
Seminggu berlalu, kini kondisi Vino sudah pulih total. Hari ini adalah hari kepulangan Vino dari rumah sakit, selama itu juga Asyila lah yang menemani dan menjaga Vino, ia bahkan rela meninggalkan pekerjaan di Kantor hanya demi menemani anak kesayangannya itu. Kini Vino tengah berada di pangkuan Asyila, mereka berdua sedang menunggu kedatangan Erlan yang akan menjemputnya.
"Bunda.."panggil Vino
"Hmm kenapa sayang ?"Asyila sedikit terkaget karena tadi sedang melamun.
"Bunda dari tadi ngelamun ya ? ngelamunin apa bund ?"tanya Vino
"Hmm.. itu... ngga ko sayang, Bunda cuma lagi mikirin kerjaan"sangkal Asyila
Asyila tengah bergelut dengan pikiran dan perasaannya. Saat malam dimana Erlan mengatakan akan menikahinya, Asyila sedikit senang penantian selama 8 tahun ini akan segera berakhir. Namun itu hanyalah angan dari Asyila, ia ingat malam itu juga Erlan mengatakan hal yang membuat Asyila sedikit sakit hati mendengarnya.
Flashback On
"Maksud kamu apa mas ?" tanya Asyila
Kini mereka tengah di luar ruang rawat Vino, anak itu sudah terlelap menuju mimpi indahnya setelah Asyila menemaninya dan membacakan dongeng sebelum tidur untuknya.
"Kamu ngomong apa sih Syil, aku ga paham."ucap Erlan
"Soal kamu yang meminta aku untuk menikah sama kamu dan menjadi ibu sambung Vino, Kamu lagi becanda atau gimana ?"ucap Syila
"Oh soal itu, kamu jangan terlalu anggep serius Syil. Lagian aku cuma pengen bikin Vino seneng aja ko, soal permintaan aku untuk menikahi kamu itu ga akan terjadi."ucap Erlan santai
"Kamu cuma mau bikin Vino senang sesaat ? Kamu bermaksud kasih harapan aja buat Vino ? Kenapa harus kaya gitu sih mas ?"tanya Asyila
"Kamu gausah sekhawatir itu Syil, pelan-pelan aku akan memberi pengertian pada Vino. Aku juga sudah memberi keputusan untuk menerima perjodohanlu dengan Melanie, aku akan memberi pengertian pada Vino pelan-pelan untuk menerima Melanie sebagai ibunya nanti."ujar Erlan
*Kamu tau mas, perkataanmu itu membuatku sakit sekali. Kamu sudah melukai hatiku sangat dalam, memberi harapan sesaat padaku dan akhirnya kamu juga yang kembali menyakitiku.Batin Asyila***
Sungguh saat itu Asyila saat ingin menangis, namun apa daya ia tak ingin terlihat lemah di depan Erlan. Asyila mencoba menutupi sakit hatinya dan memberikan senyuman terbaik di depan Erlan.
__ADS_1
"Aku kira kamu serius mas mau menikahiku, ternyata itu cuma biar Vino seneng aja. Lagipula kamu sama mbak Melan cocok juga ko,aku yakin dia bisa jadi istri dan ibu yang baik buat kalian"ucap Asyila sambil mengalihkan pandangannya dari Erlan, bermaksud menyembunyikan sakit hatinya karena perkataan Erlan.
Kamu bahkan sepertinya tidak bersedih saat aku mengatakan aku menerima perjodohanku dengan Melanie, Syil. Sudah hilangkah perasaanmu padaku Syil ?Batin Erlan sesekali melirik Asyila.
Flashback Off
"Bunda,, Papa udah dateng tuh"ucap Vino sambil menepuk bahu Asyila.
Asyila terkesiap lalu tak lama ia menormalkan suasana hatinya."Oh iya sayang, yaudah yuk kita siap-siap. Yeay akhirnya anak Bunda bisa keluar juga dari sini."ucapnya sambil menggendong Vino.
Asyila berniat menghampiri Erlan, namun langkahnya terhenti ketika melihat pemandangan di depan matanya. Melanie tengah bergelayut manja pada lengan Erlan, bahkan sesekali Erlan mengelus pipi Melanie dengan sayang. Mereka terlihat begitu serasi sebagai pasangan. Asyila menormalkan hatinya yang sebenarnya tengah sakit bagai tertusuk pisau tajam.
