
TOKK TOKK TOKK
Pintu itu terdengar kembali di ketuk oleh orang di luar
"Bagaimana ini, Rifqan?" tanya Pinkan yang mulai takut dan menggigit bibir bawahnya
"Sayang, kamu jangan seperti itu. Kamu menggigit bibir seperti itu semakin membuatku menginginkan sesuatu." bisik Rifqan menggoda wanitanya
"Dasar pria mesum! Saat seperti ini bukannya memikirkan sesuatu, malah berpikiran mesum begitu!" seru Pinkan yang tak terima dengan pemikiran pria itu
"Kamu tenang saja, itu bukanlah masalah besar. Aku akan segera membereskannya." ucap Rifqan dengan sikapnya yang tenang
Rifqan mengambil ponselnya yang terletak dalam sakunya. Dia terlihat seperti sedang mencari kontak seseorang. setelah itu terdengar seseorang langsung mengatakan sesuatu dari balik teleponnya
"Halo, tuan?"
"Coba kau periksa, siapa yang berada di depan kamar yang berada dekat dapur. Minta dia untuk segera pergi." titah Rifqan pada bawahannya yang kebetulan juga berjaga dihari penting Patra
"Baik, tuan!" Rifqan hanya berdehem, setelah itu dia langsung mematikan ponselnya dan tersenyum ke arah Pinkan
"Sudah beres, kan?" tanyanya dengan senyum yang masih mengembang
"Habis ini, kita harus keluar." kekeh Pinkan yang tak mau dibantah
"Aku ikut perintahmu saja, Sayang." jawab Rifqan. Dia memeluk Pinkan lagi dan lagi jika ada kesempatan seperti ini
Di luar pintu, ada seorang pria berpakaian pelayan yang masih berdiri di depan pintu kamar yang di dalamnya terdapat sepasang kekasih
Bawahan yang diperintahkan oleh Rifqan datang kesitu dan meminta pelayan itu untuk segera pergi dari sana. Untungnya, pelayan itu juga langsung menurut. Sebenarnya, pelayan itu hanya mau mengambil beberapa buah kursi untuk di letakkan di luar. Karena, di luar sedang kekurangan kursi, dan kursi yang dibutuhkan memang diletakkan di situ
"Tapi, bagaimana dengan tamu yang kekurangan kursi, tuan?" ucap pelayan itu
"Kau bisa kembali lagi kesini setelah lima belas menit. Sekarang, pergilah terlebih dahulu." tanpa berkata apa-apa lagi, pelayan itu pun pergi
Setelah pelayan itu pergi, bawahan Rifqan mengetuk pintu, namun tidak seperti tadi yang hanya diketuk. Kali ini, bawahannya juga memberikan info kalau semuanya sudah beres
"Ayo, semuanya sudah beres. Ayo kita keluar sekarang!" ajak Rifqan
Pinkan hanya mengangguk, mereka keluar dari kamar itu sambil bergandengan tangan. Setelah dekat dengan tempat yang banyak dihadiri tamu. Mereka melepaskan genggaman tangannya dan kembali berjalan masing-masing seperti tidak saling mengenal
"Pinkan!" panggil Kiara dari kejauhan
"Ya. Ada apa?" tanya Pinkan yang sudah berdiri di samping sahabatnya
__ADS_1
"Dari mana saja, kamu? Aku mencari mu sedari tadi."
"Maaf. Aku tadi sedang mendapatkan kesempatan, hehe." jawab Pinkan sambil memasang tampang cengir kuda
"Ayo, kita melakukan swafoto, kamu harus mengabadikan hari cantikku ini." ucap Kiara sambil mengambil ponselnya
Setelah mereka melakukan swafoto. Mereka mengajak seluruh kerabat dekat untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan
"Pinkan, sepertinya kita harus menjalankan rencana kita sekarang."
"Kau benar, inilah kesempatan emas untuk kita. Ayo, turun dan jalankan rencananya." ucap Pinkan dengan semangat
Mereka berjalan ke arah keluarga Cleotra dan keluarga Admaja yang tampak sedang mengobrol bersama itu. Kiara sudah mendiskusikan tentang rencananya itu kepada kedua orang tua. Jadi, orang tua Kiara juga akan mengambil peran dalam rencana mereka kali ini
"Paman, lusa kami berencana untuk pergi merayakan hari pertunanganku dan Patra. Bolehkah kami membawa serta Pinkan untuk ikut bersama?" ujar Kiara dengan tatapan memohon
"Kenapa membawa orang lain? Bukankah, itu hanya acara kalian berdua?" tanya Raka dengan lembut
"Ya. Kami kan belum menikah, saat honeymoon nanti baru kami hanya pergi berdua. Boleh ya, Paman?" Kiara tak henti-hentinya memohon
"Bagaimana, apa kamu mau, Pinkan?" tanya ayahnya yang seperti menyerahkan semua keputusan kepada anaknya
"Aku, takut menganggu waktu mereka, ayah." jawab Pinkan
"Tidak, Pinkan. Kamu ikut, ya? Agar aku ada temannya disana." bujuk Kiara
"Tentu saja, kau boleh membawa siapapun." jawab Kiara dengan antusias
"Memangnya, kalian mau pergi kemana?" tanya Raka lagi untuk memastikan
" Kami akan pergi ke pantai. Sepertinya, sangat menyenangkan disana."
