Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Kecemasan Rifqan


__ADS_3

Saat Pinkan sedang istirahat tiba tiba ponsel nya berdering. Dia membuka mata nya untuk melihat siapa yang menelfon nya, tertulis nama Rifqan disana dan Pinkan langsung mengangkat nya


"Hem halo tuan, ada apa?" ucap Pinkan dengan suara serak khas orang bangun tidur


Kenapa suara nya begitu, batin Rifqan


"Aku akan menjemput mu nanti." jawab Rifqan dari balik telepon memberitahu Pinkan


"Tidak usah tuan, aku sudah pulang. Sekarang aku sedang berada di apartemen mu."


"Bukan nya kamu bilang akan pulang jam 3, Kenapa sekarang sudah pulang?" tanya nya heran


"Luka ku terbuka lagi, jadi aku pulang dan beristirahat saja dirumah. Yasudah ya tuan aku masih sangat mengantuk." Pinkan langsung mematikan telpon nya tanpa menunggu jawaban Rifqan


Rifqan yang heran pun langsung menelpon bawahan nya untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi pada Pinkan di kampus nya


"Patra, selidiki apa yang terjadi pada Pinkan Cleotra hari ini selama di kampus nya, rinci kan padaku nanti jangan sampai ada yang terlewat." ucap nya tegas di balik telpon nya


"Baik bos, aku akan menyelidiki tentang kakak ipar." Jawab nya dengan senyuman mengejek dari balik telpon. Rifqan pun langsung mematikan telpon nya


Tidak butuh waktu lama bagi Patra untuk mengetahui apa yang di perintahkan bos nya. Dia langsung masuk ke ruangan bos nya dan memberitahukan semua yang terjadi pada Pinkan di kampus nya dengan rinci dan tidak ada yang terlewat. Saat mengetahui kebenaran nya rahang Rifqan pun mengeras karena menahan amarah


"Gantikan aku untuk meeting jam 2 nanti. Aku akan pulang sekarang." ucap Rifqan pada anak buah nya. Tanpa menunggu Patra menjawab ia langsung keluar dari ruangan nya


"Selalu saja seenak nya seperti itu, hufft." ucap Patra sambil melangkah keluar dari ruangan bos nya


Rifqan melajukan mobil nya ke arah Universitas Great Oxford. Dia mengemudi kan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Setelah dia sampai dia langsung masuk ke ruang dekan dan duduk di kursi tamu yang disediakan di ruangan tersebut.


"Tuan muda Rifqan! Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya dekan itu dengan gugup. Pasal nya Rifqan tidak pernah datang secara pribadi ke kampus ini, apalagi keruangan nya.


"Apakah anda meragukan stempel perusahaan Faruq Company, dekan yang terhormat?" tanya Rifqan dengan dingin sambil menunjukkan wajah datar nya.


"A... apa maksud tuan, saya tidak mengerti tuan." tanya nya memang belum mengerti dan dia lupa tentang kejadian Pinkan yang terjadi pagi tadi di ruangan nya.


"Saya akan menjelaskan kepada anda bapak dekan yang terhormat. Yang pertama, saya tidak pernah memberikan stempel perusahaan saya kepada sembarang orang! dan yang kedua Pinkan Cleotra itu adalah wanitaku! berani sesekali Anda menyentuh nya?" ucap Rifqan dengan raut wajah tak menyenangkan nya.

__ADS_1


Mendengar nama Pinkan Cleotra, dekan tersebut langsung teringat dengan kejadian dimana dia menyuruh Pinkan berlari mengelilingi lapangan sampai Pinkan terluka.


