
Saat mereka berada di depan tempat pembelian tiket, langkah kaki Pinkan berhenti disana
"Kita tidak beli tiket dulu?" Tanya Pinkan
"Aku sudah menyuruh bawahan ku untuk memesan tiket nya lebih awal." Jawab Rifqan enteng
Orang kaya memang berbeda, batin nya dan melanjutkan langkah nya untuk masuk kedalam
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN
Pinkan kini sedang duduk di sebuah bangku panjang yang berasa di taman bermain tersebut. Dia dan Rifqan hampir menaiki semua wahana yang berada disana
"Lelah nya.." Ucap Pinkan sambil bersandar di bangku taman dan merentangkan tangan nya
Rifqan hanya melirik sekilas lalu tersenyum melihat Pinkan seperti itu
Semenjak kehadiran Amrita dan verel, Aku tidak pernah diajak pergi kemana pun. Bahkan ketika mereka pergi ke taman bermain, Aku hanya disuruh mengerjakan pekerjaan rumah seperti pembantu. Ucap nya dalam hati dengan sendu
Saat dia sedang melihat lihat. Tidak sengaja dia melihat ke arah bianglala.
"Waahh bianglala nya tinggi sekali, jika berada di atas sana pasti bisa menikmati pemandangan kota." Pinkan mengatakan itu sambil memejamkan mata nya seolah dia sedang di atas sana dan menikmati hembusan angin
"Kamu mau naik itu lagi?" Tanya Rifqan yang melihat keinginan Pinkan
"Aku bahkan sangat sangat ingin. Kata orang orang, kalau kita sedang naik bianglala dan berada di putaran paling atas. Jika kita mencium orang yang kita sukai pasti mereka akan berjodoh dengan kita!" Ucap Pinkan memberitahukan apa yang ia tahu
"Itu hanya mitos saja," Ucap Rifqan sambil mengibaskan tangan nya
"Aku pun tidak tahu." Ucap nya
"Ayo kita naik. Aku ingin mencoba nya!" Seru Rifqan dan langsung menarik tangan Pinkan ke arah bianglala
Aku bukan ingin mencoba naik bianglala. Tapi aku ingin mencoba mencium mu di atas sana agar berjodoh dengan mu!, ucap Rifqan dalam hati sambil melihat Pinkan yang sangat senang saat naik bianglala
Dan saat bianglala itu sudah berputar di paling atas searah dengan arah jarum jam dua belas, Rifqan mulai mendekat kan diri nya pada Pinkan. Pinkan yang melihat itu pun memundurkan duduk nya ke belakang
Namun semakin Pinkan mundur, Rifqan malah semakin mendekatkan diri nya. Dan Rifqan langsung melum** bibir mungil Pinkan dan memegang tengkuk Pinkan.
"Aku mencintaimu!" Kata itulah yang di ucapkan oleh Rifqan saat sudah melepaskan ciuman nya.
__ADS_1
Pinkan terkejut dengan apa yang baru saja terjadi, Dia termenung sampai beberapa saat.
Apa itu tadi? Apakah itu bisa disebut dengan pengakuan cinta nya padaku? Tapi tidak mungkin dia mencintaiku, batin Pinkan
"Ayo turun!" Ucap Rifqan yang membuyarkan lamunan Pinkan
Kenapa dia diam saja dan termenung? Kenapa dia tidak membalas pernyataan cintaku sih!, batin Rifqan yang sedikit kesal karena melihat Pinkan yang diam saja
……………………………………………………
Sementara ditempat lain, ada seorang wanita cantik yang sedang duduk sendiri di sebuah cafe sambil membaca sebuah buku. Meja yang di tempati oleh wanita itu berada di sisi pojok ruangan sehingga setia orang yang masuk pasti akan langsung melihat ke sisi itu.
TING!..
Bunyi bel pintu di cafe itu, menandakan bahwa ada pengunjung yang masuk. Namun hal itu tidak membuat wanita itu menoleh ke arah pintu. Dia masih sibuk dengan buku nya yang seperti nya lebih menarik dari hal apapun.
Wanita cantik itu bernama Kiara Admaja, sahabat Pinkan yang sudah seperti saudara nya sendiri.