"Baiklah. Kalau begitu, kami permisi terlebih dahulu." ucap Raka pada tuan Admaja, dan tuan Admaja menganggukkan dan mengucapakan terima kasih karena sudah menyempatkan waktu untuk hadir
"Coba kamu lihat, tatapan pria yang berdiri di ujung itu. Sangat mematikan!" bisik Patra pada Kiara
Kiara melihat ke arah tempat yang ditunjuk pria yang sekarang sudah menjadi tunangannya itu. Memang benar, terlihat Rifqan yang melihat mereka dengan tatapan seramnya. Kiara gaya terkikik geli melihat itu. Dia kembali menyenggol lengan Patra dan membisikkan sesuatu
"Dia pasti sudah mendengar semuanya. Dan, dia merasa tersisihkan karena kita mengajak Pinkan, tapi tidak mengajaknya. Pasti, dia tidak mengizinkan kita membawa Pinkan. Takut kalau Pinkan akan berpaling darinya." mereka tertawa karena merasa lucu dengan sikap Rifqan
**
Di perjalanan pulang ke rumah. Amrita sedari tadi mencoba mengompori Raka dan Pinkan. Hal itu membuat Pinkan sangat kesal. Namun, dia hanya bisa menahannya
__ADS_1
"Pinkan, lebih baik kamu ajak Dharma juga untuk ikut bersama kalian. Jika dia pergi juga, pasti lebih aman karena ada orang yang menjaga kamu." ucap Amrita
"Ibu, aku baru bertemu dengannya, belum juga mengenalnya. Aku juga tidak tahu dia itu orang seperti apa. Kan sudah ada Verel yang ikut dan akan menjagaku, jadi kalian bisa tenang." bantah Pinkan yang juga berusaha sedang meredam rasa kesalnya
"Kalian kan satu kampus. Pasti, sudah mengenal satu sama lain dari awal. Dia lebih bisa diandalkan untuk menjagamu." bantah Amrita
"Aku memang satu kampus dengannya. Tapi, bukan berarti aku mengenal orang satu kampus itu, kan? Lucu sekali." ejek Pinkan
"Sudahlah, biarkan Pinkan pergi bersama Verel saja. Kita tidak bisa terlalu percayai dengan orang luar." sanggah Raka yang kembali berusaha menengahi perseteruan antara anak dan ibu tirinya
Pinkan yang mendengar ayahnya yang lagi-lagi membelanya pun tersenyum senang. Dia memandangi Amrita dan mengejek secara tersembunyi
*****
Pagi hari, di kantor Faruq Company, Rifqan sedang berjalan mondar-mandir di dalam ruangannya. Dia berulang kali melihat ke arah ruangan Patra. Tapi, kenapa hari ini laki-laki itu datangnya lambat sekali
Setelah menunggu sekian purnama, itu menurut Rifqan. Padahal, dia baru menunggu selama lima belas menit saja. Yang namanya menunggu memang selalu terasa lama
Terlihatlah Patra yang memasuki ruangannya sambil terus tersenyum. Rifqan yang melihat Patra masuk ke dalam ruangannya pun langsung ikut masuk juga ke ruangan Patra. Tanpa mengetuk pintu, tiba-tiba laki-laki itu sudah berdiri dihadapan Patra yang belum sempat mendudukkan tubuhnya
"Ada apa, tuan? Biasanya saya yang selalu anda panggil ke ruangan anda, tumben sekali anda yang datang sendiri kesini pagi-pagi begini?" tanya Patra yang sebenarnya sudah tahu tujuan Rifqan
"Hem, benarkah kalian akan pergi ke pantai bersama Pinkan?" tanya Rifqan tanpa basa-basi
"Benar. Saya rasa, anda juga sudah mendengar sendiri, kan?" jawab Patra
"Kalian tidak boleh membawanya. Aku tidak mengizinkannya." bantah Rifqan
"Kenapa? Tuan Raka yang selaku ayahnya saja mengizinkan. Dan, yang paling penting, Pinkan juga menyetujuinya. Jadi, atas dasar apa anda tidak mengizinkannya?" pertanyaan Patra seperti ratusan anak panah yang seketika menancap di jantung Pinkan
Rifqan terlihat kelimpungan saat ingin menjawab ucapan Patra. Dia juga bingung sendiri, atas dasar apa dia tidak mengizinkannya
Aku tahu, kau juga ingin ikut pergi bersama kami, Rifqan. Tapi, gengsi mu terlalu tinggi untuk mengakui itu, batin Patra dan tersenyum lucu
"Anda juga ingin bergabung bersama kami?" tanya Patra kemudian
"Apakah boleh?" tanya Rifqan yang memang benar-benar ingin pergi juga
Patra tidak dapat menahan senyumnya lagi. Dia tertawa karena baru ini dia melihat tingkah Rifqan yang seperti ini demi bisa selalu bersama dengan gadis yang dicintainya
"Bagaimana kalau aku tidak mengizinkannya, Tuan Muda Rifqan?" tanya Patra dan menyeringai
Jangan lupa untuk like, komentar, berikan gift dan vote, ya!!!
__ADS_1
Berikan rate 5 juga
Terima kasih