Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Menagih Janji


__ADS_3

Disaat yang bersamaan, Pinkan melihat Amrita sedang memperhatikan nya dengan tatapan benci. Pinkan yang melihat itu pun langsung memunculkan senyum smirk nya.


Aku tahu apa yang ada di pikiranmu Amrita, makanya kau menatap ku seperti itu!, batin Pinkan masih dengan senyum smirk nya


Amrita pun mendekati suaminya untuk menunjukkan keberadaan Pinkan disana.


"Lihatlah anak mu, sedang bersama tuan muda Rifqan. Malah tidak melihat kita sama sekali." Ucap nya untuk menghasut ayah Pinkan yaitu Raka Cleotra


"Mungkin dia tidak melihat kita! Jangan selalu berprasangka buruk terhadap nya Rita!" Ucap Raka memarahi istri nya dengan sedikit berbisik


Memang ayah dan anak sama saja. Sama sama menyebalkan. batin Amrita melihat Raka dengan tatapan sinis


"Kau lihat saja nanti, anak mu itu hanya di permainkan oleh tuan muda Rifqan!" Ucap nya mencoba mempengaruhi Raka


"Mana mungkin tuan muda Rifqan jatuh cinta padanya, tidak selevel dengan nya!" Ucap amrita meyakinkan tuduhan nya


Raka yang mendengar itu hanya diam saja. Dan mulai membenarkan perkataan istri nya itu.


Dia pun mendekati putri nya yang sedang berdiri sendiri sambil memegangi segelas minuman tanpa alkohol


"Pinkan!" Panggil ayah nya.


"Ayah!" Jawab pinkan dengan senang dan langsung menghamburkan diri kedalam pelukan ayah nya karena rasa kerinduan nya


Pinkan mengetahui ayah nya juga hadir di acara ini. Tapi dia dengan sengaja tidak mendatangi ayah nya karena ingin mengikuti permainan Amrita. Dia ingin ayah nya mendatangi nya dan mengatakan apa yang di bicarakan Amrita untuk menuduh nya lagi.


"Pinkan kemana saja kamu selama ini nak? Kenapa kamu tidak pulang? kenapa kamu tidak pernah menghubungi ayah?" Rentetan pertanyaan itu di ajukan kepada Pinkan. Pinkan tersenyum mendapati pertanyaan itu dari ayah nya, berarti ayah nya masih sangat mengkhawatir kan nya dan tidak percaya dengan tuduhan Amrita


"Ayah... Aku baik baik saja yah, Aku tinggal bersama teman ku. dan bagaimana kabar ayah? apakah ayah baik baik saja?" tanya Pinkan yang juga merasa khawatir atas kondisi ayah nya yang diberikan racun oleh Amrita


"Ayah baik baik saja nak." Jawaban itu yang selalu ingin di dengar ayah nya, dia tidak ingin kenangan nya di kehidupan lalu terjadi lagi pada ayah nya di kehidupan nya sekarang.


Namun wajah pucat dan lesu ayah nya tidak dapat di sembunyikan oleh siapa pun. Pinkan dapat melihat itu dengan jelas


Dulu ayah terlihat sangat sehat, tetapi kenapa sekarang ayah terlihat sangat kurus dan pucat seperti ini. Kelihatan nya aku harus meminta bantuan pada Rifqan untuk mencari kan ahli racun itu. batin Pinkan


"Jadi kapan kamu akan pulang nak? Ayah sangat merindukanmu. Pulang lah nak," bujuk ayah nya


"Baiklah, besok Pinkan akan pulang untuk menemani ayah." Ucap Pinkan dengan tersenyum tulus


"Baiklah yah, aku harus kembali kesana. Aku takut tuan muda Rifqan mencari ku." Ujar nya pada sang ayah dengan lembut


"Baiklah nak, Jangan lupa ayah menunggu mu dirumah." Ucap ayah nya lalu pergi meninggalkan Pinkan yang masih berdiri mematung menatap punggung ayah nya yang perlahan mulai menjauh dari pandangan nya


Saat sudah kembali menyusul Rifqan, Pinkan langsung duduk di sisi sebelah kanan Rifqan


"Darimana saja kamu?" Tanya Rifqan penuh selidik


"Maaf, tadi aku habis menemui ayahku." Ucap nya sambil menyeruput minuman nya


Sebenarnya Rifqan tahu bahwa Pinkan tadi menemui ayah nya. Tapi ia tetap mau menanyakan nya untuk melihat kejujuran Pinkan


"Rifqan, ayo pulang. Ini sudah larut dan aku sudah mengantuk." Ucap pinkan dan langsung menguap lebar


"Ayo!" Ucap Rifqan.


