Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Orang Jahat


__ADS_3

"Ajeng..."gumam Nayla dengan suara sekecil mungkin.


Orang itu tak lain adalah Ajeng. Ia sedang memperdebatkan sesuatu dengan seorang pria yang umurnya tak jauh beda dari Bagas. Sesekali pria itu bahkan mencium bibir Ajeng.


"Ya Tuhan apa yang harus Nay lakukan ? Apa Nay harus menolong Ajeng ? Sepertinya pria itu pengganggu".ucap Nayla yang kini sedang bergelut dengan pikirannya.


Nayla memutuskan untuk menolong kekasih dari pria yang ia cintai itu. Ia berjalan mendekat ke arah tempat Ajeng berada, namun langkahnya terhenti sesaat.


"Sayang jangan disini ya kalo ada yang liat gimana ?"ujar Ajeng sambil menahan dada dari pria itu.


"Please aku sudah tidak bercinta denganmu selama seminggu Ajeng. Kamu terlalu sibuk dengan si Bagas yang bodoh itu hingga kamu melupakanku."ujar pria yang tengah dikelilingi gairah.


"Bukan aku lupain kamu Yank. Sahabatnya dia mau tunangan hari ini, masa iya aku ga ikut dan dampingi si Bagas. Lagian malem ini aku mau lakuin rencana kita yang udah kita bicarain waktu itu. Jadi sabar ya.."ujar Ajeng sambil terus membujuk pria itu.


"Kamu jadi mau jebak dia ?"tanya pria itu


"Rian sayang tentunya aku ga akan mundur dari rencana kita. Apalagi aku sekarang lagi hamil anak kamu, aku pengennya dia yang tanggung jawab supaya ntar anak kita dapet harta warisan dia. Setelah itu kita bakal kaya Yank." ujar Ajeng sambil tersenyum licik.


"Emang pinter deh istri aku ini. Makin cinta deh"ujar pria yang bernama Rian itu.


"Jelas dong.."ujar Ajeng sambil bergelayut manja.


"Hmm masih ada waktu 2 jam lagi nih buat acara tunangan sahabat si Bagas bodoh itu, gimana kalo aku jengukin dulu adek bayinya nih. Papinya udah kangen Yank."ujar Rian sambil merangkul pinggang Ajeng.


"Janji ya cuma bentar, aku gamau Bagas curiga loh."ujar Ajeng merangkul leher Rian


"Ga janji sayang"ujar Rian lalu menggendong Ajeng menuju kamarnya.


Semua aktivitas antara 2 manusia itu secara langsung dilihat oleh Nayla. Ia bahkan terkejut mendengar bahwa Ajeng ternyata sudah menikah bahkan sekarang ia sedang hamil.


Ya Tuhan ini konspirasi besar, Aku harus bagaimana ? Mereka ingin menghancurkan kak Bagas. Enggak Nay kamu harus bisa menggagalkan rencana jahat mereka. ucap Nayla dalam hati


"Kamu lihat dan dengar apa yang mereka rencanakan iya kan ?"tanya seseorang yang membuat Nayla mendadak diam.


Nayla menoleh ke arah suara itu."Ba-Bang Arkan..."lirih Nayla

__ADS_1


"Iya Nay.. ini Abang."ujar pria itu yang tak lain adalah Arkan.


"Sejak kapan Abang disini ?"tanya Nayla sedikit takut.


"Sejak kamu berdiri dan menguping pembicaraan mereka."ujar Arkan dengan santai.


"Abang juga mendengarnya ?"tanya Nayla


"Tentu Nay.. Abang mendengar semuanya."ujar Arkan


"Tapi ko bisa abang disini ?"tanya Nayla


Flashback On


Arkan tengah menenangkan hatinya yang sedari tadi berdesir tak menentu. 2 jam lagi ia akan mengikat Amanda dengan hubungan yang lebih serius, karena hal ini lah ia merasa tak karuan dan sedikit deg degan.


Arkan berniat untuk berjalan menuju taman, namun langkahnya terhenti saat melihat Nayla berjalan menuju rooftop hotel.


