Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Diganggu preman


__ADS_3

Esok adalah Hari pertunangan antara Erlan dan Melanie, hal ini membuat Asyila sedari pagi tidak fokus terhadap pekerjaannya. Sedari tadi ia berpikir bagaimana cara memberi tahu Erlan soal rencana jahat Melanie.


Aku harus kasih tau mas Erlan sebelum pertunangan ini terjadi, bagaimanapun mbak Melanie itu orang jahat aku harus bisa menggagalkan rencananya. Tapi gimana caranya ?? Apa aku telepon mas Erlan ? Tapi di jam seperti ini pasti dia sibuk. Atau aku beri dia pesan saja ? Pasti setelah pekerjaan mas Erlan selesai ia bisa membaca pesanku. Gumam Asyila


Asyila lalu mengambil ponselnya dan mulai mencari kontak Erlan. Ia pun segera mengetikkan sesuatu.


-Asyila-


Assalamu'alaikum mas, maaf aku ganggu waktu kamu dan aku harap kamu berkenan membaca pesanku. Begini mas, apa mas bisa menemuiku hari ini ? Ada yang ingin aku bicarakan pada mas, ini hal penting dan ini soal mbak Melanie. Aku harap mas bersedia untuk bertemu denganku.


Pesan itu terkirim dan tak lama ponsel Asyila berbunyi menandakan ada pesan masuk.


-Erlan-


Baiklah kita bertemu di Taman Bougenville jam 8 malam nanti.


-Asyila-


Baiklah mas, terimakasih atas waktunya.


Alhamdulillah mas Erlan mau menemuiku, aku akan memberi tahu rencana jahat mbak Melanie pada keluarganya.Gumam Asyila


🌹🌹


Malam pun tiba kini Asyila sedang duduk di Taman Bougenville tempatnya akan bertemu Erlan. Sudah 30 menit berlalu namun sama sekali tak ada tanda-tanda jika Erlan sudah sampai.


Mas Erlan dimana ? Ini hampir pukul 9 malam tapi ko belum sampe juga ? Apa macet ya ? Tapi jalanan sepertinya sepi.Guman Asyila sedikit resah.


Jam tangan yang dipakai Asyila saat ini sudah menunjukkan pukul 22.30, Asyila sudah menunggu lebih dari 2 jam. Ia berniat untuk pergi, namun tiba-tiba ada 3 orang pria bertubuh besar menghampirinya.


"Hai cantikkk!!!"Panggil pria 1 menggoda


Asyila terkejut dan seketika kecemasan melandanya, ia tahu 3 pria ini bukanlah orang baik-baik."Si-si-siapa kalian ?"tanya Asyila gugup.

__ADS_1


"Santai saja nona, kami hanya ingin berkenalan denganmu"


"Aku mohon jangan mendekat.. Tolong... siapapun tolong..."Asyila berteriak


"Percuma kamu berteriak nona, disini tidak ada siapapun selain kita."ucap pria itu sambil terus mendekati Asyila


Asyila mencoba berlari namun sial kakinya tersandung batu,Asyila jatuh dan mengeluhkan kakinya sakit.


"Hahahaha kau tak usah menghindar nona, ayo bermain-main dulu bersama kami"ucap pria itu yang hendak memegang tangan Asyila.


Namun tak lama ia terhuyung ke tanah, ada seseorang yang memukulnya dari arah belakang.


"Sialan"umpat pria itu


"Lo jangan bisanya gangguin cewe bro, lawan gue sini"tantang pria itu yang tak lain adalah Bagas


"Sialan lo nantangin kita nih ?"ucap pria itu lalu mencoba untuk memukul Bagas. Lalu mereka terlibat perkelahian


Ketiga pria jahat itu akhirnya lari setelah Bagas berhasil mengalahkan mereka dan mengancam akan melaporkan ke polisi. Bagas kini menghampiri Asyila yang masih terduduk di tanah dan memegang lututnya. Pandangan Asyila kosong sepertinya Asyila shock karena kejadian beberapa menit lalu.


