
Siang telah digantikan oleh cahaya rembulan malam. Saat ini Asyila tengah bingung karena sedari tadi ia tak bisa menghubungi suaminya. Setelah kembali dari Mall siang tadi, Erlan kembali pergi entah kemana bahkan saat Asyila bertanya pada suaminya itu, Erlan hanya menjawab bahwa dia ingin jalan-jalan keluar saja. Namun hingga saat ini bahkan jam sudah menunjukkan pukul 9 malam waktu Paris, tapi suaminya masih saja belum kembali ke Hotel.
Ya Allah mas kamu kemana ? Jangan bikin Syila khawatir.Gumam Asyila
Tak lama ponselnya berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk, tertera nomer ponsel yang tidak diketahui olehnya. Membuat Asyila sedikit takut namun tak kalah rasa dengan rasa penasarannya, ia lalu membuka pesan masuk itu.
DEG
Seketika dadanya terasa sesak, saat melihat gambar dari pesan itu. Suaminya tengah berdua dengan wanita lain di dekat Menara Eiffel, bahkan dengan mesranya Erlan memeluk wanita itu dari belakang. Hati Asyila berkecamuk, bahkan setetes cairan bening sudah keluar tanpa izin dari sudut matanya.
Apa benar ini mas Erlan ? Lalu siapa wanita ini ? Batin Asyila
Ting..
Sebuah pesan kembali masuk dari nomor tak dikenal itu.
Jika kamu ingin mendapat penjelasan dari foto tadi, maka datanglah ke tempat itu sekarang juga.
Asyila tak berpikir panjang, ia bergegas pergi ke lokasi dimana suaminya berada saat ini. Ia ingin meminta penjelasan pada Erlan mengenai foto yang dikirim oleh seseorang yang tidak dikenal itu.
Asyila tengah menyusuri jalan menuju Menara Eiffel. Kebetulan jarak Hotel dan tempat yang akan dia tuju cukup dekat dan bisa ditempuh hanya berjalan kaki. Pikiran dan hatinya saat ini sudah dipenuhi berbagai pertanyaan tentang suaminya.
Sampai di tempat itu, Asyila justru tak menemukan seorangpun disana. Bahkan tempat itu sangat gelap, hanya cahaya bulan yang menerangi tempat itu. Ia mencari kesana kesini berharap suaminya memang ada disana, namun nihil tak ada siapapun disana. Asyila berniat kembali ke Hotel, namun tiba-tiba ada sorot cahaya yang menuju ke arahnya.
__ADS_1
"Kamu mencariku ?"ucap seorang wanita yang berjarak tak jauh dari Asyila
Asyila menoleh dan mendadak ia terdiam disana. Wanita itu... Ya dia wanita yang ada di foto itu bersama suaminya. Asyila berjalan perlahan diikuti oleh light lampu yang masih menyorot ke arahnya.
"Kamu siapa ? Apa kamu yang ada di foto ini ?"tanya Asyila sambil menunjukkan gambar di ponselnya.
"Ya benar itu aku. Bagaimana kamu bisa mendapatkan foto itu ?"tanya wanita itu
"Ada seseorang yang mengirimku sebuah pesan dan isinya adalah foto ini. Apa hubunganmu dengan pria ini ?"tanya Asyila
"Kamu pasti bukan orang bodoh, aku tak perlu menjelaskan apapun. Kamu pasti sudah bisa memahami apa hubungan kami."jawab wanita itu
"Lalu dimana mas Erlan ?"tanya Asyila
"Wow.. kamu memanggilnya apa ? Mas ? Heh romantis sekali"ujar wanita itu mengejek Asyila
"Oh ternyata kamu istri dari kekasihku itu, tampang kamu biasa aja sih ko bisa ya Kak Erlan menyukai kamu ?"ujar wanita itu kembali memaki Asyila
Asyila menunduk, air matanya pun ikut jatuh saat itu. Terluka hatinya mendengar penuturan wanita di hadapannya. Apa benar jika Erlan mengkhianatinya ? Bahkan mereka baru saja menikah beberapa hari lalu, namun apa ini ? Kenyataan pahit ini haruskah Asyila terima.
