Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

1 jam berlalu, Asyila kini mulai sedikit tenang setelah menceritakan semua pada Arkan. Asyila memnceritakan semua kisahnya 8 tahun silam, yang berawal dari seringnya Asyila dan Erlan bertemu, Erlan yang menjanjikan pernikahan, hingga Erlan yang kini telah melukai hatinya.


"Kamu gausah sedih lagi, Kaka yakin kamu akan menemukan pria yang lebih baik dari lelaki brengsek itu. Ingat sayang Allah tidaklah tidur, Allah mendengar segala keluh kesah kita. Kaka yakin kamu akan bertemu dengan jodoh terbaik yang sudah Allah siapkan untukmu."jelas Arkan


"Kaka benar, mulai dari hari ini aku akan mencoba melepaskan mas Erlan. Aku akan memulai menata hatiku, membuka hati untuk pria yang nantinya menjadi jodohku."ucap Asyila yang masih sedikit terisak.


Arkan memegang dagu Asyila, kedua tangannya memegang wajah Asyila lalu menghapus sisa air mata di pipi Asyila."Ingat dek, kaka akan selalu bersama kamu. Kaka akan selalu menjaga kamu dan ga akan kaka biarkan siapapun laki-laki bisa membuat adik dari Arkan Rizaldi Gunawan mengeluarkan air matanya walaupun hanya setetes."tegas Arkan


"Aku sayang Kaka..."ucap Asyila kembali memeluk kakaknya itu


"Kaka lebih menyayangi kamu dari apapun. Sekarang kamu istirahat, sudah lupakan semua tentang lelaki itu. Mulai hidupmu yang baru dan belajar buka hati buat orang lain. Selamat malam adikku tersayang.. Good night dear" ucap Arkan sembari mengecup dahi Asyila


"Good night kak.."ucap Asyila seraya membaringkan dirinya di ranjang.


🌹🌹


Pagi menjelang di Kediaman Gunawan terlihat keluarga yang harmonis tengah menjalankan sarapan. Namun Asyila tak nampak di tengah-tengah mereka, ia kembali terlelap usai melaksanakan salat shubuh tadi. Asyila sepertinya enggan untuk keluar dari kamarnya.


"Kak coba tolong panggil Asyila buat sarapan."pinta mama Vera


"Gausah Ma, biarin aja Syila istirahat. Lagipula mungkin dia masih perlu menenangkan diri"ucap papa Andhika seraya mengelus tangan mama Vera


"Tapi Pa... kalo Asyila sakit gima.."ucap mama Vera terpotong saat melihat Asyila menuruni tangga.


Semua menoleh, Arkan mempersilahkan Asyila untuk duduk di sampingnya."Kamu udah lebih baik sekarang ?"tanya Arkan seraya mengelus kepala Asyila


"Alhamdulillah udah ko Kak, hmm selamat sarapan semua."ucap Asyila sedikit dingin


"Hmm kamu gausah dateng ke Kantor dulu ya Dek, biar Kaka dan Papa yang menghandle semua pekerjaan di Kantor."pinta papa Andhika


"Gapapa ko Pa, aku mau berangkat ke Kantor. Aku udah baik-baik aja, gausah khawatir."ucap Asyila yang terlihat fokus pada sarapannya.


"Tapi nak kamu.."ucap papa Andhika tertahan karena mendengar suara dering ponsel


Kring...Kring...Kring....


Ponsel Asyila berbunyi, menandakan ada panggilan masuk dari seseorang. Asyila dengan segera meraih ponsel di dalam saku rok yang ia pakai. Tertera nama "Amanda" yang tak lain adalah sahabatnya.


"Maaf ya semua, aku angkat telfon dari Amanda dulu."ucap Asyila sedikit menjauh dari mereka.


Amanda siapa ? Apa dia sahabat Asyila ?Batin Arkan


Asyila kini berada di ruang keluarga, dan dengan segera menjawab telepon dari sahabatnya itu.


"Assalamu'alaikum Manda.."ucap Asyila


"Walaikumsalam tuan putri Asyila, kamu kayanya sibuk ya belakangan ini sampe lupa sama aku."ucap Amanda


"Maaf deh Manda, tau sendiri kemarin aku kan jagain Vino di Rumah Sakit. Maaf ya tidak pernah berkabar."ucap Asyila merasa tak enak pada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Santai aja Syil, aku cuma mau ingetin kamu aja siapa tau kamu lupa."ucap Amanda


"Ingetin soal apa ?"tanya Asyila bingung.


"Tuh kan emang dasar pelupa kamu tuh. Malem ini kan aku undang kamu buat ke rumah Syil, aku mau adain acara syukuran pertambahan usia aku."ucap Amanda sedikit merenggut kesal


"Astagfirullah Manda maaf maaf aku sampe lupa, maaf ya."ucap Asyila merasa bersalah


"Ih aku becanda Syil, tapi kamu pokonya harus dateng ya Syil wajib pokonya. Ajak Bagas juga udah lama aku ga ketemu dia, so sibuk sih dia."ucap Amanda


"Aduh Manda, kayanya Bagas berhalangan hadir deh setau aku hari ini dia kan ke kampung halamannya ada sanak saudaranya yang menikah."ucap Asyila


"Yah sayang banget padahal pengen ketemu Syil, yaudah deh lain kali aja yang penting kamu wajib dateng."pinta Amanda


"Insyaallah aku dateng ko Manda."ucap Asyila


"Yaudah aku tunggu. Aku tutup teleponnya dulu ya Syil.. Assalamu'alaikum"ucap Amanda


"Iya Walaikumsalam Manda"ucap Asyila


Panggilan terputus, Asyila kini menghampiri kembali mereka yang tengah menunggunya di meja makan.


