
Pinkan sedang mencoba untuk membuka gembok yang mengunci buku diary yang telah dia jumpai saat di gudang kemarin. Pinkan mencoba mengetuk nya dengan batu dan palu, tapi tetap saja tidak bisa di buka
"Kenapa gembok ini kuat sekali, dari apa gembok ini di buat hingga kuat sekali seperti ini." Pinkan sudah kelelahan untuk mencoba membuka itu
Pinkan sudah meletakkan buku itu di samping nya, tapi karena rasa penasaran nya yang amat besar. Pinkan kembali mengambil buku itu dan melempar nya ke lantai karena kesal
"Bagaimana cara nya aku membuka buku sialan ini, buku jelek seperti ini yang susah sekali untuk di buka pasti memiliki banyak rahasia di dalam nya."
Pinkan memutuskan untuk memulai Vidio call dengan sahabat nya Kiara, dia ingin bertanya bagaimana cara membuka buku itu. Karena dia tahu, pasti sahabat nya itu memiliki segudang cara yang memuaskan
Setelah menunggu beberapa saat, panggilan itu pun langsung di angkat oleh Kiara, dan menampakkan wajah Kiara yang memerah dan menandakan bahwa ia sedang tidak baik baik saja
"Kia, kamu kenapa?" tanya Pinkan yang seolah lupa dengan tujuan awal nya
"Tidak, aku hanya kurang tidur saja." jawab Kiara tersenyum
"Kurang tidur? Memang nya apa yang kamu pikirkan sampai bisa tidak tidur?" tanya Pinkan lagi
Kiara hanya tersenyum dan terlihat bingung mau menjawab apa, dan gelagat itu dapat di tangkap oleh Pinkan
Mungkin dia mempunyai masalah pribadi nya sendiri yang belum siap di beritahukan padaku, sebaik nya aku juga harus memikirkan cara ku sendiri untuk membuka gembok sialan itu, batin Pinkan
Maafkan aku Pinkan, aku belum sanggup untuk bicara, tapi aku janji aku pasti akan memberitahukan padamu, batin Kiara
"Jika kamu ingin cerita, aku siap mendengar mu kok." seru Pinkan sambil tersenyum
"Hem, baiklah... Aku istirahat dulu ya, aku sangat mengantuk." ucap Kiara yang pura-pura menguap untuk menguatkan alasan nya
"Ya. bye." Pinkan melambaikan tangan nya di layar ponsel nya dan langsung mematikan Vidio call tersebut
"Ada apa dengan nya? Apakah ada masalah yang terlalu rumit yang terjadi pada nya?" ucap Pinkan pada diri nya sendiri
Pinkan memutuskan untuk keluar kamar dan menonton tv, dia mulai menyalakan tv dan tiduran di sofa empuk sambil memakan cemilan
Tanpa di duga, Amrita lewat dan memperhatikan Pinkan yang sedang asyik menonton dan mengunyah itu. Dia sengaja berdiri di dekat Pinkan dan ingin mencibir
"Enak sekali rasa nya jadi nona muda, kerjaan nya hanya menonton dan memakan cemilan saja." sindir Amrita
"Enak sekali jadi nyonya, suami tidak ada di rumah, kerjaan nya pergi dan shopping terusssss." balas Pinkan dan sengaja membesarkan suara nya
"Kau menyindir ku?" tanya Amrita yang sudah berdiri di depan Pinkan dengan berkacak pinggang
"Tidak ibu! Aku hanya mengada-ada saja." jawab Pinkan berpura-pura sedih
"Huh!" amrita mendengus dan pergi
"Menyebalkan! Mau bersantai saja tidak bisa." sebal Pinkan
Saat Pinkan sedang menonton acara tv kesukaan nya, ponsel nya kembali berdering menandakan ada yang menghubungi nya. Dia langsung mengambil ponsel nya sambil berdecak kesal
"Ada saja yang menganggu waktu senggang ku."
"Ada apa?" tanya Pinkan pada orang di balik telpon
"Kau dimana?" tanya Rifqan
"Dirumah." jawab Pinkan singkat
"Aku ingin mengajak mu ke…" belum sempat Rifqan mengutarakan niat nya, Pinkan langsung memotong perkataan tuan muda itu
"Aku sibuk."
"Hem, baiklah... Maaf aku telah menganggu mu."