Setelah berpamitan dengan beberapa mitra bisnis nya. Rifqan pun langsung memutuskan untuk pulang


Saat didalam mobil mereka pun sama sama diam, seakan sibuk dengan pikiran nya masing masing. Disertai dengan suara musik pop yang membuat jalanan semakin nyaman


Apakah aku harus mengatakan nya sekarang. Seperti nya suasana hati nya sedang baik sekarang. batin Pinkan yang masih sedikit takut untuk mengutarakan permintaan nya.

__ADS_1


Rifqan yang sedang mengikuti alunan lagu pop yang dia hidupkan di dashboard mobil nya seketika terdiam saat Pinkan mematikan musik nya.


"Maaf aku lancang, tapi aku ingin berbicara serius dengan mu!" Ucap Pinkan dengan membulatkan keberanian nya


"Katakan lah!" Ucap Rifqan tanpa melihat orang yang sedang berbicara dengan nya


"Apakah yang anda janjikan bahwa akan mengabulkan semua permintaan ku itu masih berlaku?" tanya Pinkan lagi


"Tentu saja masih, katakan saja permintaan mu!"


"Aku mencurigai ayah ku diberi racun oleh Amrita. Racun ini tidak berbau dan tidak berasa. Bahkan efek racun ini hanya nampak saat pemberian terakhir nya, dan efek nya adalah kematian." Ucap Pinkan dengan cemas


"Yang bisa meneliti jenis racun ini hanya satu orang. dia adalah ahli racun yang sangat hebat, Xavier Novusul. Tapi keberadaan nya saja tidak ada yang mengetahui nya. Bagaimana cara aku membuktikan pada ayah tentang kebenaran itu dan menyembuhkan ayah ku?" tanya nya menunduk lagi


"Jadi, apakah kamu bisa menemukan ahli racun itu untuk ku?" tanya nya dengan menatap mata Rifqan dengan penuh harap


"Baiklah, aku akan membawakan si Xavier itu kehadapan mu." Jawab Rifqan kemudian


Kenapa seperti nya permintaanku ini sangat mudah bagi nya? Setahuku tidak ada orang yang bisa menemukan Xavier dengan mudah walaupun orang hebat dan terkenal sekali pun, batin Pinkan sambil menatap Rifqan penuh selidik


Setelah tiba dirumah, Pinkan tidak bisa tidur karena sibuk memikirkan kesehatan ayah nya yang sepertinya semakin memburuk


Semoga Rifqan cepat bisa membawa tuan Xavier bertemu dengan ku agar aku bisa secepatnya mengobati ayah, harap nya pada Rifqan


Tidak lama setelah dia berkhayal, Pinkan pun masuk ke alam mimpi indah nya.


Hari ini adalah hari pekan, dimana waktu nya untuk orang bermalas-malasan. Tapi tidak dengan Rifqan


Dia sedari tadi sibuk menelepon Pinkan Namun tidak ada jawaban sama sekali.


"Dia pasti masih tidur dengan nyenyak dan sedang memimpikan aku." Ucap Rifqan pada diri sendiri dengan sedikit tersenyum


Rifqan pun melanjutkan lari pagi nya sendiri. Saat matahari sudah mulai naik, Rifqan langsung pulang untuk mandi. Dia membersihkan diri nya dan mengambil kunci mobil nya di atas nakas, Lalu melaju ke apartemen yang ditinggali Pinkan.


"Sudah tuan, setelah sarapan tadi langsung masuk ke kamar nya lagi tuan." ucap bi Leta


Rifqan langsung naik ke atas, dan mengetuk pintu kamar Pinkan berkali kali tapi tidak ada jawaban


Rifqan pun memutuskan masuk untuk mengecek keadaan Pinkan karena takut ada sesuatu yang buruk terjadi. Saat Rifqan masuk ternyata Pinkan sudah kembali tertidur pulas


"Pinkan..Ayo bangun" ucap Rifqan sambil menepuk nepuk pipi Pinkan dengan lembut


"Hem." Jawab Pinkan di sela tidur nya itu.


"Bangunlah, hari sudah siang kenapa kamu masih tidur?" Ucap Rifqan masih menggoyangkan pipi Pinkan


"Inikan hari Minggu, Aku ingin tidur sedikit lebih lama. Tolong jangan ganggu aku!" Ucap Pinkan yang masih setia menutup mata nya


"Ayo kita jalan jalan. Aku ingin pergi jalan jalan dengan mu!" Ucap Rifqan lagi yang sudah mulai kesal


Pinkan pun bangun dari tidur nya dan duduk di atas ranjang nya.


