Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda
Salah Paham Yang Berlanjut


__ADS_3

Pinkan berusaha melepaskan diri nya dari Rifqan, tetapi tidak dapat melepas pelukan pria itu. Dengan sekuat tenaga Pinkan langsung menolak tubuh Rifqan dan akhirnya dapat melepaskan ciuman paksa dari Rifqan


PLAK!!


Satu tamparan berhasil mendarat di pipi Rifqan dengan mulus. Pinkan menampar Rifqan dengan kuat, mata Pinkan sudah memerah dan berkaca kaca sedari tadi


Rifqan yang mendapat tamparan kuat itu langsung terdiam dan termenung. Dia masih syok dengan tamparan yang di layangkan Pinkan pada nya


"Apa yang kau lakukan? Kau menganggap ku sebagai mainan mu ha? Kau seenak nya datang dan pergi, setelah itu kembali lagi datang pada ku dan mencium ku sesuka hati mu. Kau pikir aku bisa kau permainkan seperti ini?" ucap Pinkan dengan menjerit yang emosi nya sudah meledak ledak


Pinkan seakan meluapkan api amarah nya yang selama ini sudah dia pendam


"Jangan pernah datang dan menemui ku lagi. Kepura-puraan kita sudah cukup sampai disini." tegas Pinkan


Pinkan langsung turun dari mobil milik Rifqan dan menyetop sebuah taxi yang kebetulan melintas di situ. Rifqan berusaha mengejar Pinkan tapi Pinkan sudah lebih dulu pergi dari sana


"Ahhh sial! Aku tidak bisa menjelaskan dan tidak mendapatkan penjelasan apa pun! Ini semua karena aku yang terlalu gegabah tadi." Rifqan memukul angin dengan sangat kesal


Sepanjang perjalanan, Pinkan hanya diam sambil sesekali meneteskan air mata nya yang sudah tidak bisa ia bendung lagi. Supir taxi itu berusaha berempati dengan memberikan kotak tissue kepada Pinkan


"Berhenti di penghujung jalan sana ya pak."


"Baik nona." supir itu mengangguk


Kebetulan dia sudah dekat dengan rumah nya. Setelah turun dari taxi yang dia tumpangi tadi, Pinkan langsung berjalan cepat menuju rumah nya


Padahal Dharma sudah menunggu Pinkan sedari tadi, tapi Pinkan hanya melewati Dharma dan Amrita yang sedang duduk di ruang tamu mereka, Dharma berusaha memanggil nama Pinkan berulang kali tapi Pinkan seolah tidak mendengar dan berlari masuk ke kamar nya


Pinkan langsung membuka baju nya dan masuk ke dalam kamar mandi nya, dia duduk bersimpuh di bawah guyuran shower yang terus menyala, merasa tidak puas dengan itu, Pinkan masuk ke dalam bathub dan berendam berusaha untuk merilekskan diri nya


"Kenapa dia muncul lagi di hadapan ku? Dan tiba tiba datang menarik ku dengan paksa lalu mencium ku seperti seorang wanita murahan? Sebenarnya selama ini dia kemana?" gumam Pinkan sambil meniupkan buih sabun yang berada dalam bathtub nya


Seketika Pinkan pun tertidur. Sementara di lantai bawah rumah keluarga Cleotra, ada tuan Rifqan yang sibuk memanggil nama Pinkan


Setelah Dharma pulang, tuan muda Rifqan datang untuk mencari Pinkan dan berusaha menjelaskan yang sebenarnya terjadi


Saat itu Amrita sudah pergi bersama Dharma, tentu saja pergi untuk bersenang senang ala mereka, sedangkan Verel belum pulang dari tongkrongan nya


"Mohon tunggu disini tuan, saya akan memanggilkan nona Pinkan di kamar nya." ucap bi Yem yang berusaha menenangkan Rifqan


"Hem, segera lah." ucap Rifqan dingin


Bi Yem langsung naik ke lantai atas dan menuju ke kamar Pinkan, dia sudah berulang kali mengetuk pintu kamar Pinkan tapi tidak ada sahutan dari si pemilik kamar

__ADS_1


Bi Yem turun lagi untuk menjelaskan pada tuan muda di depan nya ini. Dia bukan tidak tahu siapa tuan muda yang sedang berdiri di hadapan nya sekarang ini, maka nya dia berusaha menjaga sikap nya agar tidak menyinggung tuan muda tersebut


Apa lagi sangat terlihat jelas jika sekarang Rifqan sedang berada dalam suasana hati yang sangat buruk


"Mana dia?" tanya Rifqan karena melihat bi Yem hanya turun sendiri


"Saya sudah memanggil nona berulang kali, namun tidak ada sahutan dari dalam tuan."


"Aku akan mencoba memeriksa nya." Rifqan baru ingin beranjak namun langsung di hadang oleh bi Yem


"Maaf tuan, saya bukan bermaksud lancang, mungkin nona sedang tidur jadi tidak bisa di ganggu."