"Maafkan say...saya tuan," ucap dekan itu dengan keringat dingin yang sudah membasahi tubuhnya


"Untuk apa kau meminta maaf padaku, Kau seharusnya meminta maaf pada pacarku." potong Rifqan tegas


"Baik tuan." Ucapnya menunduk


"Baiklah, aku pamit." ucap Rifqan langsung pergi tanpa menunggu persetujuan


Setelah keluar dari Universitas Great Oxford, Rifqan memutuskan untuk pulang dan melihat kondisi Pinkan. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, Rifqan pun sampai di apartemen nya yang ditinggali Pinkan


"Bi, dimana Pinkan?" tanya nya dengan sedikit cemas


"Dikamar tuan sedang istirahat." Tanpa menjawab lagi Rifqan segera naik ke lantai atas dan melihat keadaan Pinkan, dia membuka handle pintu dengan sangat perlahan agar Pinkan tidak terbangun


Benar saja, saat Rifqan masuk Pinkan memang sedang tidur dengan sangat damai. Saat Rifqan ingin keluar karena tidak mau menganggu Pinkan tidur, dia mendengar suara Pinkan yang berteriak


"Ah jangan sakiti ayahku! tolong...tolong ayahku, siapapun yang ada disini tolong." ucap Pinkan dengan berteriak dan menangis terisak isak, tangan nya menyilang di depan wajah


Rifqan yang melihat itu pun langsung berjalan cepat mendekati Pinkan dan menarik Pinkan kedalam pelukan nya. Rifqan mengelus pucuk kepala nya dengan lembut.


Masih dalam pelukan nya Rifqan, Pinkan pun sudah tenang dan mulai membuka matanya perlahan. Saat ia membuka mata nya Pinkan sedikit terkejut saat melihat sedang berada dalam pelukan Rifqan.


Rifqan merasakan jantung Pinkan yang masih berdetak kencang. Sesaat dia melepaskan pelukan nya dan menggenggam tangan Pinkan lalu meletakkan nya di dada nya.


"Rasakan lah. Setelah mendengar detak jantung ku, kamu pasti akan merasa lebih tenang." ucap nya lembut


Pinkan pun mulai merasakan detak jantung Rifqan yang berdetak teratur.


Ternyata benar, setelah mendengar detak jantung nya aku mulai merasa lebih tenang, batin Pinkan


"Terimakasih tuan." ucap Pinkan dan menarik tangan nya


" Aku kan sudah bilang padamu, Jangan memanggilku dengan sebutan tuan! Jika kamu memanggil ku dengan sebutan tuan, akting kita pasti akan ketahuan!" ucap nya menatap mata Pinkan dalam

__ADS_1


"Lalu aku harus memanggilmu apa?" Tanya Pinkan dengan sedikit pelan


" Panggil saja nama ku, Atau mau panggil sayang juga sangat boleh!" ucap Rifqan yang sedari tadi menatap bibir Pinkan tanpa disadari oleh pemilik nya


Lalu...


CUP...


Rifqan mengecup bibir Pinkan sekilas dan langsung agak menjauh karena dia tidak ingin Pinkan melihat wajah nya yang memerah karena malu


"Aku akan menghukum mu seperti itu jika kamu memanggilku tuan lagi! dengar tidak?" Tanya nya yang sedikit gugup


Pinkan pun masih menundukkan wajah nya yang terasa panas karena bersemu malu juga


"First kiss ku...." Ucapnya pelan namun bisa di dengar oleh Rifqan


Rifqan yang mendengar bahwa itu adalah ciuman pertama Pinkan pun tambah merekah kan senyum nya


"Sudahlah, ayo kita turun untuk makan malam."


" Baik tu..." belum sempat Pinkan menyelesaikan kalimatnya Rifqan pun langsung berdehem dengan sengaja


"Hem Hem."


"Eh,baik Rifqan. Ayolah!"


Mereka pun turun bersama-sama. Bi Leta yang melihat itu pun menyunggingkan senyum nya. Karena selama ini ia tidak pernah melihat tuan nya sedekat ini dengan wanita mana pun.


Setelah makan malam mereka berbincang bincang sebentar sebelum akhir nya Rifqan memutuskan untuk pulang.


Saat sudah dirumah, Rifqan menelpon Pinkan untuk memberitahukan sesuatu yang penting


"Pinkan aku tadi lupa memberitahukan mu, Malam besok adalah acara business colleague." ucap Rifqan memberitahu


"Besok pagi aku akan menjemput mu untuk memilih beberapa gaun yang akan kamu kenakan besok malam!" ucapnya lagi

__ADS_1


"Baiklah Rifqan, besok aku akan menunggu mu. Selamat malam." ucap Pinkan diakhir panggilan mereka


__ADS_2