Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Teman Masa Kecil Rifqan


__ADS_3

"Apa benar nyonya Anya juga mengundangku? Tapi kenapa?" tanya Kiara yang dari tadi mulut nya tidak berhenti bertanya


Pinkan dan Kiara sekarang sudah berada dalam mobil untuk menuju ke kediaman Anya. Pinkan tidak memberitahu kenapa Kiara juga turut di undang, dia hanya memberi kabar kalau malam ini mereka akan makan malam bersama keluarga Anya


"Sudah diam saja! Kau ini terus saja berkicau." seru Pinkan yang sudah sebal dengan sahabat nya itu


"Bagaimana aku tidak terus bertanya, kamu tidak memberitahu ku kenapa aku juga harus datang ke acara makan malam keluarga mertua mu."


Pinkan hanya memutar bola mata nya. Dalam pikiran nya dia terus memikirkan akan kah tuan muda Rifqan juga hadir disana? Dia sudah tiga minggu tidak bertemu dengan tuan muda yang sudah mengisi hati nya tersebut


Mereka pun sampai di kediaman Anya. Ada banyak pelayan yang menyambut mereka, namun itu sudah menjadi hal biasa bagi Pinkan dan Kiara karena sudah pernah berkunjung ke mansion mewah itu


Saat Pinkan masuk, ada beberapa orang yang terasa asing di mata nya. Namun dia tidak mempedulikan itu, dia langsung menemui Anya untuk menyapa dan begitu pun dengan Kiara


Ternyata disana juga ada Xavier dan istri nya. Sedangkan Kanaya yang sedang berada di pangkuan Patra langsung berlari ke arah Pinkan


"Bibi cepat gendong aku..." Kanaya berlari ke arah Pinkan


"Hati hati sayang." ucap Alea yang takut anak nya terjatuh


Pantas saja kak Alea mengajak ku tadi dan berkata aku akan menyesal jika tidak ikut, ternyata ada pujaan hatiku disini. Tapi dari mana kak Alea tahu aku suka dengan wanita ini, batin Patra


Kenapa harus ada pria ini disini? Kalau tahu ada dia aku tidak akan hadir, batin Kiara dan terus memandang ke arah Patra


"Mami ini kan makan malam keluarga, kenapa bisa mengundang sembarangan orang sih?" ucapan Vini itu langsung mengalihkan perhatian semua orang


"Dia bukan orang lain Vini, dia calon menantu mami." jawab Anya


Anya memang tidak suka dengan sikap Vini, Dulu waktu kecil sikap nya tidak seperti sekarang ini. Sekarang dengan Vini yang waktu kecil bagi Anya sangat lah berbeda jauh


"Perkenalkan, ini Vini teman kecil Rifqan, dan itu adalah kedua orang tua nya." Anya memperkenalkan orang yang terlihat asing di mata Pinkan tadi


"Perkenalkan saya Pinkan Cleotra." ucap Pinkan sembari tersenyum


Tetapi sapaan Pinkan hanya di tanggapi oleh kedua orang tua Vini, sedangkan Vini terlihat tidak acuh dan mencibir ke arah Pinkan


Semua orang menyadari hal itu, mereka tahu bahwa Vini sudah menyukai Rifqan sejak mereka masih kecil, namun Rifqan yang dingin dan kaku sangat sulit untuk di dekati. Dan tentu Vini tidak akan menyukai ada wanita lain yang mencoba mendekati Rifqan


Ternyata wanita ini yang bernama Pinkan? Yang sering di perbincangkan publik karena sedang dekat dengan Rifqan. Biasa saja! Tidak setenar aku dan tidak secantik diriku, batin Vini penuh percaya diri


Ternyata ini aktris Viniandra Putri, yang di beritakan sebagai aktris terbaik itu? Memang cantik sih tapi terlihat sangat sombong dan angkuh, jauh dengan kenyataan yang di beritakan di media, batin Pinkan yang juga menilai Vini


Keluarga Vini sebenar nya adalah keluarga dari kalangan biasa saja, ayah Vini bekerja sebagai manager di salah satu perusahaan milik Faruq Company. Keluarga nya pun sebenarnya jauh di bawah keluarga Faruq dan keluarga Cleotra


Ayah Vini dan tuan Faruq adalah teman baik dari orang tua mereka maka nya sampai saat ini mereka masih berhubungan baik


Tapi mimpi Vini lah yang sangat tinggi untuk bisa menikah dengan Rifqan, ibu nya juga mendukung mimpi anak nya itu karena Rifqan adalah anak dari seorang Faruq yang tentu nya sangat kaya raya. Nama Vini di besarkan oleh agensi Faruq Company.


