
Erlan tengah menyandarkan badannya di kursi kebesarannya. 1 jam yang lalu, ia sudah menyelesaikan pertemuannya dengan klien. Erlan dibuat lebih tidak menyangka jika klien yangb bekerja sama dengannya adalah Ayah dari Sheila.
Ya.. Sheila adalah gadis yang tempo hari pernah memaki Asyila dengan kata tidak pantas. Tadi saat meeting pun Sheila berada disana. Bahkan dengan sengaja ia terus mencari perhatian Erlan dengan segudang bujuk rayunya.
Erlan tengah merenung saat ini, pikirannya kacau. Satu sisi ia tak ingin jika sampai Sheila kembali mengusik rumah tangganya, namun di sisi lain ada kontrak kerja yang cukup besar dan bisa sangat menguntungkan dirinya.
“Shittt…..”umpat Erlan yang menarik rambutnya dengan kasar.
Ceklek....
Pintu terbuka menampilkan sang Asisten Aldo yang di sebelahnya tengah bersama dengan Sheila.
“Mas Erlan… terimakasih karena mau bekerja sama dengan perusahaan Papa.” Ujar Sheila yang tiba-tiba memeluk Erlan
Erlan mendorongnya dengan kasar hingga Sheila terhuyung ke belakang.” Jaga sikapmu Sheila.. ingat ini di Kantorku.. dan iya ingat juga aku sudah beristri.” Ujar Erlan tegas.
“ Mas kasar sekali.. Aku kesini hanya ingin berterimakasih saja tidak berniat untuk menggoda kok.” Ujar manja Sheila
“ Tapi tingkahmu yang tiba-tiba memelukku tadi sungguh sangat murahan.”ujar Erlan
“ Aku memelukmu hanya sebagai tanda aku bahagia karena kamu menerima kerjasama itu.. Sudahlah mas daripada kita berdebat, aku kesini hanya ingin mengajakmu makan siang bersama.”ajak Sheila
“ Aku tidak mau.. dan tidak akan pernah sudi menerima ajakanmu.” Tolak Erlan
“Mas anggap ini sebagai permintaan terakhirku, setelah ini aku berjanji tidak akan mengganggumu atau pun istrimu Asyila.” Ujar Sheila memainkan kelicikannya.
__ADS_1
“ Kau serius ?” Tanya Erlan yang sedikit mempertimbangkan ajakan Sheila
Sheila mengangguk.” Ayo mas…”ajak Sheila
“Baiklah aku terima ajakanmu, tapi ini kali terakhir”ancam Erlan yang direspon senyuman oleh Sheila.
...….....
Mereka sudah sampai di Restoran yang dimaksudkan oleh Sheila. Erlan tampak gusar karena sedari tadi ia tak bisa menghubungi istrinya. Sheila yang melihat kekhawatiran Erlan itu seakan puas dan sedikit menarik bibirnya untuk tersenyum licik.
“ Kenapa mas ? Sedari tadi aku lihat kamu begitu gelisah ?” tanya Sheila berpura-pura.
“ Aku sedari tadi menghubungi Asyila tapi ia tak menjawab panggilanku.” Ujar Erlan
“ Mas tenang aja, mungkin Asyila lagi bermain bersama Vino atau sedang berada di dapur kan ?.” jawab Sheila
Tak lama seorang pramusaji membawakan minuman untuk keduanya, Sheila sengaja menjulurkan kakinya agar Pramusaji itu tersandung, dan hasilnya minuman yang dibawanya tumpah mengenai jas milik Erlan.
“ Aduh Tuan maaf saya tidak sengaja…” ujar pramusaji itu
“ Kau ini bagaimana sih ? Lihat jas milik temanku jadi basah kan ?” tegur Sheila
Erlan yang sibuk mengelap jasnya dengan tissue lantas melirik Sheila.” Sudah lah tak apa Sheila, lain kali lebih berhati-hati ya.”ujar Erlan pada pramusaji itu.
“ Maafkan saya Tuan… saya akan mengganti minumannya.”ujar pramusaji yang diangguki oleh Erlan
__ADS_1
“ Sini mas biar Sheila bantu…” tawar Sheila yang kini berdiri untuk membantu Erlan, namun ada hal yang lain yang ia rencanakan. Ia berpura-pura terpeleset dan alhasil tubuhnya tak seimbang dan duduk dipangkuan Erlan bahkan wajahnya begitu dengan Erlan.
“ Mas Erlan….”lirih seseorang yang melihat kejadian itu.
Erlan menoleh, begitupun Sheila yang berdiri dari pangkuan Erlan.” Sa-sa-sayang….”ujar Erlan yang sedikit kaget karena ada sang istri yang sedang melihatnya bersama Sheila.
Asyila sudah meloloskan air mata dari kelopak mata indahnya. Dadanya sesak saat melihat adegan tadi.
“ Mas apa ini…” lirih Asyila sambil menangis
Erlan menghampiri Asyila dan meemgang tangannya.” Sayang dengarkan dulu.. ini tidak seperti apa yang kamu lihat dan pikirkan.” Ucap Erlan berniat menjelaskan.
“ Sudahlah mas lanjutkan saja makan siang kalian, maaf kalo Syila menganggu.” Ujar Asyila sambil menepis tangan Erlan dengan kasar dan berbalik meninggalkan restoran itu.
Erlan mengejar Asyila, namun langkahnya tak bisa mengimbangi langkah istrinya berlari.” Sayang tunggu dulu… mas bisa jelaskan”teriak Erlan namun tak digubris oleh Asyila
Asyila sudah menaiki mobil pribadinya, bersama sang supir ia meninggalkan restoran itu sambil menangis.
“Shittttt…. Brengsek Sheila…”umpat Erlan sambil
mengepalkan dirinya.
Lalu Erlan pergi dari Restoran itu dan berniat menjelaskan kesalahpahaman itu pada Asyila.
Sementara Sheila saat setelah Asyila pergi, ia pun bergegas masuk ke dalam mobilnya. Dengan senyuman liciknya ia merasa puas melihat sepasang suami istri itu bertengkar tadi.
__ADS_1
Ini baru permulaan… rencanaku kali ini pasti berhasil membuat mas Erlan berlutut di kakiku untuk mengemis cinta dariku… Kau pikir aku akan mundur Asyila,, lihat saja apa yang bisa aku lakukan.. ujar Sheila dengan senyum liciknya.