
Kini Asyila tengah dalam perjalanan untuk kembali ke rumahnya, di dalam mobil itu sesekali ia menyeka air mata yang terus tanpa izin keluar membasahi pipinya. Ntahlah mendengar pernyataan dari Erlan tadi membuatnya sedikit terkejut dan membuat hatinya sesak dan sedikit berdenyut.
Ya Allah ikhlaskan hati ini, kuatkan hamba dan bantu hamba sedikit demi sedikit menghapus perasaan ini untuk Kak Erlan. Batin Asyila.
🌷🌷
Kediaman Sebastian.
Erlan baru saja tiba di halaman rumahnya setelah ia memarkirkan mobilnya dan mengajak Vino untuk masuk, namun Erlan sedikit heran karena samar mendengar ada suara wanita yang sedang berbincang dengan ibunya di ruang tamu.
Ceklek
Pintu rumah terbuka, Erlan dan Vino masuk dan disambut hangat oleh Mama Shindy.
"Kamu baru sampai Lan ? Ayo kemari mama ingin memperkenalkan kamu dengan seseorang" ujar mama Shindy
"Vino segeralah ke kamar, minta Bibi untuk memandikan Vino setelah itu istirahat ya nanti Papa akan menyusul."pintanya pada Vino
"Oke Papa" ucap Vino seraya berlalu dari ruang tamu.
Erlan kemudian duduk di samping mama Shindy, di depannya kini ada seorang wanita tengah duduk manis dengan penampilan yang sangat cantik dan bisa memikat siapa saja yang melihatnya.
"Erlan, kenalkan ini Melanie. Dia anak teman Mama, Melanie ini seorang model, kebetulan hari ini dia baru saja pulang dari Semarang dan langsung mama ajak kesini untuk bertemu denganmu." jelas mama Shindy
"Hai mas, kenalkan aku Melanie" ucap Melanie lalu mengulurkan tangannya.
"Erlan" ucapnya datar tanpa menerima uluran tangan Melanie
"Oh iya Mel, ini anak tante yang tempo hari tante ceritakan padamu dan Rosa, semoga kalian bisa menjadi teman yang baik ya dan tante sangat berharap kamu bisa juga dekat dengan Vino cucu tante." ucap mama Shindy
"Pasti tante, setelah ini aku dan mas Erlan akan menjadi teman, iya kan Mas ?"ucap Melanie
"Mungkin" ucap Erlan dingin
Erlan segera berdiri dari duduknya, dia meninggalkan mama dan Melanie yang masih saling berbincang.
"Erlan kamu mau kemana ? Temani Melanie dulu dong" ucap mama Shindy
"Erlan mau ke kamar Vino ma, setelah ini Erlan ingin membersihkan diri dan langsung istirahat. Besok ada meeting pagi bersana klien." ucapnya seraya berlalu
"Mel maafkan anak tante ya, dia memang seperti itu makanya tante ingin kamu berusaha mendapatkan hatinya dan juga hati Vino."
"Baiklah Mel akan berusaha tante." ucap Melanie
"Hari weekend ini bagaimana jika kamu, Erlan dan Vino bermain bersama ? ya sekedar jalan-jalan ke Mall gitu, tante ingin kamu secepatnya bisa mendapatkan hati Erlan. Bagaimana dengan ide tante ?"tanya mama Shindy.
"Tapi jika mas Erlan menolak bagaimana tante?"ucap Melanie sedih.
"Kamu tenang aja, tante usahakan Erlan bisa jalan-jalan denganmu weekend nanti."ucap mama Shindy
"Terimakasih banyak tante."ucap Melani seraya memeluk wanita paruh baya itu.
__ADS_1
Aku akan mendapatkanmu Mas Erlan, aku akan membuatmu mengejar-ngejar dan mengemis cinta padaku. Aku tak akan melepaskanmu, bagaimanapun caranya kamu akan jadi milikku Mas. Batin Melanie
🌷🌷
Kediaman Gunawan.
Asyila baru saja sampai di rumahnya. Maklum jalanan Jakarta saat hampir menjelang malam pasti akan dipenuhi oleh kendaraan lain. Asyila telah memakirkan mobilnya di garasi lalu berniat untuk masuk ke dalam rumah.
Ceklek
"Assalamu'alaikum....." ucap Asyila
"Walaikumsalam nak, kamu baru sampai ?" tanya Papa Andhika
"Hmm iya Pa, maklum lah dijalan macet. Mama dimana Pa ?" ucapnya seraya mencium tangan Papa Andhika
"Seperti biasa Mama dan Bi Nur sedang menyiapkan makanan untuk makan malam."ucap papa Andhika
"Kalo gitu Syila ke kamar dulu, mau bersih-bersih ya Pa." ucap Asyila
"Yaudah,setelah itu jangan terlambat untuk makan malam bersama ya nak." ucap papa Andhika
"Siap laksanakan boss Papa" canda Asyila
"Dasar anak nakal" ucap Papa Andhika seraya mengelus kepala anaknya.
Kini Syila tengah berada di tempat ternyamannya apalagi kalau bukan Kamar Pribadi miliknya. Asyila tidak langsung pergi ke Kamar Mandi, dia memilih berjalan ke arah tempat tidurnya dan membuka laci nakas yang ada disana. Ada sebuat kotak besi yang diperkirakan sudah lama sekali tidak ia buka. Ia ambil kotak besi itu dan membukanya. Disana ada foto yang sudah usang dan sebuah liontin berbentuk 🤍. Asyila ambil liontin itu dan ditatapnya begitu dalam.