"Kamu pergilah sendiri, aku sangat mengantuk. Aku tidak tidur semalaman." Jawab Pinkan dengan suara serak khas orang bangun tidur


"Pergilah mandi sekarang, atau aku akan memandikan mu." Ancam nya pada Pinkan


Pinkan yang mendengar ancaman Rifqan pun langsung membuka mata nya dan berlari menuju kamar mandi. Setalah masuk dua menit, Pinkan pun membuka pintu nya lagi dan berkata


"Tunggulah di bawah, jangan coba coba untuk mengintip!" Ancam nya dengan menggerakkan jari telunjuk nya ke arah leher seperti tanda membunuh.


Rifqan yang melihat itu pun tertawa.

__ADS_1


Rasanya aku tidak sabar ingin menikahi mu, melihat tingkah konyol mu setiap hari. Aku harus cepat membawa nya menemui ibu agar kami bisa segera menikah. Pikir Rifqan licik


Setelah Pinkan selesai mandi, dia langsung turun dengan memakai dress warna navy selutut. Dan membiarkan rambut nya tergerai


"Kita akan kemana hari ini?" Tanya nya dengan cemberut


"Kenapa wajah mu seperti itu!" tanya Rifqan yang tak suka melihat wajah terpaksa Pinkan


"Jelas aku terpaksa, hari ini kan hari Minggu. Dan waktu nya aku untuk bersantai santai. Kamu malah mengajak ku jalan jalan!" Ucap Pinkan cemberut


Meski dengan terpaksa Pinkan akhirnya menuruti keinginan Rifqan untuk pergi menemani nya jalan jalan


Saat melihat ke arah luar jendela tidak sengaja Pinkan melihat orang yang sedang menjual harum manis


"Berhenti! Tunggu sebentar disini!" Ucap Pinkan dan dia langsung keluar tiba tiba


Rifqan hanya memperhatikan apa yang akan di lakukan oleh gadis nya itu. Ternyata Pinkan membeli harum manis dengan rasa Rainbow.


Rifqan tersenyum melihat Pinkan yang dengan girang nya masuk kedalam mobil sambil memakan harum manis yang ia beli di pinggir jalan


"Kau ini seperti anak kecil saja!" Ejek Rifqan, tetapi Pinkan tak mengindahkan nya dan dengan santai nya memakan harum manis milik nya


"Berhenti di depan, Aku haus mau membeli minuman. Kamu mau minuman?" tanya nya pada Rifqan


Saat Rifqan memberhentikan mobil nya. Lagi lagi Pinkan meminta berhenti di jajanan kaki lima.


"Kita beli minuman di cafe depan saja, jagan disini." Ajak Rifqan


"Kenapa? kamu tak suka?" Tanya Pinkan


"Tak apa, Jika kamu suka maka belilah." Ucap Rifqan


Tidak menunggu lama pun Pinkan langsung turun dari mobil nya dan membeli beberapa minuman untuk nya


Setelah mendapat kan apa yang ia mau, ia kembali kedalam mobil.


"Rifqan aku mau duduk di taman saja ya " Ucap Pinkan sambil menyedot minuman milik nya


"Aku akan membawa mu ke suatu tempat!"


"Kemana!" Tanya Pinkan yang mengalihkan pandangan nya ke arah Rifqan


"Lihat saja nanti, kamu pasti suka." Ucap Rifqan yang membuat Pinkan sangat penasaran


Apa dia membawaku kerumah ibu nya ya, Aduhhh aku kan belum siap. Bagaimana ini, apakah aku harus menolak nya ya. Tapi aku sudah berjanji padanya untuk menjadi pacar palsu nya. Ucap Pinkan dalam hati nya


Saat Pinkan masih sibuk dengan pikiran nya. Rifqan memberhentikan mobil nya di depan sebuah taman bermain yang cukup luas


"Wahh, Indah sekali." Kata itu lolos dari bibir Pinkan yang takjub dengan wahana permainan yang bermacam macam jenis nya


Tanpa sengaja Pinkan reflek memeluk Rifqan yang sedang memperhatikan nya.


Rifqan tersenyum saat Pinkan memeluk nya untuk yang pertama kali karena kebahagiaan yang dia berikan


"Terimakasih!" Ucap Pinkan yang masih memeluk Rifqan


Saat tersadar, Pinkan langsung melepaskan pelukan nya dan tersenyum kaku


"Maaf." Ucap nya karena merasa tidak enak


"Yasudah ayo kita turun." Ajak Rifqan

__ADS_1


Saat mereka sudah turun, Rifqan langsung menggenggam tangan Pinkan dan menarik nya untuk masuk ke dalam


__ADS_2