Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Bunda Disini Nak


__ADS_3

"Bunda..." lirih Vino


Erlan terkejut karena gumaman Vino barusan. Dia dengan cepat memanggil kemari Dokter. Tak lama dokter datang dan segera memeriksa Vino kembali


"Bagaimana dok ?"tanya Erlan khawatir


"Begini Pak, Pasien yang sedang tidak sadarkan diri biasanya perlu ditemani dengan orang terdekatnya saat ini, dan yang saya lihat sepertinya pasien juga sedikit tertekan dengan suatu kondisi hingga timbul rasa khawatir yang besar dalam dirinya. Saya sarankan bawa Bundanya kesini, itu akan membuat kondisi pasien sedikit lebih baik. Kalau begitu saya permisi Pak."ucap dokter


Erlan hanya menganggukkan kepalanya,lalu kembali menghampiri Vino.


"Sebegitu pentingnya Bunda dalam hidup kamu nak ? sampai dalam kondisi seperti ini kamu masih memanggilnya. Kamu sangat sayang pada Bunda ya ?"ucap lirih Erlan


Vino mengeluarkan cairan bening dari sudut matanya, Erlan yang melihat itu semakin yakin bawa Vino merindukan Asyila.


"Kamu akan bertemu Bunda nak, secepatnya Papa akan bawa Bunda kesini untuk bersama dengan kamu. Tunggu bunda datang ya sayang."ucap Erlan.


Erlan segera keluar ruangan, dan saat itu mama Shindy baru saja datang setelah tadi menelpon suaminya.


"Erlan bagaimana Vino ? Dia sudah sadar ?"tanya mama Shindy


"Belum Ma, dia terus saja meracau memanggil bundanya. Erlan harus membawa Bundanya kesini segera. Erlan akan menelpon Bundanya sebentar."ucap Erlan sedikit tergesa.


"Bunda ? Bunda siapa nak ?"tanya mama Shindy sedikit heraan


"Nanti Erlan ceritakan, sekarang Erlan keluar sebentar mama tolong jaga Vino dulu. Assalamu'alaikum"ucap Erlan seraya pergi


"Walaikumsalam,, hati-hati nak"ucap mama Shindy sedikit berteriak.


Bunda siapa ? Selama ini sepertinya Vino tidak akrab dengan wanita manapun baik itu teman Erlan atau bahkan Melanie. Jadi siapa Bunda yang tadi anakku sebut ?Batin Mama Shindy.


Erlan sudah keluar dari rumah sakit, dia sedang mengemudikan mobilnya berniat untuk mencari rumah Asyila.


Lo bego apa gimana sih Erlan, belum tentu juga rumah Asyila masih disana. Ni gue gimana caranya ya kasih tau Asyila ? Apa gue coba telepon aja dia ? Tapi ini udah hampir malem kalo dia udah tidur gimana ? Ah tapi gue coba dulu kali ya. Batin Erlan


Erlan mengambil headsfree lalu ia pasangkan ke telinganya, sementara dia menepikan sejenak mobilnya untuk mengambil handphone dan mengambil Asyila.


Tut...Tut...Tut... telepon tersambung, di detik kemudian suara seseorang merespon.


Assalamu'alaikum Kak


Walaikumsalam Syil, aku ganggu waktu kamu ?


Engga ko Kak, Syila sedang berbaring aja di kamar. Ada apa ya Kak?


Hmm begini Syil, sebenarnya.. hmm Vino...


Vino ? kenapa ? Vino ingin bertelpon dengan Syila ya ? Baiklah berikan saja telepon kaka pada Vino


Bukan itu Syil, Vino sedang ada di rumah sakit. Tadi setelah kembali dari Mall dia mengalami insiden di rumah. Dia jatuh dari tangga.


APAAAA ???????


