Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Hukuman Kecil


__ADS_3

KEESOKAN HARINYA ..!


Setelah terbangun dari mimpi indah nya, Pinkan segera bangun dan memulai ritual mandi nya. Setelah selesai mandi dia pun langsung turun kebawah dan menuju dapur untuk sarapan bersama bi Leta, asisten rumah tangga Rifqan.


Dan di pagi yang sama tetapi ditempat yang berbeda. Rifqan yang baru saja bangun dari tidur nya, sesaat duduk untuk mengembalikan fokus nya. Dia mulai meregangkan otot otot nya yang kaku dan mulai turun dari ranjang langsung masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi dia langsung turun dan sarapan pagi dengan makanan yang sudah disiapkan oleh bi Ani, asisten rumah tangga nya yang berada di apartemen yang dia tempati


Bi Ani tidak seperti bi Leta yang tinggal di apartemen milik Rifqan, bi Ani akan pulang setelah pekerjaan nya selesai semua.


Setelah menyelesaikan ritual sarapan pagi nya, Rifqan langsung mengambil kunci mobil nya dan langsung mengendarai nya menuju apartemen Pinkan, dia mengendarai mobil nya sambil bersenandung ria. Saat sudah sampai di apartemen Pinkan dia langsung masuk dan melihat Pinkan sedang menonton tv dan tertawa tawa


"Pagi Pinkan, seperti nya asik sekali ya." tanya Rifqan yang ikut duduk disebelah Pinkan


"Ah iya Rifqan, apakah kita akan pergi sekarang?" tanya nya lagi untuk memastikan


"Kalau bisa ya kita pergi sekarang saja." ucap Rifqan sambil melihat jam di pergelangan tangan nya


"Bisa kok, yasudah aku siap siap dulu ya, gak lama kok." ucap nya lagi dan langsung berlari ke lantai atas menuju kamar nya.


Setelah bersiap siap, Pinkan turun dengan memakai celana jeans panjang, baju kaus putih lengan pendek dan mengucir kuda rambut nya. Sederhana bukan? ya begitulah Pinkan. Sangat sederhana


"Ayo, aku sudah siap." ajak Pinkan yang berdiri di depan Rifqan


Mereka pun pergi ke salah satu butik langganan ibu nya Rifqan, salah satu butik ternama yang terkenal di kota S.


Setelah sampai di butik, Mereka disambut oleh beberapa orang pegawai butik dan seorang manager.


"Selamat pagi tuan dan nona." Ucap manager butik itu


"Bagaimana model gaun yang anda inginkan? Apakah ada permintaan khusus?" tanya manager butuk itu dengan tersenyum seramah mungkin


"Tunjukkan yang terlihat bagus saat dikenakan oleh pacarku saja." Ucap Rifqan singkat pada manager butik itu


"Baik tuan." Saat manager butik itu hendak membalikkan badan ingin memerintah kan pegawai nya untuk mengambilkan beberapa model gaun yang diinginkan tamu terhormat nya itu. Rifqan kembali membuka suara

__ADS_1


"Jangan berikan yang terlalu ****, aku tidak suka! Berikan gaun yang tertutup padanya!" Perintah Rifqan


"Baiklah tuan!" Manager itu pun melanjutkan jalan nya untuk ikut memilih beberapa model gaun


Pinkan dan Rifqan pun duduk di ruangan VIP yang ada di butik itu, ruangan yang sangat nyaman khusus untuk tamu seperti Rifqan ini.


"Tuan, jika disini tidak memanggil ku dengan sebutan pacar juga tidak apa apa kan?" tanya Pinkan yang seolah keberatan dengan pengakuan Rifqan tadi ini


CUP !!


Rifqan mengecup bibir Pinkan lagi, hal itu membuat Pinkan menutup mulut nya dengan kedua tangan nya dan mata nya melotot tak percaya ke arah Rifqan.


Rifqan yang ditatap seperti itu hanya diam tanpa rasa bersalah nya


Kenapa dia menciumku disini? Inikan tempat umum. Apa laki laki ini tidak tahu malu, batin Pinkan.


Rasanya ingin sekali Pinkan meninju wajah tampan di depan nya ini. Tapi tentu saja dia tidak berani


"Kenapa kau melihatku seperti itu? Aku kan sudah bilang jangan memanggilku tuan. Sudah seperti pembantu ku saja kau ini!" Ucap Rifqan yang tak kalah kesal nya.


