
Pagi ini Nayla sengaja datang ke kediaman Erlan. Selain merindukan sang keponakan, ia juga ingin membicarakan soal rencana Ajeng dan Sheila saat di café kemarin. Ia perlu saran kakaknya untu menyelesaikan masalah ini. Apalagi ia juga mendengar jika Sheila akan menghancurkan rumah tangga kakaknya dengan Asyila, tentu ia tak ingin itu terjadi.
Ting..Tong..suara bel berbunyi
“Assalamu’alaikum…”ucap salam Nayla saat sudah sampai di depan pintu rumah.
“Walaikumsalam… Eh non Nayla”ujar bi Lisda sambil membuka pintu.
“Hai Bi,, hmm Abang sama Kak Syila ada di rumah ?”Tanya Nayla pada bi Lisda.
“Ada non, mereka baru selesai sarapan.” Ujar bi Lisda sopan sambil menyuruh Nayla masuk.
“Oh yaudah kalo gitu aku hampiri mereka ya bi, makasih..”ujar Nayla sambil tersenyum ramah dan direpon dengan anggukan oleh bi Lisda.
Nayla menghampiri kakak iparnya yang tengah membereskan peralatan makan yang digunakanya tadi saat sarapan.
“Assalamu’alaikum bumil..”ucap salam Nayla dengan antusias bahkan dengan sengaja memeluk Asyila dari belakang.
Asyila menoleh ke arah suara itu berasal.”Walaikumsalam… Loh Nayla tumben banget pagi-pagi kesini ?”Tanya Asyila sedikit kaget, pasalnya Nayla sama sekali tak mengabari jika dirinya akan datang.
“Kangen banget tuh sama ponakan ganteng, plus ditambah sama bumil yang makin hari makin cantik aja.”goda Nayla.
“Ishh kamu nih goda Kak Syila terus deh Nay.”ujar Asyila dengan malu yang direspon dengan cekikikan dari Nayla.
Erlan baru saja keluar dari kamarnya, tak lupa bertaut tangan Vino yang saat itu bersiap ke sekolah. Erlan tak berangkat ke Kantor, karena tadi Aldo asistennya mengabari jika tidak ada pekerjaan dan meeting yang penting. Hingga ia ingin menghabiskan waktunya dengan bermanja bersama anak dan istrinya.
Erlan sedikit heran karena mendengar suara istrinya sedang berbicara dengan seseorang yang juga ia kenal. Dengan segera ia turun ke bawah dan berniat menghampiri istrinya. Saat sampai di bawah ia melihat ada adiknya yang sedang bersenda gurau dengan Asyila.
__ADS_1
“Loh dek kapan kamu sampai ?” Tanya Erlan yang tiba-tiba muncul disana.
“Baru sampe juga Bang. Nay kangen sama Vino, jadi kesini deh. Udah gitu…” ujar Nayla tertahan.
"Wah keponakan tante udah ganteng aja nih. Mau berangkat sekolah ya ?" Nayla berniat mengalihkan dulu pembicaraannya.
"Ih tante jangan cium-cium, Vino geli.."keluh Vino yang direspon dengan tawa oleh Nayla.
"Abang ini Mama siapkan bekal untuk Abang, jangan lupa habiskan ya nak. Ingat belajar yang rajin dan dengarkan setiap pelajaran yang disampaikan oleh guru nanti ya. Abang tunggu dulu di mobil ya" ujar Asyila berpesan pada Vino. Lalu ia beralih memanggil bi Lisda."Bi maaf bisa temani Vino dulu di mobil ?" pinta Asyila yang direspon anggukan oleh bi Lisda.
“Kenapa Nay ?”Tanya Erlan dan Asyila bersamaan.
“Kompak bener nih pasangan suami istri.”ujar Nayla.
Asyila dan Erlan hanya tersenyum.
Kemudian Nayla menceritakan semua yang ia lihat dan dengar saat di café itu, tak lupa ia juga tunjukkan bukti rekaman suara kedua wanita jahat itu pada Erlan dan Asyila. Asyila yang mendengar itu seketika menangis dan merasakan kram di perutnya.
