Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Takdir dari Allah


__ADS_3

"Kamu ???"seru orang tua Aldo bersamaan.


Ayah Dito dan ibu Lita saling berpandangan dengan begitu terkejut. Gadis di hadapannya saat ini membuat keduanya tak bisa berbicara apapun.


Begitupun gadis di hadapannya yang sama terkejutnya. Ya gadis itu tiada lain adalah Sheila. Sheila pun tak menyangka jika teman yang dimaksud oleh orang tuanya adalah orang tua dari Aldo.


Ibu Lita yang memang tak mempermasalahkan hubungan antara Aldo dan Sheila saat itu langsung menghambur memeluk begitu erat calon menantunya itu.


"MasyaAllah ternyata takdir memang tak bisa ditebak nak, kamu memang dipilih oleh Allah hanya untuk anak ibu."lirih ibu Lita yang masih betah memeluk Sheila.


Sheila tersenyum."Sheila juga ga nyangka bu, jika jodoh pilihan Papa ternyata adalah kak Aldo. Sheila bahagia bu, sangat bahagia."ujar Sheila sambil membalas pelukan ibu Aldo.


"Maafkan perkataan Ayah saat itu nak, sungguh Ayah tidak tahu jika kamu anak dari mas Tio dan mbak Dian."ujar Dito sambil mengelus lembut puncak kepala Sheila.


Sheila melepaskan pelukan itu lalu menatap Dito sambil tersenyum."Tidak apa Yah, lagipula sebelumnya kita belum pernah bertemu. Jadi wajar jika Ayah bersikap seperti itu, karena memikirkan yang terbaik itu kak Aldo."ujar Sheila.


"Kalian sudah saling bertemu sebelumnya ?"tanya papa Tio yang heran karena temannya tiba-tiba langsung memeluk Sheila.


"Tentu mas, Sheila ini kekasih dari anak kami Aldo."ujar ibu Lita sambil merangkul bahu Sheila.


"Apa ??"teriak Tio dan Dian bersamaan.


Sheila tersenyum."Maaf Ma,Pa."ujar Sheila menunduk.


"Jadi anak papa ini sudah punya pasangan nih ? lalu kenapa mau aja terima perjodohan ini,nak ?"tanya Dito sambil menangkup pipi Sheila.


"Sheila berpikir lebih baik menerima perjodohan ini daripada harus terus mengingat kak Aldo yang juga sudah dijodohkan dengan orang lain,Pa."jelas Sheila.


"Tapi ternyata dunia begitu sempit kan, Allah juga sudah menggariskan takdir kalian untuk bersama. Kalian memang ditakdirkan berjodoh,sayang."ujar Dian sambil mengelus puncak kepala Sheila.


"Benar itu mbak, sekeras apapun kami memisahkan mereka jika Allah sudah berkehendak pasti mereka akan didekatkan dengan cara apapun."ujar ibu Lita sambil merangkul bahu Sheila.


"Lalu dimana anak kalian ? Aldo belum sampaikah ?"tanya Tio sambil matanya melirik kesana kemari.

__ADS_1


"Aldo sudah duduk disana, sepertinya dia tak berniat untuk datang makan malam hari ini. Daritadi pun hanya ponsel saja yang jadi fokusnya."ujar Dito sambil menunjuk ke arah kursi VIP di private room.


"Ayo kita hampiri dia, kita akan memberi kejutan untuk anak nakal itu."ajak ibu Lita yang ditanggapi dengan tawa oleh semua.


Kedua keluarga berjalan menuju private room itu. Senyum dari Sheila tak luntur sejak tadi. Sungguh ia rindu dengan wajah kekasihnya itu. Tadi siang mereka sempat berdebat untuk memperjuangkan hubungan mereka. Tapi inilah jalan dari takdir, Allah ternyata ingin menyatukan mereka dengan cara seperti ini.


.............


Sementara Aldo yang sedari tadi hanya duduk malas sambil memainkan ponselnya. Ia terus menatap salah satu foto dari galerinya. Foto dirinya dengan Sheila yang saling merangkul di balik Danau favorit keduanya. Aldo memang sedang duduk disana, namun pikirannya hanya tertuju pada satu nama,yaitu Sheila.


Hingga ia tak sadar akan kehadiran seseorang yang duduk di hadapannya.


"Apa yang lagi kak Al pikirkan sih ? Fokus sama ponsel mulu."ujarnya yang tak lain adalah Sheila.


Aldo mendongak."Aduh Al, lu kalo halu nih kebangetan deh masa liat Sheila dimana mana sih."gerutunya.


