Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Kembali lagi ke Rifqan dan Pinkan.


Mereka sedang di perjalanan untuk mengantarkan Pinkan pulang ke apartemen


"Rifqan, nanti aku akan pulang kerumah. Terima kasih karena sudah memberikan tempat tinggal untuk ku selama ini" Ucap Pinkan dengan tersenyum


"Baiklah. Jika kamu ingin kembali lagi ke apartemen, maka kembalilah." Ucap Rifqan yang sedikit melihat ke arah Pinkan


"Iya, Aku hanya ingin menemani ayah ku di masa tua nya. Dan ingin melindungi ayah ku dari perbuatan jahat Amrita." Ucap Pinkan dengan nanar


"Yasudah, jika butuh apa pun hubungi saja aku." Jawab Rifqan yang ingin selalu memberikan yang terbaik untuk Pinkan


"Sip, Aku akan selalu mengingat mu saat membutuhkan sesuatu. Kan hanya kamu yang mampu mengabulkan permintaan ku yang aneh aneh, hehe!" Jawab Pinkan dengan candaan nya


SORE HARI


Pinkan memang memutuskan untuk pulang, menurutnya saat inilah waktu yang sangat cocok untuk menyelidiki racun yang diberikan oleh Amrita tanpa membuat amrita curiga


"Aku harus bersikap senatural mungkin untuk menghindari kecurigaan Amrita! Jika dia mencurigai ku, dia pasti akan bersikap sangat hati hati nanti, dan aku akan lebih susah untuk menemukan bukti." Ucap Pinkan pada diri nya sendiri


Pinkan pun melihat jam di pergelangan tangan nya. Dia memutuskan untuk berkemas agar lebih cepat sampai dirumah karena ia sudah sangat rindu pada ayah nya


Setelah semua nya siap, Pinkan pun langsung turun dan membawa beberapa barang nya yang tadi sudah ia kemas


"Bi Leta, Aku pamit pulang ya." Ucap Pinkan pada wanita paruh baya yang sudah ia anggap ibu nya


"Nanti sering sering kemari ya nona, bibi sering kesepian disini." Jawab bi Leta dengan wajah sedih


"Tenang saja bi, aku pasti akan selalu merindukan mu." Ucap Pinkan dan memeluk wanita paruh baya itu hangat


Pinkan pun langsung naik ke mobil yang sudah disiapkan oleh Rifqan. Rifqan tidak bisa mengantar nya karena Rifqan ada meeting penting


Setelah sampai dirumah Pinkan menghirup nafas nya dalam dalam untuk menstabilkan perasaan nya yang kacau


"Jika bukan karena ayah, aku malas pulang kesini." Ucap Pinkan dan melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah


Saat ia baru masuk kedalam rumah, dia langsung mencari cari ayah nya


"Ayah! Pinkan pulang!" Teriakan nya menggema seisi rumah


Bukan ayah nya yang menjawab tapi adik nya lah yang keluar untuk menemui Pinkan


"Apa apaan sih kamu teriak teriak tidak jelas? Ayah belum pulang! Menganggu saja!" Ucap verel yang marah karena teriakan Pinkan

__ADS_1


" Haha," Pinkan tertawa kecil mendengar perkataan adik nya


"Terserah aku dong mau apa! Inikan rumah ku!" celetuk Pinkan dengan nada sombong nya. Lalu ia langsung naik ke lantai atas dan masuk kedalam kamar nya meninggal kan adik nya yang sudah sangat marah


Pinkan langsung merebahkan tubuh nya ke atas ranjang tidur nya dan menghembuskan nafas kasar


"Baru kembali saja sudah ada yang membuat ku kesal. Dasar menyebalkan!" ucap nya dengan geram. Pinkan pun ketiduran karena kelelahan


Saat sudah terlelap beberapa saat, Ada seseorang yang memanggil nama nya karena tahu Pinkan sudah berada dirumah


"Pinkan!" Panggil seseorang yang mencoba untuk membangunkan Pinkan


Pinkan pun membuka mata nya perlahan karena merasa ada seseorang yang menyentuh pipi nya dengan hangat


"Ayah!" Pinkan langsung bangun dan memeluk ayah nya.


"Ayah baru pulang?" Tanya Pinkan


"Iya nak, ayo turun kita makan malam bersama." Ajak ayah Pinkan


"Baik ayah, sebenar lagi aku aka turun," Jawab Pinkan


Setelah Pinkan bersiap siap, Pinkan langsung turun untuk makan malam bersama seperti permintaan ayah nya. Di kehidupan nya yang lalu, jika ayah nya sedang tidak berada dirumah, Pinkan tidak di izinkan untuk makan bersama ibu tiri nya dan adik nya di meja makan. Tapi jika ayah nya sudah pulang dari perjalanan bisnis, ibu nya akan sangat baik pada Pinkan.