"Itu kan Nayla ? Dia mau kemana ?"gumam Arkan


Arkan lalu mengikuti Nayla hingga sampai ke rooftop. Saat ia akan mengejutkan Nayla, niatnya terhenti saat melihat Nayla berjalan dengan mengendap-endap lalu bersembunyi di balik dinding. Arkan mengawasi pergerakan Nayla, hingga matanya mengikuti arah mata dari Nayla yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri. Wajahnya berubah menahan amarah melihat dan mendengar apa yang sedang direncanakan oleh 2 manusia itu.


Flashback Off


"Gitu dek ceritanya.."ujar Arkan menjelaskan


"Oh gitu... terus sekarang kita harus apa kak ?"tanya Nayla


"Kamu tenang dek kakak udah punya rencana buat gagalin semua, orang-orang kakak juga udah kordinasi sama kakak, kamu tenang ya.."ujar Arkan


"Makasih ya Kak, aku gamau kalo sampe kak Bagas masuk jebakan mereka. Ajeng sama suaminya jahat banget kak."ujar Nayla dengan nada khawatir


"Bagas kayanya gak peka sama ketulusan cinta kamu dek, dia gabisa liat apa kalo kamu itu bener-bener sayang sama dia."ujar Arkan


"Udahlah Kak, untuk sekarang aku ga berharap itu. Lagipula aku cuma berniat membantu kak Bagas aja."ujar Nayla

__ADS_1


"Eh udah yuk dek kita ke bawah sekarang. Amanda udah chat katanya semua keluarga udah kumpul di bawah."ajak Arkan


"Eh iya Kak, bentar lagi kan acaranya dimulai. Ayo kak."ujar Nayla


🌹🌹


Asyila sedari tadi bersikap begitu manja pada suaminya. Terbukti saat ini ia bahkan terus merangkul lengan Erlan dengan erat.


"Mas...."panggil Asyila


Erlan tak menyahut, ia masih fokus mengobrol dengan papa Herman dan papa Andhika mengenai rencana bisnis yang akan mereka kelola bersama.


"Mas..."panggilnya lagi, namun masih tetap sama Erlan tak merespon


"Ih mas... kamu kenapa sih cuekin aku ?"ujar Asyila sedikit berteriak.


Erlan menoleh lalu menatap mesra Asyila."Kenapa sih sayang ?"ujar Erlan sambil mengelus pipi istrinya.


"Mas cuekin aku. Dari tadi dipanggilin ga respon."ujar Asyila yang kemudian tiba-tiba terisak.


"Eh sayang ko nangis ? Kamu mau apa hm ?"tanya Erlan yang sedikit bingung dengan tingkah istrinya sedari tadi pagi.


"Mas jahat.. mas ga sayang lagi sama aku, mas cuma sayang sama kerjaan mas."ujar Asyila sambil melepaskan rangkulannya dan berlari menuju kamar mereka.


"Loh sayang tunggu dulu.."ujar Erlan sambil berteriak namum tak direspon oleh Asyila.


"Sebaiknya kamu susul istri kamu nak.."saran papa Herman


"Tapi Pa.."ucap Erlan tertahan karena papa Andhika menimpali


"Sebaiknya kamu pergi susul Asyila, dia memang anak yang sedikit manja, nak. Maafkan putri Papa ya.."ujar papa Andhika


"Pa tidak perlu berbicara seperti itu, Erlan sangat mengerti sikap manja istri aku itu Pa. Tapi entah beberapa hari ini sikapnya terlihat begitu aneh. Erlan pun bingung."ujar Erlan


"Sepertinya Asyila merasa cemburu karena kamu terlalu fokus pada pekerjaan dan kurang ada waktu dengan dia."ujar papa Herman

__ADS_1


"Yasudah kalo begitu biar Erlan susul istri aku dulu ya Pa. Soal bisnis kita bicarakan lagi nanti."ujar Erlan kemudian sedikit mempercepat langkahnya menuju kamar istrinya.


Sebenarnya ada apa dengan istriku ? Ya Allah semoga dia tidak marah karena tadi aku sempat mengabaikannya.gumam Erlan


__ADS_2