Sheila tersenyum."Kak Al engga lagi halusinasi ko, ini emang aku lagian."ujar Sheila sambil memegang tangan Aldo.


Aldo terkesiap. Genggaman tangan itu terasa sangat hangat dan ini nyata. Ia sedang memegang tangan Sheila yang lembut."Kamu ngapain disini sayang ?"tanya Aldo dengan ragu.


"Kamu bertemu juga dengan pria itu ? dimana dia ?"tanya Aldo sedikit ketus.


"Hmm dan sepertinya aku sudah mencintainya sekarang."goda Sheila sambil menahan tawanya.


"Kamu semudah itu melupakan hubungan kita ? Aku saja tak semudah itu bisa melupakan itu. Rasanya ingin kabur dan membawamu lari dari sini sekarang."ujar Aldo sambil mengepalkan tangannya.


"Kalo kamu bawa lari Sheila dari sini, gimana kita mau menjodohkan kalian kalo gitu, Al."ujar Dito yang tiba-tiba bergabung dengan keduanya.


Aldo mengerinyit heran."Maksud Ayah ?"tanya Aldo.


Ibu Lita tersenyum."Sambutlah calon istrimu dan menantu kami yang cantik ini."ujar ibu Lita sambil merangkul bahu Sheila.


"Sebentar ini maksudnya gimana sih Yah, Bu ?"tanya Aldo semakin tak paham.

__ADS_1


"Sheila ini anak dari teman Ayah dan Ibumu, Al. Kami berniat menjodohkan kalian jika kalian sudah sama-sama dewasa. Maafkan Ayah yang sebelumnya menolak hubungan kalian dan memaksamu untuk menerima perjodohan ini. Setelah Ayah tau jika Sheila wanita yang akan dijodohkan denganmu, Ayah pun terkejut tapi inilah yang dinamakan takdir Allah."jelas Dito sambil merangkul bahu Aldo.


"Jadi nak Al, kami hanya memintamu untuk bisa mencintai dan menyayangi anak kami dengan sepenuh hatimu. Kami menitipkan Sheila putri kami satu-satunya padamu."ujar Tio berpesan.


Aldo mengangguk antusias."Pasti Om, saya sangat mencintai Sheila melebihi diri saya sendiri. Saya janji hanya akan memberi kebahagiaan untuk Sheila, Om."ujar Aldo sambil memeluk Tio.


"Kalo gitu langsung aja tentukan tanggal pertunangan mereka kali ya.."ujar Dian.


Aldo dan Sheila hanya menunduk malu.


...........


Kini Aldo dan Sheila tengah berada di taman dekat restoran itu. Keduanya saling menggenggam dan menatap lurus ke depan melihat muda dan mudi yang juga sedang menghabiskan malam mereka sebagai seorang kekasih.


"Aku ga nyangka kalo kamu wanita yang dijodohkan sama aku, Yang."ujar Aldo yang masih terfokus melihat ke depan.


"Aku juga kak, awalnya berniat buat nolak tapi setelah tau kalo kamu prianya menolak sepertinya akan membuat aku menyesal."balas Sheila.


Aldo menoleh dan menatap wajah cantik di sampingnya."Aku janji bakal bahagiain kamu, Yang."janji Aldo.


"Aku yakin itu, kak. Ga perlu kamu berjanji pun aku udah tau kamu pasti bakal jaga dan bahagiain aku."ujar Sheila sambil mengelus pipi Aldo.


Aldo membawa Sheila ke dekapannya."Aku mencintaimu.. sangat.. sangat mencintaimu.."lirih Aldo.


"Aku juga kak..."balas Sheila.


"Sayang.. "panggil Aldo yang masih mendekap Sheila.


"Hmm...."balas Sheila.


"Gimana kalo pernikahan kita, tanggalnya sama kaya Nayla dan Bagas ?"tawar Aldo.


Sheila melepaskan dekapan itu."Kak, jangan becanda deh. Emang Nayla sama Bagas bakal setuju kalo tanggal pernikahannya sama kaya kita ?"tanya Sheila sedikit ragu.

__ADS_1


"Aku bakal izin sama Nayla, Bagas dan kedua keluarga mereka dulu. Aku yakin deh mereka ga mempermasalahkan ini, apalagi ini hal yang membahagiakan."ujar Aldo sambil memegang lengan Sheila.


"Hmm semoga aja mereka ga masalah ya kak. Gabisa bayangin aja gitu kalo bakal ada dua pasang pengantin nanti di pelaminan."ujar Sheila sambil tersenyum.


__ADS_2