"Hai anak Papa,, siap untuk pulang bertemu Oma dan Opa ?"tanya Erlan antusias
"Vino ga sabar ketemu Oma dan Opa, Pa"ucap Vino senang
"Hai Syil.."sapa Erlan
"Hai mas"ucap Syila dengan senyum yang dipaksakan
"Terimakasih ya Syil selama ini kamu udah jaga dan rawat Vino, maaf karena terlalu fokus pada kesehatan Vino kamu jadi melupakan pekerjaanmu di Kantor."ucap Erlan
"Gapapa ko mas, aku justru seneng bisa rawat Vino sampe dia sembuh. Lagipula Papa ga mempermasalahkan kalo aku ga masuk Kantor beberapa hari ini, Papa tau ko soal aku yang harus urus Vino."jelas Asyila
"Kalo gitu Vino, kita pulang sekarang soalnya Oma dan Opa udah nunggu kita di rumah. Ayo sayang sini sama tante."ajak Melanie.
"Vino gamau sama tante, Vino mau digendong Bunda aja."tolak Vino yang masih tetap menempel pada Asyila.
"Syil kamu akan pulang bersama kami ?"tanya Erlan
"Hmm engga mas, sebenarnya temanku sudah menungguku di depan Rumah Sakit kebetulan setelah ini aku akan kembali ke Kantor karena akan ada meeting dengan kliennya Papa."jelas Asyila
__ADS_1
"Oh baiklah kalo gitu, sekali lagi makasih ya Syil."ucap Erlan
"Iya mas sama-sama"ucap Asyila lalu beralih melihat Vino."Nah anak Bunda yang baik dan penurut ini,sekarang ayo ikut Papa sama tante Melanie ya sayang. Maaf Bunda gabisa anter sampe rumah, Bunda harus ke Kantor karena ada sedikit pekerjaan."ucap Asyila tak enak pada Vino
"Yah Bunda padahal Vino ingin bermain sama Bunda di rumah"ucap Vino menandakan kekecewaan di raut wajahnya.
"Hmm jangan sedih gitu dong nak, gini aja gimana kalo nanti saat ada waktu senggang Bunda akan berkunjung ke rumah Vino, kita bisa main sepuasnya sayang."bujuk Asyila
"Iyakah bund ? Bunda serius ? Bunda janji mau menemui Vino nanti di rumah ?"tanya Vino antusias
"Iya sayang Bunda janji, sekarang pulang dulu sama Papa dan tante Melanie ya ?"bujuk Asyila
"Iya bund, Ayo Papa kita pulang."ajak Vino seraya membuka tangannya untuk digendong Erlan.
Kini mereka sudah ada di depan Rumah Sakit, Erlan yang berniat untuk menuju ke mobilnya memgurungkan niatnya sejenak saat mendengar seseorang memanggil Asyila.
"Syilaa...."panggil seseorang
Asyila menoleh"Bagas ? aku cari kamu dari tadi, kirain kamu becandain aku kalo udah sampe disini."Asyila sedikit merenggut kesal.
Bagas tergelak dan sedikit tertawa "Maafin aku ya, tadi aku mampir dulu ke supermarket biasa lah cari yang seger dulu. Kamu dari tadi nunggu disini ?"ucap Bagas seraya mengelus puncak kepala Asyila yang tertutup hijab.
"Engga lama juga sih baru aja, Oh iya sampe lupa aku mau kenalin kamu sama mereka. Nah ini.."ucap Asyila terpotong oleh Erlan
"Gue Erlan hmm sahabatnya Asyila."ucap Erlan ketus
"Hmm saya Bagas mas, sahabatnya Asyila juga."ucapnya mengulurkan tangan pada Erlan namun tak direspon olehnya
Asyila yang melihat tatapan tidak suka pada Bagas bergegas mengajaknya untuk pergi dari sana.
"Hmm Bagas udah yuk sebaiknya kita balik Kantor, mas Erlan aku balik duluan yaa... Assalamu'alaikum."
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Erlan sepertinya ia kembali pada mode cemburu.
Sial, ternyata nama dia Bagas. Dan sepertinya mereka sangat dekat bahkan tu si cowonya ga segan buat ngelus kepala Asyila . Ahh Shitttt I'm so jealous.Umpat Erlan