"Nah itu papi sudah turun." ucap Anya yang melihat suami nya sudah menuruni anak tangga

__ADS_1


Pinkan dan Kiara langsung berjalan untuk menyapa tuan Faruq. Namun saat Pinkan baru melangkahkan kaki nya, Vini sudah lebih dulu menyapa tuan Faruq dan bergelayut manja seperti anak tuan Faruq


"Papi, Vini sangat merindukan papi." ucap Vini


Tuan Faruq hanya tersenyum canggung mendapat perlakuan seperti itu. Dia memang sudah menganggap Vini sebagai putri nya sendiri namun sepertinya sikap Vini sudah sedikit berlebihan


"Kamu, Pinkan Cleotra?" tanya tuan Faruq yang mengalihkan pandangan nya padahal Vini masih bergelayut di lengan nya


"Iya tuan, perkenalkan saya Pinkan." Pinkan memperkenalkan diri nya dan tersenyum seramah mungkin padahal jantung nya sudah akan melompat keluar


"Dan dia?" tuan Faruq berganti menunjuk ke arah Kiara


"Dia calon adik ipar ku tuan." jawab tuan Xavier yang sedang duduk memangku Kanaya


Kiara yang mendengar itu terkejut bukan main, dia langsung berbalik dan melihat ke arah Xavier. Namun Xavier hanya tersenyum tanpa menunjukkan rasa bersalah


Sedangkan Patra hanya tersenyum penuh arti a


Apa? Calon adik ipar nya? Sejak kapan aku sedekat itu degan tuan Patra, apakah aku sedang bermimpi sekarang ini, batin Kiara


"Yasudah ayo kita mulai makan." ajak tuan Faruq


Mereka makan dengan suasana yang hening, tidak ada satu orang pun yang berbicara. Hanya dentingan sendok dan piring lah yang terdengar saling bersentuhan


Setelah makan mereka duduk di taman belakang untuk berbincang karena tuan Faruq sangat senang jika sedang berkumpul seperti ini


"Bunga nya sangat indah mam." ucap Pinkan yang melihat ke arah bunga lili berwarna kuning


"Tentu saja mam, di rumah aku juga menanam beberapa macam bunga." jelas Pinkan


"Wah, aku sangat beruntung jika memiliki menantu seperti mu. Kita akan berkebun bersama saat kamu berkunjung di lain kali."


"Dimana Rifqan mami? Kenapa dari tadi aku tidak melihat nya?" Vini membuka suara berusaha merebut perhatian dari Anya


"Patra, dimana Rifqan?"


"Apa yang harus aku katakan sekarang?" gumam Patra yang merasa kebingungan


Tiba tiba ponsel Patra berbunyi, dia merasa terselamatkan dari lubang bahaya. Ternyata orang yang menelpon nya adalah orang yang memasukkan nya ke lubang bahaya


"Untung saja." ucap Patra saat menerima telpon


"Kenapa? Aku sudah menjadi malaikat mu?" tanya Rifqan


"Ya. Aku terselamatkan oleh penyelamat yang sudah menjerumuskan aku." jawab Patra


"Memang apa yang terjadi?" tanya Rifqan


"Aku bersama keluarga kita juga keluarga Vini sedang makan malam untuk merayakan kepulangan paman Faruq, Vini menanyakan keberadaan mu dan bini Anya juga bertanya. Aku bingung harus menjawab apa." jelas Patra

__ADS_1


"Kau katakan saja pada ibuku, aku sedang membangun sesuatu untuk menantu nya."


"Aku tidak bisa mengatakan nya, disini juga ada nona Pinkan dan Kiara."


"Benarkah? Berikan ponsel nya pada Pinkan."


"Mami ini sudah larut, aku akan pulang sekarang ya." pamit Pinkan


"Baiklah sayang, jangan lupa untuk kembali mengunjungi mami ya."


"Tapi kan sekarang mami sudah tidak kesepian,"


"Mami tidak mau tahu." ucap Anya yang mengerucut kan bibir nya dan merajuk seperti anak kecil


"Maafkan istri saya nona Pinkan, dia memang selalu seperti ini."


"Ah baik tuan, tidak papa kok. Kalau begitu saya pamit." Pinkan membungkukkan badan nya dan langsung melenggang pergi dari sana


Vini yang melihat itu tentu sangat lah tidak suka. Dia beranggapan Anya tidak adil pada nya


Dia yang sudah berpuluh tahun ada di dekat Rifqan, tapi kenapa orang lain yang di perkenalkan sebagai menantu nya


"Mana nona Pinkan?" tanya Patra yang juga membawa ponsel di tangan nya


"Baru saja pulang." jawab semua nya serentak


"Sudah pulang?" jawab orang di balik telpon


Mendengar suara orang yang di balik telpon itu adalah Rifqan, Vini langsung merebut ponsel nya dari Patra


"Rifqan, kemana saja kamu?" tanya Vini tergesa-gesa


Saat mendengar suara Vini, Rifqan langsung mematikan sambungan telepon nya sepihak. Dia tidak ingin berbicara dengan orang yang dia tidak sukai


"Kenapa setiap kali aku mendapat sinyal, malah tidak beruntung dan tidak bisa berbicara dengan Pinkan."


"Aku tidak bisa bertahan lagi duduk di atas pohon ini. Padahal tujuan ku untuk memberitahukan Patra untuk menjemput ku besok, tapi aku malah lupa saat tahu ada Pinkan disitu."


Rifqan memutuskan untuk mengirim pesan pada bawahan nya bahwa dia pulang besok dan meminta Patra untuk menjemput nya, kemudian langsung turun


Kira-kira Vini bakal jad pelakor di hubungan Rifqan dan Pinkan gak ya??


...Terus dukung karya aku ya...


...Jangan lupa untuk tinggalkan like, vote, dan komentar...


...Dan langsung tambahkan ke daftar favorit kamu ya......


...Jika ada yang kelebihan koin dan poin bisa kok di sumbangkan ke author,hehe...

__ADS_1


...Terimakasih...😊🤗...


__ADS_2