Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Ancaman Vini


__ADS_3

Rifqan terduduk di kursi kebesaran nya. Dia terus memikirkan mengapa perubahan sikap Pinkan begitu besar. Dia bingung harus berbuat apa untuk mengembalikan kehangatan Pinkan padanya, dia tidak tahu harus memulai dari mana karena dia memang tidak merasa mempunyai kesalahan yang fatal pada wanita itu


Dia terus menatap foto Pinkan yang ada di ponsel nya. Rasanya dia sangat frustasi sekarang, terasa sangat gelisah dalam hati nya


"Aku harus memakai cara apa lagi untuk membuatmu merubah sikap dingin mu ini, apa yang salah dengan ku? Apakah ada yang kurang dari ku?" Rifqan berbicara dengan diri nya sendiri


Rifqan menelpon seseorang, yang sudah sangat lama tidak dia hubungi


"Halo,bos?" jawab orang dibalik telpon


"Aku akan memberikan tugas untuk mu."


"Siapa yang harus kita bunuh, bos?"


"Siapa yang menyuruh mu membunuh? Dengar perintah ku, jangan sembarangan mencela."


"Baik bos, maafkan kami."


"Awasi gerak-gerik Pinkan Cleotra, jika ada yang mencurigakan segera laporkan padaku, mengerti?" tegas Rifqan


"Siap bos, kami mengerti." jawab orang dibalik telpon


Sementara itu, di kampus Pinkan sedang menunggu Kiara, tapi sedari tadi Pinkan tidak melihat tanda-tanda kedatangan Kiara. Pinkan berulang kali melihat arloji yang melilit di lengan nya dan melihat ke arah gerbang kampus tapi hasil nya tetap nihil


"Kemana dia ya, apa dia tidak ke kampus hari ini? Biasanya dia juga yang paling rajin datang."


Pinkan mencoba menelpon sahabatnya itu. Tapi lama sekali ada yang menjawab panggilan itu. Tapi Pinkan tidak menyerah, dia terus menelpon beberapa kali hingga akhirnya panggilan itu terjawab


"Kamu dimana Kiara Admaja? Aku sudah menunggu mu dari tadi, panas tahu gak sih?" celoteh Pinkan


"Aku tidak ke kampus." jawab Kiara dengan suara serak nya


"Apa? Kenapa? Ada masalah apa?"


"Banyak sekali pertanyaan mu."


"Aku tidak boleh tahu tentang mu?" tanya Pinkan


"Sepulang kuliah, aku akan menunggu mu di cafetaria yang biasa nya." ucap Kiara


"Kau memerintah ku?"


"Tidak, aku hanya butuh seorang pendengar yang baik saat ini Pinkan. Aku harap kamu akan datang."


"Baiklah, aku akan datang. Yasudah, aku masuk dulu ya." Pinkan langsung memutuskan sambungan telepon nya


"Pinkan...!"


Merasa ada yang memanggil nama nya, Pinkan langsung menoleh kebelakang untuk melihat sumber suara. Ternyata ada seorang wanita yang biasa nya sangat malas dilihat Pinkan kini sedang berlari menemui nya


"Ada apa?" tanya Pinkan jutek sambil melihat jam yang melingkar di tangan nya

__ADS_1


"Aku ingin bicara dengan mu."


Pinkan hanya menaikkan sebelah alis nya, dia menunggu orang di depan nya ini berbicara


"Aku menyukai Verel!" ucap nya dengan takut-takut


"Lalu? Mengapa kau mengakui nya padaku?" ucap Pinkan yang merasa heran


"Kamu kan kakak nya, tolong beritahukan padanya." ucap Silvi percaya diri


"Dia memang adik ku, tapi urusan pribadi nya tidak berhak aku campuri." jelas Pinkan


"Aku hanya meminta tolong padamu."


"Jika kau menyukai nya, kau bisa mengatakan langsung padanya. Aku tidak ada sangkut pautnya dengan perasaan mu itu." ucap Pinkan dan langsung berbalik pergi


"Silvi! Kau berbicara apa dengan wanita jalang itu?" tanya Erika yang sudah berdiri di belakang Silvi


"Aku hanya memperingati nya agar menjauhi Dharma, pangeran mu itu." bohong Silvi


"Baguslah, kau mempunyai inisiatif yang baik." puji Erika


Sejak kapan dia berdiri di belakang ku, untung saja aku dapat mengelabuhi nya, batin Silvi


"Aku sangat kesal, ternyata Pinkan adalah anak orang kaya raya." ucap Erika


"Mungkin saja dia anak haram keluarga Cleotra. Karena dari dulu yang aku tahu, nyonya sah dari keluarga itu hanya nyonya Amrita saja, ibu dari Verel." ucap Silvi


"Aku akan menyebarkan di kampus, bahwa Pinkan adalah anak haram." ucap Erika sambil tersenyum miring


Ternyata hal itu terdengar oleh Vini, dia sengaja datang ke kampus untuk mencari Pinkan dan ingin berbicara empat mata dengan nya. Tidak dia sangka, dia akan mendengar hal yang sangat membuat nya terkejut


