
Sore ini pasangan Erlan mengajak istrinya untuk membeli keperluan rumah tangga di supermarket. Vino memilih tidak ikut karena ia sedang mengerjakan PR nya bersama pengasuhnya. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju ke pusat perbelanjaan.
"Mas.."panggil Syila
"Hmm kenapa sayang ?"Sahut Erlan sambil mengelus puncak kepala Asyila yang tertutup hijab
"Nanti di supermarket sekalian beli cemilan sama ice cream ya. Tau sendiri kan Vino suka banget makan ice cream."pinta Asyila
"Iya semua Papa serahkan sama Bunda ya"goda Erlan dengan mata yang sesekali melirik istrinya
"Hadeuhh gombal terussss..."ucap Asyila
"Gapapa lah gombalin istri sendiri juga."ucap Erlan
"Terserah mas aja deh."ucap Asyila yang malas merespon godaan suaminya itu.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, mereka kini sampai di salah satu supermarket terbesar di kota itu. Tangan Erlan setia merengkuh pinggang istrinya menunjukkan bahwa Asyila hanya miliknya seorang.
"Mas ini apaan sih, malu dong diliatin orang tuh"ucap Asyila sedikit risih akan kelakuan suaminya
"Suttt jangan banyak protes, aku mau nunjukin ya kalo kamu itu punya aku, milik aku."ucap Erlan posesif
"Ribet deh punya suami posesif gini"gumam Asyila
"Aku denger loh Yank.. lagipula aku mau orang liat,kalo kamu tuh istri aku, milik aku. Gaboleh ada laki-laki yang coba deket sama kamu apalagi sampe senyum sama kamu"ujar Erlan
"Iya deh iya papa Vino"canda Asyila
Mereka tengah berkeliling di supermarket saat ini. Asyila memasukkan beberapa keperluan rumah tangga, sementara suaminya setia dengan mendorong trolley yang sudah hampir penuh dengan belanjaan mereka.
"Udah semua Yank ?"tanya Erlan
"Hmm udah deh kayanya mas." sahut Asyila sambil matanya memeriksa barang yang ada di trolley.
Setelah membayar semua belanjaan, barang mereka beli sudah aman berada di dalam mobil. Sementara keduanya tengah berkeliling di pusat perbelanjaan itu.
"Ada yang mau kamu beli lagi ga sayang ?"tanya Erlan
"Hmm kayanya engga deh mas. Mas mau beli sesuatu ?"tanyanya pada Erlan
"Ada sih, tapi barangnya kamu yang pake ya ntar."ucap Erlan
__ADS_1
"Loh ko jadi aku yang pake ? Emang mau beli apa ?"tanya Asyila
Erlan menunjuk salah satu patung yang sedang menggunakan gaun malam yang sedikit terbuka."Mas mau beli itu, kamu ntar pake ya"goda Erlan
"Engga ya mas, baju kurang bahan gitu. Engga mau pokonya Syila gamau pake."tolak Asyila sambil menggelengkan kepalanya
"Sayang sekali aja.. please..."pinta Erlan
"No ya mas pokonya engga."tolak keras Asyila
Namun Erlan tak patah semangat, merayu Asyila dengan kata-kata sensual adalah cara paling ampuh saat itu.
"Mau emang kamu jadi istri durhaka ? nolak kepengen suami ?"tanya Erlan sambil menaikkan satu alisnya
"Bukan gitu mas, aku ga terbiasa pake begituan."ucap Asyila malu
"Kamu cukup pake depan mas aja sayang, cukup mas yang liat. Mau ya ?"pinta Erlan
"Tapi...."ucapnya terpotong oleh Erlan."Kamu mau kan senengin suami ? Kamu ga akan dosa sayang, justru nambah pahala buat kamu juga."ucapnya penuh harap
"Yaudah deh buat kamu aja mas."ucap Asyila yang akhirnya setuju
"Aaa... thank you sayang. I love you istriku."ujar Erlan yang setelah itu dengan semangat masuk ke toko itu.
