
Preman pria itu tersenyum, mengejek ke arah Pinkan
"Sudah. Kau tidak perlu berbohong, kami selalu mengawasi mu sejak kau dibawa oleh tuan muda itu. Baru sekarang kami mendapatkan kesempatan." ucap preman itu
"Jadi, karena kau sudah berani mengacaukan rencana kami, kau harus membayarnya!" ucap preman yang lain
Pinkan yang mendengar pernyataan dari preman pria itu pun merasa frustasi dan bingung. Pinkan tertawa kencang seakan mengolok olok pernyatan dari preman pria tersebut
"Kalian tidak berani berurusan langsung dengan tuan muda, Rifqan? Makanya, kalian hanya mengintai dari kejauhan? Hahaha!" ucap Pinkan dengan tergelak kencang sampai mata nya berair
Pinkan tidak henti henti nya tertawa, seakan pernyatan itu sangat menggelitik di perut nya. Ternyata jawaban Pinkan tersebut berhasil mengundang amarah dari si preman itu dia maju ke arah Pinkan dan menendang dada Pinkan
"Aku tendang kamu wanita sialan!" ucap preman itu dengan amarah
Preman itu menendang dada Pinkan hingga dari sudut bibir Pinkan mengeluarkan darah segar, dan bekas terjangan kaki dari sang preman tersebut membekas merah di dada Pinkan
"Memang aku sedang memarahi kalian sekumpulan sampah masyarakat!" ucap nya sambil menahan pedih di sudut bibir nya dan sesak di dada nya akibat terjangan preman itu
Preman itu kembali menampar Pinkan dengan kuat sampai baju Pinkan turun dan menampakkan dada nya yang putih dan mulus itu, seketika para preman itu meneteskan air liur saat melihat dada dan paha Pinkan
"Ayo teman-teman, kita beri pelajaran pada wanita sombong ini. kkta nikmati saja dulu yang ada di depan kita ini!" ucap salah satu dari kumpulan preman itu
Lalu salah satu preman yang bertato pun menghampiri Pinkan lalu merobek gaun yang di kenakan Pinkan sampai menampakkan perut nya
"Jangan kemari kalian segerombolan binatang!" ucap Pinkan berteriak
Tanpa mereka ketahui Pinkan sedang memegang serpihan kaca berusaha untuk memotong tali yang mengikat tangan nya itu
Ayolah tali cepatlah terputus, ucap Pinkan sambil berusaha
preman itu mulai mendekat ke arah Pinkan, preman yang mempunyai tato itu sudah sangat dekat dengan wajah Pinkan dan mulai membelai wajah Pinkan.
Jangan !! Teriak Pinkan dalam hati sambil memejamkan matanya
Saat tangan preman itu mulai mengelus pipi Pinkan, tali yang mengikat tangan Pinkan pun akhirnya terputus. Sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak padanya
"Singkirkan tangan busuk mu itu, jika menggoda pun kau tak akan bisa." teriak Pinkan
Pinkan langsung menjambak rambut pria bertato itu dan menghantukkan kepala pria itu dengan lutut nya, setelah pria itu lemas dan jatuh pingsan Pinkan langsung lari sekencang kencangnya
"Hei kamu, berhenti!" teriak salah satu preman dari itu. Preman-preman itu juga mengejar Pinkan
Pinkan tidak mempedulikan teriakan itu, dia terus berhenti dan melompat keluar dari jendela yang kaca nya sudah pecah
Saat Pinkan sedang berlari dia menabrak seorang pria. Dia terdiam karena dipikirnya itu adalah salah satu dari preman yang mengejarnya
"Mereka lagi!" ucap nya pelan. Dan dia pun berusaha mengalah kan lawan yang ada di depan nya dengan meninju nya, tapi tinjuan dari Pinkan dapat dengan mudah di tangkap
__ADS_1
Dia dapat dengan mudah menahan tinjuku. Habislah aku, ucap Pinkan dalam hati dengan ketakutan
Dia sangat ketakutan tapi dalam ketakutan itu, seseorang yang menahan tinjuan Pinkan itu menarik Pinkan ke dalam pelukan nya, menepuk pucuk kepala Pinkan dengan lembut
"Pinkan tidak apa apa, sekarang kamu sudah aman." Pinkan yang mendengar suara itu pun terkejut, dia tidak menyangka bahwa orang ini datang untuk menyelamatkan nya lagi untuk yang kesekian kali nya.
"Rifqan … ternyata kamu!" Pinkan merasa senang karena bertemu dengan Rifqan
Setelah merasa aman, tubuh Pinkan berangsur-angsur jatuh, dia merasa lemah dan tubuhnya serasa mati rasa, wajah Pinkan tiba tiba mengkerut karena menahan sakit di tubuh nya
"Hei, kamu kenapa?" tanya Rifqan pada Pinkan
Karena tadi aku ingin bertahan hidup jadi tubuh ku tidak terasa sakit
Rifqan pun melihat ke tubuh Pinkan dan terdapat banyak sekali memar kemerahan di badan Pinkan membuat Rifqan menggemeretakkan gigi nya
"Dimana mereka?" tanya Rifqan yang seakan sangat marah saat melihat kondisi Pinkan yang seperti itu
"Hem, mereka disana." tunjuk Pinkan ke arah gudang yang membekap nya tadi dengan tangan sedikit gemetar karena menahan sakit di badan nya
"Bereskan!" ucap Rifqan pada bawahan nya, dan bawahan nya serempak mengiyakan.
