
Aldo menarik tangan Sheila untuk mengikuti langkahnya. Aldo membawanya ke lorong yang sepi dan menubrukkan tubuh Sheila ke dinding itu. Bahkan Sheila merasakan sedikit ngilu di sekitar punggungnya.
"Sampai kapan Sheila ? Sampai kapan kamu terus hindari aku ?"tanya Aldo dengan sedikit berteriak.
Sheila terkesiap. Ia baru melihat Aldo semarah itu."Untuk apalagi kamu menemuiku kak ?"tanya Sheila tak kalah emosi.
"Kita ini sepasang kekasih Sheila, wajar jika aku ingin bertemu denganmu. Aku merindukanmu sayang."ungkap Aldo seraya memeluk Sheila.
Sheila mendorong Aldo hingga sedikit terhuyung ke belakang."Hentikan kak. Apa yang kamu lakuin ? Coba kamu sadar, kondisi kita saat ini udah beda. Kamu akan dijodohkan begitupun dengan aku. Bahagialah dengan pilihan orang tua kita kak. Tuhan sudah menunjukkan jika kita memang ga berjodoh."ungkap Sheila dengan emosi.
"Aku ga nerima perjodohan itu Sheila, orang tuaku yang memaksaku. Aku akan memperjuangkan kamu dan cinta kita Sheila. Aku mohon berjalanlah bersamaku Sheila. Kita berjuang bersama untuk ini."ujar Aldo sambil memegang kedua lengan Sheila.
Sheila menunduk."Jangan egois kak aku mohon turuti aja keinginan orang tuamu."lirih Sheila.
"Tatap mata aku Sheila..."pinta Aldo.
Sheila menatap mata itu dengan dalam. Dapat ia lihat jika Aldo begitu sungguh mencintainya. Hanya ada ketulusan yang terpancar disana untuk Sheila.
"Lihatlah mataku Sheila. Lihat aku benar-benar mencintaimu Sheila. Hanya kamu wanita yang aku inginkan Sheila hanya kamu..."ungkap Aldo.
Sheila menunduk."Aku mohon kak jangan kaya gini, redam keegoisanmu itu kak."pinta Sheila.
"Kamu bahagia melihatku berjodoh dengan orang lain ? kamu bahagia melihatku bersanding dengan orang lain ?"tanya Aldo meyakinkan Sheila.
"Sudahlah kak, lebih baik kamu belajar untuk menerima perjodohan itu. Kamu atau aku mustahil untuk menjadi kita."ujar Sheila sambil berlari meninggalkan Aldo.
Aldo menarik rambutnya dengan kasar."Ahhhhhhhhh Sial...."geram Aldo.
__ADS_1
Aldo mengejar Sheila yang berlari keluar dari mall itu. Ia segera menarik lengan Sheila dan membawanya ke dalam mobil.
"Buka pintunya kak..."ujar Sheila sambil terus menekan engsel pintu mobil itu.
Aldo menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi."Kamu yang udah bikin aku ambil jalan ini Sheila. Jadi lebih baik kamu diam, dan lihat seberapa egoisnya Aldo."ujar Aldo sambil tersenyum licik.
Mobil itu sudah berhenti di salah satu hotel berbintang di Jakarta. Aldo segera menggendomg Sheila keluar dari mobil dan membawanya ke sebuah kamar yang sudah ia pesan beberapa menit sebelum Aldo mengejar Sheila.
Aldo pun sudah menghubungi Erlan jika ia tak bisa mengantarkan suami istri itu pulang ke rumah dengan beralasan ada urusan yang harus ia selesaikan segera. Ia juga sudah menghubungi salah satu supir pribadi Erlan untuk menjemput Erlan dan Asyila di Mall tadi.
Aldo masih menggendong Sheila yang sedari tadi memberontak di dalam gendongannya. Aldo sudah menulikan telinganya. Saat ini ia hanya ingin memberitahu Sheila bagaimana egoisnya seorang Aldo.
Kamar hotel itu Aldo buka dengan sebelah tangannya, lalu ia tutup dengan kasar menggunakan kakinya. Sheila masih terus memberontak hingga Aldo sudah membaringkannya ke ranjang. Sheila terkejut saat melihat Aldo ikut menaikkaj dirinya ke ranjang itu.
"Kak Aldo mau apa ?"tanya Sheila takut.
"Kakak jangan aku mohon."lirih Sheila sambil terus menjauh dari Aldo.
