
ASSALAMU'ALAIKUM GUYSS....
GIMANA KABAR READER SEMUA NIH ??
SEMOGA SELALY DIBERI KESEHATAN DAN LINDUNGAN DARI ALLAH SWT YA GUYS.. AAMIIN AAMIIN 🙏😇🥰
AUTHOR COMEBACK LAGI NIH... GA SABAR KAN YA NUNGGU KELANJUTAN CERITA DARI CINTA DALAM PENANTIAN ??? OKE GUYS KITA LANJUTKAN YA...
Nayla baru saja masuk ke dalam rumah Erlan ketika Vino sudah berlalu ke kamarnya.
“Assalamu’alaikum kak…”ucap salam Nayla yang baru saja bergabung di ruang tamu.
Asyila mendongakkan kepalanya.“Walaikumsalam dek.. sini…”pinta Asyila.
Nayla lalu menghampiri keduanya. Ia duduk di samping Asyila.”Vino dimana kak ?”Tanya Nayla.
“Tuh udah masuk kamar dia, Abang suruh istirahat.”bukan Asyila yang menjawab tapi Erlan sambil mengarahkan matanya ke kamar Vino.
“Oh syukur deh…. Hmm kak Syil kapan cek kandungan lagi ?”Tanya Nayla pada Asyila.
“2 hari lagi Nay, kenapa ?”ujar Asyila.
“Nay yang anter ya Bang, sekalian ingin lihat juga perkembangan calon keponakan Nay.. Boleh ya…”pinta Nayla memohon.
Erlan sedikit menimbang.”Iya boleh Nay..”ujar Erlan sambil tersenyum.
“Yeay.. makasih Abang..”ujar Nayla sambil memeluk Erlan.
Asyila hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah manja Nayla.
Tak lama seorang lelaki tampan tengah berjalan menghampiri ketiganya yang sedang berbincang. “ Assalamu’alaikum…”ucap Bagas.
Asyila dan Erlan pu menoleh.”Walaikumsalam Bagas…”ujar keduanya.
“Hai Syil.. Hai Bang..”sapa Bagas yang ikut bergabung dengan ketiganya di ruang tamu.
“Loh Gas, kok belakangan masuknya ? Abis darimana dulu ? bukannya tadi kalian bermain bersama ya dengan Vino ?”Tanya Asyila penasaran.
“Gue abis beli ini nih..”ujar Bagas sambil memberikan bungkusan plastik ke Asyila.
__ADS_1
Mata Asyila berbinar.”Wah pisang ijo ? Alhamdulillah makasih ya Gas…”ujar Asyila senang.
Erlan mendelikkan matanya dengan tajam ke arah Bagas.”Lo maksudnya apaan nih kasih pisang ijo ini ke istri gue ?”ujar Erlan sedikit kesal.
Bagas tertawa.”Calm down Bang… gue tadi dikasih tau sama Nayla katanya beberapa hari ini Syila lagi pengen banget es pisang ijo, tapi lo ga nemu terus penjualnya Bang. Makanya deh kebetulan tadi pas gue mau masuk ada pedagang yang lagi keliling yaudah gue langsung beli aja.”jelas Bagas.”Lo ya Bang masih aja cemburuan hahahha.”tambahnya lagi sambil tertawa.
Asyila mengelus lengan Erlan.”Mas nih gitu aja cemburu. Bagas kan cuma mau penuhi keinginannya Syila. Lagian dia emang tau kalo Syila tuh suka banget sama es pisang ijo.”rayu Asyila dengan mata genitnya.
“Kalah deh kalo nih bini udah kaya gini maen rayu-rayuan aja.”canda Erlan.
“Hmm Bang, Kak Syil.. Nayla pamit ya..”ujar Nayla undur diri.
"Loh dek mau kemana ?" tanya Asyila. "Tumben pulang cepet-cepet biasanya juga betah banget disini."timpal Erlan.
"Mama sendiri di rumah Bang, baru aja mama chat Nay katanya Papa mendadak ada perjalanan bisnis ke Malang malem ini juga." jelas Nayla sambil menunjukkan isi chat dari mama Shindy.
“Yaudah biar kak Bagas yang anter ya..”ujar Bagas menawarkan diri.
Nayla menggeleng.”Gausah kak, biar Nayla naik taksi aja. Arah rumah kak Bagas sama Nay kan ga searah.”tolak Nayla dengan halus.
“ Nay.. Bagas kan berniat baik buat anterin kamu, pulang sama Bagas aja ya dek..”saran Erlan.
“Tapi Bang, aku…”ujar Nayla ingin menolak.
“Lo tenang aja Bang gue bakal jagain dia selalu kok.”ujar Bagas sambil menatap Nayla dan menaikkan alisnya.
Nayla hanya menatap dengan datar.
...…....
Nayla dan Bagas sudah berada dalam perjalanan. Keduanya sedari tadi hanya diam. Bagas yang fokus mengemudikan mobilnya dan Nayla yang diam dengan mata yang terus mengarah ke luar kaca jendela. Nayla berada dalam keadaan canggung. Bagas sesekali melirik gadis di sebelahnya, ia menarik kedua sudut bibirnya saat melihat gadis cantik yang selama beberapa hari ini selalu mengganggu pikirannya.
“Nayla…”panggil Bagas dengan lembut.
Nayla menoleh. “Ada apa kak ?”Tanya Nayla.
