Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Raka


__ADS_3

Setelah malam berlalu, muncul lah mentari yang siap menyinari dunia dengan terang dan hangat nya


Setelah selesai sarapan, Pinkan kembali mengunjungi ayah nya dan membawakan nampan sarapan untuk ayah nya


"Ayah, boleh kah Pinkan masuk sekarang?" tanya nya lembut


"Masuk saja nak, ayah sedang berbaring."


Pinkan langsung masuk dan menempatkan nampan nya di atas nakas dekat ranjang yang di tempati ayah nya


"Buka mulut yah, biar Pinkan suapi." pinta Pinkan


Raka langsung membuka mulut nya dan mengunyah makanan nya


"Ayah, sore nanti kita akan berangkat. Semua keperluan ayah sudah Pinkan siapkan semua nya, jadi ayah tidak perlu lagi khawatir ya."


"Iya, ayah hanya akan menurut saja."


"Yasudah habiskan lah makanan ayah, setelah ini ayah istirahat ya."


"Terima kasih nak." ucap ayah Pinkan yang terlihat sedih


"Kamu mirip sekali dengan ibumu, sangat perhatian pada ayah." ucap nya memegang tangan Pinkan


"Sudahlah yah, itu semua sudah berlalu."


"Maafkan ayah Pinkan, semua karena kesalahan ayah."


"Tidak papa, ayah tidak perlu memikirkan nya lagi agar ayah cepat sembuh." ucap Pinkan dengan senyum kecut


Setelah menyuapi ayah nya Pinkan keluar dari kamar ayah nya. Pinkan langsung masuk ke dalam kamar nya karena malas kalau nanti akan bertemu dengan Amrita


Saat dia sedang membaca majalah bisnis, ponsel Pinkan berdering menandakan ada panggilan. Pinkan langsung melihat dan menekan icon hijau pada ponsel nya


"Halo?" ucap Pinkan


"Kamu sedang apa?" tanya orang di seberang telpon


"Aku sedang membaca majalah bisnis."


"Apakah aku menganggu mu?"


"Sedikit." jawab Pinkan bergurau


"Hem baiklah, nanti akan ku telfon lagi."


"Aku hanya bercanda, kenapa kamu serius sekali tuan muda Rifqan?" tanya Pinkan sambil terkekeh pelan


"Hampir saja ku matikan." ucap Rifqan pura pura merajuk


"Ada apa kamu menelpon ku?" tanya Pinkan lagi


"Memang nya jika ingin menelpon mu harus memiliki sebuah alasan?"


"Tidak juga, tapi tidak mungkin kan kamu asal memencet nomor di ponsel mu?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin mendengar suara mu saja, rasa nya seperti merindukan." ucap Rifqan jujur


DEG DEG..!


Jantung Pinkan berdetak cepat dan ada desiran halus yang mengalir di darah nya


Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa senang seperti ini?, batin Pinkan yang masih tidak mengerti dengan perasaan nya


"Kenapa diam? Kamu senang karena aku menelpon mu?" tanya Rifqan menebak


"Biasa saja! Nanti sore aku akan membawa ayah ku ke kediaman tuan Xavier." ucap Pinkan memberitahu


"Baiklah, aku akan mengatur orang untuk menjemput ayah mertua ku?"


"Terima kasih, aku telah merepotkan mu sekali lagi." ucap Pinkan tak enak


"Yasudah aku ada meeting, aku matikan dulu ya. Ingat...... Nanti sore aku akan menjemput mu." ucap Rifqan mengingatkan


"Baik lah."


Rifqan langsung mematikan sambungan telpon nya, Semangat nya yang tadi hilang sekarang sudah menjadi penuh lagi


"Kapan dia akan menyadari bahwa aku jatuh cinta pada nya." ucap Rifqan pada diri sendiri


"Kapan anda menyatakan padanya, baru lah nona akan menyadari nya tuan." ucap Patra tiba tiba yang baru saja masuk ke dalam ruangan.


Rifqan yang melihat Patra masuk pun langsung melemparkan nya dengan beberapa buah dokumen


"Ketuk pintu dulu sebelum masuk." ketus Rifqan


"Aku tidak dengar. Ada apa kau kemari?"


"Kita ada rapat setengah jam lagi tuan muda Rifqan, Harap persiapkan diri anda jangan beranjak kemana pun." ucap Patra sengit


"Aku tau, sekarang keluarlah aku tidak suka di ganggu oleh manusia seperti mu." ucap Rifqan sambil memeriksa dokumen


"Baiklah, baru berniat duduk tapi sudah di usir."


