Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Mr. Spy


__ADS_3

Dharma dan Amrita sama-sama terkejut mendengar ucapan Pinkan


"Pinkan, kamu tidak boleh berbicara seperti itu padanya." ucap Raka berusaha menasehati anaknya


Pinkan hanya diam dan langsung duduk di sebelah ayahnya. Sekalipun dia tidak menatap ke arah Dharma


"Duduklah." ucap Amrita sambil tersenyum ramah layaknya tuan rumah


"Kamu sekarang sedang kuliah?" tanya Raka memulai pembicaraan


"Ya, tuan. Sekarang saya sedang kuliah satu fakultas bersama Pinkan juga." jawab Dharma penuh kesopan santunan


"Apa rencana kamu setelah lulus?" tanya Raka lagi


"Saya akan mencari pekerjaan dan berusaha membahagiakan orang yang bersama saya, tuan." jawab Dharma berusaha untuk meyakinkan Raka


"Kalau boleh tahu, kamu dari keluarga mana?" tanya Raka lagi


"Sebenarnya, saya adalah anak angkat dari keluarga yang sekarang saya tinggali. Tapi, saya yakin, jika saya bekerja keras, pasti saya dapat sukses kedepannya." seru Dharma dengan tekad bulatnya


"Hem, ya ya. Kamu sangat optimis sekali, ya? Itu sangat bagus." Raka tersenyum ke arah Dharma


Sedangkan Pinkan, entah apa yang dipikirkannya sekarang. Dia menatap laki-laki yang sangat dibencinya itu, seakan ingin menelannya hidup-hidup


Lihatlah Pinkan! Ayahmu sekarang juga sudah menyukaiku. Aku juga semakin dekat dengan tujuanku. Pinkan, aku akan mempermainkan mu dengan sangat baik dan hati-hati, batin Dharma dan menyeringai


Setelah percakapan yang panjang dan seperti tong kosong itu. Akhirnya, Dharma memutuskan untuk pulang


Setelah Dharma pulang. Pinkan kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian karena dia sangat risih saat menggunakan baju kurang bahan begitu. Kemudian, dia juga pergi menemui seseorang yang sudah membuat janji dengannya. Mereka sepakat untuk bertemu di ruang VIP disebuah cafe


"Anda sudah menunggu lama, Mr. Spy?" tanya Pinkan yang sedang mendudukkan tubuhnya di sofa empuk berwarna putih


"Belum. Menunggu adalah hal biasa saat bertemu klien, nona Pinkan." jawab Mr. Spy tanpa sungkan


"Hahaha. Sepertinya, anda memang sungguh detektif yang profesional sekali, ya? Padahal anda sedang kesal. Tetapi, raut wajah anda tidak berubah sedetikpun." ejek Pinkan


"Hahaha. Terima kasih atas pujian anda. Tapi, bisakah kita langsung masuk ke intinya saja?"


"Baiklah, aku ingin kau menyelidiki orang in," ucap Pinkan sambil menunjukkan foto seorang pria


Mr. Spy mengambil foto yang diberikan Pinkan. Dia melihatnya dengan seksama namun tetap diam menunggu Pinkan untuk melanjutkan perkataannya

__ADS_1


"Aku juga ingin, anda mengikutinya kemanapun. Mencari bukti setiap kejahatan yang dia lakukan, sekecil apapun itu, aku ingin anda mendapatkan semua buktinya." ucap Pinkan lalu menyeruput Espreso miliknya


"Lalu, apakah masih ada tugas tambahan?" tanya Mr. Spy


"Ya. Dan, anda masih harus mencari bukti laki-laki itu berselingkuh dengan wanita ini. Jika, bukti mereka sedang melakukan hal intim, seperti bergelut di ranjang misalnya, itu sepertinya jauh lebih baik." ucap Pinkan dengan santai dan tersenyum. Dia kembali menyerahkan foto seorang wanita


"Baik, aku akan membuatmu puas dengan informasiku." ucap laki-laki di depannya yang disebut sebagai Mr. Spy


"Ya. Aku menunggu itu. Anda bisa mengirimkan buktinya secara random kepadaku. Jika hasil pekerjaan anda bisa membuatku puas, aku akan menambahkan bonus dalam jumlah yang besar. Ini, uang muka untuk pekerjaan mu." Pinkan menyodorkan segepok uang yang terbungkus dalam map berwarna cokelat


Laki-laki itu tersenyum saat menerima uang dari Pinkan. Pinkan melihat jam yang melilit di lengannya


"Aku permisi." ucap Pinkan tersenyum dan beranjak pergi dari sana


Mr. Spy menatap kepergian Pinkan. Dia merasa Pinkan adalah seseorang yang berbahaya. Jadi, dia tidak berani untuk menyeleweng dari tugasnya kali ini


Mr. Spy adalah seorang detektif yang tidak banyak diketahui orang. Dia bisa menyamar menjadi apa saja untuk membantu klien nya mencari bukti tentang musuh kliennya. Memang harus membayar mahal untuk hasil kerja kerasnya. Tapi, kliennya dijamin akan puas dengan hasil jerih payahnya


Untuk meminta Mr. Spy bekerja sama dengan seseorang, membutuhkan waktu yang lama untuk mengantri kemudian barulah mendapatkan giliran, karena sebelum kliennya puas, dia tidak akan lepas tangan begitu saja.