“Kamu mau mampir beli sesuatu dulu ?” Tanya Bagas.
__ADS_1
Nayla menggeleng lemah.”Enggak ada kak.. hmm Nay ingin segera sampai rumah.”ujar Nayla lalu kembali membuang tatapannya kea rah jendela.
Bagas menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia menepikan mobilnya ke pinggir jalan.”Sampai kapan Nay ?”Tanya Bagas ambigu.
Nayla melirik sekilas.”Maksudnya ?”Nayla justru balik bertanya.
Bagas melepaskan seatbeltnya, lalu ia condongkan badannya ke arah Nayla.”Sampai kapan kakak harus terus mengejarmu Nay? Sampai kapan kamu terus menghindar dari kakak ? kapan kamu akan membuka hatimu untuk kakak Nay.”ujar Bagas meluapkan perasaannya.
“Nayla sudah bilang kan sebelumnya sama kakak, lebih baik kakak mundur sebelum kakak akan kecewa terlalu jauh. Nay gabisa memberi harapan palsu untuk kakak. Kakak carilah wanita yang sesuai dengan selera kakak, jangan seperti Nayla yang sudah ternodai. Hmm bahkan sudah memperlihatkan tubuh Nayla ke laki-laki asing, Nay pun jijik dengan diri Nay sendiri kak.”tegas Nayla sambil sedikit terisak.
Bagas dengan segera memeluk Nayla, menyalurkan segala kasih sayangnya untuk Nayla.”Suttt engga Nay. Maaf kakak tadi terbawa emosi. Kamu salah Nay,bagi kakak kamu tetap wanita terhormat dan begitu berharga Nay. Jangan merendahkan diri kamu sendiri. Kakak ga suka itu.”ujar Bagas menenangkan Nayla.
“Tapi itu yang sebenarnya kak.. Nay…”ujar Nayla yang tak mampu lagi berkata apapun.
Bagas menangkup kedua pipi Nayla.”Aku mencintaimu Nay.. I love you Nayla…”ujar Bagas mengungkapkan perasaannya.
Nayla terdiam. Ia menatap lekat lelaki yang ada di hadapannya. Tak tersirat sedikitpun kebohongan di matanya. Bagas begitu tulus dengan ungkapannya beberapa detik lalu. Nayla menitihkan air matanya dan kedua tangannya dengan perlahan melepas tangan Bagas.
“Nay mohon kak.. jangan seperti ini, Nay gamau kalo nantinya justru kakak akan kecewa.”lirih Nayla lalu menundukkan kepalanya.
Bagas meraih dagu Nayla.”Sampai kapan pun kakak akan menunggu Nay. Bahkan jika Allah tidak menakdirkan kita bersama di dunia maka kakak akan berdoa agar Allah mempersatukan kita disana”ujar Bagas sambil menunjuk ke atas langit.
Nayla sedari tadi nergelut dengan perasaannya. Bujuk rayu dan kesabaran Bagas menghadapinya membuat pertahanannya runtuh seketika. Hatinya luluh dikalahkan oleh segala usaha keras Bagas selama ini meyakinkan Nayla akan perasaannya. Nayla seketika memeluk Bagas. Membenamkan wajanhnya di dada Bagas.”Kakak kenapa sekeras ini untuk berjuang kak ? Kenapa ?”keluh Nayla sambil terisak.
“Karena aku baru menyadari jika sedari dulu aku mencintaimu Nay. Hatiku sudah menuntunku untuk mencintaimu, menautkan namamu disini.”ujar Bagas sambil membawa tangan Nayla ke dadanya.
Nayla mendongakkan kepalanya, dan satu kecupan ia labuhkan di pipi Bagas.”Nayla juga mencintai kakak. Sudah lama bahkan sebelum kakak menyadari hal ini. Nayla sangat mencintai kakak. Nay sudah berusaha untuk melupakan perasaan ini, tapi.. tapi…”ujar Nayla kembali terisak.
“jangan ubah atau mencoba menghilangkan perasaan itu Nay. Allah sudah mempermudah dan memberi jalan untuk kita berdua hari ini. Jangan putuskan harapan kakak untuk berhenti mengejarmu dan selalu berusaha melindungimu. I Love You Nay…”ujar Bagas kembali mendekap Nayla.
“Terimakasih karena kakak selalu berjuang beberapa waktu ini. Nayla bisa merasakan betapa besarnya dan kerasnya perjuangan kakak untuk selalu mendapatkan hati Nay. Nay juga bisa merasakan begitu tulus cinta dan sayang yang kakak curahkan untuk Nay.”ujar Nayla sambil tersenyum.
“Beri kakak waktu seminggu ke depan Nay. Kakak akan melamarmu ke kedua orang tuamu. Kakak akan mengabari kedua orang tua kakak di Surabaya untuk bisa kesini karena anaknya akan melamar seorang gadis yang begitu ia cintai.”pinta Bagas.
“Seminggu ? Apa tidak terlalu cepat kak ?”Tanya Nayla sedikit kaget.
"Engga kecepetan kok, Kakak takut kamu keburu digaet sama orang. Bisa mati berdiri tau gak."tegas Bagas diselingi candaan.
"Ishh Kak Bagas...."ujar Nayla sebal karena Bagas terus menggodanya.
__ADS_1
#To be Continued....
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, GIFT HADIAHNYA JUGA GUYS🥰🥰