"Maaf, aku kan lupa." ucap Pinkan dengan sedikit memanyunkan bibir nya


"Sampai kapan kamu akan lupa terus? Jika kamu selalu lupa bahwa kamu adalah pacarku, kita akan ketahuan!" ucap Rifqan sedikit menekan kalimat nya


"Dan lagi butik ini langganan ibuku, jika mereka mendengar panggilan 'tuan' mu terhadap ku, mereka akan mengadu yang tidak tidak pada ibuku." imbuh nya lagi


Pinkan diam saja mendengar apa yang diucapkan Rifqan, dan dia membenarkan perkataan Rifqan. Tidak lama manager dan beberapa pegawai butik pun datang membawa beberapa gaun terbaru edisi terbatas.


"Cobalah!" Perintah Rifqan


"Banyak sekali! Apa aku harus mencoba semua nya?" tanya Pinkan dengan wajah tak enak


"Coba gaun yang kamu sukai saja." Ucap Rifqan yang duduk bersila sambil menyandarkan punggungnya


Pinkan langsung mengambil satu buah gaun yang berwarna broken white yang tinggi nya satu centi di atas lutut, gaun ini keseluruhan nya terbuat dari Silk Tulle. Namun di bagian dalam, dari dada sampai ke paha terdapat lapisan seperti kemben yang menutup bentuk tubuh. Dan di bagian pinggang ada ikat pinggang berukuran kecil berwarna hitam.

__ADS_1


Saat Pinkan ingin mencoba nya, Pinkan melihat harga yang tertera pada label baju tersebut. Seketika Pinkan melongo dengan harga baju itu


"Bagaimana ini, Aku mana punya uang jika harus membeli baju semahal ini. Hidup saja aku masih numpang!" ucap Pinkan di dalam ruang ganti berbicara pada diri nya sendiri


Tak apalah ku coba saja. Nantikan tinggal ganti lagi, batin nya


Saat sudah selesai mengganti baju nya dengan gaun yang ia bawa tadi, ia pun keluar dari ruang ganti tersebut. Saat ia keluar semua orang memperhatikan nya takjub, tak terkecuali Rifqan. Rifqan melihat nya dengan tatapan penuh cinta yang dalam


Saat semua orang masih dengan tatapan kagum nya menatap Pinkan yang sangat cantik. Tiba tiba suara yang dikeluarkan Rifqan membuat semua orang langsung mengalihkan perhatian nya ke arah lain


"Jika ada yang berani melihat pacarku lebih lama lagi, Akan ku congkel mata nya sekarang juga!" Ancam nya pada orang disana. Namun ada juga beberapa pria yang tetap saja mencuri curi pandang menatap Pinkan


Pinkan pun langsung mendekat ke arah Rifqan dan sedikit menarik narik ujung baju Rifqan. Pinkan pun langsung menangkap tangan Pinkan dan menggenggam nya lembut


"Rifqan baju ini memang bagus, tapi harga nya mahal sekali. Aku tidak mempunyai cukup uang untuk membeli nya. Lebih baik pilih yang lain saja ya." Ucap Pinkan yang sedikit berbisik bisik


"Hey, Apa katamu? Kamu pikir aku tidak sanggup membelikan nya untuk mu?" Tanya nya dengan sedikit berbisik juga


"Tidak usah, Hutang budi ku padamu juga sudah sangat banyak. Jika semakin banyak aku takut tidak sanggup membayar nya padamu" ucap Pinkan dengan muka yang memelas


"Bayar lah dengan cintamu." Ucap Rifqan dengan berbisik pelan


"Apa katamu?" tanya Pinkan karena tidak mendengar kalimat terakhir Rifqan padanya. Meski mendengar,


tapi Rifqan tidak ada niat untuk mengulangi perkataan nya pada pinkan


"Bungkus baju ini satu. Dan semua yang kalian bawakan tadi." ucap Rifqan menunjuk baju yang sedang dikenakan oleh Pinkan


Pinkan yang mendengar itu pun langsung meneguk Saliva nya yang terasa kering.


Semakin banyak kamu berhutang padaku semakin lama kamu akan tinggal disisi ku. Aku akan membuat kamu tetap berada di sisiku selamanya! . Batin Rifqan sambil senyum smirk nya.


Jika ada yang mengatakan Rifqan egois, ya begitulah Rifqan. Dia tak pernah jatuh cinta. Tapi saat dia jatuh cinta, dia akan membuat orang yang dicintai nya akan selalu berada di sisi nya.


Hai temen temen, Jangan lupa like dan vote ya. Berikan juga komentar nya agar author semangat untuk up lagi ya ~

__ADS_1


__ADS_2