"Hem." jawab Pinkan dan dia langsung mematikan sambungan telepon nya sepihak
"Maafkan aku Rifqan, sebenarnya bukan keinginan ku bersikap seperti ini padamu. Tapi apa yang di katakan ayah ku memang benar adanya." gumam pinkan
__ADS_1
Lama kelamaan, karena kelelahan dengan pikiran nya sendiri. Pinkan tertidur di sofa dan tv nya tetap menyala
Verel yang kebetulan lewat, langsung memeriksa keadaan Pinkan. Karena dia melihat kakak nya yang sudah tertidur, dia kembali ke kamar nya dan mengambil selimut untuk kakak nya karena takut kakak nya itu kedinginan
"Dia cantik dan baik, tapi kenapa ibu sangat membenci nya." gumam Verel sambil memperhatikan wajah kakak nya
Setelah mengatakan itu, Verel beranjak karena dia memang sedang buru-buru pergi latihan basket. Dia berulang kali melihat jam tangan nya untuk memastikan waktu nya
"Dharma ... tolong aku ... ibu!?" teriak Pinkan
Api semakin membesar dan membuat rasa panas semakin kuat, Pinkan berusaha berteriak dengan sekencang nya. Namun usaha nya sia-sia saja
Api yang semakin besar sudah mulai melahap apa yang ada di sekitar nya. Raka, sudah terkulai lemas di pangkuan putri tunggal nya itu. Dia sudah terbatuk-batuk karena sesak akibat menghirup asal yang tebal
"Hahaha, akhirnya rencana kita untuk menyingkirkan dua manusia bodoh itu berhasil dengan sempurna." ucap Amrita sambil tertawa
"Benar sekali sayang ku. Akhir nya kita bisa menikmati hasil usaha yang selama ini kita rencanakan." jawab Dharma sambil merangkul Amrita
Mereka berada di dekat Pinkan dan ayah nya, mereka juga masih bisa melihat Pinkan dan ayah nya yang mulai sesak akibat asap tebal itu, namun tidak ada terlintas niat sedikit pun di hati mereka untuk membantu orang yang sudah mereka celakai itu
"Jadi ... ini semua ... rencana kalian? Uhuk Uhuk." tanya Pinkan seakan tenggorokan nya tercekat karena menerima kenyataan pahit ini
"Benar sekali, jadi percuma saja kau meminta pertolongan pada kami. Kami tidak akan membantu orang yang selama ini sudah kami rencanakan untuk mencelakai nya." jawab Dharma dengan bangga
"Sial kalian! Aku benci kau Dharma." teriak Pinkan di sela-sela nafas nya yang semakin sesak
"Ayo sayang, kita pergi dari sini. Biarkan mereka menikmati akhir hidup mereka dengan tenang." ajak Amrita
"Ayo, sebentar lagi apartemen ini juga akan habis terbakar." jawab Dharma yang masih merangkul Amrita dan mereka melenggang pergi dari sana meninggalkan Pinkan dan Raka yang sudah sekarat
"Tidak ... kalian tidak boleh pergi, tolong selamatkan kami!" teriak Pinkan yang hanya sia-sia
"Aakkhh..." teriak Pinkan karena ada sebuah kayu besar yang menghantam nya dan ayah nya
"Akkhhh..." Pinkan berteriak dan langsung terbangun
"Ternyata hanya mimpi." ucap Pinkan menggosok dada nya karena masih terkejut
"Ada apa nona? Kenapa anda berteriak seperti itu?" tanya bi Mun, salah satu asisten rumah tangga nya
"Tidak, aku hanya mimpi buruk saja." jawab Pinkan
TING ... TONG
Bel rumah Pinkan berbunyi, dan bi Mun langsung menuju ke depan untuk membuka pintu
Kenapa aku masih saja bermimpi tentang itu? Aku masih sangat sendih jika mengingat ayah mati bersama ku, tunggu saja Dharma dan Amrita! Aku akan memperhitungkan semua nya dengan kalian baik-baik. Dan tidak akan pernah melepaskan kalian, batin Pinkan dan mengepalkan tangan nya
"Nona...?" panggil bi Mun yang membuyarkan lamunan Pinkan
"Kenapa?" tanya Pinkan
"Di depan ada yang mengantarkan bunga untuk anda, dan harus anda sendiri yang langsung menerima nya nona." jawab bi Mun