"Aku dan mas Erlan sudah menikah beberapa hari lalu, kami kesini untuk berlibur. Sekarang saya hanya ingin tau dimana suami saya ?"ucap Asyila yang mencoba kuat
"Baru beberapa hari menikah ? Heh bahkan aku sudah mengenal Kak Erlan sejak lama, sebelum kamu hadir mengacaukan hubungan kami."jelas wanita itu
__ADS_1
"Maksud kamu apa ? Aku mengacaukan hubungan seperti apa ?"Tanya Asyila tak mengerti
"Kamu sudah merebut Kak Erlan dari sisiku, kamu tau Kak Erlan terpaksa menikahimu karena janjinya yang ia berikan padamu. Dia menikahimu hanya karena ingin memenuhi janjinya. Bukan karena dia mencintaimu. Hanya aku yang dia cintai sejak awal."jelas wanita itu
DEG
Asyila semakin hancur mendengar penuturan dari wanita itu. Dadanya semakin sesak, hatinya pedih. Benarkah suami yang dia cintai, laki-laki yang selalu ada dalam hatinya itu tidak mencintainya ? Apa laki-laki itu hanya ingin mempermainkan hatinya ? Lalu dalam beberapa waktu belakangan ini, apa tujuan Erlan menunjukkan sifat romantisnya pada Asyila ? Bahkan saat mereka melakukan hubungan suami istri pertama kali Erlan selalu mengucapkan kata cinta yang membuat hati Asyila berdesir dan jantungnya berdegup tak karuan. Pengakuan dari wanita itu membuatnya lemas seketika, bahkan kakinya sudah tak sanggup menopang berat tubuhnya. Asyila terduduk lemas bahkan sekarang ia keluarkan tangisnya. Asyila terisak, bahkan ia sudah menutup wajahnya dengan tangannya sendiri.
Wanita itu sedari tadi hanya diam tak bergeming, ia masih setia dengan tangan yang dilipatnya di dada. Penampilannya yang terkesan glamour dan elegan, mengalahkan Asyila yang hanya senang dengan kesederhanaan. Ia hampiri Asyila yang masih terduduk di aspal dingin itu. Ia berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Asyila. Ia pegang bahu Asyila dan berkata..
"Kamu sudah mengetahui soal aku dan Kak Erlan kan ?"tanya wanita itu
Asyila membuka tangannya dari wajah cantiknya, ia hapus sisa air mata nya dan beralih melihat wanita di depannya."Ya, lalu apa yang kamu inginkan ?"tanya Asyila yang sudah pasrah
"Tinggalkan Kak Erlan dan relakan dia bisa bersamaku. Kak Erlan hanya akan bahagia denganku, dia sangat mencintaiku."pinta wanita itu
Asyila terhenyak. Apa lagi ini ? Dia harus meninggalkan Erlan ? Bahkan pernikahannya pun baru saja dimulai, tapi wanita ini meminta Asyila untuk meninggalkan suaminya ? Tidak, Asyila bukan wanita selemah itu. Ia akan pertahankan rumah tangganya dengan Erlan
"Aku tidak akan menuruti keinginanmu itu. Aku akan mempertahankan rumah tanggaku dengan mas Erlan bagaimanapun caranya. Jika memang mas Erlan belum mencintaiku, maka aku akan berusaha menumbuhkan cinta dalam hati mas Erlan untukku."tegas Asyila
"Kamu jangan bersikap egois. Kak Erlan akan tersiksa jika selamanya bersama denganmu. Perasaan cinta seseorang gabisa dipaksakan. Ingat itu"ucap wanita itu
"Aku tidak akan meninggalkan suamiku sampai kapanpun. Aku tetap mencintainya walau ia menyakitiku berkali-kali. Aku akan berusaha membuat ia bisa mencintaiku. Aku tidak ingin mendengar apapun lagi darimu."ucap Asyila
__ADS_1
Asyila lalu beranjak dari duduknya. Ia berniat untuk meninggalkan tempat itu, biarlah ia mengetahui kenyaatan ini. Ia akan meminta penjelasan suaminya mengenai masalah ini. Ia bersikap dewasa, menunggu penjelasan suaminya adalah hal yang tepat.
Saat Asyila sudah hampir meninggalkan tempat itu, Tiba-tiba.....