Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Kepulangan Rifqan


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan tengah malam, namun mata Pinkan masih enggan terpejam. Pinkan masih memikirkan masa depan nya, dia memang harus mulai menata masa depan nya sedari sekarang


"Aku harus memulai sebuah usaha untuk menjamin hidup ku dan ayah ku di masa depan nanti. Tapi usaha apa yang harus aku mulai? Aku belum punya keahlian di bidang apapun karena dulu Amrita selalu menyuruh ku untuk mengambil jurusan yang tidak sesuai dengan bakat ku."


Pinkan tampak masih berpikir dengan sangat serius, tapi pikiran nya malah teralihkan ke tuan muda Rifqan. Dia langsung menggelengkan kepala nya dan kembali fokus ke niat nya yang pertama


"Bahkan hobi ku adalah mencari keributan dengan Amrita dan Dharma. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?" Pinkan mulai menggaruk kepala nya yang tak gatal, dia makin merasa kebingungan dengan yang sedang dia pikirkan


"Mungkin aku bisa memulai dengan membuka sebuah cafe dulu saja." Pinkan mendapat kan ide seperti muncul lampu di atas kepala nya


Pinkan melihat ke arah jam yang berada di atas nakas nya, dia terkejut karena melihat jam sudah menunjukkan pukul 3:15 dini hari


Dia langsung melompat ke ranjang tidur nya dan menarik selimut nya dan langsung memejamkan mata nya


Saat pagi datang, cahaya matahari mulai masuk melalui celah kamar Pinkan, alarm berbunyi dengan keras nya namun belum bisa membangunkan pinkan.


Hingga tiba ketukan pintu yang sangat keras dan berulang pun bisa membangunkan Pinkan. Saat mendengar ketukan pintu itu Pinkan langsung terbangun dan terduduk dengan mata yang menatap lurus ke depan


"Kak sudah bangun belum? Kamu tidak ke kampus?" ternyata Verel lah pelaku pengetuk pintu Pinkan


Pinkan hanya berdehem untuk menjawab pertanyaan adik nya itu, dia masih menarik rambut nya karena merasakan sangat pusing akibat rasa kantuk nya yang masih belum hilang


"Ah sial sekali, karena memikirkan masa depan sampai telat tidur. Kalau bukan karena dosen killer yang akan masuk, aku tidak akan datang hari ni dan akan melanjutkan tidur." Pinkan masih bergumam dengan diri nya sendiri sebelum dia bergegas untuk bersiap siap


Saat Pinkan sampai di kampus nya, dia langsung duduk di samping Kiara. Dia langsung menyandarkan kepala nya di pundak sahabat nya itu


Kiara yang melihat Pinkan pun merasa heran karena menurut nya sahabat nya itu tidak seperti biasa


"Kau kenapa? Kenapa terlihat lesu sekali?" tanya Kiara sambil menaruh telapak tangan nya di dahi Pinkan


"Tidak." jawab Pinkan sambil memindahkan tangan Kiara dari dahi nya


"Jadi kenapa kau terlihat sangat lemas dan mata mu menghitam seperti panda?"


"Benarkah? Apakah aku terlihat jelek?" tanya Pinkan dan memegang wajah nya


"Hahaha tidak, Pinkan ku kan yang paling cantik." goda Kiara


"Aku semalaman memikirkan bisnis apa yang harus aku mulai, sampai tidak sadar ternyata sudah melewatkan waktu tidur,hehe." jelas Pinkan


"Kau mau memulai bisnis apa memang nya? Bukan kah keluarga mu kaya, apalagi keluarga calon suami mu, tidak ada tandingan nya."


"Aku ingin punya bisnis sendiri kia, tidak ingin mengandalkan kekayaan orang lain. Apalagi yang jelas bukan milikku." ucap Pinkan sendu


" Baiklah, aku akan mendukung mu sepenuhnya. Tapi usaha apa yang akan kamu mulai?" tanya Kiara lagi


"Aku juga bingung, tapi setelah aku berpikir semalaman mungkin aku bisa mulai dari membuka sebuah cafe."

__ADS_1


"Bagus juga, nanti aku akan membicarakan nya dengan ayah ku agar bisa membantu mu."


"Tidak tidak. Aku ingin memulai usaha ku sendiri tanpa di bantu oleh siapa pun."


"Kamu mendapat modal dari mana? Bukan kah kamu tidak punya uang sama sekali?"


"Kau meremehkan ku? Tenang saja, kamu hanya perlu membantu ku mencari lokasi yang pas dan strategis untuk membuka cafe nya."


"Siap bos. Ayo kita masuk." Kiara berdiri dan memberi hormat pada Pinkan


Mereka pun berjalan beriringan menuju kelas nya. Banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka, sebagian dari para wanita itu iri dengan kecantikan milik Pinkan dan Kiara


Namun yang mereka tahu, Pinkan adalah orang miskin dan tidak pantas berteman dengan Kiara yang kekayaan nya melimpah. Mereka tidak tahu saja kalau sebenar nya keluarga Cleotra lebih kaya dari keluarga Admaja


"Untuk apa berwajah cantik, tapi keluarga nya miskin. Hanya bisa sok menjadi bunga kampus saja." cibir salah seorang wanita yang iri


"Lihatlah pakaian nya yang mahal itu, pasti dia dapatkan dari uang hasil pinjaman Kiara karena merasa kasihan." mereka kompak tertawa bersama


"Mungkin dari hasil dia menjual tubuh nya itu." cibir mereka lagi


Pinkan mendengar itu hanya tersenyum sinis dan berjalan dengan lurus ke depan, dia tidak akan memperdulikan hal yang menurut nya tidak penting