Maaf Syil membuatmu terkejut, Kondisi Vino saat ini sedang kritis Syil dia belum membuka matanya. Tapi sedari tadi dia tidak berhenti memanggil nama Bundanya Syil, sepertinya dia ingin kamu ada di sampingnya.

__ADS_1


Ya Allah Kak hiks hiks.. ba baiklah aku akan segera ke rumah sakit sekarang. Dimana rumah sakitnya ?


Aku akan menjemputmu Syil, ini aku sudah dalam perjalanan. Tapi aku tidak tau apa kamu masih tinggal di tempat yang sama atau tidak


Aku sudah pindah dari rumah yang lama Kak, aku akan shareloc lokasinya. Aku akan bersiap sementara menunggumu untuk menjemputku. Kamu hati-hati ya kak, tetap tenang dan jangan panik.


Baiklah Syil , aku akan kabari jika sudah. Aku tutup teleponnya dulu Assalamu'alaikum..


Baiklah Kak aku tunggu, walaikumsalam...


Asyila sudah mengirimkan lokasi dimana tempatnya tinggal sekarang, dengan cepat Erlan segera menuju kesana untuk menjemput Asyila.


Sementara di rumah, Asyila kini tengah bersiap lalu tak lama ia keluar dari kamarnya dan menuruni tangga dengan tergesa-gesa.


"Pa.. Ma Asyila pamit sebentar ya.."ucap Asyila


"Loh nak, kamu mau kemana ? ini udah malem sayang"tanya mama Vera


"Asyila akan ke rumah sakit Ma, anak mas Erlan membutuhkan Asyila saat ini."ucap Asyila sedikit khawatir bahkan tanpa sadar menyebut Erlan dengan "mas"


"Erlan siapa ?"tanya mama Vera heran


"Nanti Asyila jelaskan, sekarang Asyila harus segera ke rumah sakit Ma.."ucap Asyila


"Tunggu nak, biar Papa antar kamu yaa ga baik kamu mengemudi mobil dengan keadaan panik begini."tawar papa Andhika


"Tidak usah Pa,, Mas Erlan sudah dalam perjalanan menjemputku. Asyila akan mengabari kalian setelah sampai di rumah sakit."ucap Asyila


"Baiklah, kamu hati-hati nak. Ingat selalu kabari Mama dan Papa"pinta Papa Andhika


"Hati-hati nak, walaikumsalam"ucap keduanya.


Asyila segera keluar dari rumah, lalu menghampiri Erlan yang telah menunggunya.


"Mas Erlan.... "panggil Asyila


Erlan menoleh dan sedikit terkejut dengan panggilan "mas"dari Asyila


"Eh maaf Kak aku tadi spontan panggil mas aku.."ucaonya terpotong


"Gapapa ko kita kan sudah akrab juga, kamu mau panggil mas juga gapapa, aku nyaman mendengarnya." ucap Erlan sambil tersenyum


"Kita pergi sekarang ? aku pengen cepet-cepet ketemu Vino mas."ucap Asyila untuk menghilangkan kegugupannya.


"Baiklah Ayo"


15 menit mereka tempuh untuk sampai di rumah sakit. Selama perjalanan tak ada perbincangan di antara Asyila dan Erlan. Sampai di rumah sakit, kini Asyila mengikuti langkah Erlan menuju ruangan Vino.


"Ma.. ada apa ? kenapa Mama disini ? Vino bagaimana ?"tanya Erlan


"Erlan... hikss...hikssss...."ucap mama Shindy sambil menangis dipelukan Erlan


"Maa... ada apa ini ? Kenapa mama menangis begini ?" tanya Erlan semakin khawatir

__ADS_1


"Vino anfal nak, tadi bahkan Vink mengalami kejang. Sekarang dokter sedang menangani Vino."ucap mama Shindy sambil menangis


"Tidak Ma.. anakku akan baik-baik saja,,tidak Ma" ucap Erlan menenangkan.