Rifqan pun langsung membalutkan jas yang ia kenakan ke tubuh Pinkan dan langsung membawa nya untuk masuk ke dalam mobil
Saat mobil sudah melaju, Pinkan bertanya kepada Rifqan, "Kenapa kamu bisa tahu aku ada disini, kamu memasang GPS di ponsel ku?"
"Aku hanya berjaga jaga saja, ternyata benar benar terpakai" ucap Rifqan
"Oh begitu, itu … kamu bisa melepaskan ku tidak, aku bisa duduk sendiri." ucap Pinkan dengan senyum salah tingkah
Ternyata posisi mereka sekarang, Pinkan di dudukkan di atas pangkuan Rifqan dan Rifqan memeluk Pinkan dengan erat
"Tubuh mu terlalu dingin, jadi aku peluk begini agar kamu hangat, kalau tidak nanti luka mu jadi memburuk." Rifqan memberi alasan
"Tapi kan aku sudah memakai jas mu jadi aku sudah tidak akan dingin lagi." jawab Pinkan yang masih tidak terima dia di peluk seperti guling
"Sudah, diam lah!" jawab Rifqan dengan tatapan tajam yang merasa tidak suka dengan bantahan Pinkan
Pinkan pun langsung terdiam karena melihat tatapan tajam yang di layangkan Rifqan
Alasan apa itu, Tadi memang sangat dingin sampai gemetaran, tapi di peluk seperti ini sudah jauh lebih hangat, batin Pinkan mencela
Wajah Pinkan pun memerah karena malu, tapi ia sangat nyaman berada dalam pelukan Rifqan
Saat memeluk Pinkan, Rifqan tidak sengaja melihat ke arah dada Pinkan dan wajah nya juga bersemu merah, dia mencoba mengalihkan pikiran nya dengan pura pura batuk
"Uhuk,Uhukk kali ini kecelakaan mu berhubungan dengan keluarga kami, aku akan memberi kan kompensasi, apakah ada yang kamu inginkan?" tanya nya pada Pinkan,
__ADS_1
"Yang aku inginkan?" tanya nya lagi
Ahh iya tadi ponsel ku sudah dibuang oleh penjahat itu, dan di dalam ponsel ku itu ada foto ibu, foto ibu yang aku punya hanya ada di ponsel itu, aku tidak punya foto ibu yang lain selain itu, lirih Pinkan dalam hati nya
"Rifqan apakah kamu bisa menemukan kembali ponsel ku yang telah hilang?" tanya Pinkan dengan penuh harap
"Kamu hanya mau ini?" tanya Rifqan dengan heran
"Aku akan memberikan mu satu." kata Rifqan sambil memberikan sebuah ponsel keluaran terbaru
"Ini pakailah sesukamu" ucap nya lagi
"Ah, terima kasih tuan muda Rifqan. Tapi…di ponsel itu ada sesuatu yang sangat penting bagiku…ku mohon" pinta Pinkan sambil mengatupkan kedua tangan nya dengan mata yang memelas
Sangat penting?, Rifqan bergumam dalam hati
Karena permintaan Pinkan hanya ponsel nya yang lama , Rifqan pun langsung menelpon bawahan nya
TUTT…TUTT…
Tidak lama terdengar lah suara orang di seberang telpon sana
"Lapor tuan muda, semua orang nya sudah di kirim ke kantor polisi sesuai arahan, apakah masih ada perintah?" tanya anak buah Rifqan
"Ambil ponsel yang di temui sebelum nya!" Perintah Rifqan pada bawahan nya
Orang yang di seberang telepon pun mengiyakan perkataan yang tak lain adalah atasan nya tersebut.
Pinkan yang mendengar percakapan orang yang di depan nya itu dengan orang yang di seberang telpon pun sangat senang
"Terima kasih tuan muda Rifqan." Pinkan tanpa sadar memeluk Rifqan dengan sangat erat dan bibirnya tidak sengaja mengenai leher Rifqan
Tersadar, Pinkan langsung menguraikan pelukannya. Dia merasa sangat canggung dan membuang pandangannya ke luar jendela
Dia tidak henti henti nya mengucapkan terima kasih kepada Rifqan dengan mata yang berbinar binar senang karena telah mengabulkan permintaan nya untuk mengembalikan ponsel nya yang tadi dibuang oleh preman yang menculik nya
Saat mereka masih dalam perjalanan menuju kerumah sakit, seketika pun turun hujan yang sangat deras, Pinkan yang merasakan kantuk pun segera tertidur dalam pelukan hangat Rifqan , sedangkan Rifqan masih sibuk memikirkan siapa orang penting yang dimaksud Pinkan itu.
Sangat penting, Siapa ??
...Hai teman teman...
...Dukung terus karya aku ya...
...Jangan lupa tinggalkan like, vote, dan komentar nya agar author tambah semangat buat terus UP...
...Terima kasih !!...
__ADS_1