hampir kelu dan tidak bisa berucap


"Siapa kau? Kenapa kau ikut campur dalam urusan kami." tanya David dengan nada tak suka nya

__ADS_1


"Aku calon suami nya." jelas Patra dengan suara nya yang lantang


"Calon suami? Kau bodoh ya? Jika dia mempunyai calon suami, tidak mungkin dia ikut kencan buta seperti ini." ejek David yang merasa tidak terima


"Sayang, kita hanya bertengkar kecil tapi kamu sudah mencari pengganti ku? Dan apa ini? Kenapa dia jelek sekali, tidak sebanding dengan ku." Patra berbicara dengan nada nya yang sangat manja


"Calon suami?" Ibu Kiara syok mendengar kalimat yang di tuturkan oleh Patra barusan


"Ya benar, dia adalah calon suami ku. Maaf tuan David, aku hanya mencari hiburan saja degan mengikuti kencan buta yang terkesan bodoh seperti ini. Perkenalkan lah calon suami ku ini, Patra Novusul." ucap Kiara dengan penuh percaya diri


Patra yang mendengar pengakuan itu sangat senang, dia terasa terbang di atas angin dan seperti masuk ke dalam surga. Akhir nya, pengakuan di depan umum seperti ini terjadi juga


"Patra Novusul? Maaf tuan, saya sebelum nya tidak mengenali anda dan calon nyonya Novusul. Saya permisi dulu." David langsung lari kocar-kacir


Siapa yang tidak kenal dengan keluarga Novusul? Keluarga terbesar kedua di negara S setelah keluarga Faruq, dan kedua keluarga itu berhubungan sangat dekat


Dan orang pasti takut dengan keluarga mereka, apa lagi jika mengingat Xavier Novusul, si ahli racun yang misterius. Patra sebenarnya memiliki perusahaan nya sendiri, namun dia masih enggan untuk memimpin perusahaan nya sendiri dengan alasan belum siap dan ingin terus belajar dengan Rifqan sahabat nya


"Ini calon suami mu Kiara? Dasar anak nakal, jika ibu tahu kamu sudah punya calon suami pilihan mu sendiri, ibu tidak akan susah mencarikan mu calon suami." ibu Kiara menghampiri anak nya yang masih duduk bersebelahan dengan seorang pria yang mengaku sebagai calon suami nya


"Ibu? Dengar dulu penjelasan Kiara." Kiara berusaha menjelaskan situasi yang sebenar nya terjadi


"Sudah ibu pulang dulu, ibu akan berbicara pada ayah mu dan akan segera menentukan tanggal pernikahan kalian. Ibu tidak akan menganggu lagi." nyonya Admaja langsung pergi secepat kilat meninggalkan anak nya yang masih terasa canggung


"Bagaimana ini?" Kiara sudah menggigit bibir bawah nya, dia tidak menyangka bahwa akhir nya akan terjadi hal seperti ini


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


Di rumah, Pinkan sedang duduk di balkon kamar nya, dia masih memikirkan perencanaan untuk membuka cafe yang akan segera dia buka. Dia teringat akan suatu hal yang dulu pernah di simpan oleh ayah nya


"Aku ingat, dulu ayah pernah membeli rancangan desain interior sebuah cafe dari arsitek terkenal. Karena ayah ingin membangun sebuah cafe sesuai dengan keinginan ibu. Tapi karena Amrita melarang nya, ayah hanya menurut dan membatalkan semua rencana nya." gumam Pinkan


"Tapi dimana ya ayah menyimpan nya? Aku harus mendekorasi cafe ku nanti sesuai dengan yang ibu inginkan." Pinkan tampak berpikir


Setelah mengingat-ingat, Pinkan akan mencoba mencari nya di dalam gudang, dia berjalan menuju gudang namun pintu nya terkunci. Dia memanggil bi Yem untuk membukakan pintu gudang itu


