
Saat ini Ajeng sedang memapah Bagas yang sudah tidak sadarkan diri saat berada di pesta tadi. Ajeng tersenyum senang karena rencana yang ia buat berhasil. Tadi saat di pesta, Bagas meneguk minuman yang sudah dicampurkan obat tidur oleh Ajeng. Bagas sudah hilang kesadaran, dan itu membuat rencana Ajeng semakin mulus untuk dijalankan.
Akhirnya kamu masuk di dalam perangkapku, Sayang. Ujarnya sambil tertawa jahat.
Ajeng sudah sampai di salah satu kamar yang memang telah ia siapkan sebelumnya. Ia baringkan Bagas di ranjang itu. Ia dekati wajah Bagas dan menyentuh beberapa bagian wajah Bagas yang begitu menarik dengan mata masih terpejam.
“Kau tahu Bagas seandainya saja aku bertemu lebih dulu dengan kamu, mungkin aku akan benar-benar jatuh hati padamu. Kamu lelaki baik, mapan dan tentunya sangat menjaga orang yang kamu cintai.”ujar Ajeng sambil terus memegangi wajah Bagas.
“ Tapi sayang aku harus bertemu dengan suamiku dulu dan ternyata kehidupanku justru sangat kekurangan. Maaf karena aku harus memanfaatkan kebaikanmu Bagas. Dan ya maaf jika nantinya kamu harus bertanggung jawab untuk bayi yang ada di rahimku saat ini.”tambahnya lagi.
“Dan Ya maaf juga telah membuatmu salah paham pada Nayla. Kau tahu dia ternyata juga mencintaimu, aku tidak rela jika kau bersama dengannya. Kau hanya akan bersanding denganku. Nayla sudah aku singkirkan dari hidupmu, dan sekarang hanya Ajeng yang akan bersama denganmu selamanya.”tambahnya lagi.
“Dan ya setelah kita menikah,aku akan mengambil semua harta dan kekayaan yang kamu punya. Maaf Bagas jika aku egois dan jahat. Kau tahu jaman sekarang semua itu perlu uang. Dan ya aku juga mencintaimu karena uang. HHAHAHAHAHA….”celotehnya sambil tertawa jahat.
Ajeng lalu menggerakkan tangannya untuk membuka kancing dari kemeja yang digunakan Bagas. Ia dekatkan wajahnya dan berniat untuk mencium bibir Bagas. Namun sebelum bibir keduanya menyatu, tanpa diduga kelopak mata Bagas terbuka, dan ia segera mendorong Ajeng hingga sedikit terhuyung ke belakang.
“Kau pikir aku bisa dijebak dengan rencana murahan seperti itu Ajeng ?”Tanya Bagas sambil menepis kasar tangan Ajengyang berada di wajahnya.
Ajeng gelagapan.”Sayang ini salah paham, sepertinya ada yang mau menjebak kita.”kilah Ajeng sedikit terbata.
“Aku sudah tau rencana busukmu Ajeng. Dasar wanita jahat, kau dengan teganya mempermainkan perasaanku.”teriak Bagas.
“Sayang tidak bukan seperti itu. Aku ingin menjelaskan semuanya. Ini…”kilah Ajeng lagi.
“AKU TAK BUTUH PENJELASAN DARI WANITA SEPERTIMU.”teriak Bagas.
Bagas terus menarik paksa tangan Ajeng hingga sampai di tempat acara itu berlangsung. Selama itu Bagas pun membayangkan apa yang sebelumnya ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
Flashback On...
__ADS_1
Bagas sedang berdansa dengan Ajeng, meskipun hatinya engga tapi ia tetap menemani wanita itu. Bagas resah, pikirannya hanya tertuju pada satu nama yaitu Nayla. Ia pun melihat tadi bagaimana wajah Nayla yang menahan kesedihan saat dirinya digoda oleh Ajeng.
Musik untuk dansa pun berhenti berputar. Saat itu Bagas kembali menyapa rekanannya saat berkuliah dulu. Sementara Ajeng pamit undur diri untuk menyegarkan tenggorokannya dengan minuman dingin. Bagas terus menelisik dan memperhatikan gerak-gerik Ajeng, hingga ia menangkap satu moment saat Ajeng dengan sengaja memasukkan sesuatu ke dalam sebuah minuman dingin. Bagas terus menelisik hingga Ajeng memanggil salah seorang pelayan disana untuk memberikan minuman itu untuk Bagas.
Tanpa Ajeng ketahui, pelayan yang ia suruh tadi adalah salah satu anak buah dari Erlan. Rencana Ajeng yang sudah diketahui oleh Erlan dan yang lain membuat mereka maju 10 langkah dari Ajeng. Erlan memang menugaskan beberapa anak buahnya untuk menyamar sebagai pelayan dan mengawasi gerak-gerik Ajeng.