🌹🌹
Arkan kini telah berada di depan rumah Amanda. Perasaannya tak karuan sebab ia akan menyampaikan niat baiknya untuk melamar Amanda pada ayahnya.
"Kak.. kenapa ?"tanya Amanda yang melihat raut muka Arkan yang berbeda
"Hmm... aku gugup ketemu ayah kamu."ucapnya sambil tertunduk
Amanda tersenyum."Insyaallah ayah akan menghargai niat naik kamu kok kak. Yuk masuk"ajak Amanda
Tok..Tok..Tok
Pintu yang Amanda ketuk akhirnya terbuka. Kedatangannya disambut oleh pelayan di rumah itu.
"Assalamu'alaikum bi.."ucap keduanya
"Walaikumsalam non Manda.. den Arkan."ucap pelayan dengan sopan
__ADS_1
Keduanya masuk bersamaan."Papa ada bi ?"tanyanya pada pelayan
"Kamu sudah pulang Manda ?"tanya Ayahnya
"Alhamdulillah Manda baru sampai ayah. Sebenarnya kami sudah sampai pukul 10 pagi, cuma tante Vera suruh aku ke rumahnya dulu. Ayah gimana sehat kan selama Manda di Paris ?"ucapnya sambil menyalami tangan Ayahnya.
"Alhamdulillah ayah baik ko sayang. Gapapa yang penting anak Ayah sudah sampai dengan selamat di rumah."ucapnya sambil memeluk Amanda.
Pak Hendarto lalu melirik seorang pria yang berada disana."Loh nak Arkan juga disini."ucap pak Hendarto
"Apa kabar Om ?"ucap Arkan sambil menyalami pak Hendarto guna mengusir rasa gugupnya.
"Alhamdulillah saya baik nak, ayo silahkan duduk."ajak Pak Hendarto
Pelayan berlalu untuk menyiapkan semuanya minuman dan cemilan. Arkan masih dalam mode gugup, sesekali ia memegang ujung sofa guna mengusir rasa gugupnya.
"Oh iya nak Arkan terimakasih sudah mengantarkan anak saya ya."ucap pak Hendarto
"Tidak masalah untuk saya, Om. Sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan Om."ucap Arkan
Pak Hendarto melirik putrinya, dan respon Amanda hanya tersenyum menatap sang Ayah. "Ada apa nak Arkan ?"tanya pak Hendarto
"Begini sebenarnya saya berniat untuk melamar anak Om menjadi istri saya."ucapnya dengan sopan
"Benarkah ? Nak Arkan ingin melamar anak saya ?"tanya pak Hendarto
"Benar Om, saya sebenarnya sudah menaruh hati pada Amanda sejak lama. Namun saya tidak ingin terjerumus lebih dalam dosa, saya ingin segera melamar Amanda menjadi istri saya, Om."ucap Arkan
"Saya menghargai niat baik dari nak Arkan. Jujur saja saya merasa salut karena nak Arkan berani mengambil keputusan ini,namun saya tidak bisa memutuskan begitu saja apalagi ini menyangkut kebahagiaan putri saya. Saya menyerahkan semua keputusan pada Amanda." jelas pak Hendarto yang hanya direspon dengan senyuman oleh Arkan
Pak Hendarto melirik putrinya itu."Ayah menyerahkan semua sama kamu, apa kamu menerima lamaran nak Arkan ?"tanya pak Hendarto.
"Bismillahirrahmanirrahim Amanda akan terima lamaran kak Arkan, ayah."ucap Amanda yakin
"Alhamdulillah terimakasih ya Manda."ucap Arkan yang terlihat senang.
"Nak Arkan sebaiknya kita segerakan untuk lamaran resminya, bawa kedua orang tua dan keluarga nak Arkan kesini."pinta pak Hendarto
"Baik Om, saya akan melamar Amanda secara resmi dalam 2 minggu ke depan."ucp Arkan mantap
"Mulai sekarang panggil saya Ayah ya nak, kamu juga sudah saya anggap seperti anak saya sendiri."pinta pak Hendarto
__ADS_1
"Baik Ayah.."ucap Arkan