"Anak haram? Dia terlalu sombong sebagai anak haram." ucap Vini dengan menyeringai


Vini langsung kembali menaikkan kaca mobil nya dan berlalu dari sana, dia lebih memilih menunggu di cafe yang berada dekat dengan kampus itu. Karena dia sudah mendapatkan informasi kalau hari ini Pinkan hanya ada satu dosen yang akan masuk


Setelah menunggu selama dua jam, akhir nya Vini melihat Pinkan yang keluar dari gerbang sekolah nya sambil melihat kanan-kiri seperti sedang mencari sesuatu


Dengan langkah cepat, Vini langsung mengendarai mobil nya dan segera menghampiri Pinkan. Saat Vini menurunkan kaca mobil nya, Pinkan menaikkan sebelah alis nya karena heran


"Naiklah!" ucap Vini


"Aku?" tanya Pinkan menunjuk diri nya sendiri


"Siapa lagi kalau bukan kau. Cepat naik saja, aku tidak punya banyak waktu." ucap Vini dengan angkuh


Pinkan langsung naik ke dalam mobil nya, dia tahu ada yang ingin dilakukan wanita di sebelah nya itu. Mana mungkin dia terlalu baik dengan saingan cinta nya


"Ada apa nona Vini yang super sibuk ini menjemputku? Tidak mungkin kamu sengaja datang kesini hanya sekedar untuk menebar kebaikan kan!" sindir Pinkan


Vini hanya berdengus kesal menanggapi ucapan Pinkan, sebenarnya dia sangat malas berbicara dengan saingan cinta nya itu

__ADS_1


"Kau tahu kan aku sudah bersama dengan Rifqan sejak kecil?" ucap Vini yang mulai mengutarakan maksud nya


"Lalu, apa hubungan nya dengan ku?" tanya pinkan yang pura-pura tidur mengerti


"Aku juga sudah dekat dengan keluarga Faruq, dan kau hanya orang luar menurut kami." lanjut nya lagi sambil terus menatap keluar


"Aku orang luar menurut mu?" tanya Pinkan


"Ya, kau hanya orang yang baru hadir dalam keluarga Faruq dan mengacaukan hubungan ku dengan Rifqan."


"Maaf nona Vini, sepertinya kau sudah salah paham." sanggah Pinkan lagi


"Salah paham? Karena mu lah hubungan ku dengan Rifqan merenggang!" teriak Vini dengan marah


"Karena aku? Kau sudah tidak waras ya? Hubungan mu dengan Rifqan itu tidak ada hubungan nya dengan ku sama sekali."


"Bagus jika begitu, Mulai sekarang jauhi Rifqan!"


"Maaf nona, aku tidak bisa menjauhi calon suami ku." jawab Pinkan dengan wajah tegas nya


"Calon suami mu? Kau sedang bermimpi!"


"Aku tidak sedang bermimpi, kau boleh mencubit ku. Anda sendiri juga mendengar kan, saat kita makan malam bersama, mami Anya mengakui ku sebagai calon menantu nya!" tegas Pinkan


"Kau terlalu berharap nona Pinkan, keluarga Faruq tidak akan menikahkan anak nya dengan anak haram!" ucap Vini


Pinkan ternganga mendengar kalimat yang keluar dari mulut Vini. Cobaan apa lagi yang sedang dia hadapi sekarang ini


Siapa yang sudah memfitnah nya sebagai anak haram. Dia adalah anak sulung dari keluarga Cleotra, bukan anak haram


"Siapa yang kau maksud sebagai anak haram?" tanya Pinkan yang mulai memanas


"Kau! Kau anak haram yang tidak diinginkan ibu mu."


"Jaga ucapan mu nona Vini! Jika kau tidak mengetahui yang sebenar nya. Lebih baik kau diam saja, tidak ada orang yang menganggap mu bisu jika kau tidak berbicara."


.


"Kau berani mengatai ku?" balas Vini dengan wajah yang memerah


"Kenapa aku tidak berani, memang nya siapa dirimu? Kau hanya lah artis yang tidak beretika! Yang mengatai orang lain tanpa tahu apa pun!"


"Berani sekali kau ternyata! Jika kau tidak mau menjauhi Pinkan, aku tidak akan segan lagi padamu!" ancam Vini


"Aku sama sekali tidak takut dengan ancaman mu! Aku tidak akan menjauhi calon suami ku. Terserah kau mau melakukan apa pun. Selamat berusaha." ucap Pinkan


Pinkan meraih kunci mobil dan mematikan mobil nya, Vini terkejut dengan yang dilakukan Pinkan. Tapi tidak bisa berkata apa-apa


Pinkan langsung keluar dari mobil Vini dan membuang kunci mobil Vini ke jalanan. Lalu menutup pintu mobil nya dengan kuat


"Terima kasih atas tumpangan nya nona." ucap nya sambil tersenyum dan langsung pergi

__ADS_1


"Akkhhh, sial kau Pinkan! Awas saja kau. Aku akan menghabisi mu!" teriak nya dengan marah dan memukul setir mobil nya


__ADS_2