Seperti Pinkan ini, sudah lama dia ingin meminta bantuan laki-laki detektif itu, tapi baru kali ini dia mendapatkan kesempatan


Pinkan sudah pulang ke rumah, jam sudah menunjukkan pukul lima sore, matahari pun nampak sudah malu-malu untuk menyinari bumi dan bersiap untuk bergantian dengan bulan


Dia mengenakan gaun berwarna hitam yang memang sangat kontras dengan warna kulitnya yang seputih salju. Bagian kerah baju itu berbentuk V-neck. Baju tanpa lengan itu juga mempunyai belahan yang sedikit tinggi, namun tetap menampakkan kaki putihnya yang jenjang, dan rambutnya di tata Half Updo Hairstyle


Pinkan keluar kamar, Verel yang kebetulan juga baru keluar kamar, melirik Pinkan, dan dia juga tidak berkedip. Entah kenapa dia juga terhipnotis dengan kecantikan kakaknya malam ini


"Kamu malam ini sangat cantik, kak!" puji Verel


"Jadi, biasanya aku jelek? Begitu?" ucap Pinkan pura-pura marah


"Biasanya cantik, tapi tidak secantik ini." jujur Verel


Pinkan hanya tersenyum saja. Dia ingin turun ke lantai bawah untuk menemui ayahnya dan Amrita. Namun, lengan nya di cekal oleh Verel


"Aku yakin, tuan Rifqan juga pasti sangat mengagumi kecantikan kakak malam ini." goda Verel, dan hal itu sukses membuat wajah Pinkan merona


Sepertinya, tebakanku benar, mereka memang sudah menjalin hubungan. Aku harus mengambil kesempatan dari ini, batin Verel sambil tersenyum-senyum tak jelas


"Kenapa kamu senyum-senyum seperti orang gila? Sedang ingat dengan Silvy?" ucap Pinkan menggoda balik adiknya

__ADS_1


"Huh! Tidak akan. Aku tidak akan memikirkan wanita ular seperti dia. Menjijikkan!" sahut Verel spontan


"Yang benar? Awas lo kamu, nanti jatuh cinta. Jarak antara benci dan cinta itu sangat tipis." goda Pinkan lagi


"Kakak ini! Awas saja, ya!"


"Pinkan, Verel, kalian sudah siap? Kalau sudah segeralah turun. Kita sudah harus segera berangkat sekarang. Jangan terlalu lama, nanti terlambat." teriak Raka di bawah yang sedari tadi mendengar percakapan kedua kakak adik itu, tapi tak kunjung menampakkan batang hidungnya


"Ya, ayah! Kami segera meluncur sekarang." jawab Verel balas teriak


Mereka mulai berangkat mengendarai mobil, Raka yang sedang menyetir berulang kali melihat ke belakang, tempat dimana Pinkan dan Verel berada


Sesekali Raka tersenyum melihat kedekatan kedua anaknya itu. Mereka kerap bercanda hingga Verel terkadang berteriak mengaduh kesakitan


*****


Sesampainya mereka di kediaman Admaja. Terlihat banyak mobil-mobil yang sudah terparkir rapi di sekitar halaman rumah mereka


Pinkan yang begitu melangkahkan kakinya masuk, berusaha mencari keberadaan pria idamannya. Namun, tidak pula menampakkan tanda-tandanya


Saat Pinkan sedang berbicara dengan keluarganya. Datang seorang pelayan membisikkan sesuatu ditelinga Pinkan. Pinkan tampak mengangguk mengiyakan dan berjalan mengikuti langkah pelayan itu untuk membawanya. Tapi, sebelum pergi, dia pamit kepada ayahnya terlebih dahulu


"Ayah, Kiara sedang menungguku. Boleh aku pergi sebentar?" ucap Pinkan sedikit berbisik


Raka hanya terlihat mengangguk, dia sendiri juga sedang sibuk berbicara dengan rekan bisnisnya yang kebetulan juga menerima kartu undangan


"Ini kamar nona Kiara, nona." ucap pelayan itu


"Tapi, ini bukanlah kamar milik Kiara." sangkal Pinkan


"Tapi, nona Kiara meminta saya untuk membawa anda kemari, nona. Saya permisi." ucap pelayan itu, menunduk hormat kemudian pergi


Pinkan membuka pintu kamar itu dengan was-was. Dia juga ragu, apakah benar Kiara yang meminta pelayan itu untuk membawanya ke kamar yang jelas-jelas bukan milik Kiara


"Lampunya kok mati? Sepertinya ada yang tidak beres, lebih baik aku tidak masuk." gumam Pinkan


Saat Pinkan ingin menarik pintu untuk menutup pintunya. Ada tangan dari dalam yang menariknya secara paksa untuk masuk. Pinkan yang terkejut tidak sempat melawan akhirnya tertarik dan akhirnya masuk ke dalam ruangan gelap itu


"Siapa, kamu? Kenapa kamu menarikku ke dalam sini?" tanya Pinkan


Jangan lupa untuk like, komentar, vote dan berikan hadiah ya teman-teman

__ADS_1


Terima kasih❤️


__ADS_2