Asyila kaget, bahkan cairan bening lolos dari kedua matanya, tangannya menutup mulut seraya terisak mendengar penuturan Mama Erlan tadi. Asyila bahkan hampir kehilangan keseimbangan. Untung saja Erlan dengan segera memegang tangan Asyila.


"Mas.. Vino....Anakku mas dia... hiks hiks"ucap Asyila masih menangis


"Dokter sedang menangani Vino, Syil. Anak kita baik-baik saja"ucap Erlan tanpa sadar.


Tak lama dokter keluar dari ruangan Vino. Dokter tampak menarik nafas dalam dan seperti tengah menahan sesuatu yang sesak dalam dadanya.


"Dokter gimana anak saya ?"tanya Erlan menghampiri dokter yang diikuti Asyila dan mama Shindy


"Maafkan saya Pak Erlan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Allah sepertinya lebih menyayangi Vino. Vino tidak dapat bertahan Pak."sesal dokter.


Duarrrrrrrr


Penjelasan dokter membuat semua terdiam, mencerna maksud dari Dokter itu tadi hingga detik berikutnya..


"Engga mungkin dokter, anak saya ngga mungkin meninggalkan saya dokter, engga"ucap Erlan menyangkal penyataan dokter


"Tapi ini yang terjadi Pak, kami tidak bisa.."ucap dokter tertahan


"TIDAK DOKTER ANAK SAYA ITU KUAT DIA BAIK-BAIK SAJA DIA TIDAK MUNGKIN MENINGGALKAN SAYA"ucap Erlan menarik kerah baju dokter


"Erlan sudah tenangkan dirimy nak, ikhlaskan Vino"mama Shindy mencoba menenangkan


Mereka masih bergelut dengan kesedihan masing-masing, tanpa diduga Asyila berlari masuk ke ruangan Vino.


Brakkkkk


Pintu ruangan itu terbuka, Asyila berlari menghampiri Vino yang terbaring lemah, dengan alat detak jantung yang menampilkan garis lurus pertanda tidak ada detakan pada jantung Vino. Asyila mencium dahi, tangan dan pipi Vino.


"Sayang.... Bunda datang nak, ayo Vino bangun nak buka matanya."ucap Asyila masih terisak


"Sayangnya Bunda, anak bunda yang paling kuat, ayo nak bangun. Jangan tinggalkan bunda nak, Vino anak bunda kan ? Vino gamau liat bunda sedih kan ? Ayo nak buka mata kamu, Bunda akan selalu bersama dengan Vino. Vino anak Bunda, bunda akan memenuhi semua keinginan Vino. Ayo sayang kembalilah pada kami."


"Lihatlah nak, Papa bahkan menangis jika Vino meninggalkan Papa, lihat Oma juga sedang berharap Vino untuk kembali. Ayo nak Bunda yakin Vino anak kuat. Ayo sayang buka matamu nak." Asyila terus berbicara dan tak lama...


Tit.. Tit..Tit...


Alat deteksi jantung itu kembali berbunyi, perlahan jari Vino juga bergerak. Asyila terkejut dan langsung memanggil dokter


"Dokter... Dok...Dok.."teriak Asyila


Semua yang ada luar ruangan itu menghampiri Asyila dj ruangan Vino


"Ada apa Bu ?"tanya dokter


"Dokter, anakku menggerakkan tangannya barusan, dia merespon ucapanku dokter. Tolong periksa lagi."ucap Asyila sedikit panik


"Baiklah bu saya coba periksa pasien kembali, ibu harap tenang ya."ucap dokter.

__ADS_1


Ya Allah tolong tunjukkan kebesaran-Mu, datangkanlah keajaiban untuk anakku Ya Rabb, sembuhkan dia selamatkan dia Ya Rabb, aku sangat menyayanginya melebihi diri dan nyawaku Ya Rabb.Batin Asyila seraya mengapitkan kedua tangan di dadanya.


__ADS_2