Ada seorang pria yang begitu masuk langsung memperhatikan seorang gadis yang sedang duduk fokus membaca buku nya. Pria itu merasa gadis yang sedang ia perhatikan itu telah menarik perhatian nya. Dan jujur saja ia memang sangat tertarik dengan gadis itu
Pria itu pun memanggil salah seorang pegawai cafe untuk menanyakan wanita yang menarik perhatian nya itu
"Boleh tuan." Jawab pegawai itu dengan sedikit gugup. Pasal nya dia tahu siapa orang yang tengah berbicara dengan nya itu. Dia adalah Patra Novusul. Bawahan sekaligus sahabat Rifqan
"Apa kamu tahu siapa gadis yang sedang duduk di ujung sana itu?" Tanya Patra dengan sedikit malu
"Yang sedang membaca buku itu tuan?" Tanya pegawai itu untuk memastikan
"Iya" dan menoleh ke arah Kiara yang sedang membaca buku
"Ah itu nona kia tuan, dia sering menghabiskan waktu nya disini hanya untuk membaca buku." ucap pegawai itu memberitahu
"Biasa nya dia memang selalu sendiri?" Tanya Patra lagi yang semakin penasaran dengan Kiara
"Tidak. Biasa nya nona kia sering pergi berdua bersama teman dekat nya tuan." Jawab pegawai itu lagi
"Laki-laki?" Tanya Patra dengan penasaran
"Seorang wanita tuan." Jawab nya
__ADS_1
"Terimakasih, ini tip untuk mu. Kamu boleh kembali bekerja." Ucap Patra yang mengeluarkan beberapa lembar uang
"Terima kasih tuan, kalau begitu saya permisi." Ucap pegawai itu sambil membungkukkan badan nya lalu pergi
Apa aku harus menyapa nya ya. Aku sangat tertarik pada nya. batin Patra yang masih dengan ragu ragu
Patra pun memutuskan untuk mendekati Kiara. Patra duduk di depan Kiara dan masih satu meja.
"Boleh aku duduk disini nona?" Tanya Patra, Kiara pun menoleh pada pria yang masih asing di mata nya itu dan mengernyit bingung
Kiara menoleh ke arah lain cafe tersebut untuk melihat situasi. Dan disana masih banyak tempat duduk yang masih kosong
"Maaf tuan, Bukan kah di tempat lain masih banyak tempat yang bisa anda duduki?" Tanya Kiara dengan polos nya. Dia tidak tau maksud pria itu meminta duduk satu meja dengan nya adalah untuk mendekati nya
"Aku ingin duduk disini untuk menemani mu membaca buku, apakah tidak boleh?" Tanya Patra lagi berusaha meminta izin
"Tentu saja boleh, itu terserah anda mau duduk dimana. cafe ini kan untuk umum." Celetuk Kiara dan melanjutkan membaca buku nya dengan khidmat
"Terima kasih nona, Perkenalkan nama saya Patra Novusul. Nona bisa memanggil ku Patra." Ucap Patra mengulurkan tangan nya berusaha memperkenalkan diri nya
"Kia!" Jawab singkat Kiara tanpa menerima uluran tangan dari Patra.
Kiara memang lah orang yang dingin dan lembut. Namun, jika sedang bersama Pinkan dia akan berubah seperti menjadi orang lain. Dia akan super cerewet, manja dan setia pada Pinkan. Begitulah Kiara, Jika dengan orang baru dia akan memunculkan sisi dingin nya
Apa sih? Kalau mau duduk ya duduk saja. Untuk apa menganggu konsentrasi ku membaca buku kesukaan ku ini! Dengan memperkenalkan nama nya. Memang dia pikir karena dia tampan aku akan berbicara dengan nya!, batin Kiara yang sebal dengan Patra. padahal ini pertemuan mereka yang pertama
Patra yang melihat uluran tangan nya tidak disambut pun langsung menarik tangan nya dan berdehem untuk menghilangkan rasa canggung nya.
Ternyata dia sangat dingin, gadis seperti ini yang aku suka, batin Patra sambil memperhatikan gadis di depan nya yang masih sibuk membolak-balikan halaman buku nya
Saat Patra ingin berbicara lagi, Dering telpon milik Kiara pun berbunyi. Kiara melihat panggilan itu dan langsung mengangkat nya
"Hem baiklah aku akan segera kesana, tunggu saja disitu." Jawab Kiara setelah orang yang berada dibalik telpon berbicara
Kiara pun langsung bangkit dan membereskan buku buku nya. Patra yang mengerti Kiara mau pergi langsung bertanya
"Mau kemana nona? Apakah mau saya antar saja?" Tanya Patra yang juga ikut berdiri
"Tidak usah tuan, Terimakasih." Jawab nya dan langsung berlalu pergi dari sana
__ADS_1
"Ah, aku belum meminta nomor ponsel nya. Kita pasti berjodoh dan akan bertemu lagi." Ucap Patra dengan yakin