Asyila menoleh lalu tak lama ia menangis"Bagas aku aku aku takut.. mereka tadi berniat untuk melecehkanku mereka mau perkosa aku Bagas aku aku... hiks hiks hikss"Asyila berucap sambil terisak


"Kamu tenang Syil, kamu udah aman, gausah takut, aku disini, preman itu udah kabur Syil. Kamu sekarang aku anter pulang ya."ajak Bagas


"Sekali lagi makasih ya Bagas, kalo ga ada kamu mungkin aku..."ucap Asyila tertahan karena Bagas tiba-tiba memeluknya.


"Sttt jangan diinget lagi Syil, sekarang kamu udah aman kamu gausah khawatir dan takut lagi"ucap Bagas yang masih memeluk Syila dann sesekali mengusap kepala Asyila.


"Makasih sekali lagi ya Bagas, kamu udah tolongin aku."ucap Asyila yang sudah mulai tenang.


"Yaudah aku anter kamu pulang ya."ucap Bagas sambil melepaskan pelukannya pada Asyila.


Adegan berpelukan ini tak luput dari pandangan seseorang di seberang jalan sana. Ia tak lain adalah Erlan. Ia tak sengaja melewati jalanan itu setelah mengantarkan Melanie pulang. Ia sebenarnya tak mempermasalahkan soal pasangan yang berpelukan di Taman malam larut seperti ini, namun setelah melihat siapa yang melakukan adegan ini membuat Erlan sedikit naik darah. Bahkan ia mengumpat pada dirinya sendiri

__ADS_1


Sial... ternyata bener Syila udah lupain gue, lo harusnya sadar Erlan janji lo dulu sama dia cuma dia anggep janji manis doang.Batin Erlan yang masih dikelilingi oleh Emosi.


Erlan yang tak tahan dengan adegan itu akhirnya memilih meninggalkan tempat itu. Berbeda dengan Asyila, kini ia sudah berada di dalam mobilnya yang dikendarai oleh Bagas.


"Syil sebenernya kamu ngapain sendirian di Taman malem-malem gini ?" tanya Bagas penasaran


"Sebenernya aku tadi mau ketemu sama mas Erlan buat bahas sesuatu."ucapnya sambil menunduk


Asyila lalu menceritakan semua pada Bagas, saat mendengat itu bahkan Bagas ikut terkejut.


"Kayanya mas Erlan sibuk Gas makanya dia ga datang"ucap Asyila pasrah


"Sabar ya Syil, maklum lah orang sibuk"hibur Bagas


"Hmm mungkin gitu kali ya, oh iya Gas terus kenapa kamu bisa ada disitu juga ?"tanya Syila


"Aku abis dari minimarket Syil, pas lewat situ aku gak sengaja liat ada cewe lagi digangguin sama preman. Aku berniat buat nolong aja awalnya tapi setelah aku tau itu kamu.."ucapnya tertahan karena Asyila menyela


"Udah Bagas gausah dibahas lagi, aku makasih banget sama kamu karena udah tolongin aku."ucap Asyila


"Syil kita udah sampe nih, setelah ini kamu bersih-bersih setelah itu istirahat ya."ucap Bagas


"Oke sekali lagi makasih ya"ucap Asyila


Asyila kemudian turun dari mobil Bagas dan segera masuk ke dalam rumahnya.


🌹🌹


Pagi menjelang, tidur Asyila sedikit terusik karena bunyi dering dari ponselnya. Asyila yang mencoba membuka matanya, perlahan mulai meraih ponselnnya di nakas. Tertera nama "Mas Erlan" dan dengan sigap ia lalu menekan tombol hijau pada layar ponselnya.


"Assalamu'alaikum mas.. ada apa ?"tanya Asyila


"Aku cuma mau ingetin kamu kalo malem ini aku akan bertunangan dengan Melanie. Aku harap kamu ga terlambat buat dateng ya Syil, ini juga Vino udah merengek pengen ketemu kamu."ucap Erlan

__ADS_1


"Mas.. kamu ga berniat buat?"ucap Asyila terpotong saat panggilan terputus


Bahkan kamu ga berniat buat minta maaf sama aku mas setelah kejadian semalam. Kamu sepertinya memang serius dengan hubunganmu dan mbak Melanie, jadi jika aku memberi tahupun sepertinya bakal sia-sia aja. Aku doain kamu supaya bahagia aja deh mas.Batin Asyila


__ADS_2