Rifqan hanya menuruti perkataan asisten rumah tangga rumah Cleotra itu, dia beranggapan bahwa bi Yem mungkin lebih mengenal siapa Pinkan, jadi dia tidak akan memaksa masuk lagi


"Jika nanti dia sudah bangun, katakan saja kalau aku datang kesini." titah Rifqan sebelum dia pergi dari sana


Bi Yem hanya mengangguk tanda mengerti, Rifqan langsung keluar dari rumah itu dan memutuskan untuk pulang ke apartemen nya sendiri


Pinkan merasa kedinginan, dia langsung keluar dari dalam bathub itu dan mengambil handuk nya. Pinkan berulang kali bersin dan dia juga menggigit bibir nya karena merasa badan nya menggigil


Setelah berpakaian, Pinkan turun ke bawah dan menemui salah satu asisten rumah tangga nya untuk meminta di buatkan minuman hangat agar tubuh nya menjadi lebih baik


Dia menunggu dengan duduk di meja makan, bi Yem menghampiri Pinkan yang sedang duduk sambil mengetuk-ngetukkan jari nya di atas meja


"Hem, kenapa kau tidak memanggil ku?" tanya Pinkan


"Saya sudah memanggil nona berulang kali, namun tidak ada sahutan dari dalam." jawab bi Yem dengan menunduk


"Nona, ini saya buatkan air jahe merah untuk anda agar badan anda terasa lebih hangat." ucap salah seorang asisten rumah Pinkan sambil meletakkan secangkir minuman hangat


"Baik terima kasih, aku akan kembali masuk ke kamar ku." Pinkan kembali masuk ke kamar nya sambil membawa minuman hangat yang dibuatkan asisten rumah tangga nya tadi


"Kak...! Kamu sakit?" tanya Verel yang baru masuk ke dalam rumah nya langsung mencium aroma jahe


"Hanya sedikit masuk angin saja."


"Tapi matamu kenapa seperti itu?" tanya Verel lagi yang mengalihkan pandangan nya ke mata Pinkan


"Tidak. Sudah lah jangan urusi urusan ku lagi, aku masuk dulu." Pinkan pun langsung meneruskan jalan untuk masuk ke dalam kamar nya


"Selalu saja dingin padaku." ucap Verel dengan suara kecil


Pinkan masuk ke kamar nya dan menuju ke arah balkon nya. Dia berdiri sambil sesekali menyeruput teh jahe nya dan melihat ke arah rembulan yang malam itu bersinar sangat terang

__ADS_1


Kenapa dia sampai datang kemari, Apa kah dia ingin menjelaskan sesuatu pada ku, batin Pinkan


Dia kembali masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu balkon nya karena merasa angin malam ini sangat dingin


Pinkan duduk di meja belajar nya dan mulai membaca buku untuk menghilangkan pikiran nya agar tidak terlalu memikirkan Rifqan.


Sesaat setelah dia membaca beberapa halaman buku, dia pun tertidur karena tubuh nya masih terasa kurang sehat


Di tengah malam, Pinkan terbangun karena merasa badan nya pegal akibat dari tidur sambil duduk di atas meja. Pinkan berpindah dan tidur di atas ranjang nya


Sedangkan di sebuah apartemen, Patra merasa sangat bingung dan berulang kali mengecek ponsel nya. Dia merasa putus asa setiap kali dia mengecek ponsel nya


"Aku sudah mengirimi nya pesan, tapi kenapa dia tidak membalas pesan dari ku ya, padahal sudah dua hari yang lalu. Apa dia benar tidak menyukai ku." ucap Patra dengan memeluk ponsel nya


Dia terus berpikir hingga tengah malam. Dia ingin kembali menghubungi Kiara, tapi takut akan menganggu orang yang dia sukai dan mungkin saja bisa membuat Kiara tambah membenci nya


"Sudah lah, besok aku akan memikirkan nya lagi. Besok aku ada pertemuan dengan klien jadi harus tidur cepat, kalau aku terlambat bisa-bisa aku di omeli oleh si tuan muda itu."


☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️


Mentari sudah mulai menampakkan wujud nya pada penduduk bumi. Kebetulan hari ini jam kuliah Pinkan kosong, dia hanya merebahkan tubuh nya sambil memasang earphone dan ditemani dengan secangkir teh jahe dan sepiring Rosti


Rosti ini adalah makanan khas negara Swiss, yang terdiri dari keju parut kasar, kentang setengah matang, bawang, daging, dan buah apel. Rosti ini biasa nya akan di makan bersama dengan sosis atau bayam


Sedangkan Rifqan sedang sibuk mondar mandir di dalam kamar nya, pasal nya dia dari kemarin belum mendapatkan kabar apa pun dari Pinkan. Dia mulai resah dan pusing memikirkan bagaimana cara dia bisa bertemu dengan Pinkan


Padahal dia seorang tuan muda, tetapi dia bisa sebegitu bodoh nya jika sudah mencintai seorang wanita.


Berbeda dengan Patra dan Kiara, Patra sedang sibuk memasang dasi nya dan bergegas menuju ke salah satu cafetaria untuk memenuhi tugas nya menemui salah satu clien nya yang berasal dari luar kota


Sedangkan Kiara sedang pasrah, karena lagi lagi ibu nya mengadakan kencan buta untuk nya dan kali ini dia harus datang. Biasa nya dia hanya mengatakan akan datang, tapi tanpa sepengetahuan ibu nya dia akan melarikan diri nya


"Ayo sayang, calon suami mu sudah menunggu disana." nyonya Admaja berkata dengan tersenyum senang


"Apakah tidak bisa di batalkan saja Bu? Aku malas sekali menghadiri perjodohan seperti ini." Kiara merengek pada ibu nya


"Kan ibu sudah memberikan pilihan, kamu cari sendiri calon suami mu atau mengikuti kencan buta yang ibu buatkan untuk mu." jelas ibu kia memegang tangan anak nya


"Tapi kan Bu..." ucapan Kiara terpotong


"Tapi apa? Kamu masih muda? Belum memikirkan tentang pernikahan?" seru ibu kia dengan nada mengejek


Kiara yang mendengar ejekan ibu nya hanya bisa diam seribu bahasa. Dia mengikuti langkah ibu nya yang sudah menarik tangan nya, dan memaksakan kia untuk segera ikut dengan nyonya Admaja tersebut

__ADS_1


__ADS_2