Patra langsung keluar dan berjalan menuju ruangan nya. Saat dia sudah duduk di kursi nya sendiri dia kepikiran tentang Kiara yang tak pernah lagi ia temui


"Kemana lagi ya aku harus mencari nya? Aku sangat ingin bertemu dengan nya lagi." ucap Patra pasrah dengan keadaan nya


"Mungkin nanti kami akan bertemu tanpa sengaja, aku harus bersabar dan tidak boleh menyerah." ucap Patra kembali menyemangati diri nya


Di rumah Pinkan sedang mondar mandir karena merasa gugup, entah kenapa dia pun takdir tahu. Dari tadi jantung nya berdegup kencang dan rasanya dia juga tidak sabar untuk segera bertemu dengan Rifqan


"Apa aku telpon saja ya, Rasa nya kok malah aku ya yang merindukan dia?" tanya Pinkan pada diri nya sendiri


"Tapi kan tadi dia bilang dia akan menghadiri meeting penting, yasudah lah aku tidur saja." Pinkan langsung membanting tubuh nya ke atas ranjang tidur nya


Saat Pinkan terbangun dia melihat jam dibatas nakas nya, dan jam tersebut sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB


"Aku harus segera bersiap siap sekarang, aku harus berpenampilan sebaik mungkin." ucap Pinkan dan langsung menuju kamar mandi


"Setelah selesai membersihkan diri Pinkan langsung membuka lemari nya untuk memilih baju yang bagus untuk dikenakan makan malam

__ADS_1


"Yang mana ya? Aku bingung."


Jantung ku dari tadi tidak berhenti berdetak kencang sih, Aduh apa aku sekarang sudah mulai kena penyakit jantung? Nanti aku akan tanyakan pada tuan Xavier deh, batin Pinkan sambil memegangi jantung nya


"Yang ini saja, lebih terlihat elegan."


Pinkan langsung memakai gaun berwarna Lilac tersebut, dia menggeraikan rambut panjang nya dan memakai riasan tipis di wajah nya


"Begini sudah cukup, tidak perlu terlalu berlebihan juga."


Setelah selesai Pinkan turun untuk melihat keadaan ayah nya dan sudah sejauh mana persiapan ayah nya untuk pergi bersama nya


"Ayah?" panggil Pinkan lembut


"Apakah ayah sudah siap?" tanya Pinkan lembut


"Sudah nak." jawab Raka tersenyum


"Dimana ibu?" tanya Pinkan kepada bi Yem


"Nyonya keluar dari pagi nona, belum pulang sampai sekarang." jawab bi Yem


Bagus jika tidak ada dia di rumah, aku jadi lebih leluasa membawa ayah pergi, batin Pinkan


Saat mereka sedang berbincang bincang, masuk security yang menjaga rumah Pinkan


"Nona ada utusan tuan Rifqan datang untuk menjemput tuan Raka."


"Suruh mereka masuk." ucap Pinkan


Security itu langsung keluar dan menyampaikan titah nona muda nya itu, tidak membutuhkan waktu yang lama datang lah orang utusan Rifqan untuk menjemput Raka


"Bisakah kami membawa tuan Raka sekarang nona?" tanya salah satu orang yang diutus oleh Rifqan


"Tentu saja, lebih cepat lebih baik." ucap Pinkan


Anak buah Rifqan pun langsung meletakkan Raka di kursi roda untuk memudahkan mereka membawa Raka. Setelah mereka menaikkan Raka mereka berpamitan dengan Pinkan


"Kami permisi nona muda. Setelah nanti kami tiba di kediaman dokter Xavier kami akan menghubung anda." ucap salah satu bawahan Rifqan


"Baiklah, hati hati di jalan, karena kalian membawa ayah ku. Jika terjadi sesuatu kalian yang akan merasakan akibat nya!" ucap Pinkan tajam


"Baik nona." mereka merasa seram dengan ancaman Pinkan


"Ngeri sekali ya nona Pinkan, cocok sekali dengan tuan muda kita." ucap salah satu dari mereka


"Iya cocok karena sama sama seram dan mengerikan, hahahah!" sambung rekan nya yang lain dan mereka tertawa bersama


"Jangan terlalu berisik, tuan Raka sedang tidur. Kalian malah gosipin anak nya." ucap yang satu nya mendiamkan teman nya yang sedang tertawa keras itu


...Hai reader terus dukung karya aku ya...


...Jangan lupa like, vote, dan berikan komentar agar author lebih semangat untuk segera UP kembali...


...Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2