Saat Ajeng berlalu dari sana, pelayan itu dengan sengaja membuang minuman itu dan mengganti dengan yang baru. Ia hampiri Bagas dan memberikan minuman itu. Tak lupa pelayan itu memberikan isyarat pada Bagas jika minuman itu aman dan semua rencana berhasil dijalankan.
Aku bukan orang bodoh Ajeng. Rencanaku dan yang lain 10 langkah di depanmu. Kita lihat apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku. Hingga kau dengan tega menyakiti perasaanku dan memanfaatkan kebaikanku. gumam Bagas dalam hati dengan mata yang terus tertuju tajam pada Ajeng.
Saat Ajeng melihat minuman itu ada di tangan Bagas, segera ia hampiri Bagas agar ia bisa dengan langsung melihat ketika Bagas meminumnya.
Bagas yang tak mau membuat Ajeng curiga, segera menegak minuman itu saat Ajeng sedikit demi sedikit mendekat menghampirinya. Ia mencoba bersikap seolah tak tau apapun. 10 menit setelahnya, Bagas berpura-pura merasakan pusing yang teramat pada kepalanya. Dengan segera Ajeng memapah Bagas untuk meninggalkan acara itu. Sepanjang itu Ajeng begitu tersenyum puas menganggap jika rencananya berhasil.
*Yes... Berhasil.. Bagas masuk perangkapku hahahaha. gumam Ajeng dalam hati.
Tunggu dan lihat saja kejutan yang sudah aku siapkan Ajeng. Heh. guman Bagas dalam hati*.
Semua tamu dibuat heran, karena tiba-tiba si pemilik acara hadir dengan penampilan yang sudah berantakan. Bagas menghempaskan tubuh Ajeng hingga si empu nyaris tersungkur ke lantai.
“ Kau benar-benar wanita tidak punya hati Ajeng. Kau ingin menjebakku hanya demi uang ?”teriak Bagas yang sudah dikuasai kabut emosi.
Erlan datang mencoba untuk menenangkan Bagas.” Kendalikan emosimu. Dia wanita Bagas.”ujar Erlan memperingatkan.
“Wanita jahat dan licik seperti ini harus diperlakukan dengan lembut, Bang ? Dia ?”ujar Bagas sambil menunjuk ke wajah Ajeng.
“Sebaiknya kita serahkan semua kekacauan ini pada pihak berwajib Bagas. Lagipula saat ini kita sudah mempunyai bukti yang cukup kan untuk menjebloskan dia ke penjaara.”saran Arkan.
Bagas lalu memegang kasar tangan Ajeng.”Kau akan aku bawa ke Kantor polisi. Dan aku pastikan jika kamu tidak akan bebas dengan mudah Ajeng. Kau harus mempertanggung jawabkan semua kejahatanmu.”ancam Bagas.
__ADS_1
“Aku mohon Bagas lepaskan aku.. Aku tidak ingin di penjara.. Kasihanilah aku Bagas..”mohon Ajeng.
“Kau harus membayar semua kejahatanmu wanita penipu.”teriak Bagas sambil terus menarik tangan Ajeng.
“Mas Erlan..”teriak Syila secara tiba-tiba.
Erlan menoleh, lalu ia menangkap wajah khawatir dari istrinya. Ia yakin jika terdapat masalah saat ini. Tak menunggu lama Erlan segera hampiri istrinya itu.”Kenapa sayang ?’tanya Erlan.
“Mas… Nayla mas.. Nayla…”ujar Asyila sambil menangis.
“Nayla ? kenapa sama Nayla sayang ?”Tanya Erlan yang ikut khawatir.
Sheila tiba-tiba datang bersama Aldo.”Kak Erlan sepertinya Nayla dalam bahaya Kak.”ujar Sheila.
“APA ????” teriak Erlan.
“Mas tolong Nayla, tadi Sheila bilang kalau Nayla dibawa paksa oleh 2 pria berbadan besar keluar dari pesta ini mas.”ujar Syila sambil terisak.
“Kamu tenang ya, mas akan cari Nayla sampai ketemu. Sebaiknya kamu dan Amanda pulang. Disini kondisinya sudah tidak baik untuk kalian yang sedang mengandung.”ujar Erlan mencoba menenangkan istrinya. Ia lalu menoleh pada Sheila.”Tolong bawa Asyila dan Amanda pulang ke rumahku Sheila, aku titipkan istri dan anakku padamu.”titah Erlan.
“Baiklah kak, jangan khawatir aku akan menjaga mereka”ujar Sheila.
Erlan dengan tergesa menghubungi anak buahnya untuk bergerak mencari Nayla. Setelah itu, Erlan kembali menghampiri Bagas dan Arkan yang masih menunggunya di pintu keluar.
“Adek gue kenapa Erlan ?”Tanya Arkan.
“Asyila bilang kalau Nayla diculik oleh 2 pria tidak dikenal Kak.”ujar Erlan to the point.
“APA ???” ucap Arkan dan Bagas bersamaan.
__ADS_1
LIKE COMMENT HADIAHNYA DITUNGGU GUYS...🥰🥰
HAPPY READING...❤❤