"Kamu tidak berniat membungkam mulut mereka yang memfitnah mu?" tanya Kiara yang sudah geram sendiri


"Untuk apa? Aku tidak akan menjelaskan apa pun pada sekelompok sampah! Aku tidak perlu menjelaskan apa pun pada orang yang membenci ku, karena mereka tidak akan mempercayai itu." jawab Pinkan dan langsung duduk di kursi nya


Kiara hanya diam saja, kemudian ponsel Kiara bergetar tanda pesan masuk. Dia langsung mengecek ponsel nya mana tahu ada pesan yang penting dari kedua orang tua nya


"Semangat kuliah nya." isi pesan yang berasal dari nomor baru itu


Siapa? Apakah aku ada pengagum rahasia, batin Kiara


Dia tidak mempedulikan pesan itu, dia memasukkan ponsel nya kembali ke dalam tas nya dan mulai mendengarkan penjelasan dari dosen nya


Sudah waktu nya mereka pulang. Setelah dosen keluar, pada mahasiswa pun berhamburan keluar


"Dadah Pinkan, aku duluan ya." ucap Kiara sambil melambaikan tangan nya


"Baiklah, hati hati kia." ucap Pinkan yang juga melambaikan tangan nya


Tiba tiba mobil Dharma berhenti di depan Pinkan, Pinkan yang terkejut langsung berhenti dan berjalan mundur


"Ayo, aku antar pulang." tawar Dharma


"Aku naik taksi saja." jawab Pinkan singkat


"Hari ini panas sekali, ayo aku antar pulang saja." ajak Dharma lagi

__ADS_1


Pinkan pun langsung naik ke mobil Dharma, hari itu cuaca memang sangat panas sekali, dan pasti susah mencari taxi jika bukan pesan melalui online


Tuan muda Rifqan yang baru saja tiba di situ pun melihat saat Pinkan naik ke mobil Dharma. Awal nya dia berniat menjemput Pinkan dan memberikan kejutan atas kepulangan nya pada pinkan, ternyata dia lah yang mendapat kejutan dari Pinkan


Dia langsung menancapkan gas mobil nya dengan cepat untuk mengejar mobil Dharma


Karena kecepatan mobil Rifqan, dia dapat mengejar mobil Dharma. Rifqan menghadang mobil Dharma dan memaksa nya untuk menepi dan berhenti


Dharma yang melihat mobil yang tidak dia kenali menghadang nya pun langsung berhenti, dia berniat turun dan akan memaki pengemudi mobil itu. Tapi sang pemilik mobil yang menghadang nya lebih dahulu turun


Dengan langkah besar Rifqan langsung berjalan ke arah Pinkan


Pinkan membulatkan mata nya saat melihat siapa yang turun dari mobil tersebut, dia sungguh tidak percaya bahwa tuan muda Rifqan sudah hadir kembali di hadapan nya


"Kau bodoh ya? Kau ingin meminta ganti rugi atas kebodohan mu karena sudah memaksa ku berhenti tiba tiba seperti ini?" maki Dharma karena tidak tahu bahwa itu adalah tuan muda Rifqan Athala Faruq


Tetapi Rifqan malah berjalan ke arah Pinkan, dia membuka pintu mobil itu dan langsung menarik tangan Pinkan untuk mengikuti nya. Pinkan yang mendapat perlakuan seperti itu hanya diam saja


Dia seolah masih terhipnotis dengan kehadiran Rifqan, orang yang selama ini dia rindukan. Tak terasa air mata menetes di pipi chubby Pinkan, dia menuruti semua yang dilakukan Rifqan pada nya


Dharma yang melihat itu pun tidak terima dan berteriak marah marah seperti orang gila


"Hey, kau mengambil kekasih ku! Lepaskan dia." teriak Dharma berulang ulang


"Hey! Kau tuli ya? Dia pacar ku." teriak nya lagi


Rifqan tidak menghiraukan teriakan yang di keluarkan Dharma, Rifqan masih fokus menarik tangan Pinkan menuju ke mobil nya, tapi teriakan dari Dharma tadi membuat Rifqan tambah marah dan seakan darah nya sudah mendidih


Pacar? Baru beberapa hari aku tidak menemui mu kau sudah memacari orang lain lagi? Aku tidak akan mengampuni mu Pinkan Cleotra, batin Rifqan


Apakah aku sedang bermimpi sekarang ini? Apakah ini benar-benar Rifqan, orang yang aku rindukan selama ini, pinkan masih bertengkar dengan perasaan nya sendiri


Rifqan langsung memasukkan Pinkan dalam mobil nya dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi, seolah dia marah karena milik nya di ganggu oleh pria lain


Tapi Pinkan tidak terusik dengan Rifqan yang mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi


Pinkan terus menatap wajah Rifqan sepanjang jalan, dia masih merasa tidak percaya dengan pria yang hadir di depan nya sekarang ini.


Rifqan menepikan mobilnya di pinggir jalan yang lumayan sepi dari lalu lalang orang


Dia menarik Pinkan ke dalam pelukan nya dan mencium paksa Pinkan, Pinkan yang mulai sadar langsung mencoba melepaskan diri dari cengkraman harimau ganas itu


...Terus dukung karya author ya readers...


...Jangan lupa untuk tinggalkan like, vote, dan berikan komentar nya ya...


...Dan langsung saja tambahkan ke daftar favorit kamu ya...

__ADS_1


...Jika ada yang kelebihan poin atau koin, bisa di sumbangkan untuk author kok, hehe...


...Terimakasih 😊...


__ADS_2