“Perutnya kram lagi ya Yank ? Kamu lebih baik istirahat aja di kamar ya, kamu ga boleh terlalu banyak pikiran atau stress, itu gabaik buat anak kita.”ujar Erlan sambil menuntun Asyila.
“yaudah mas.. maaf ya..”ujar Asyila sedikit murung.
“Kamu jangan khawatirkan masalah ini, mas akan urus semua ini sampai tuntas ya. Kamu istirahat aja sayang. Relax dan selalu happy, mas gamau sampe kamu dan anak kita kenapa-kenapa”titah Erlan kemudia mencium dahi Asyila.
Setelah mengantar Asyila ke kamarnya, tak lupa juga Ia menyuruh sopirnya mengantarkan Vino ke sekolah, Ia kembali duduk di sofa ruang tamu bersama adiknya untuk membicarakan hal mengenai Ajeng dan Sheila.
“Jadi apa yang bakal Abang lakukan ?”Tanya Nayla to the point.
__ADS_1
Erlan tersenyum smirk.”Abang udah punya rencana,dan Abang yakin kalo rencana ini ga akan meleset.”ujar Erlan.
“Apa yang Abang rencanain ?”Tanya Nayla.
“Abang akan putuskan kerjasama dengan perusahaan ayahnya Sheila, selanjutnya biar Abang yang atur. Kamu cukup ikuti intruksi dari Abang. Abang akan minta bantu Bang Arkan dan tentunya anak buah Abang.”ujar Erlan.
“Lalu bagaimana dengan Ajeng ?”Tanya Nayla lagi.
“Kamu cukup selalu awasi dia, jangan khawatir Nay. Abang akan hubungi juga polisi untuk menangkap kedua wanita jahat itu, tak lupa juga suami dari Ajeng. Kamu sebaiknya bicarakan hal ini juga pada Bagas”titah Erlan.
“Apa ini akan berhasil Abang ?”Tanya Nayla yang sedikit ragu.
“Jangan takut Abang akan pastikan jika kedua wanita itu akan menyesal sudah berurusan dengan Erlan Putra Sebastian.”ujarnya sambil mengepalkan tangannya.”Oh iya, minggu nanti saat di acara perayaan ulang tahun Bagas, bersikaplah layaknya tidak terjadi papun atau jangan sampai mereka curiga jika kita sudah mengetahui rencana busuk mereka. Kita bersikap biasa namun tetap waspada dan berhati-hati.’ujar Erlan.
“Iya Bang…. Nay berharap semua akan terbongkar besok. Tapi Nay juga tidak tega jika sampai melihat Kak Bagas kecewa karena dikhianati oleh Ajeng.”ujar Nayla sedikit menunduk.
“Nay.. boleh Abang Tanya sesuatu ?”Tanya Erlan.
Nayla mendongak.”Tanya apaan bang ?”sahut Nayla.
“Kamu mencintai sahabat dari kakak iparmu itu Nay ?”Tanya Erlan.
Nayla tersentak, lidahnya mendadak kaku. Apa harus ia jujur pada Erlan saat ini. Namun ia tak mungkin juga terus menerus menyembunyikan ini dari kakaknya. Nayla menundukkan kepalanya, dengan mata berkaca-kaca ia anggukan kepalanya.”Iya Bang.. Nay mencintai Kak Bagas. Tapi Nay mohon jangan beritahu kak Bagas ya Bang”ujar Nayla pelan.
Erlan tersenyum, lalu ia tangkup pipi adiknya itu.”Abang bisa melihat jika kamu begitu mencintai dia.”ujar Erlan.
Nayla kemudian memeluk Erlan.”Nay mohon Bang tolong bantu Kak Bagas agar tidak terjebak dengan rencana jahatnya Ajeng.”pinta Nayla sambil terisak.
__ADS_1
“Abang akan bantu. Karena ini bukan hanya soal Bagas dek, tapi soal rumah tangga Abang dengan istri abang.”ujar Erlan.
“Terimakasih Bang…”ujar nayla dalam pelukan Erlan.