Setelah masuk ke dalam gudang, Pinkan mulai mencari barang yang dia maksud, bi Yem yang melihat majikan nya kesusahan mencari pun berniat ingin membantu, tapi di tolak oleh Pinkan karena dia tidak ingin orang lain tahu bahwa yang sedang dia cari adalah desain interior cafe yang dulu ayah nya rancang khusus untuk ibu nya


"Kamu kembali bekerja saja bi, nanti kunci nya akan aku kembali kan lagi padamu." ucap Pinkan


Bi Yem pun mengangguk dan pergi dari sana. Pinkan kembali mencari, dan akhir nya dia menemukan barang yang dia cari. Setelah mendapatkan itu, Pinkan kembali menyusun barang yang sudah berantakan akibat ulah nya agar tidak ada yang curiga, saat dia tengah mengangkat sebuah kotak, tiba tiba lapisan bawah kotak itu jebol dan isi nya berhamburan keluar

__ADS_1


Pinkan langsung meletakkan kotak itu di lantai dan membereskan isi nya untuk di masukan lagi ke dalam kotak, tapi kegiatan nya itu terhenti saat tangan nya tidak sengaja memegang sebuah buku yang di cover buku itu tertempel sebuah foto dua orang gadis muda yang sedang tertawa dan saling merangkul


"Ini kan Foto Amrita saat masih muda, aku tahu ini memang Amrita. Tapi siapa gadis yang dia rangkul ini, kenapa wajah nya di coret seperti ini?" Kening Pinkan berkerut tatkala memperhatikan foto yang dia temukan itu


Buku itu berbentuk seperti buku diary, buku nya terlihat sudah sedikit kusam. Buku itu masih utuh dengan gembok nya yang berukuran kecil.


Di atas cover buku itu, terdapat satu buah foto yang memperlihatkan dua orang gadis muda yang tertawa riang dan terlihat sangat akrab dengan saling merangkul di sebuah desa yang asri


Pinkan mengenal satu orang yang berada di dalam foto itu, tapi dia tidak dapat mengenali satu orang nya lagi karena wajah gadis yang berdiri di samping Amrita wajah nya sudah di coret bentuk silang dengan tinta berwarna merah


Pinkan langsung menyembunyikan buku dan desain interior yang dia cari ke dalam baju nya, dia yakin pasti ada rahasia besar yang tersembunyi dalam buku itu, maka nya Pinkan memutuskan untuk membawa itu bersama nya


Saat dia sudah keluar dari gudang dan telah menyerahkan kunci gudang pada bi Yem lagi, dia berpapasan dengan Amrita yang sedang turun hendak pergi


DEG!!


Jantung Pinkan berdetak cepat seperti maling yang takut ketahuan, dia berusaha untuk berhati hati sekali saat berhadapan dengan Amrita saat ini, dia berusaha melewati Amrita tapi Amrita malah mencegah nya


"Dari mana kamu?" tanya Amrita penuh selidik


"Bukan urusan mu!" Pinkan menjawab dengan ketus


"Aku akan pergi sebentar, kau jaga rumah dan jangan pergi kemana pun." ucap Amrita


"Pergi saja, jika tidak kembali lagi akan lebih bagus. Dan aku pasti akan menjaga rumah ku, terutama dari orang yang akan merebut nya padahal ini bukan lah milik nya." sindir Pinkan


Amrita yang merasa kesal karena mendengar sindiran Pinkan pun langsung berlalu melewati Pinkan beegitu saja. Pinkan menghela nafas karena sudah merasa aman dari ancaman nenek sihir


Pinkan langsung berlari masuk ke kamar nya dan mengunci pintu nya rapat-rapat. Kemudian dia mengambil foto itu dan melepaskan nya dari cover buku itu


Pinkan memandangi foto yang wajah nya sudah di coret itu, entah mengapa hati nya terasa sedih dan air mata nya jatuh mengenai tanda silang tersebut


...Hai readers......


...Dukung terus karya author ya.....


...Jangan lupa tinggalkan like, vote, dan berikan komentar nya ya...


...Berikan rate 5 nya dan langsung saja tambahkan ke daftar favorit kamu ya...


...Terimakasih 😊...

__ADS_1


__ADS_2