Pinkan tidak memperdulikan yang dikatakan oleh adik nya itu, dia langsung duduk di depan verel duduk. Dia langsung mengambil makanan yang diinginkan


"Masih merasa dirinya ratu dirumah ini! cih, tidak tau diri." Ucap verel lagi menyindir Pinkan


"Saat di meja makan dilarang berbicara, Dasar tidak punya sopan santun!" Ledek Pinkan dengan tertawa pelan


"Kau!" Ucap verel dengan menunjuk wajah Pinkan dengan geram


"Sudah sudah! Jangan ada yang bicara lagi." Ucap ayah nya menengahi


Pinkan yang melihat itu hanya tersenyun smirk dengan tatapan sinis nya melihat verel


Tidak tahu diri! Lihat saja kedepan nya. Aku tidak akan membiarkan kalian seenak nya lagi padaku, batin Pinkan sambil menatap Verel dan Amrita bergantian


Setelah makan malam selesai, Pinkan langsung naik ke lantai atas dan masuk ke kamar nya


"Ayah, ibu aku langsung masuk ya. Mau tidur." Ucap Pinkan dengan senyum seramah mungkin


"Iya sayang tidur lah yang nyenyak ya!" Jawab Amrita yang masih berpura pura baik

__ADS_1


Raka hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Pinkan


Pinkan pun langsung masuk ke kemar nya dan merebahkan tubuh nya ke atas ranjang


"Dasar nenek sihir, Tidak lelah apa selalu berpura pura seperti itu?Aku yang melihat nya saja sudah sangat lelah!" Gerutu Pinkan


Saat Pinkan sedang memikirkan rencana nya, ponsel nya berdering. Dan panggilan itu berasal dari Rifqan. Dengan tersenyum Pinkan langsung mengangkat nya


"Halo Rifqan?" Ucap Pinkan


"Apa aku menganggu mu?" Tanya Rifqan yang juga tersenyum karena Pinkan mengangkat panggilan dari nya


"Tidak, aku hanya sedang bosan saja." Jawab Pinkan dengan salah tingkah


Kenapa setiap kali berbicara dengan nya, Aku rasanya senang sekali ya. Jantung ku juga seperti berdetak sangat cepat, batin Pinkan yang heran dengan diri nya sendiri


"Pinkan? Kamu masih mendengarkan aku?" Tanya Rifqan yang dari tadi tidak mendapat jawaban


"Ah iya, Kenapa?" Tanya Pinkan lagi yang tidak mendengar apa yang Rifqan katakan tadi karena sibuk dengan pikiran nya sendiri


"Aku tadi bilang, besok ibuku ingin bertemu dengan mu." Ucap Rifqan mengulangi perkataan nya tadi


"Apa?Besok? Kenapa cepat sekali?" Tanya nya yang terkejut


"Iya, Ibuku ingin segera bertemu dengan mu. Banyak orang yang sudah membicarakan kita sering bersama. Maka nya ibuku mengundang mu untuk bertemu dengan nya." Jawab Rifqan panjang lebar


"Hem begitu ya..?" Jawab Pinkan degan agak keberatan


"Kenapa? Apakah kau takut dan menyesali karena berpura pura menjadi pacar ku?" Tanya Rifqan dengan suara sedih. Padahal sih cuma pura pura saja


"Bukan begitu," Jawab Pinkan cepat tidak ingin Rifqan salah paham pada nya


"Hanya saja, Apakah ibu mu galak?" Tanya Pinkan.


Rifqan yang mendengar perkataan itu hanya tertawa kecil.


""Lihat saja besok, besok pagi aku akan menjemputmu." Ucap Rifqan


"Hem.. Iya." Jawab Pinkan yang agak lesu karena masih memikirkan ibu Rifqan. Banyak pertanyaan yang muncul di pikiran nya


"Sudahlah, memikirkan nya membuat ku pusing. Lebih baik aku tidur saja agar besok lebih terlihat fresh saat bertemu dengan ibu nya." Ucap nya pada diri sendiri dengan menguap


Pinkan pun langsung menidurkan diri nya cepat agar besok tidak telat bangun. Entah kenapa, bagi nya besok adalah hari yang sangat penting.

__ADS_1


__ADS_2