Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Syarat


__ADS_3

Raka yang penasaran langsung menekan play untuk memutar Vidio yang membuatnya penasaran itu. Seiring terdengarnya rekaman suara, tangannya semakin mengepal dengan erat dan setetes air mata lolos begitu saja. Setelah rekaman suara itu selesai diputar, terlihatlah beberapa foto intim seorang wanita yang diketahui itu adalah istrinya dengan seorang pria muda yang sempat dijodohkan dengan anaknya


Dia meremas flashdisk yang di genggamnya itu dengan erat. Hatinya terasa bercampur aduk sekarang. Rasa kecewa, sedih, ter-khianati, sakit hati dan marah bercampur menyelimutinya hatinya saat ini


Dia ingin bertanya langsung pada istrinya, namun tiba-tiba dia teringat saat tadi siang Pinkan menanyakan perihal kejadian lampau nya, yang seharusnya tak diketahui oleh Pinkan, dia jadi yakin, kalau Pinkan sepertinya mengetahui sesuatu


Dia meletakkan kembali flashdisk itu, kemudian dia merekam semua yang ada di dalam flashdisk dengan menggunakan kamera ponselnya


CEKLEK


"Sayang, kamu sudah pulang?" tanya Amrita yang baru saja masuk, dia melihat Raka dengan tatapan gugup, karena Raka berdiri di dekat laptop yang tadi ia gunakan. Dia teringat kalau flashdisk yang digunakan itu masih belum diambilnya lagi, dia segera kembali. Saat ingin diambil, ternyata ada suaminya


Kenapa dia tak menjawab, wajahnya murung sekali. Apakah dia sudah melihat rekamannya, gumamnya dalam hati


"Iya. Aku baru saja pulang. Ku lihat kamu tidak ada disini, aku baru saja ingin turun untuk mencarimu." jawab Raka. Dia terpaksa harus kembali berpura-pura


"Aku tadi menyiapkan makan malam untukmu, kalau begitu, ayo kita segera turun dan makan. Sepertinya anak-anak tidak pulang malam ini." ujar Amrita dengan lembut


Raka tersenyum getir. Dalam hati dia menyayangkan sikap istrinya yang hanya berpura-pura baik di depannya saja. Raka berlalu keluar dari kamar, Amrita langsung cepat-cepat memeriksa flashdisk dan mengambilnya kemudian memasukkan ke saku celananya


Untung masih ada, sepertinya dia belum sempat melihatnya. Malam ini, aku harus berhasil merayunya untuk mewariskan semua hartanya hanya pada Verel. Bahkan, jika itu milik Pinkan sekalipun


Dia juga ikut turun dan makan malam berdua dengan suaminya. Tidak seperti sebelumnya, Raka lebih memilih diam dan memakan makanannya dengan cepat


Setelah makan, Raka langsung masuk ke kamarnya. Dia duduk di balkon kamarnya untuk menikmati angin malam yang berhembus dingin. Dia menikmati semilir angin sambil mengingat kehangatan yang diberikan oleh istrinya, Jessy


Seandainya aku dulu lebih memperhatikanmu. Sekarang, kamu pasti masih berada di sampingku. Tanpa ada rasa penyesalanku seperti ini. Apakah kau bisa melihat kami dari surga, anakmu sekarang sudah menemukan laki-laki pilihan yang bisa membuatnya bahagia


Rasa bersalahnya kian memuncak di dalam hatinya. Entah mengapa, malam ini terasa semakin panjang. Awan gelap sudah dibalut dengan hujan yang siap turun untuk membasahi setiap penghuni bumi. Kesedihan yang dirasakan oleh Raka, seakan juga ikut menggulung di hitamnya awan


"Sayang? Kenapa kamu termenung?" ucap Amrita. Entah sejak kapan dia sudah berdiri di belakang Raka


"Tidak. Aku hanya memikirkan nasib anak-anak saja." jawabnya sambil mengusap air mata yang hampir terjatuh

__ADS_1


Amrita tersenyum, dia merasa ini adalah saat yang sangat pas untuknya mencoba merayu suaminya lagi. Tidak ada salahnya mencoba kan


"Kalau kamu memikirkan nasib anak-anak kita, kamu harus segera mewariskan hartamu untuk, Verel!" ucapnya sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya


"Rita, kenapa kamu mulai lagi?" Raka sedikit menjauh, dia seperti tidak ingin disentuh oleh wanita yang berstatus istrinya itu


"Kenapa? Verel itu anakmu. Memangnya salah kalau aku meminta kami untuk mewariskan hartamu untuk anakmu sendiri?" tanyanya lugas


"Tidak salah. Tapi, yang salah adalah pilihanmu. Pinkan juga anak ku, bagaimana aku bisa tidak memikirkan nasibnya juga." jawab Raka yang tak kalah tegas


"Kenapa kau sangat keras kepala, Raka? Dia adalah anak perempuan, dia tidak memerlukan harta yang kau punya. Lagipula, seorang wanita, setelah menikah nanti juga akan tinggal di rumah suaminya. Jadi, menurutku tidak ada salahnya jika dia memberikan rumah ini untuk adiknya." seru Amrita, dia tidak henti-hentinya mempengaruhi Raka