Flashback On
"Asyilaa!!!!" teriak Erlan
"Kaka tuh kebiasaan deh panggil aku selalu pake teriak, aku nih ga budeg kak" ujar Asyila sambil cemberut.
"Aduh maafkan aku ya Syil, abisnya kamu kadang kalo aku panggil ga nyahut hihihi" tawa Erlan
"Terserah deh"ujarnya tak peduli.
"Asyila aku mau ngomong sesuatu nih." ucap Erlan
"Ngomong aja, aku denger ko"ucap Asyila yang tak menatap Erlan dia masih fokus dengan es pisang ijo di hadapannya
"Isshh denger kaka dulu deh, tuh si es pisang ijo kamu cukup makan aja gausah diliatin gitu lagian mau diliatin sampe lumutan juga pisangnya ga akan berubah jadi warna ungu Syil."canda Erlan
"Isshhh Kaka becanda mulu" ucap Asyila sambil mencubit perut Erlan.
"Awww sakit Syil.. makanya dengerin kaka ngomong dulu, kaka mau bahas hal penting nih." ucap Erlan
"Yaudah iya, aku dengerin sekarang kaka emang mau bilang apa?" ucap Asyila seraya menoleh lalu menatap Erlan.
"Kaka beserta keluarga akan pindah ke Malang Syil." ucap Erlan sambil tertunduk
__ADS_1
"Oh iya ? kapan kak ? Yah aku jadi gabisa lagi dong ketemu dan main sama kaka" tanya Asyila yang sedikit terkejut.
"Rencananya besok kami berangkat, sebenarnya kaka tak setuju dengan rencana Papa untuk membawa kami semua pindah ke Malang, hanya saja Papa harus menangani bisnis keluarga kami disana karena tadi orang yang bekerja di Perusahaan Papa mengabari jika saat ini bisnis keluarga kami tengah bermasalah. Oleh karena itu Papa langsung memutuskan agar kami ikut dengannya ke Malang."ucap Erlan sedih
"Ko kaka jadi sedih sih ? Om Herman kan benar kak, jika kalian tidak langsung pergi kesana mungkin bisnis keluarga kalian malah semakin bermasalah." ucap Asyila
"Tapi aku sudah nyaman disini, terlebih lagi aku gabisa kalo harus jauh dari kamu Syil."ucapnya sedih
"Kaka ini aneh deh, kita kan bisa mengobrol lewat telepon, kaka gausah terlalu khawatir gitu"Asyila berucap
"Hmm Syil..."panggilnya lagi
"Kenapa Kak ?"Asyila menyahut seraya menoleh
Dengan tiba-tiba Erlan menangkup wajah Asyila, menatapnya dengan dalam seraya mengisyaratkan jika dia akan merindukan Asyila nanyi. Tak lama Erlan memeluk Asyila dengan erat dan membuat jantung Asyila seketika berdetak lebih cepat.
"Syila berjanjilah untuk tidak melupakanku, berjanjilah kamu akan menungguku datang kembali, berjanjilah hanya aku yang akan selalu kamu ingat dalam pikiranmu dan dalam hatimu hanya namaku lah yang tertera di dalamnya."
"Aku berjanji Syil jika waktunya tiba aku akan datang kembali untuk bertemu denganmu, meminta izin pada kedua orang tuamu untuk menyerahkan putrinya padaku. Aku akan datang melamarmu Syil, menjadikanmu pengantin wanitaku, menjadikanmu wanita satu-satunya dalam hidupku. Aku mencintaimu Asyila."ucapnya yang masih setia memeluk erat Asyila.
"k-K-Kak Erlan maksud kaka ini apa ?"ucap Asyila gugup.
"Aku mencintaimu Asyila, Aku sangat mencintaimu, perasaan ini timbul seraya kita selalu bersama-sama, Aku sudah mencintaimu sejak lama Syil."ucap Erlan
"Benarkah ini kak?" tanya Asyila seraya melepas dekapannya dari Erlan
"Kamu lihat mataku Syil, apa ada kebohongan dalam mataku ini, setiap ucapanku ini adalah kesungguhan, Aku benar-benar mencintaimu Asyila." ucapnya seraya menangkup wajah Asyila
"Kaka... aku aku aku juga mencintai Kaka... hiks hiks hiks"ucapnya memeluk kembali Erlan dengan erat.
"Hei, kenapa malah nangis Syil ?"ucap Erlan melepas pelukannya.
"Aku bahagia karena bisa mengungkap ini kak"ucap Asyila menunduk malu.
"Hei Syil, aku juga merasa lega karena sudah mengungkapkan perasaanku padamu."ucapnya menangkup wajah Asyila.
"Iya Kaka" ucap Syila menatap Erlan dalam
"Syil.. aku ada sesuatu untukmu." ucap Erlan sambil merogoh sesuatu di balik saku celana jeans nya
"Apa kak ?" tanya Asyila
"Ini adalah liontin yang aku beli dengan mengumpulkan uang jajanku selama 1 bulan, kamu tau Syil liontin ini di dalamnya tertera inisial dari namamu dan namaku. Simpan ini baik-baik, aku akan memakaikan liontin ini di lehermu ketika aku melamarmu nanti. Tunggu aku ya Syil, Aku mencintaimu Asyila Luthfia Gunawan." ucapnya seraya mengambil tangan Asyila untuk memberikan liontin itu.
"Terimakasih kak, aku janji akan menyimpan ini baik-baik, aku juga janji akan menunggumu datang melamarku Kak."ucapnya kembali memeluk erat Erlan
"Tunggu aku ya Syil. Aku mencintaimu Syil." ucap Erlan
Cup
Erlan mengecup dahi Asyila pertama kalinya..
__ADS_1
Flashback off