"Dari Amanda nak ? Ada apa ?"tanya mama Vera


"Syila hampir lupa Ma, kalo Amanda hari ini mengundang Syila untuk hadir di acara ulang tahunnya. Bahkan kita semua di undang malam ini untuk hadir."ucap Asyila


"Kak, jaga adeknya ya selama Mama ga di rumah. Yang akur kalian dan sampaikan permohonan maaf Mama dan Papa karena tak bisa turut hadir di acara Amanda."pinta mama Vera


"Siap Mama tercinta, wejangannya serem banget sih Ma, kaya Arkan mau siksa adeknya Arkan aja."canda Arkan


"Ishh kaka Mama nih serius"ucap mama Vera


"Iya iya mama jangan khawatir. Pokonya Mama dan Papa selalu jaga kesehatan disana, kabari kami terus."ucap Arkan


"Yaudah kita berangkat sekarang ke Kantor, terlambat sedikit takutnya macet."ucap Asyila


"Yaudah ayo"timpal Arkan.


🌹🌹


Pagi berganti malam, kini Arkan dan Asyila telah sampai di Kediaman Amanda. Rumahnya tampak ramai banyak tamu yang berdatangan.


"Ayo dek kita udah sampe nih."ajak Arkan


"Iya Kak, ayo"ucap Asyila seraya turun dari mobil.


Mereka kini berjalan masuk rumah Amanda, banyak tamu yang datang pada acara itu. Terlihat Amanda yang sudah cantik dengan gaun berwarna biru langit lengkap dengan hijab berwarna senada yang semakin menambah kecantikannya. Asyila dan Arkan menghampiri pemilik dari acara itu.


"Assalamu'alaikum Amanda.."panggil Syila

__ADS_1


Amanda menoleh "Walaikumsalam Syil, hmm akhirnya kamu dateng aku seneng banget deh"ucapnya sambil memeluk Asyila


"Kamu kan udah undang aku ga mungkin aku ga dateng.Oh iya maaf ya mama dan Papa gabisa dateng malem ini, mereka harus terbang ke Singapura malam ini."ucap Asyila


"Gapapa ko, kamu udah datengpun aku seneng Syil" ucap Amanda


"Ini kado buat kamu Manda, hmm Selamat ulang tahun ya sahabatku."ucap Asyila seraya memeluknya


"Makasih ya Syil.. Hmm maaf Syil laki-laki di samping kamu ini siapa ? pacar kamu ?"tanya ragu Amanda


"Husshh kamu tuh Manda. Dia bukan pacar aku, kenalin dia Kaka aku namanya Arkan"ucap Asyila memperkenalkan kakaknya.


"Kenalkan saya Arkan, kakaknya Asyila."ucap Arkan sambil mengulurkan tangannya.


"Saya Amanda Kak, sahabat Asyila senang berkenalan dengan kakak."ucap Amanda sambil menerima uluran tangan Arkan


Arkan tersenyum. Cantik, manis dan sepertinya dia baik.Batin Arkan


Tak lama seorang pria paruh baya menghampiri mereka.


"Nak Syila sudah berapa lama kamu datang ? Maaf Om tadi tidak melihatmu nak."ucap Pak Hendarto


"Gapapa Om, Asyila juga baru sampai. Oh iya kenalkan ini Kakak Syila Om namanya Arkan."


Mereka saling berjabat tangan, tak lama terdengar ramai para tamu.


"Ayah, ko tamu rame gitu sih disana ? Ada apa ?"tanya Amanda bingung


"Sepertinya tamu yang Ayah tunggu sedari tadi sudah datang. Dia tamu penting di acara kamu nak, dia rekan bisnis Ayah."ucap pak Hendarto


"Oh gitu"ucap Amanda ber oh oh ria


Tak lama seorang lelaki tampan dengan setelan jas mahalnya berjalan masuk ke rumah Amanda, ia tengah bergandeng mesra dengan seorang wanita yang menggunakan dress senada dengan warna jas dari pria tersebut. Pak Hendarto bergegas menghampiri mereka.


"Pak Erlan selamat datang di rumah saya, terimakasih sudah berkenan hadir."ucap sopan Pak Hendarto


"Saya merasa tersanjung karena anda mengundang saya sebagai tamu penting di acara anak anda."ucap Erlan


"Tak perlu membuang waktu lagi Pak, mari saya akan kenalkan anda dengan putri saya."ajak Pak Hendarto yang dijawab dengan anggukan oleh Erlan.


"Amanda.. nak kemari dulu Ayah ingin memperkenalkan kamu pada rekan bisnis Ayah"pinta pak Hendarto pada Amanda yang sedang asyik bercengkrama dengan Asyila


"Oh baiklah Yah."ucap Amanda


"Syil sebentar ya, aku tinggal dulu"ucapnya pada Asyila


Asyila yang juga berada di pesta itu, juga turut tertarik pada obrolan para tamu lain yang mendadak ramai saat melihat tamu penting di acara Amanda telah datang. Ia yang ingin menghilangkan rasa penasarannya sedetik kemudia menoleh dan tak lama raut wajahnya menampakkan keterkejutan dan suasana hatinya mendadak kembali tak baik setelah melihat siapa tamu penting itu.


"DIA...."gumam Asyila

__ADS_1


__ADS_2