"Cukup, Rita! Aku tidak akan mendengarkan mu!" bentak Raka yang sudah kesal


"Kenapa kau marah padaku? Harusnya kau mendengar semua usulanku ini. Karena, sebentar lagi kamu juga tidak akan bisa mengurus semua perusahaan mu lagi." bantahnya. Memang sungguh tidak dibenarkan sikapnya pada suaminya itu


"Baik. Aku akan mewariskan semua semua hartaku pada, Verel. Kecuali rumah ini." ujar Raka


"Bagus jika kau sudah berpikiran terbuka." jawab Amrita


"Tapi, ada syaratnya." seru Raka kemudian


"Syarat apa yang kau butuhkan? Segera beritahu aku." pinta Amrita tak sabaran


"Aku akan mengubah semua hartaku atas nama Verel. Tapi, hanya untuk Verel saja! Jika Verel tidak ada, tidak boleh ada seorangpun yang boleh merubah nama kepemilikan. Jika ketahuan, akan dikenakan sanksi hukum pidana yang berlaku. Bagaimana?" itulah syarat yang diajukan oleh Raka. Entah mendapatkan ide dari mana dia bisa berpikiran seperti itu


"A-apa? Kenapa bisa seperti itu, apa maksudmu?" Amrita marah tak terima. Syarat yang diajukan Raka sangat bertolakbelakang dengan keinginannya


"Ya, aku tidak mempunyai maksud apapun. Karena, aku hanya ingin mewariskan hartaku untuk anakku saja. Bukan kepada pencuri." jawab Raka santai sambil mengangkat bahu


Sial! Sial! Sial! Kalau begitu, sama saja dengan aku tidak bisa menguasai hartanya. Lebih baik aku setujui saja dulu, nanti baru aku pikirkan bagaimana kedepannya, umpatnya dalam hati


"Ba-baik. Kalau begitu, kapan kau akan mengurusnya?"

__ADS_1


"Secepatnya!" jawab Raka. Kemudian dia berlalu pergi dan masuk ke kamarnya


*******


TING TONG TING TONG


Pagi hari, bel pintu apartemen Dharma berbunyi. Apartemen itu dibelikan oleh Amrita. Dulunya, dia hanya tinggal di apartemen kecil yang kumuh dan lusuh. Tapi, dia bisa merayu Amrita untuk membelikannya apartemen mewah dan mobil mewah ini untuknya


Yang mengetahui apartemen mewah yang ia tinggali sekarang hanyalah dirinya dan Amrita. Jika dia bercinta dengan para wanita, dia akan memilih tempat di luar. Dia takut kalau dia melakukannya di sana, Amrita akan menemukan sesuatu yang mencurigakan dan tidak akan memberikan yang diinginkannya lagi. Jadi, sebisa mungkin dia menutupi semua kelakuan bejadnya dari siapapun


Sebenarnya, masih ada satu orang yang mengetahui letak apartemen itu, yaitu Pinkan. Dia mengetahui itu semua dari kehidupan lalunya. Jadi, tentu saja dia masih ingat hingga sekarang semua aset yang dimiliki Dharma yang diberikan oleh Amrita secara cuma-cuma atas nama cinta. Suatu saat dia akan menarik semua aset yang harusnya menjadi miliknya dan Verel itu


Dharma membuka pintu sambil menguap. Dia masih menggaruk-garuk kepalanya karena kasih terasa mengantuk. Terlihatlah seorang pria memakai topi dan kacamata hitam


"Siapa kau?" Dharma kaget saat melihat seorang pria misterius di depan apartemennya


"Aku adalah seorang kurir. Ini ada kiriman paket untukmu. Tolong segera diterima." ucap sang pria misterius


"Paket? Aku tidak memesan barang apapun! Dan, kenapa harus ke alamat ini?" tanyanya dengan kening berkerut


"Ada seorang wanita yang mengirimkan paket ini untuk anda. Dan, alamat yang disebutkan memang ke sini." jelasnya


Tanpa pikir panjang, Dharma langsung menandatangani tanda serah terima paket. Dia langsung masuk kembali ke dalam apartemennya sambil membawa sebuah paket dan sebuket bunga mawar hitam


"Harusnya, wanita itu mengirimkan bunga mawar merah, kenapa dia mengirimkan warna hitam? Sangat misterius." ucapnya


Dia membuka paket yang berbalut dengan kertas hitam itu dengan santai. Saat dia telah membuka paket itu dengan sempurna, matanya membeliak sempurna


Hai teman-teman...


Terima kasih sudah berkunjung ke karya author remahan kerupuk seperti ku ini. Jangan lupa untuk tinggalkan like, komentar, berikan gift dan juga vote nya, ya!?


Tambahkan juga ke daftar favorit kamu ya

__ADS_1


Karena, setiap dukungan yang kalian berikan sangat berharga untuk author, dan agar author tambah semangat


❤️❤️❤️


__ADS_2