"Baiklah." Pinkan langsung ke depan dan bi Mun kembali bekerja
"Nona Pinkan?" tanya si pengantar bunga
"Saya sendiri." jawab Pinkan
"Ini ada kiriman bunga untuk anda dan beberapa barang lainnya. Tanda tangan disini nona." pengantar bunga itu menunjukkan kartu ucapan yang tertera di buket bunga itu
"Terimakasih." ucap Pinkan
Sampai di dalam kamar, Pinkan langsung melihat isi dari kiriman itu. Ternyata ada beberapa buah segar, vitamin, sebuah coklat, dan buket bunga mawar merah yang indah
Terdapat juga sebuah kartu yang menuliskan nama Rifqan disana. Pinkan tersenyum manis dan segera membaca isi kartu ucapan itu
__ADS_1
"Semangat menjalani hari mu! Jaga selalu kesehatan mu, jangan lupa untuk minum suplemen vitamin yang ku kirimkan untuk mu. Agar hari sibuk mu tidak menganggu kesehatan mu." begitulah isi dari kartu ucapan nya
"Dia sangat manis!" ucap Pinkan tersenyum dan memeluk kartu ucapan itu di dada nya
Ponsel Pinkan berbunyi, dia langsung mengambil ponsel nya dan mengangkat panggilan dari Rifqan
"Kau sudah menerima hadiah ku?" tanya Rifqan antusias
"Sudah, terimakasih tuan." jawab Pinkan yang sebenarnya dia sangat senang
"Apakah kau senang dan terharu?" tanya Rifqan
"Hem, masih biasa saja." Pinkan berusaha menyembunyikan bahagia nya
"Benarkah? Jadi, apa yang bisa membuatmu bahagia dan tidak ketus padaku?" tanya Rifqan yang sedikit kecewa
Seperti nya dia kecewa, maafkan aku Rifqan! Inilah cara ku untuk membuat mu menjauh dariku, tentu aku sangat senang tapi aku tidak bisa menunjukkan nya padamu, batin Pinkan juga merasa sedih
"Tidak ada, aku sudah bahagia dengan hari-hari ku sekarang." jawab Pinkan
"Yasudah, aku sebentar lagi ada meeting. Aku tutup dulu." Rifqan langsung mematikan sambungan telepon nya
Pinkan memeluk ponsel nya, air mata nya lulus jatuh mengenai pipi nya
"Kenapa seperti ini? Aku baru saja akan mencintai pria yang baik, tapi perbedaan kami terlalu jauh."
Pinkan tiba-tiba teringat dengan mimpi tadi lagi, dia pun segera mencari nomor ponsel ayah nya dan menghubungi ayah nya
"Halo, ayah!"
"Iya, nak. Bagaimana kabar mu?" tanya ayah nya
"Baik, ayah sendiri bagaimana?"
"Ayah sangat baik nak, dokter Xavier merawat ayah dengan sangat baik." jawab ayah nya dengan tersenyum
"Baguslah jika begitu, Pinkan sangat senang mendengar nya."
"Bagaimana kabar adik mu?"
"Verel? Dia sangat baik yah, kami sangat merindukan ayah."
"Benarkah? Ayah juga sangat merindukan kalian berdua. Jika dia ada berbuat kesalahan padamu, maafkan lah adik mu ya Pinkan."
"Iya, dia sekarang sangat baik dan sudah tumbuh menjadi laki-laki dewasa. Jadi ayah tidak perlu khawatir." ucap Pinkan yang berusaha menenangkan ayah nya
"Iya. Kemungkinan besar, bulan depan ayah sudah akan pulang."
"Syukurlah! Maaf, Pinkan belum bisa datang untuk menemui ayah lagi."
"Ayah mengerti, kamu kan harus mengurus kuliah mu yang sudah mencapai tahap akhir."
"Yasudah, ayah istirahat lah."
"Baik..." ayah nya pun langsung mematikan sambungan telepon nya
"Bagaimana jika ayah tahu kalau Verel bukan lah anak kandung nya. Ayah pasti sangat sedih." Pinkan bergumam dengan diri nya sendiri
Tapi apa tebakanku benar ya kalau Verel bukan anak ayah? Tapi wajah nya juga mirip dengan ayah. Mungkin karena dia dari kecil sudah dekat dengan ayah, makanya wajah nya mirip, batin Pinkan yang merasa semakin bingung
Hai... readers
Dukung terus novel CINTA AGRESIF TUAN MUDA dengan cara meninggalkan jejak like, komen, dan vote juga bunga
Langsung tambahkan ke daftar favorit kamu dan berikan rate 5 nya yah
Terima kasih
__ADS_1