"Kamu ingin kita berjuang kan untuk cinta dan hubungan kita ? Baiklah aku akan memperjuangkan dengan cara ini terlebih dahulu."ujar Aldo seraya menarik kaki Sheila.
Sheila seketika terlentang dan dengan sigap Aldo segera mengungkung Sheila di bawahnya. Aldo yang melihat Sheila memberontak terpaksa mencium bibir itu dengan kasar. Sheila terkejut bahkan ia berusaha merapatkan kedua bibirnya itu agar tak tergoda oleh Aldo. Namun siapa sangka Aldo memainkan lidahnya lalu menggigit bibir bawah Sheila hingga pertahanan itu runtuh. Bibis Sheila terbuka sempurna membuat Aldo bebas mengeskplor segala sesuatu di dalam sana.
Bibir itu tak henti memberi kecupan, lum*tan bahkan his*pan hingga bibir Sheila bengkak karenanya. Sheila hanya memejamkan matanya, ia ingin sekali menolak namun hatinya berkata lain. Tangan Aldo bahkan tanpa sadar sudah mengelus segala lekukan di badan Sheila. Aldo mengikuti nalurinya, ia raba dan elus sesuatu yang tangannya jelajahi. Hingga tanpa sadar ia sudah membuka sempurna kancing kemeja dan rok celana panjang yang Sheila pakai. Kini seluruh tubuh Sheila hanya tertutup oleh 2 penghalang.
Sheila masih memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan suara kenikmatan itu.
"Ayo sayang gausah ditahan ya, keluarkan saja."ujar Aldo dengan nada sensual sambil meniup telinga Sheila.
__ADS_1
"Ahhhhhhh.... henti-kanhhh kak ahhhh...."lenguhan itu akhirnya terdengar dari bibir Sheila saat ia merasakan Aldo tengah mengendus leher putihnya dan memberikan jejak kemerahan disana.
Aldo tersenyum girang, suara itu membuatnya makin bersemangat untuk memiliki Sheila seutuhnya."Sebut namaku sayang, ayo.. sebut namaku..."ujar Aldo sambil meremas dua benda kenyal milik Sheila dengan kedua tangannya.
"Ahhhh hentikan Al, hentikan aku mohon Aldo... Ahhhhhh"lenguhan itu terdengar lagi dari mulut Sheila.
Aldo kian bersemangat, tangannya bahkan meraba ke belakang punggung Sheila untuk membuka kunci untuk melihat dua buah padat berisi yang dimiliki Sheila. Dan kunci itu terbuka, segera Aldo membuang penghalang itu ke bawah lantai. Ia memelototkan matanya saat melihat pemandangan itu.
Aldo segera menelusupkan wajahnya di kedua belah buah itu. Tangannya ikut meremas buah padat itu dan si pemilik hanya bisa melenguh merasakan gelenyar aneh yang ia rasakan.
"Aldo tolong ahhh hentikanhhhhh... Al ahhhhhhhhh"lenguhan itu terus terdengar dari mulut Sheila.
"Kamu indah sayang, semua yang ada dibalik kemeja yang kau pakai itu membuatku penasaran..."ujar Aldo sambil terus memberikan ******* pada puncak buah padat itu secara bergantian.
"Al tolong hmmmmppppppp euhhhhhhhh ahhhhhhhhh"lenguh Sheila sambil menarik rambut belakang Aldo.
Sebelah tangan Aldo bahkan sudah mengelus bagian paha dalam milik Sheila dan ia merambat menuju tempat yamg mungkin bisa membuat Sheila kembali bersuara nikmat.
Tangannya mengelus bagian indah yang masih tertutupi oleh penghalang berbentuk segitiga. Seketika Sheila mendongakkam kepalanya ke atas.
"Please Al, janganhhhhh di situhhhhh ahhhhhh...."Sheila terus melenguh merasakan gelenyar aneh yang semakin membuatnya tersiksa.
"Akan kubuat kamu menjadi milikku Sheila, hingga kamu tak ada niat untuk menghindar bahkan pergi dariku lagi...."ujar Aldo sambil sebelah tangannya masuk ke dalam tempat yang masih terhalang segitiga itu.
"Al ahhh apaa... apaaa ya.. ya..yang ka..ka..kamu lakukan ahhhhhh"ujar Sheila terbata saat merasakan tangan Aldo tengah mengobrak abrik di bawah sana.
"Ini baru permulaan sayang, persiapkanlah dirimu.. aku akan membuatmu terbang menuju surga kenikmatan."ujar Aldo sambil mendekatkan bibirnya ke tempat indah itu.
__ADS_1